cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Keragaman Kasus Forensik Klinik di RS Bhayangkara Tingkat III Manado dari Sudut Pandang SKDI 2012 Periode Juli 2015-Juni 2016 Lumente, Magdalya A.; Kristanto, Erwin G.; Siwu, James F.
e-CliniC Vol 5, No 1 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i1.14780

Abstract

Abstract: Forensic clinic is a part of medical forensics which includes examination of living victim. The knowledge and skill of a doctor are needed in case of assisting the investigators and public prosecutors in proving of a criminal act. General practitioners are required to mastering all competence levels based on the National Standard Competency of Indonesian Medical Doctors 2012 (SKDI 2012). This study was aimed to obtain all kinds of forensics clinic cases at Bhayangkara Level III Hospital Manado from July 2015 to June 2016. This was a descriprive retrospective study using data obtained from the police inquest papers, visum et repertum, and medical records. The results showed that there were 38% of cases, that fulfilled the Standard Competence of General Practitioner. Conclusion: In this study, the majority of cases were blunt violent cases. It is suggested that Bhayangkara Level III Hospital Manado become a partnership of hospital education for future doctors.Keywords: forensic clinic, doctor competence, SKDI 2012 Abstrak: Forensik klinik adalah bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mencakup pemeriksaan pada korban hidup. Ilmu pengetahuan dan keterampilan seorang dokter dibutuhkan dalam membantu tugas penyidik dan penuntut umum dalam pembuktian tindak pidana. Dokter umum diwajibkan menguasai semua tingkat kompetensi yang ada di dalam buku Standar Kompetesi Dokter Indonesia 2012. Penelitian ini merujuk pada RS Bhayangkara Tingkat III Manado dengan tujuan untuk mengetahui keragaman kasus Forensik Klinik di RS Bhayangkara Tingkat III Manado periode Juli 2015-Juni 2016. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Sumber data penelitian didapatkan dari surat permintaan visum, visum et repertum, dan rekam medis. Hasil penelitian mendapatkan 38% kasus yang mencukupi standar kompetensi dokter umum. Simpulan: Majoritas kasus dalam studi ini ialah kekerasan tumpul. Disarankan RS Bhayangkara Tingkat III Manado dipertimbangkan sebagai kepaniteraan rumah sakit pendidikan bagi dokter muda.Kata kunci: forensik klinik, kompetensi dokter, SKDI 2012
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MENJAGA KEBERSIHAN GENITALIA EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA SISWI DI SMA NEGERI 1 MANADO Tombokan, Arianto; Wantania, Jhon; Wagey, Freddy
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5708

Abstract

Abstract: All women may experience vaginal discharge according to the data on women’s reproductive health research shows 75 % of women in the world would suffer from vaginal discharge, at least once in her life. Bad attitude in maintaining genital hygiene, such as washing with dirty water, wear rinse excessively, use pants that do not absorb sweat, change underwear rarely, change pads rarely can trigger the onset of the infection that causes vaginal discharge. The purpose of this study is to determine the correlation of the level of the knowledge and attitude of maintaining the external genitalia with pathological vaginal discharge event on schoolgirl in SMA Negeri 1 Manado on 2012. Methods: The type of this research is observational analytic studies with cross sectional design. Subject of this research is 106 class XII schoolgirl of SMA Negeri 1 Manado 2012 – 2013. Data were collected by questionnaires which have been tested. Results: Schoolgirl who have had vaginal discharge is obtained as 35,8 % and who haven’t as 64,2 %. Knowledge of schoolgirl who have had vaginal discharge 24,6 % included in good category and on schoolgirl who haven’t had vaginal discharge 75,4 % included in good category. Attitude of schoolgirl who have had vaginal discharge 29,6 % included in supportive category and of schoolgirl who haven’t had vaginal discharge 70,4 % included in supportive category. Conclusion: According to the result of the research, knowledge and attitude of maintaining the cleanliness of the external genitalia are related with pathological vaginal discharge events. Bad knowledge about maintaining the cleanliness of the external genitalia increase the risk of experiencing vaginal discharge by 2,304 times. Meanwhile, attitude that does not support manitaining cleanliness of the external genitalia increase the risk of experiencing vaginal discharge by 1,89 times. Keywords: Knowledge, attitude, pathological vaginal discharge.   Abstrak: Semua wanita dapat mengalami keputihan berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukan 75% wanita didunia pasti menderita keputihan, paling tidak sekali dalam hidupnya. Sikap buruk dalam menjaga kebersihan genitalia, seperti mencucinya dengan air kotor, memakai pembilas secara berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, tak sering mengganti pembalut dapat menjadi pencetus timbulnya infeksi yang menyebabkan keputihan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap menjaga kebersihan genitalia eksterna dengan kejadian keputihan patologis pada siswi di SMA Negeri 1 Manado tahun 2012. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 106 siswi kelas XII SMA Negeri 1 Manado periode 2012-2013. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang telah diuji cobakan. Hasil: Siswi yang pernah mengalami keputihan didapatkan sebanyak 35,8 % dan yang tidak pernah 64,2 %. Pengetahuan siswi yang pernah mengalami keputihan 24,6 % masuk dalam kategori baik dan pada siswi yang tidak pernah mengalami keputihan 75,4 % masuk dalam kategori baik. Sikap siswi yang mengalami keputihan 29,6 % masuk dalam kategori mendukung dan pada siswi yang tidak pernah mengalami keputihan 70,4 % masuk dalam kategori mendukung. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan dan sikap menjaga kebersihan genitalia eksterna berhubungan dengan kejadian keputihan patologis. Pengetahuan buruk mengenai kebersihan genitalia eksterna meningkatkan resiko mengalami keputihan sebesar 2,304 kali. Sementara itu, sikap yang tidak mendukung menjaga kebersihan genitalia eksterna meningkatkan resiko mengalami keputihan sebesar 1,89 kali. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, keputihan patologis.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENANGANAN TERAPI OKUPASI DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Wongkar, Meilany D.; Gessal, Joudy; Angliadi, Leonard S.
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8434

