cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
DETEKSI DINI ANAK GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME DAN INTERAKSINYA DENGAN ORANG TUA DAN SAUDARA KANDUNG Kandouw, Gladys L.; Dundu, Anita; Elim, Christofel
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.19504

Abstract

Abstract: Autism spectrum disorder is a development disorder that appears before the age of three years old. It has three types of characteristic, inter alia social interaction. Children with autism spectrum disorder need interaction with their families or close-related people because they interact with their own styles. They need people who can understand what they want and their parents have the dominant roles. This study was aimed to obtain the interaction between children with autism and their siblings as well as their parents. This was a descriptivequantitative study with a cross sectional design. The results showed that there were 64 children with autism spectrum disorder; most were 7-10 years old. Males (59.6%) were more common than females (40.4%). There was interaction between children with autism and their siblings and parents which manifested as raging violently and crying abruptly. Conclusion: Children with autism spectrum disorder were dominantly male and aged 7-10 years old. The interaction between children with autism and their siblings and parents manifested as raging violently and crying abruptly.Keywords: children, autism, interaction, parents, siblings Abstrak: Gangguan spektrum autis adalah gangguan perkembangan yang muncul sebelum usia tiga tahun dengan 3 tipe karakteristik; salah satu diantaranya yaitu interaksi sosial. Anak gangguan spektrum autisme membutuhkan interaksi dengan orang-orang terdekat karena anak-anak tersebut berinteraksi dengan gayanya sendiri. Orangtua memiliki peran dominan dan merupakan orang yang paling dapat mengerti dan dimengerti oleh anak gangguan spektrum autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi anak autisme dengan saudara kandung dan orang tua. Jenis penelitian ialah deskriptif-kuantitatif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari total 64 anak autisme yang diteliti, terbanyak berusia 7-10 tahun yaitu 30 anak. Gangguan ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki (59,6%) dibandingkan perempuan (40,4%). Terdapat interaksi antara anak autisme dengan saudara kandung dan orang tua berupa mengamuk dan menangis secara tibatiba. Simpulan: Anak gangguan spektrum autisme terbanyak berjenis kelamin laki-laki dan usia 7-10 tahun. Interaksi dengan keluarga berupa mengamuk dan menangis secara tiba-tiba.Kata kunci: anak, autisme,interaksi, orang tua, saudara kandung
HUBUNGAN LAMANYA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASANGAN HIDUP PASIEN YANG MENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO Tangian, Ainivi F.; Kandou, L. F. J.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6825

Abstract

Abstract: Anxiety is defined as a prolonged response to unexpected threats, which include physiological responses, affective, and cognitive changes. Anxiety will appear in families where one member of the family is ill and requires hospitalization. Severe disease especially life threatening can cause anxiety, rejection and anger. The purpose of this research is to know the relationship between the duration of having hemodialysis and the anxiety level of partners ofpatients who suffer from chronic kidney disease at the Prof. dr. R.D. Kandou Manado Hospital. This research has descriptive analytic type with cross-sectional approach. Samples in this study were 34 spouses. This study used Non Probability Sampling with Purposive Sampling. The results showed that anxiety did not occur at 19 respondents (55%). The result of Chi-square correlation test was a value of Sig. 0.064 (P > 0.05) which meant there was no siginificant relationship. Therefore, H0 was approved and H1 was rejected. Conclusion: There was no relationship between the duration of having hemodialysis and the anxiety level of partners of the patients who suffered from chronic kidney disease at the Prof. dr. R.D. Kandou Manado Hospital.Keywords: anxiety, partners of hemodialysis patients, chronic kidney disease, hemodialysisAbstrak: Kecemasan didefinisikan sebagai respon yang berkepanjangan terhadap ancaman yang tak terduga, responyang meliputi fisiologis, afektif, dan perubahan kognitif. Kecemasan akan muncul pada keluarga yang salah satu anggota keluarganya sedang sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Penyakit yang berat terutama yang mengancam kehidupan, dapat menimbulkan kecemasan, penolakan, dan marah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan pada pasangan hidup pasien yang menderita penyakit ginjal kronik di RSUP Prof dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 pasangan hidup.Sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian sebagian besar yaitu 19 responden (55,9%) tidak mengalami kecemasan. Hasil uji korelasi Chi-square adalah nilai Sig. sebesar 0,064. Penggunaan signifikansi α = 5% (0,05), maka nilai p = 0,064 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna. Dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan lamanya menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan pada pasangan hidup pasien yang menderita penyakit ginjal kronik di RSUP Prof dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: kecemasan, pasangan hidup, penyakit ginjal kronik, hemodialisis
GAMBARAN NYERI KEPALA PADA MAHASISWA PEMAIN GAME KOMPUTER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI ANGKATAN 2012 Rori, Andre Alexander; Tumboimbela, Melke J.; Kembuan, Mieke A.H.N
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.12103

