cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Silang pada Tindakan Ekstraksi Gigi di Poli Gigi Rumah Sakit Siloam Manado Gabriele, Rachel; Wowor, Vonny N. S.; Supit, Aurelia
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v7i2.23978

Abstract

Abstract: Prevention and control of cross infection is very important for dental health workers, especially in dental extraction because this action is directly related to blood and saliva. The risk of infection requires thorough attention of dental health workers. This study was aimed to determine the level of prevention and control of cross infection in dental extraction at Dental Clinic of Siloam Hospital Manado. This wass an observational descriptive study, with a total samples of 30 operators. The results showed that the prevention and control of cross infection before dental extraction performed was 61.71%; during dental extraction was 73.34%; and after dental extraction was 92.08%. Generally, the prevention and control of cross infection in dental extraction only achieved 75.71%. In conclusion, the prevention and control of cross infection in dental extraction at Siloam Hospital, Manado was still below maximum level.Keywords: prevention control of cross infection, dental extraction Abstrak: Pencegahan dan pengendalian infeksi silang merupakan hal yang sangat penting bagi tenaga kesehatan gigi, terlebih lagi pada ekstraksi gigi, karena tindakan ini berhubungan langsung dengan darah dan saliva. Risiko infeksi mengharuskan tenaga kesehatan gigi memerhatikan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di poliklinik gigi Rumah Sakit Siloam Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional, dengan jumlah subyek sebanyak 30 operator. Hasil penelitian mendapatkan pencegahan dan pengendalian infeksi silang sebelum tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 61,71%; selama tindakan ekstraksi gigi sebesar 73,34%; dan setelah tindakan ekstraksi gigi sebesar 92,08%. Secara umum, pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi hanya dilakukan sebesar 75,71%. Simpulan penelitian ini ialah pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di poliklinik gigi Rumah Sakit Siloam Manado belum maksimal.Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi silang, ekstraksi gigi
GAMBARAN PROFIL LIPID PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Sutrisno, Desire; Panda, Agnes L.; Ongkowijaya, Jeffrey
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.7398