Abstract

Abstract: Medical rehabilitation aims to lessen the impact of a disability and enhance the ability of people with disabilities, therefore, they can be involved in social interaction. One of the rehabilitation treatments is occupation therapy which helps individuals by giving suggestions and enhancing independence. Quality is a dynamic condition which fills or surpass the expectations. Quality is closely related to costumers’ satisfaction. It encourages the costumers to create a strong bond of relationship. This study aimed to obtain patients’ satisfaction degree toward the implementation of occupation therapy in the Medical Rehabilitation Installation Prof. Dr. R. D Kandou Hospital, Manado. This was a descriptive observational study. Sampleds were collected by using purposive sampling. The result of the T Test analysis showed that there was a significant difference between before and after the therapy with a p value = 0.000. Based on the result of the satisfaction degree to the variable of expectation and reality, the average obatined was 7.9. Conclusion: Patients’ expectation degree was higher than the reality of service that they received.Keywords: medical rehabilitation, occupation therapy, patients satisfaction degree.Abstrak: Rehabilitasi medik bertujuan untuk mengurangi dampak keadaan cacat dan meningkatkan kemampuan penyandang cacat sampai interaksi sosial. Salah satu pelayanan rehabilitasi ialah terapi okupasi, yang membantu individu dalam memberi anjuran dan menjamin bantuan untuk meningkatkan kemandirian. Kualitas merupakan kondisi dinamis yang memenuhi atau melebihi harapan. Kualitas memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepuasan pelanggan, yaitu kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalani ikatan hubungan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terapi okupasi di Instalasi Rehabilitas Medik RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil analisis uji t menunjukkan terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah terapi dengan nilai p = 0,000. Berdasarkan hasil uji nilai tingkat kepuasan terhadap variabel harapan dan kenyataan menunjukkan perbedaan dengan nilai rata-rata 7,9. Simpulan: Nilai harapan pasien lebih besar dari kenyataan pelayanan yang mereka terima.Kata kunci: rehabilitasi medik, terapi okupasi, tingkat kepuasan pasien
Hasil pemeriksaan CT scan pada penderita stroke non hemoragik di Bagian Radiologi FK Unsrat/SMF Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Agustus 2015 – Agustus 2016 Elim, Christian; Tubagus, Vonny; Ali, Ramli Hadji
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14398