Abstract

Abstract: Headache or cephalalgia is a sensation of pain on the head to neck. Headache is divided into primary headache disorders and secondary headache disorders. Playing computer games is one of the university students? usual activities. However, it can be a risk factor contributor for both types of headache. This study aimed to obtain the headache patterns and representations among university students who played computer games. This was a descriptive study with a cross-sectional design using questionairre . The sampling technique used was non-probability sampling with N=50. Data were analyzed by using frequency tables and cross tabulations. The results showed that there were 44 university students (88%) experienced headache while playing or at the moment after playing computer game. Mild pain level was the most experienced symptom, as many as 28 university students (56%). The patterns and other headache symptoms were categorized in tension-type (60%), migraine (28%), and no headache (12%). Keywords: headache, computer gamer, university student. Abstrak: Nyeri kepala atau cephalalgia adalah sensasi nyeri di bagian kepala hingga batas leher. Nyeri kepala terbagi atas nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Bermain game komputer merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan mahasiswa dan dapat menjadi kontributor faktor risiko terjadinya kedua tipe nyeri kepala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nyeri kepala pada mahasiswa pemain game komputer. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan kuesioner. Teknik sampling yang digunakan ialah non-probability sampling yaitu consecutive sampling dengan N=50. Data dianalisis menggunakan tabel frekuensi dan cross tabulation. Hasil penelitian memperlihatkan 44 mahasiswa (88%) mengalami nyeri kepala selama atau sesaat setelah bermain game komputer. Derajat nyeri ringan merupakan yang paling banyak dialami, yaitu dialami oleh 28 mahasiswa (56%). Gambaran dan gejala nyeri kepala lainnya dikelompokkan dan mengarah ke nyeri kepala tipe tensi sebanyak 60%, tipe migraine 28%, dan sisanya 12% tidak nyeri kepalaKata kunci: nyeri kepala, pemain game komputer, mahasiswa
POLA KUMAN DAN UJI KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIKA PADA PENDERITA OTITIS EKSTERNA DI POLIKLINIK THT-KL BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Suwu, Pingkan; Kountul, Constantyn; Waworuntu, Olivia
e-CliniC Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.1.1.2013.1181