Abstract

Abstract: Coronary Heart Disease is a heart disease caused by the narrowing of the coronary arteries, which then disturbs the flow of blood to the myocardium. The result of SKRT done by the Health Department Republic of Indonesia showed that deaths due to CHD kept increasing throughout the years, and this had made CHD as the first most common cause of death. This study aimed to find out about the overview of lipid profile in coronary heart disease patients who had consumed statin and who had not. This was a descriptive method, based on the secondary data that were attained directly from patients in CVBC and Irina F Cardiology Department Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital. The population in this study were patients with coronary heart disease recorded in medical records inn December 2014 and met the inclusion criteria. The results showed that male CHD patients who consumed statin were 64.7% and non-statin 75.0%; the 36-45 age group and >55 were most commonly found in statins group (35.3%), and age of 36-45 (33.3%) in non-statin group. Smoking history in statin group and non-statin were 52.9% and 62.5%; history of hypertension in statin group and non-statin were 76.5% and 62.5%; history of diabetes mellitus in statin group and non-statin group are 11.8% and 33.3%; familial history of heart disease in statin group and non-statin group were 70.6% and 54.2%; the increase total cholesterol in statin group and non-statin group were 52.9% and 54.2%; the increase of triglycerides in statin group and non-statin groups were 0% and 8,3%; the increase in LDL cholesterol in statin group and non-statin group were 29.4% and 25.0%; the decrease of HDL in statin group and non-statin group were 0% and 25.0%; suffered dyslipidemia in statin group and non-statin are 52.9% and 62.5%, high non-HDL level in statin group and non-statin group were 52.9% and 58.3%; history of uric acid in statin group and non-statin group were 64.7% and 62.5%; type of CHD most commonly found in statin group ATS wre 70.6% and non-statin group NSTEMI 45.8%. Based on the results of this study, the CHD risk factors such as smoking, hypertension, family history of heart disease, dyslipidemia, non-HDL levels, uric acid affected the incidence of CHD more than the diabetes mellitus risk factor.Keywords: coronary heart disease, risk factors, lipid profileAbstrak:Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh adanya penyempitan pada arteri koronaria, sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi terganggu. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) departemen kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun kematian yang disebabkan Penyakit Jantung Koroner makin meningkat dan saat ini menduduki urutan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil lipid pada pasien penyakit jantung koroner yang telah menggunakan obat statin dan belum menggunakan obat statin. Metode yang digunakan bersifat deskriptif berdasarkan data sekunder yang didapatkan secara langsung pada pasien yang berada di CVBC dan irina F Jantung RSUP Prof. Dr. R.D.Kandou. Populasi pada penelitian ini yaitu penderita Penyakit Jantung Koroner yang tercatat di rekam medik pada 420Sutrisno, Panda, Ongkowijaya: Gambaran profil lipid...bulan Desember 2014 dan memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menunjukan bahwa pasien PJK berjenis kelamin laki-laki pengguna statin sebesar 64,7% dan non-statin 75,0%. Pada kelompok statin terbanyak umur 36-45 dan 56 ke-atas serta non-statin pada umur 36-45. Riwayat merokok pada pengguna statin dan non-statin sebesar 52,9% dan 62,5%. Riwayat hipertensi pada pengguna statin dan non-statin sebesar 76,5% dan 62,5%. Pasien PJK yang memiliki riwayat diabetes mellitus pada pengguna statin dan non-statin sebesar 11,8% dan 33,3%, yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga pada pengguna statin dan non statin sebesar 70,6% dan 54,2%, peningkatan kolesterol total pada pengguna statin dan non-statin sebesar 52,9% dan 54,2%, peningkatan trigliserida pada pengguna statin dan non-statin sebesar 0% dan 8,3%, peningkatan kolesterol LDL pada pengguna statin dan non-statin sebesar 29,4% dan 25,0%, penurunan HDL pada pengguna statin dan non-statin sebesar 0% dan 25,0%, yang menderita dislipidemia pada pengguna statin dan non-statin sebesar52,9% dan 62,5%, kadar non-HDL yang tinggi pada pengguna statin dan non-statin sebesar 52,9% dan 58,3%, riwayat asam urat pada pengguna statin dan non-statin sebesar 64,7% dan 62,5%. Jenis PJK terbanyak pada pengguna statin ATS sebesar 70,6% dan non-statin NSTEMI sebesar 45,8%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu faktor resiko seperti merokok, hipertensi, riwayat penyakit jantung dalam keluarga, dislipidemia, kadar non-HDL, asam urat lebih mempengaruhi terjadinya PJK dibandingkan dengan faktor resiko diabetes melitus.Kata kunci: penyakit jantung koroner, faktor risiko, profil lipid
Hubungan kadar hemoglobin dengan peluang remisi pada anak penderita leukemia limfoblastik akut periode 2010-2014 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tewuh, Sharon; Mantik, Max F.J.; Warouw, Sarah M.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.12728

Abstract

Abstract: Acute lymphocytic leukemia (ALL), also called acute lymphoblastic leukemia, is a cancer that starts from the initial stem cells of the lymphocytes in the bone marrow. This study aimed to determine the relationship of hemoglobin level with the chance of remission in children with ALL. This was an analytical retrospective study. Data were obtained from the medical records of Estella at Prof. Dr. R. D. Hospital period 2010-2014 with a total samples of 30 patients. The Fisher exact test showed a significant p value of 0.019 (p <0.05). Conclusion: There was a significant relationship between hemoglobin level and the chance of remission in patients with ALL. Keywords: hemoglobin level, remission, acute lymphoblastic leukemia Abstrak: Leukemia limfositik akut (LLA), juga disebut leukemia limfoblastik akut, adalah kanker yang dimulai dari sel stem awal dari limfosit dalam sumsum tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hb dengan peluang remisi pada anak penderita LLA. Jenis penelitian ini ialah analitik retrospektif dengan menggunakan data rekam medik di ruang Estella RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode 2010-2014 dengan sampel sebanyak 30 pasien. Hasil uji Fisher exact test menunjukkan nilai signifikasi p=0,019 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar Hb dengan peluang remisi pada pasien LLA.Kata kunci: kadar Hb, remisi, LLA
STATUS BESI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG SEDANG MENJALANI HEMODIALISIS DI BLU RSU.Prof.Dr.R.D KANDOU MANADO Ombuh, Cynthia
e-CliniC Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i1.3293

