cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEPADATAN PARASIT MALARIA PADA ANAK Lee, Jeanette Elmerose Natalia; Tatura, Suryadi N. N.; Lestari, Hesti
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11000

Abstract

Latar belakang: Status gizi diketahui dapat mempengaruhi kepadatan parasit malaria pada anak, sehingga melalui status gizi dapat dinilai tingkat kepadatan parasit malaria. Namun status gizi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menyebabkan tingginya kepadatan parasit malaria, terdapat faktor lain yang turut berperan dalam hal ini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat kepadatan parasit malaria. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analititik retrospektif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian sebanyak 59 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji koefisien korelasi Gamma. Hasil: Dari 65 anak didapatkan 59 sebagai sampel penelitian yang memnuhi kriteria inklusi. Status gizi dengan kepadatan parasit malaria didapatkan kepadatan tinggi dengan gizi kurang sebanyak 9 anak (15,3%), dengan gizi baik sebanyak 24 anak (40,7%), dengan overweight sebanyak 2 anak (3,4%) dan dengan obesitas sebanyak 2 anak (3,4%). Sedangkan kepadatan rendah dengan gizi kurang sebanyak 9 anak (8,5%), dengan gizi baik sebanyak 13 anak (22,0%), dengan overweight sebanyak 3 anak (5,1%). Dengan uji koefisien korelasi Gamma didapatkan korelasi yang sangat lemah (rG = 0,118; p = 0,632). Hasil ini menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kepadatan parasit malaria.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan tingkat kepadatan parasit malaria pada anak.Kata kunci: Malaria, kepadatan parasit, status gizi, anak.Background: Nutritional status can influence malaria parasite density in children, so from nutritional status we can evaluate malaria parasite density. Nutritional status is not the only factor which cause high malaria parasite density, there are another factors which cause this. Objective: To find out the relation between nutritional status and malaria parasite density in children. Methods: This study uses analytic retrospective method with cross –sectional design. About 59 sample qualify the inclusion criteria. Data were analyzed using Gamma correlation coefficient statistical test. Results: From 65 children, there are 59 children who qualify the inclusion criteria. On the analysis of nutritional status and malaria parasite density, children with high parasite density consist of 9 children (15,3%) with malnutrition, 24 children (40,7%) with good nutritional status, 2 children (3,4%) with overweight, and 2 children (3,4%) with obesity. On children with low parasite density, there are 9 children (8,5%) with malnutrition, 13 children (22,0%) with good nutritional status, and 3 children (5,1%) with overweight. Using Gamma correlation test, the study find a very weak correlation (rG = 0,118; p = 0,632). This find indicates that there is no significant relation between nutritional status and malaria parasite density. Conclusion: There is no significant relation between nutritional status and malaria parasite density in children.Keywords: Malaria, parasite density, nutritional status, children.
PREVALENSI TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN INFARK MIOKARD LAMA DI POLIKLINIK JANTUNG RSUP PROF. Dr. R.D. KANDOU Maendra, I Ketut; Munayang, Herdy; Dundu, Anita E.; Ekawardani, Neni
e-CliniC Vol 2, No 3 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.3.2014.6342

Abstract

Abstract: Lifestyle change affects the disease patterns from infection and malnutritions to degenerative diseases such as heart and vascular diseases. National prevalence of heart diseases in Indonesia is 7.2 percents and the prevalence in North Sulawesi is 8.2 percents. Myocardial infarction is usually followed by psychological reactions such as anxiety and depression. Anxiety has relation with heart disease progression and higher anxiety level increases the heart disease risk. This study aimed to know the prevalence of anxiety level in myocardial infarction patients at cardiac clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive study with sample size of 60 patients. The results showed that the prevalence of anxiety was 93.3% and the most common anxiety level was moderate anxiety. Keywords: anxiety, myocardial infarction, prevalenceAbstrak: Perubahan pola hidup mengubah pola penyakit mulai dari penyakit infeksi dan malnutrisi ke penyakit-penyakit degeneratif, salah satunya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Prevalensi nasional penyakit jantung di Indonesia sebesar 7,2 persen sedangkan prevalensi di Sulawesi Utara adalah sebesar 8,2 persen. Infark miokard biasanya diikuti oleh reaksi-reaksi psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi tingkat kecemasan pada pasien infark miokard lama di poliklinik jantung RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel yang berjumlah 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kecemasan pada pasien infark miokard di poliklinik jantung RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yaitu 93,3% dan tingkat kecemasan sedang didapatkan paling banyak. Kata kunci: kecemasan, infark miokard, prevalensi
KAITAN MAKROSOMIA DENGAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL DI BAGIAN OBSGIN BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE SEPTEMBER 2012-SEPTEMBER 2013 Oroh, Arlia; Loho, Maria; Mongan, Suzanna
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.2.2015.8774