Abstract

Abstract: Otitis externa is an outer ear canal infection divided into acute and chronic forms based on the course of illness. In a study at Polyclinic ENT-TOS at Prof. dr. R. D. Kandou General Hospital Manado in 2011 it was found that from 5297 there were 440 (8.33%) cases of otitis externa. This study aimed to determine the pattern of bacteria and antibiotic sensitivity in patients with otitis externa in the Polyclinic ENT-TOS, Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital Manado during the period December 2012 - January 2013. This study was a descriptive prospective through a sampling technique of patients. Of the 20 samples tested, 18 (90%) showed the growth of bacteria, and two samples (10%) had no growth of bacteria. There were seven types of bacteria found consisting of  two samples (10%) of Branhamella catarrhalis, four samples (20%) of Staphylococcus epidermidis, two samples (10%) of Staphylococcus aureus, two samples (10%) of Acinetobacter anitratus, two samples (10%) of Enterobacter aerogenes, four samples (20%) of Alcaligenes faecalis, two samples (10%) of Proteus mirabilis, and two samples (10%) of no bacterial growth. The highest sensitivity antibiotic was levofloxacin in 14 samples (77.78%), while the highest resistant to antibiotics was ever getting clindamycin in 16 samples (88.89%). Conclusion: nearly all of the samples obtained from otitis externa patients in Polyclinic ENT-TOS, Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital Manado during the period December 2012 - January 2013 showed bacterial growth. Levofloxacin was the highest sensitive antibiotic while clindamycin and erythromycin were the highest resistant antibiotic among otitis externa patients in ENT-TOS Clinic of Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital, Manado Keywords: otitis externa, pattern of bacteria, sensitivity test.     Abstrak: Otitis eksterna adalah infeksi liang telinga luar yang menurut perjalanan penyakit terbagi atas bentuk akut dan kronis. Pada penelitian di Poliklinik THT-KL RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado pada tahun 2011 diperoleh dari 5.297 pengunjung terdapat 440 (8,33%) kasus otitis eksterna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman dan uji kepekaannya terhadap antibiotika pada penderita otitis eksterna di Poliklinik THT-KL BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Desember 2012 - Januari 2013. Penelitian ini bersifat prospektif deskriptif dan sampel diambil dari pasien Poliklinik THT-KL. Dari 20 sampel yang diuji, didapatkan 18 sampel (90%) menunjukkan pertumbuhan bakteri dan dua sampel (10%) tidak memperlihatkan pertumbuhan bakteri. Bakteri yang ditemukan tujuh jenis, terdiri dari Branhamella catarrhalis dua sampel (10%), Staphylococcus epidermidis empat sampel (20%), Staphylococcus aureus dua sampel (10%), Acinetobacter anitratus dua sampel (10%), Enterobacter aerogenes dua sampel (10%), Alcaligenes faecalis empat sampel (20%), Proteus mirabilis dua sampel (10%), dan tidak ada pertumbuhan bakteri sebanyak dua sampel (10%). Simpulan: hampir semua sampel yang diperoleh dari pasien otitis eksterna di Poliklinik THT-KL RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Desember 2012 - Januari 2013 memperlihatkan pertumbuhan bakteri. Antibiotika yang kepekaannya paling tinggi ialah levofloxacin, sedangkan antibiotika yang resistensinya paling tinggi ialah clindamycin an erythromycin. Kata kunci: otitis eksterna, pola kuman, uji kepekaan.
Hubungan berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng Kalangie, Vicky M.; Warouw, Sarah M.; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10935

Abstract

Abstract: Obesity is a condition that exceeds the relative weight of a person as a result of the accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats, and proteins. Hypertension is defined as systolic and diastolic blood pressures above than 95th percentile according to sex, age, and height. This study aimed to determine the relationship between body weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. This was an analytical study using a cross sectional approach. Population was junior high school students grades 7 and 8 aged 12-14 years of 3 Junior High Schools located in Kecamatan Pineleng. There were 75 samples obtained by using simple random sampling technique. The Chi-Square test showed a p value of 0.001 (<0.005). Conclusion: There was a significant relationship between weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. Keywords: weight, blood pressure.  Abstrak: Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang, sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik dan diastolik yang melebihi persentil 95 menurut jenis kelamin, usia, dan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain potong lintang. Populasi yang diambil ialah siswa SMP kelas 7 dan 8 yang berusia 12 – 14 tahun di 3 SMP yang berada di Kecamatan Pineleng. Jumlah sampel 75 siswa diperoleh dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menyatakan nilai signifikansi 0,001 (< 0,005). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng.Kata kunci: berat badan, tekanan darah.
GAMBARAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN GAGAL JANTUNG YANG MENJALANI RAWAT INAP DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE SEPTEMBER-NOVEMBER 2016 Niluh, Cecilia E.; Rampengan, Starry H.; Jim, Edmond L.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14557