Abstract

Abstract: CT-scan is used to analyze the structures of specific body parts, mainly to confirm the diagnosis of non-hemorrhagic stroke. Stroke is a neurological deficit that occurs suddenly and caused by the interruption of blood flow to the brain. The symptoms are corresponding to the location of the stroke. This study was aimed to obtain the CT-scan examination of non-haemorrhagic stroke patients. This was a retrospective descriptive study using secondary data such as request letter and data of head CT-scan performed from August 2015 to August 2016. The results showed that there were 89 cases of non-hemorrhagic stroke. The majority were males (60 patients; 67%), elderly ≥65 years old (27 patients; 30%), and location of lesion in the right hemisphere (38 patients; 43%). Conclusion: In this study most patients diagnosed as non-hemorrhagic stroke with CT-scan were males, over 65 years old, and location of lesion in right hemisphere.Keywords: non-haemorrhagic stroke, CT-scan Abstrak: CT scan digunakan untuk menganalisis struktur dalam dari beberapa bagian tubuh tertentu, antara lain untuk memastikan diagnosis dari stroke non hemoragik, Stroke merupakan suatu defisit neurologik yang terjadi secara tiba-tiba diakibatkan oleh adanya gangguan aliran darah ke otak dan gejala yang terjadi sesuai dengan lokasi dari stroke tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan CT scan pada penderita stroke non hemoragik. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder berupa lembar permintaan dan data hasil CT scan kepala yang dilaksanakan sejak Agustus 2015 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 89 kasus didiagnosis stroke non-hemoragik dengan CT-scan, terbanyak ialah jenis kelamin laki-laki berjumlah 60 orang (67%); golongan usia manula (≥65 tahun) berjumlah 27 orang (30%); dan lokasi lesi di hemisfer dekstra berjumlah 38 orang (43%). Simpulan: Pada studi ini, majoritas pasien yang didiagnosis stroke non-hemoragik dengan CT-scan Berjenis kelamin laki-laki, usia ≥65 tahun, dengan lokais lesi pada hemisfer kanan. Kata kunci: stroke non hemoragik, CT-scan
ANALISIS KADAR KREATININ PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI PUSAT KANKER ANAK ESTELLA BLU RSUP PROF DR RD KANDOU Tamsil, Fajrul Falakh
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3662

Abstract

Abstract: Malignant disease in children is one cause of death in the age group of children. Characteristic of the spread and prognosis of malignancy in children is very different with malignancy in adult. Acute Lymphoblastic Leukemia is the most common malignancy in children. Treatment with chemotherapy gifts a good effect in recent years, characterized by a decrease in mortality. How ever, as a vital organ that has function to stabilizer and organ disposal of substances that are not useful and toxic, surely chemotherapy effect on the health of kidney function. The impact of chemotherapy on renal function can be determined by examination of creatinne levels in children undergoing chemotherapy. The purpose of this study is to determine the levels of creatinine in children with acute lymphoblastic leukemia undergoing therapy in Estella Room BLU RSUP Prof Dr RD Kandou Manado. Characteristic of this study is descriptive analytic with retrospectional approach, this case done by taking patient’s medical record data from September 2012-2013. Samples were 30. Conclusion:The result obtained from 30 samples contain as many as 16 samples had normal creatinine levels, and 14 samples had not normal creatinine levels, which consisted of 15 samples with a high risk group, an 15 sample with standard risk group. Bivariat analysis result show the value of P=0.642. From this result, it can be concluded that there is no differences between creatinine levels in children with high risk group and children with standard risk group. Keywords: Acute Lymphoblastic Leukemia, Creatinine, Child    Abstrak:Penyakit keganasan pada anak merupakan salah satu penyebab utama kematian pada kelompok umur anak.Kanker pada anak sangat berbeda dengan keganasan pada orang dewasa dalam sifat, penyebaran dan prognosis.Leukimia Limfoblastik Akut merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada anak.Penanganan dengan kemoterapi memberikan efek yang baik dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan penurunan angka mortalitas.Namun sebagai organ vital yang memiliki fungsi sebagai pengatur keseimbangan dan organ pembuangan zat-zat yang tidak berguna serta bersifat toksik, tentunya kemoterapi memberikan efek terhadap kesehatan fungsi ginjal. Dampak kemoterapi terhadap fungsi ginjal dapat diketahui dengan pemeriksaan kadar kreatinin pada anak yang menjalani kemoterapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  kadar kreatinin pada anak dengan leukemia limfoblastik akut yang menjalani terapi di Ruang Estella BLU RSUP Prof. DR. R.D Kandou.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektional, dalam hal ini dilakukan dengan pengambilan data rekam medik pasien sejak September 2012-2013. Sampel berjumlah 30 orang. Simpulan : Hasilyang didapatkan dari 30 orang sampel, terdapat sebanyak 16 sampel yang memiliki kadar kreatinin yang normal, dan 14 sampel yang memiliki kadar kreatinin yang tidak normal, yang terdiri dari 15 sampel dengan kelompok resiko tinggi(High Risk), dan 15 sampel dengan kelompok resiko standar (Standard Risk). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,642. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak adaperbedaan kadar kreatinin pada anak kelompok resiko tinggi (High Risk) LLA, dengan resiko standard (Standard Risk) LLA Kata Kunci: Leukemia Limfoblastik Akut, Kadar Kreatinin, Anak.
GAMBARAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA SINDROM KORONER AKUT DI RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU PERIODE JANUARI – SEPTEMBER 2015 Faridah, Eva Nur; Pangemanan, Janry A.; Rampengan, Starry H.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11023