Abstract

ABSTRACTBackground: Chronic Kidney Disease (CKD) is kidney damage that occurred during the three months or more with a glomerular filtration rate less than 60 ml/men./1, 73 m2. One complication that often occurs in patients with CKD is anemia. Anemia in CKD can be caused by several factors such as EPO deficiency, Iron Deficiency, etc. and one of the parameters commonly examined in patients with CKD who are undergoing hemodialysis is composed of iron status Serum Iron(SI), TIBC, Transferrin Saturation, Ferritin.Objective: Looking iron status in CKD patientsMethods: The study design was a descriptive look at the medical records of the patients who are undergoing hemodialysis with purposive sampling technique.Results: In patients with CKD undergoing hemodialysis anemia. Anemia all experienced that often caused by the presence of erythropoietin deficiency. But there are also caused by iron deficiency from a status marked where the iron transferrin saturation <20%. There was also found an increase in ferritin> 400 ng / ml caused by the presence of an infection such as anemia or chronic disease can also be caused due to frequent blood transfusions. Treatment for iron overload in patients with CKD, especially regular hemodialysis patients who undergo repeated blood transfusions can be re-utilization by the use of ESA, anemia in CKD caused by deficiency erythropoietin.ESA therapy may also be given.Conclusion: Based on the results of research in the department of hemodialysis room Prof.Dr.RD Kandou obtained all patients with chronic kidney disease decreased hemoglobin, and Serum Iron which fell by 40%, the normal 60%, and ferritin were increased by 46.7% , that no data 53.3% and TIBC were decreased by 80%, as much as 20% of normal and Transferrin Saturation fell by 6.7%, which increased by 3.3% and as much as 90% of normal.Keywords: CKD, iron statusABSTRAKLatar Belakang : Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama atau lebih tiga bulan dengan laju filtrasi glomerulus kurang dari 60 ml/men./1,73 m2. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien PGK adalah anemia. Anemia pada PGK dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti: Defisiensi EPO, Defisiensi Besi, dll dan salah satu parameter yang biasa diperiksa pada pasien PGK yang sedang menjalani hemodialisis adalah status besi yang terdiri dari Serum Iron (SI), TIBC, Saturasi Transferin, Feritin.Tujuan : Melihat Status besi pada pasien PGKMetode : Desain penelitian adalah deskriptif dengan melihat data rekam medik para pasien yang sedang menjalani hemodialisis dengan teknik purposive sampling.Hasil : Pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis semuanya mengalami anemia.Anemia yang sering terjadi disebabkan oleh karena adanya defisiensi eritropoetin. Namun ada juga yang disebabkan oleh defisiensi besi yang ditandai dari pemeriksaan status besi dimana saturasi transferin < 20%. Ada juga didapatkan peningkatan Feritin > 400 ng/ml yang disebabkan oleh karena adanya infeksi seperti pada anemia penyakit kronis atau juga bisa disebabkan karena seringnya transfusi darah. Penatalaksanaan untuk kelebihan zat besi pada pasien PGK terutama pasien hemodialisis reguler yang mengalami transfusi darah berulang dapat dire-utilisasi dengan pemakaian ESA, anemia pada PGK yang disebabkan oleh dekfisiensi eritopoetin juga dapat diberikan terapi ESA.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian di ruangan hemodialisis di RSUP Prof.Dr.R.D Kandou didapatkan semua pasien penyakit ginjal kronik mengalami penurunan Hb,dan Serum Iron yang menurun sebanyak 40%, yang normal sebanyak 60%, dan Feritin yang meningkat sebanyak 46,7%, yang tidak ada data sebanyak 53,3% dan TIBC yang menurun sebanyak 80%, yang normal sebanyak 20% dan Saturasi Transferin yang menurun sebanyak 6,7% yang meningkat sebanyak 3,3% dan yang normal sebanyak 90%.Kata Kunci: PGK, Status Besi
GAMBARAN FOTO TORAKS EMFISEMATOUS LUNG DI BAGIAN RADIOLOGI FK UNSRAT/SMF RADIOLOGI RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE NOVEMBER 2014 – OKTOBER 2015 Tendean, Elshadday V.; Tubagus, Vonny N.; Loho, Elvie
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10965