Abstract

Abstract: Heart failure is the main problem in cardiology which is caused by an increase of patients and the frequency of re-treatment, as well as death and defect. Coronary artery disease (CAD) is one of the commonest causes of heart failure to be found. CAD is defined as a myocardial damage due to imbalance of coronary blood flow and myocardial need, caused by a change in coronary circulation. This study was aimed to obtain the description of CAD in heart failure patients undergoing inpatient care at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from September to November 2016. This was a prospective descriptive study with an observational approach. There were 71 patients (59.2%) in this study. There were more males (77.5%) compared to females. Systolic heart failure was found the most (69%). Based on age, the patients were mostly in the age group of >60 years old (57.7%). The majority type of CAD was stable angina pectoris (42.3%). The risk factor that was mostly found was hypertension (76.1%). In the inpatient care, the mostly used medicine was ACEI/ARB (100%) which were also given to those discharged from the hospital (100%). Conclusion: In this study, males, age group >60 years old, and stable angina pectoris were the most.Keywords: CAD, heart failure Abstrak: Gagal jantung menjadi masalah utama dalam kardiologi yang disebabkan bertambah pesatnya jumlah penderita dan seringnya rawat ulang serta kematian dan kecacatan. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab gagal jantung dan paling sering ditemukan. PJK didefinisikan sebagai kerusakan miokard akibat ketidakseimbangan antara aliran darah koroner dan kebutuhan miokard karena perubahan sirkulasi koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran PJK pada pasien gagal jantung yang menjalani rawat inap di RSUP. Prof. DR. R. D. Kandou Manado periode September-November 2016. Jenis penelitian ialah penelitian deskriptif prospektif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian mendapatkan 71 pasien (59,2%) yang masuk dalam penelitian ini. Jenis kelamin laki-laki (77,5%) lebih banyak dibandingkan perempuan. Gagal jantung sistolik lebih banyak ditemukan yaitu sebanyak 69%. Berdasarkan usia, terbanyak pada usia >60 tahun (57,7%). Jenis PJK yang paling banyak ialah angina pektoris stabil (42,3%). Faktor risiko terbanyak ialah hipertensi (76,1%). Selama menjalani perawatan di rumah sakit, pemberian obat terbanyak ialah penyekat EKA/ARB (100%). Sama halnya untuk pengobatan pulang terbanyak ialah penyekat EKA/ARB (100%). Simpulan: Gambaran PJK pada pasien gagal jantung ditemukan paling banyak jenis kelamin laki-laki, usia >60 tahun. Angina pektoris stabil merupakan PJK yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini. Kata kunci: penyakit jantung koroner, gagal jantung
GAMBARAN KECEPATAN PEMBUSUKAN HEWAN COBA DI DAERAH PESISIR PANTAI MANADO Pangaila, Stephanus K. I.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.4562

Abstract

Abstract: The duration of decay process in humans depends on climate, place, media, and the presence of other factors, such as insects. The duration of decay for areas that have a snow climate is hampered because of the low temperature, while in areas with tropical climates such as Indonesia the duration of decay will not be hampered unless the corpse is in the water earlier for a long period it will take place in the inhibition of decay. Decay caused by spoilage bacteria work mainly Closteridium welchii. This study aimed to describe the duration of decay on the coast of Manado and to explain the clinical signs were found on the corpse that had been rotted. This study was carried out in Manado from 14 December 2013 to 29 December 2013. This was a descriptive study by using primary and secondary data. A local pig was used as model. The results showed that during 15 days of observation, there were 5 stages of decomposition: 1) fresh stage days 0-1; bloated stage days 2-3; active decay stage days 4-8; post-decay stage days 8-12; and skeletonization days 13-15.Keywords: forensic medicine, the decay rateAbstrak: Kecepatan proses pembusukan pada manusia berbeda-beda baik dalam hal iklim, tempat, media dan adanya faktor lain. Kecepatan pembusukan untuk daerah yang beriklim dingin akan terjadi penghambatan dalam kecepatan pembusukannya sedangkan di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia kecepatan pembusukan tidak akan terhambat kecuali mayat yang ditemukan dalam air sebelumnya dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga akan terjadi penghambatan dalam pembusukannya. Pembusukan disebabkan oleh pekerjaan bakteri-bakteri terutama Closteridium welchii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecepatan pembusukan di pesisir pantai Manado dan menjelaskan tanda klinik yang didapatkan pada bangkai yang sudah membusuk. Penelitian dilakukan di Manado 14 - 29 Desember 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengunakan data primer dan sekunder, menggunakan hewan coba, hewan pemakan bangkai dan tanda-tanda pembusukan sebagai Variabel penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan selama 15 hari maka ditemukan tahap-tahap terjadinya proses pembusukan dari fresh stage hari 0-1, bloated stage hari 2-3, active decay stage hari 4-8, post decay stage hari 8-12 dan skeletonization hari 13-15.Kata kunci: kedokteran forensik, kecepatan pembusukan
Gambaran Hiperbilirubinemia pada Bayi Aterm dan Prematur di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Rompis, Yulke R. Y.; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Wilar, Rocky
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.2.2019.25558