Abstract

Abstract: Acute coronary syndrome (ACS) is due to plaque rupture or erosion of atherosklerosis, including unstable angina pectoris, non-ST elevation myocardial infarction, and ST-elevation myocardial infarction. In indonesia, ACS is still regarded as the highest death contributor. One of the risk factors of ACS is dyslipidemia, that is abnormality condition of lipid in blood. Objective: This study aims to determine description of lipid profile in patients with acute coronary syndrome. Methods: This was a descriptive observational method, based on the secondary data from patients in CVBC Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital during January to September 2015. Result: The result showed that from 80 patients of ACS were 37 patients (46,25%) with high total cholsterol levels (≥ 200 mg/dL), 70 patients (87,5%) with low HDL cholesterol levels (≤ 40 - 50 mg/dL), there are 58 patients (72,5%) with high LDL cholesterol levels (> 100 mg/dL) and 32 patients (40%) with high triglycerides levels (≥ 150 mg/dL). Conclusion: Most of ACS patients in this research had high LDL cholesterol levels and low HDL cholesterol levels.Keywords: Acute coronary syndrome, dyslipidemia, lipid profileAbstrak: Sindrom koroner Akut ( SKA ) terjadi karena adanya ruptur atau erosi dari plak aterosklerosis, termasuk angina pektoris tidak stabil, non-ST elevasi miokard infark, dan ST elevasi miokard infark. Di Indonesia, SKA masih di anggap sebagai penyumbang angka kematian tertinggi. Salah satu faktor risiko SKA adalah dislipidemia, yaitu berupa gangguan metabolisme lipid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil lipid pada penderita sindrom koroner akut. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder dari penderita SKA di CVBC RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou periode januari – september 2015. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 80 penderita SKA didapatkan 37 orang (46,25%) adalah penderita yang memiliki kadar kolesterol total tinggi (≥ 200 mg/dL), sebanyak 70 orang (87,5%) memiliki kadar HDL rendah (≤ 40 – 50 mg/dL), adapun yang memiliki kadar LDL tinggi (> 100 mg/dL) yaitu 58 orang (72,5%) dan 32 orang (40%) adalah penderita yang memiliki kadar trigliserida tinggi (≥ 150 mg/dL). Kesimpulan: Penderita sindrom koroner akut dalam penelitian ini sebagian besar memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi dan kadar kolesterol HDL yang rendah.Kata kunci: Sindrom koroner akut, dislipidemia, profil lipid
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Mashanafi, Tazy A.; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M.
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.3.2015.9504

Abstract

Abstract: Breast-feeding means that the baby is not given other food supplements other than breast feeding itself during the age of 0 - 6 months old. Breast-feeding is the best and most perfect food for babies since it has rich nutrition contents, therefore, it cannot be substituted by even the most expensive formula milk. This was a a descriptive study with a cross sectional design. The results showed that based on the knowledge about breast-feeding, 16 respondents (32%) graduated of senior high school had adequate knowledge; all 12 respondents (24%) graduated of university/college had good knowledge; and all 10 respondents (20%) of private enterprises employees had adequate knowledge. Conclusion: In the study, most respondents had adequate knowlede about breast-feeding.Keywords: exclusive breast-feeding.Abstrak: ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI saja tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. ASI eksklusif adalah makanan terbaik dan paling sempurna untuk bayi dengan kandungan gizi yang tinggi dan tidak bisa tergantikan oleh susu formula termahal sekalipun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mengenai pengetahuan tentang pemberian Asi eksklusif 16 responden dengan pendidikan SMA (32%) mempunyai tingkat pengetahuan cukup dan semua responden sebanyak 12 orang (24%) dengan pendidikan Diploma/Sarjana tidak ada yang mempunyai pengetahuan kurang tentang pemberian ASI eksklusif. Terdapat 10 responden (20%) dengan pekerjaan wiraswasta mempunyai pengetahuan cukup tentang pemberian ASI eksklusif. Simpulan: Pada studi ini, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup mengenai pemberian ASI eksklusif.Kata kunci: ASI eksklusif
Gambaran kematian perinatal di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2015 Simamora, Wellina R.; Tendean, Hermie M.M.; Mamengko, Linda
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14472