Abstract

Abstract: Emphysema is an uplift condition of air space in lung. This disease is needed to be concerned particularly among patients with smoking history. Emphysematous lung diagnosis can be found in chest x-ray imaging. This study aimed to obtain emphysematous lung in chest x-ray imaging. This was a descriptive retrospective study with a cross sectional design. Population was all medical record data of chest x-ray at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Samples were medical records of emphysematous lungs according to radiological diagnosis. The results showed that there were 28 patients with radiological diagnosis as emphysematous lung. The most common characteristic feature was hyperaeration. There were also normal and abnormal heart imaging, and flattened diaphragm. Males were more often suffering from emphysematous lung than females, and age over 60 were more susceptible to suffer this emphysematous lung. Keywords: emphysematous, radiology, chest x-ray. Abstrak: Emfisema merupakan kondisi peningkatan ruang udara di dalam paru. Penyakit ini perlu diperhatikan khususnya pada pasien emfisema dengan riwayat merokok. Diagnosis paru emfisematous lung dapat diketahui melalui salah satu pemeriksaan penunjang radiologi yaitu foto toraks. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran paru emfisematous pada pemeriksaan foto toraks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan rancangan potong lintang. Populasi yaitu semua data rekam medis pemeriksaan foto toraks di bagian Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel yaitu rekam medik yang sudah didiagnosis radiologik paru emfisematous. Hasil penelitian memperlihatkan dari semua pasien yang melakukan pemeriksaan foto toraks dan telah didiagnosis radiologik paru emfisematous berjumlah 28 penderita. Temuan yang paling khas pada gambaran foto toraks paru emfisematous yaitu hiperaerasi; juga terdapat gambaran jantung normal maupun abnormal serta diafragma mendatar. Laki-laki lebih sering terkena paru emfisematous dari pada perempuan dan usia ≥60 tahun lebih rentan terkena paru emfisematous.Kata kunci: emfisematous, radiologi, foto toraks.
Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Persalinan Prematur di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Larumpaa, Florensia S.; Suparman, Erna; Lengkong, Rudy
e-CliniC Vol 5, No 1 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i1.14700

Abstract

Abstract: Preterm labor is a labor that occurs at 20-<37 weeks of gestational age calculated from the first day of the last menstrual. Until now the mortality and morbidity of preterm labor is still high. This matter is related with the maturity of the organs in the newborn such as lungs, brain and gastrointestinal tract. There are several factors that cause preterm labor inter alia maternal factor. Pregnant women with anemia potentially have preterm labors. World Health Organization (WHO) estimates that 35–37% of pregnant women in developing countries are anemic during pregnancy. In pregnant women it is important to meet iron needs during pregnancy by supplementation of iron and folic acid. The aim of this study was to determine the correlation between anemia in pregnant women and preterm labor. This was an analytical observational study with a cross-sectional design. Samples were mothers delivered in Obstetrics and Gynecology department at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado from September until November 2015. The results showed correlation between anemia in pregnant women with preterm labor from 168 samples that met the inclusion criteria (p value = 0.000). Conclusion: There was a significant correlation between anemia in pregnant women and preterm labor.Keywords: anemia, preterm labor, pregnant women Abstrak: Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi antara usia kehamilan 20-<37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Sampai saat ini mortalitas dan morbiditas persalinan prematur masih sangat tinggi. Hal ini berkaitan dengan maturitas organ pada bayi baru lahir seperti paru, otak, dan gastrointestinal. Beberapa faktor dapat menyebabkan terjadinya persalinan prematur diantaranya faktor ibu, dimana ibu hamil dengan anemia berpotensi mengalami persalinan prematur. World Health Organization memperkiran bahwa 35-37% ibu hamil di negara berkembang mengalami anemia selama kehamilannya. Pada ibu hamil penting untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan dengan suplementasi zat besi dan asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu ibu yang bersalin di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan September hingga November 2015. Hasil penelitian dari 168 sampel ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur (p=0,000). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur.Kata kunci: anemia, persalinan prematur, ibu hamil
GAMBARAN CT SCAN KEPALA PADA PENDERITA CEDERA KEPALA RINGAN DI BLU RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 2012 – 2013 Manarisip, Miranda Esther Irene; Oley, Maximillian Ch.; Limpeleh, Hilman
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5100