Abstract

Abstract: Hyperbilirubinemia is an increase of blood bilirubin level due to physiological or non-physiologic factors, which is clinically characterized by jaundice. In neonates, their livers have not worked optimally, therefore, the process of glucuronidation of bilirubin does not occur optimally. This situation causes the predominance of unconjugated bilirubin in the blood. This study was aimed to obtain the profile of neonatal hyperbilirubinemia cases in the Pediatrics Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. We used medical record data of neonatal hiperbilirubinemia in aterm and premature neonates at the Pediatrics Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital during 2014-2015. The results showed that there were 54 cases, consisted of 32 males (59.3%) and 22 females (40.7%). Among aterm neonates, mean direct bilirubin was 3.97 mg/dL; mean indirect bilirubin was 11.76 mg/dL; and mean total bilirubin was 15.69 mg/dL. Meanwhile, among premature neonates, mean direct bilirubin was 0.87 mg/dL; mean indirect bilirubin was 12.48 mg/dL; and mean total bilirubin was 13.35 mg/dL. In conclusion, at the Pediatrics Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado neonatal hyperbilirubinemia was more common in aterm neonates compared to premature neonates. Moreover, it is more common in males than in females.Keywords: hyperbilirubinemia, bilirubin, aterm meonates, premature neonates Abstrak: Hiperbilirubinemia ialah terjadinya peningkatan kadar bilirubin dalam darah, baik oleh faktor fisiologi maupun non-fisiologi, yang secara klinis ditandai dengan ikterus. Pada neonatus, hati belum berfungsi secara optimal sehingga proses glukuronidasi bilirubin tidak terjadi secara maksimal yang menyebabkan dominasi bilirubin tak terkonjugasi dalam darah. Penelitian in bertujuan untuk mendapatkan gambaran hiperbilirubinemia pada bayi aterm dan prematur di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Data penelitian diperoleh dari rekam medik kejadian hiperbilirubinemia pada bayi aterm dan prematur di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode 2014-2015. Hasil penelitian mendapatkan 54 kasus dengan diagnosis hiperbilirubinemia yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, terdiri dari 32 pasien berjenis kelamin laki-laki (59,3%) dan 22 berjenis kelamin perempuan (40,7%). Pada bayi aterm, rerata bilirubin direk sebesar 3,97 mg/dL; rerata bilirubin indirek 11,76 mg/dL; dan rerata bilirubin total 15,69 mg/dL. Pada bayi prematur, rerata bilirubin direk sebesar 0,87 mg/dL; rerata bilirubin indirek 12,48 mg/dL; dan rerata bilirubin total 13,35 mg/dL. Simpulan penelitian ini ialah kasus hiperbilirubinemia di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado lebih sering pada bayi aterm dibandingkan bayi prematur, dan lebih sering pada jenis kelamin laki-laki.Kata kunci: hiperbilirubinemia, bilirubin, bayi aterm, bayi prematur
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU YANG ANAKNYA MENDERITA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Rani, Maria V. I.; Dundu, Anita E.; Kaunang, Theresia M. D.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.7401