Abstract

Abstract: Perinatal Mortality rate is an indicator to measure the level of health development level of a country and the quality of life from its society. Perinatal death occurred more than 5 million cases per year. This study aims to determine the enormity of stillbirth number, early neonatal death and causes of perinatal death in RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado in 2015. The research design used is a retrospective descriptive study with cross sectional approach. The research sample is all mothers do labor and childbirth with perinatal mortality in RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado in 2015. There are 1,649 live births in 2015 with case deaths perinatal period 85, 23 genesis differences case consists of stillbirth and early neonatal death of genesis 62. Conclusion. The percentage of stillbirth is 27.1%, early neonatal Mortality is 72.9% with often fence is sepsis in RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado in 2015. Keywords: perinatal mortality, stillbirth, early neonatal death, perinatal mortality rate. Abstrak: Angka kematian perinatal merupakan indikator dalam menilai tingkat pembangunan kesehatan dari suatu negara serta kualitas hidup dari masyarakatnya. Kematian perinatal terjadi lebih dari 5 juta kasus per tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya angka lahir mati, kematian neonatal dini dan penyebab kematian perinatal di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan persalinan dan melahirkan dengan kematian perinatal di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado tahun 2015. Terdapat 1649 kelahiran hidup pada tahun 2015 dengan jumlah kasus kematian perinatal sebanyak 85 kasus terdiri atas 23 kejadian lahir mati dan 62 kejadian kematian neonatal dini. Simpulan. Persentase kejadian lahir mati sebesar 27,1%, kematian neonatal dini sebesar 72,9% dengan penyebab kematian paling sering adalah sepsis di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado tahun 2015.Kata kunci: kematian perinatal, lahir mati, kematian neonatal dini, angka kematian perinatal.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN LAMA RAWATDIARE PADA ANAK DI RSUP PROF DR.R.D KANDOU Gunawan, Kiky Natalia
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3724

Abstract

Abstract: Background - Hemoglobin ( Hb ) is the main component of red blood cells . Anemia associated with poor clinical status and a major risk factor to the hospitalization and is a predictive factor for increased of mortality. The role of anemia on treatment duration is difficult to interpret, Thought that longer treatment may be related to other factors such as anemia due to nutritional disorders and immunological status deteriorated , causing a longer periods of time to length of stay. Objective - Objective of this study was to find the relationship between Hb levels and long of stay in hospital to patients with diarrhea. Methods - The research is an descriptive analytic with retrospektif approach, done in the Children's Health Study of Prof Dr . Dr. . R. D. Kandou Manado From November 2013 to January 2014. The subjects of the experiment is around 50 children age 6 months to 12 years .the data are gathered using medical records and analyzed using the Pearson correlation. Result - Hemoglobin level < 11 g / dl highest prevalence of long hospitalization is as > 5 days ( 64.2 % ) and hemoglobin > 11 g / dl prevalence is the highest length of stay by one day ( 49.1 % ) . The results of Pearson correlation test showed that the value of r = -0.415 and p = 0.03 . Value of -0.415 which is indicated by the value of r states there is a significant negative relationship between Hb levels and long of stay in hospital  ( p = 0.003 ) , that is, the high of hb make the faster out from the hospital. Conclusions - Children diarrhea with anemia can lead to a longer length of stay in hospital.Keywords: Hemoglobin levels , long of stay in hospital , accute diarrhea to children.     Abstrak: Latar Belakang - Hemoglobin (Hb) merupakan komponen utama dari sel darah merah.Anemia berhubungan dengan status klinis yang buruk dan sebuah faktor resiko yang besar terhadap rawat inap serta merupakan faktor yang prediktif untuk angka kematian meningkat.Akan tetapi peran anemia terhadap lama perawatan sulit untuk ditafsirkan, mengingat bahwa lama perawatan mungkin berkaitan dengan faktor-faktor lain seperti adanya anemia akibat gangguan gizi dan status imunologi yang memburuk sehingga menyebabkan lama rawat yang lebih lama. Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah Untuk mencari hubungan antara kadar Hb dengan lama perawatan pada pasien diare. Metode - Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif, dilakukan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama bulan November 2013 – Januari 2014. . Subyek penelitian sebanyak 50 anak berumur 6 bulan – 12 tahun. Pengumpulan data menggunakan data rekam medik. Data dianalisis dengan menggunkan korelasi pearson. Hasil - Didapatkankadar hemoglobin < 11 g/dl prevalensi lama rawat yang tertinggi adalah sebanyak > 5 hari (64,2%) dan kadar hemoglobin >11 g/dl prevalensi lama rawat yang tertinggi adalah sebanyak 1 hari (49,1%). Hasil dari uji korelasi pearson didapatkan bahwa nilai r = -0,415 dan nilai p = 0,03. Nilai -0,415 yang ditunjukkan oleh nilai r menyatakan ada hubungan negatif yang sangat bermakna antara Hb dan Lama Rawat (p = 0,003), artinya, makin tinggi Hb makin cepat perawatannya. Kesimpulan - Anak yang mengalami diare dengan anemia dapat menyebabkan lama rawat yang lebih lama. Kata Kunci Kadar hemoglobin, lama rawat, diare akut pada anak
Hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah pada anak obes di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara Sarundaitan, Herlin S.; Warouw, Sarah M.; Runtunuwu, Ari L.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11692