Abstract

Abstract: Head injury is a medical injury that is directly or indirectly in the head which effects the injury to the scalp, skull fracture, tear on the lining of the brain, damage of the brain tissue, and neurological disorders. Head injury considered minor if the degree of total GCS is 14 – 15. Purpose: The research is aimed to get the CT Scan appearance on the minor head injury based on sex, age, and the causes on Surgery Department og BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado period 2012 – 2013. Method: This research used descriptive retrospective methode by collecting data in Medical Record department of RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Conclusion: Among 105 cases of minor head injury, only 89 cases that met the criteria of inclusion study. Patients with minor head injury were mostly men, as many as 76% with largest age group range >15 – 20 years by 26%. The causes of minor head injury that most found was traffict accident as many as 73%. There were 11% minor head injury patients who had normal picture of CT Scan result, whreas the most abnormal CT Scan appearance was ICH as many as 34%.  Keywords : The Skull CT Scan appearance, Minor head injury   Abstrak: Cedera kepala adalah cedera mekanik yang secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala yang mengakibatkan Luka di kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput otak, dan kerusakan jaringan otak itu sendiri, serta mengakibatkan gangguan neurologis. Cedera kepala dikatakan ringan bila derajat GCS total adalah 14-15. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran CT Scan kepala pada penderita cedera kepala ringan berdasarkan jenis kelamin, umur dan penyebab di IGD Bedah BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2012 - 2013. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif retrospektif, dengan mengumpulkan data di bagian Rekam Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Simpulan: Dari 105 kasus cedera kepala ringan, hanya 89 kasus yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pasien cedera kepala ringan yang paling banyak adalah laki – laki sebanyak 76 % dengan kelompok umur terbanyak >15 – 20 tahun sebanyak 26 %. Penyebab cedera kepala ringan yang paling sering adalah kecelakaan lalu lintas sebanyak 73%. Sebanyak 11% pasien cedera kepala ringan memiliki hasil CT Scan dengan gambaran yang normal, sedangkan gambaran CT Scan abnormal yang paling banyak adalah ICH sebanyak 34%. Kata kunci: Gambaran CT Scan Kepala, Cedera Kepala Ringan
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Tercapainya Remisi pada Anak Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Pojoh, Venita S.; Mantik, Max F. J.; Manoppo, Jeanette I. Ch.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i1.27186