Abstract

Abstract: Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is a malignat disease that at most was suffered by children. Mothers of children with ALL suffer from prolonged anxiety due to the prolonged treatment of ALL (approximately two years) with a relatively expensive cost. Anxiety is a uncomfortable feeling that appears if someone is dealing with difficult problems. Symptoms of anxiety include heart palpitation, trembling, difficulty in concentrating, excessive sweating, and rapid breathing. This was a descriptive quantitative study with a cross sectional approach. In this study, we used HARS instrument and data were processed by using SPSS 20. The results showed that 30% respondents had mild anxiety, 26.7% had medium anxiety, 26.7% had severe anxiety, and 16.7% did not have anxiety. Conclusion: In this study, most of the respondents had mild anxiety, followed by mild and severe anxiety. However, some respondents did not suffer from anxiety.Keywords: anxiety, mothers of children with acute lymphoblastic leukemia, HARSAbstrak: Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan penyakit keganasan yang paling banyak diderita oleh anak. Penyakit leukemia limfoblastik akut yang diderita oleh anak memberikan dampak kecemasan yang berkepanjangan pada Ibu. Hal ini disebabkan oleh protokol pengobatan yang lama yaitu kurang lebih 2 tahun, dengan biaya yang tergolong mahal. Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman yang muncul jika seseorang berhadapan dengan masalah yang berat. Gejala kecemasan diantaranya jantung berdebar, gemetar, sulit berkonsentrasi, keringat berlebihan, dan pernapasan cepat. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini menggunakan instrumen HARS dan data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30% responden mengalami kecemasan ringan, 26,7% dengan kecemasan sedang, 26,7% dengan kecemasan berat, sedangkan 16,7% responden tidak mengalami kecemasan. Simpulan: Pada penelitian ini didapatkan responden terbanyak mengalami kecemasan ringan, diikuti oleh kecemasan sedang dan berat. Sebagian kecil responden tidak mengalami kecemasan.Kata kunci: kecemasan, ibu yang anaknya menderita LLA, HARS
POLA ASUH PADA ANAK GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS DI KOTA MANADO Kaunang, Novita E.; Munayang, Herdy; Kaunang, Theresia M.D.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.12796

Abstract

Abstract: Children with attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) are children who have excessive activities and can not concentrate well. Worldwide study showed a quite high prevalence of ADHD as many as 5.29%. Parenting style is very influential on a child's mental and development, therefore, parents who are the child?s family have to be patient and serious in taking care of their child. This study aimed to obtain the parenting style of children with ADHD in Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Assessment of parenting style types was obtained by using parenting style questionnaire. The results showed that there were 210 parents as respondents. Data were analyzed with a univariate analysis. Democratic parenting style was mostly applied by the parents as many as 95,24%, followed by permissive style 3.34% and authoritarian style 1.42%. Keywords: ADHD, children, parenting style Abstrak: Anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) adalah anak yang beraktivitas berlebihan dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Prevalensi GPPH di seluruh dunia cukup tinggi yaitu sebesar 5,29%. Pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada mental dan perkembangan anak sehingga orang tua yang merupakan keluarga perlu dengan sabar dan tekun mengasuh anaknya. Penelitian ini bertyujuan untuk mendapatkan gambaran pola asuh orang tua dengan anak GPPH di kota Manado. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain potong lintang. Penilaian jenis pola asuh orang tua menggunakan angket pola asuh. Hasil penelitian mendapatkan responden sebanyak 210 orang tua dengan anak GPPH. Pola asuh demokratis paling banyak diterapkan oleh orang tua sebesar 95,24%, diikutipola asuh permisif 3,34% sedangkan pola asuh yang paling jarang diterapkan ialah otoriter sebanyak 1,42%. Kata kunci: GPPH, anak, pola asuh

Page 18 of 108 | Total Record : 1074