Abstract

Abstract: Obesity is an increasing global health problem in many countries. The most common causes are genetic factor, lack of physical activity as well as combinations of these factors. Uric acid is an end product of purine metabolism. Elevated uric acid level is influenced by various factors such as alcohol, genetic, hypothyroidism, obesity, and high-purine diet. In children all over the world, the increased prevalence of overweight and obesity influences the prevalence of hypertension, especially primary hypertension. This study aimed to determine the relationship between the level of blood uric acid and blood pressure among obese children. This was an observational analytical study. Samples were obtained by using consecutive sampling method. This study was conducted at Talawaan North Minahasa during October 2015-January 2016. There were 38 obese children aged 13-15 years as samples, consisted of 14 males and 24 females. The results showed that the majority of samples were in the age categories 13 and 14 years; each category consisted of 17 samples (44.7%). The lowest was age category of 15 years, consisted of 4 samples (10.5%). The mean systolic blood pressure was 123.16 mmHg (SD ± 12.967) and the mean diastolic blood pressure was 81.58 mmHg (SD ± 11.514). The mean level of blood uric acid was 4.858 mg/dL (SD ± .9328). The Pearson correlation statistical test for the relationship between uric acid level and systolic blood pressure showed a P value of 0.306 (r<0.02) and for the relationship between uric acid levels and diastolic blood pressure showed a P value of 0.152 (r <0.02). Conclusion: There was a positive relationship between the level of blood uric acid and blood pressure among obese children but not statistically significant. Keywords: uric acid, blood pressure, obesity Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan dunia yang semakin meningkat di berbagai negara. Penyebab yang paling sering menyebabkan obesitas ialah faktor genetik, kurangnya aktifitas fisik, serta kombinasi dari kedua faktor ini. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin. Penyebab meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor antara lain alkohol, genetik, hipotiroid, obesitas, dan diet tinggi purin. Pada populasi anak di seluruh dunia, peningkatan prevalensi kegemukan dan obesitas turut meningkatkan prevalensi hipertensi, terutama hipertensi primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah pada anak obes. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara selama bulan Oktober 2015 – Januari 2016. Terdapat 38 anak obes berusia 13-15 tahun sebagai sampel, yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 24 anak perempuan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori umur 13 dan 14 tahun masing-masing berjumlah 17 orang (44,7%), dan terendah umur 15 tahun sebanyak 4 orang (10,5%).Rerata tekanan darah sistol 123,16 mmHg (SD ± 12,967) dan rerata tekanan darah diastol 81,58 mmHg (SD ± 11,514). Rerata kadar asam urat responden 4,858 mg/dL (SD ± 0,9328). Uji statistik Pearson Correlation untuk hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah sistol menunjukkan nilai P = 0,306 (r<0,02) dan untuk hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah diastol menunjukkan nilai P = 0,152 (r <0,02). Simpulan: Terdapat hubungan positif antara kadar asam urat darah dengan tekanan darah pada anak obes namun secara statistik tidak bermakna.Kata kunci: asam urat, tekanan darah, obesitas

Page 17 of 108 | Total Record : 1074