Abstract

Abstract: Acute lymphoblastic leukemia (LLA) is the most common type of leukemia in children. Until now chemotherapy is still used as the main treatment. One aspect that affects the success of chemotherapy is body mass index (BMI). BMI values in children with LLA tend to be unstable, low, or high. This is triggered by natural immune cell disorders which have an impact on increasing cytokines and side effects of treatment. This study was aimed to determine the relationship between BMI and the achievement of remission in children with ALL. This was a retrospective and analytical study with a cross-sectional design. Samples were ALL patients who had been given induction phase of chemotherapy during 2015-2018 based on medical records at Estella Children's Cancer Center, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results obtained 52 samples which were evaluated and analyzed to determine the relationship of BMI and the achievement of remission. The Spearman correlation test showed a significant value of p=0.799 (p>0.05). In conclusion, there was no relationship between BMI and the achievement of remission in children with ALLKeywords: body mass index, remission, acute lymphoblastic leukemia Abstrak: Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan jenis leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak. Sampai saat ini kemoterapi masih dipakai sebagai pengobatan utama. Salah satu aspek yang memengaruhi keberhasilan kemoterapi yaitu indeks massa tubuh (IMT). Nilai IMT pada anak penderita LLA cenderung tidak stabil, bisa kurang tetapi juga lebih. Hal ini dipicu oleh gangguan sel imun alami yang dialami penderita kemudian berdampak terhadap peningkatan sitokin serta efek samping pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan tercapainya remisi pada anak penderita LLA. Jenis penelitian ialah analitik retrospektif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah pasien LLA yang telah diberikan kemoterapi fase induksi periode 2015-2018, didapatkan dari rekam medik di Pusat Kanker Anak Estella RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitin mendapatkan 52 sampel, kemudian dievaluasi dan dianalisis untuk melihat hubungan IMT dan tercapainya remisi pada sampel. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p=0,799 (p>0,05). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara IMT dan tercapainya remisi pada anak penderita LLA.Kata kunci: Indeks massa tubuh, remisi, leukemia limfoblastik akut
Hubungan Indeks Kepribadian Dasar Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) Adaptasi Indonesia dengan Supplementary Scale College Maladjustment pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 Universitas Sam Ratulangi Manado Pontoh, Vini S. A.; Kaunang, Theresia M. D.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 7, No 1 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v7i1.23536

Abstract

Abstract: Students are faced to many demands as well as new reponsibilities, due to changes of several individual functional aspects such as physical, physiology, as well as social aspects. It is expected that a student can apply his/her knowledge to the community life. The common problem faced by the students is inability to adapt to a new environment. Personality is an individual characteristic that is relatively constant, which affects the individual adjustment to the environment. By performing the Indonesian adaptation of MMPI-2 test, we can observe the psychological and personality development that will affect these students in facing future challenges. This study was aimed to determine the correlation between basic personality index (OCEAN) and Supplementary Scale (College Maladjustment) in the first year students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University for academic year of 2018/2019. This was an analytical observational study withh a cross sectional design. Data were analyzed by using the Spearman Rank correlation method. The results showed a significant strong correlation (P=0.000; R=-0.663, negative direction). Conclusion: There was a significant relationship between OCEAN index and College Maladjustment in the first year students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University for academic year of 2018/2019.Keywords: MMPI-2, basic personality index, OCEAN index, college maladjustment Abstrak: Mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tuntutan dan tugas baru disertai perubahan pada beberapa aspek fungsional individu seperti fisik, psikologis dan juga sosial. Seorang mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang dimiliki ke dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan yang sering dialaminya yaitu sulit beradaptasi pada lingkungan baru. Kepribadian merupakan ciri seorang individu melakukan interaksi dan berreaksi dengan individu lainnya. Kepribadian memiliki karakteristik di dalam diri individu yang relatif menetap, bertahan, yang memengaruhi penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Dengan melakukan tes MMPI-2 adaptasi Indonesia, dapat dilihat perkembangan psikologis serta kepribadian yang akan memengaruhi mahasiswa tersebut dalam menghadapi tantangan yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks kepribadian dasar OCEAN dengan Supplementary Scale College Maladjustment pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data penelitian dianalisis menggunakan metode korelasi Spearman Rank. Hubungan Indeks OCEAN dengan skor College Maladjusment mendapatkan p=0,000 dengan kekuatan kuat (R=-0,663, arah negatif). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan kuat tetapi berbanding terbalik antara indeks OCEAN dengan College Maladjustment pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter semester 1 tahun ajaran 2018/2019 Universitas Sam Ratulangi Manado.Kata kunci: MMPI-2, indeks kepribadian dasar, indeks OCEAN, college maladjustment
Gambaran karakteristik gagal jantung pada bayi baru lahir di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode tahun 2013-2015 Gautama, Reggie C.; Kaunang, Erling D.; Tatura, Suryadi N.N.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14351

Abstract

Abstract: Heart failure is one of the cardiovascular diseases to be the focus of attention. This study was aimed to obtain the characteristics of heart failure in newbornsat Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in 2013-2015. This was a retrospective descriptive study with a cross-sectional design using data of medical records in Department of Pediatrics and Medical Records Center of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that there were 22 samples consisted of males 55% and females45%.Clinical manifestations were as follows: fever (68%), cyanosis (64%), and breathing difficulty (45%). The physical examinations that were taken into account were vital signs (pulse: 152.86 x/minute; respiration rate: 70.59 x/minute; body temperature: 36.86°C), anthropometry (body weight: 3495.45 grams), head examination (anemic conjunctiva: 9%; icteric sclera: 42%), lung examination (retraction: 95%, ronchi: 14%), and heart examination (pansystolic murmur: 82%; systolic ejection murmur: 14%). The supportive workups that were taken into account included echocardiography (VSD: 68%; ASD: 9%; ASD and VSD: 9%; other congenital heart diseases: 14%), chest X-ray (normal: 91%; infiltrate spots in both lungs: 9%), and laboratory tests (low Ht count 45%; low Hb count 55%; low platelet count 68%; high leukocyte count 73%; high level of total bilirubin 77%; high level of direct bilirubin 73%; electrolytes (within normal limit: calcium 50%; sodium 46%, potassium 68%; and chloride 54%). Conclusion: In this study, the most dominant gender was male, and the clinical manifestations as follows: fever, cyanosis, and breathing difficulty; physical examination as follows: tachycardia, tachypnea, hypothermia, hyperthermia, icteric sclera, prominent retraction, and pansystolic murmur. Meanwhile, in the supportive workups the most common manifestations were VSD in echocardiography, and the laboratory tests as follows: decreased hematocrit count, hemoglobin, and platelets, and increased leukocyte count, and total and direct bilirubin levels. Keywords: characteristics, heart failure, newborn infant Abstrak: Gagal jantung merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi fokus perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita gagal jantung pada bayi baru lahir di RSUP Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2013-2015.Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medik di Bagian Ilmu Kesehatan Anak dan Pusat Rekam Medik RSUP Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 22 sampel, terdiri dari sampel laki-laki sebanyak 55% dan perempuan 45%. Gambaran klinis berupa demam (68%), sianosis (64%) dan sesak napas (45%). Pemeriksaan fisik yang dinilai berupa tanda vital (nadi: 152,86x/menit; respirasi: 70,59x/menit; suhu: 36,860C), antropometri (berat badan: 3495,45 gram), pemeriksaan kepala (konjungtiva anemis: 9%; sklera ikterik: 42%), pemeriksaan paru-paru (retraksi: 95%; rhonki: 14%) dan pemeriksaan jantung (bising pansistolik: 82%; bising;ejeksi sistolik: 14%). Pemeriksaan penunjang ialah ekokardiografi (VSD: 68%; ASD: 9%; ASD dan VSD: 9%; PJB lainnya: 14%), foto toraks (normal: 91%; bercak infiltrat pada kedua lapang paru: 9%) dan pemeriksaan laboratorium (Ht rendah 45%; Hb rendah 55%; trombosit rendah 68%)leukosit tinggi 73%; kadar bilirubin total tinggi (77%); kadar bilirubin direk tinggi (73%); elektrolit (dalam batas normal: kalsium (50%), natrium (46%), kalium (68%), dan klorida (54%)) normal). Simpulan: Dalam studi ini yang terbanyak ditemukan ialah jenis kelamin laki-laki, temuan klinis demam, sianosis dan sesak napas, pemeriksaan fisik takikadia, takipneu, hipotermi dan hipertermi, sklera ikterik, retraksi, dan bising pansistolik.Pada pemeriksaan penunjang terbanyak ditemukan ialah VSD pada ekokardiografi dengan hasil laboratorium penurunan hematokrit, hemoglobin, dan trombosit serta peningkatan leukosit, bilirubin total, dan direk.Kata kunci: karakteristik, gagal jantung, bayi baru lahir

Page 7 of 108 | Total Record : 1074