Abstract

Abstract: Gestasional diabetes mellitus in mother is an important risk factor for developing fetal macrosomia. Gestational diabetes mellitus is defined as glucose intolerance of variable degree with onset or first recognition during pregnancy. The prevalence of gestational diabetes mellitus in Indonesia is 1.9% -3.6% of pregnancies in general. The prevalence of gestational diabetes is strongly related to the patient's race and culture. Prevalence rates are higher in black, Hispanic, Native American, and Asian women than in white women. This was an analytical study with a case control design by using medical records in Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado period September 2012-2013. The results showed that there was no relationship between macrosomia with gestational diabetes mellitus. Gestational diabetes mellitus is a risk factor for having a macrosomia baby. Risk factors for gestational diabetes mellitus and macrosomia are also widely available on the subjects include age > 35 years, obesity and multiparity.Keywords: macrosomia, gestational diabetes mellitus, diabetes melitusAbstrak: Diabetes melitus gestasional (DMG) pada ibu merupakan faktor risiko yang penting dalam perkembangan makrosomia fetus. DMG merupakan intoleransi karbohidrat dengan derajat yang bervariasi dengan onset atau diketahui pertama kali selama kehamilan berlangsung. Prevalensi DMG di Indonesia sebesar 1,9%-3,6% pada kehamilan umumnya. Prevalensi ini sangat berhubungan dengan ras dan etnis. Angka prevalensi lebih tinggi pada wanita negro, hispanik, native American, dan Asia dibandingkan dengan wanita kulit putih. Penelitian ini menggunakan metode studi analitik dengan desain studi kasus kontrol melalui rekam medik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September 2012-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kaitan antara makrosomia dengan DMG. DMG merupakan faktor resiko melahirkan bayi makrosomia. Faktor risiko DMG dan makrosomia juga banyak terdapat pada subjek antara lain usia >35 tahun, obesitas dan multiparitas.Kata kunci: makrosomia, DMG, diabetes melitus
USIA HARAPAN HIDUP DENGAN RETINOPATI DIABETIK Kanine, Eksys G.; Sumual, Harry J. G.; Rares, Laya
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6839

Abstract

Abstract: Life expectancy is a year life estimation from individual that stay in a region from a certain cluster of life creatures and as an indicator to see the raising of inhabitant prosperous in general way, and raising of health degree in particular way. North Sulawesi is on 3rd place of the highest life expectancy in Indonesia. Higher life expectancy of a country or region it means higher risk too increase the incident of degenerative diseases or metabolic disorder disease, for example is diabetes mellitus. Indonesia is on 4th place with the most incident of diabetes mellitus after China, USA, and India. Diabetic retinopathy is the most common complication from diabetes and the prominet cause of blindness in productive age.This research is belong to descriptive retrospective design with 205 sample at BLU RSUP Prof. R. D Kandou Manado. This research purpose is want to see if the increase of life expectancy affect on diabetic retinopathy incident from the young age till old age. Conclusion : And the result is didn’t get any significant raising of diabetic retinopathy incident from young age till old age.Keywords: life expectancy, diabetic retinopathy, age.Abstrak: Usia harapan hidup adalah perkiraan jumlah tahun hidup dari individu yang berdiam di suatu wilayah dari sekelompok makhluk hidup tertentu dan merupakan indikator dalam melihat peningkatan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan peningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Sulawesi Utara menempati urutan ketiga dengan angka usia harapan hidup tertinggi di Indonesia. Semakin tinggi usia harapan hidup suatu negara atau daerah maka semakin tinggi pula angka kejadian untuk penyakit-penyakit degeneratif ataupun penyakit gangguan metabolik contohnya seperti diabetes mellitus. Indonesia adalah negara keempat dengan penyandang diabetes mellitus terbanyak didunia setelah China, USA, dan India. Retinopati diabetik adalah komplikasi tersering dari diabetes mellitus dan merupakan faktor utama penyebab kebutaan di usia produktif. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain descriptive retrospective dengan 205 sampel di BLU RSUP Prof. R. D. Kandou Manado. Penelitian dimaksudkan untuk melihat apakah dengan usia harapan hidup yang meningkat berpengaruh terhadap kenaikan yang signifikan pada angka kejadian retinopati diabetik dari usia muda sampai usia tua. Simpulan : Dari hasil penelitian ternyata tidak didapatkan peningkatan angka kejadian retinopati diabetik yang signifikan dari usia muda sampai usia tua.Kata kunci: usia harapan hidup, retinopati diabetik, usia
PENGARUH KEMOTERAPI TERHADAP PROFIL HEMATOLOGI PADA PENDERITA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT Pinontoan, Eunike; Mantik, Max; Rampengan, Novie
e-CliniC Vol 1, No 2 (2013): Jurnal e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i2.3277

Abstract

Abstract Leukemia atau lebih dikenal kanker pada darah atau sumsum tulang merupakan pertumbuhan sel-sel abnormal tidak terkontrol (sel neoplasma) yang berasal dari hasil mutasi sel normal Kejadian leukemia setiap tahun sekitar 3,5 kasus dari 100.000 anak dibawah 15 tahun. Leukemia pada anak terdiri dari dua tipe yaitu : Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) 82% dan Leukemia Mieloblastik Akut (LMA) 18%.  Puncak kejadian LLA pada usia 2-5 ta       hun. Perbandingan penderita perempuan dan laki-laki ialah 1,3:1,5. Data rekam medik BLU RSUP Prof.dr.R.D. Kandou sepanjang tahun 2008-2012, jumlah penderita leukemia limfoblastik akut (LLA) ada sekitar 60 anak  yang rawat inap di bagian IKA Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi medis (kemoterapi) terhadap profil hematologi pada penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) yang rawat inap di bagian IKA-BLU RSUP Prof.dr.R.D.Kandou. Metode Jenis penelitian  merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain kohort retrospektif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil hematologi penderita LLA yang dirawat di Bagian IKA RS Prof. Dr. R.D Kandou Manado mengalami perubahan setiap minggu.Kata kunci: Leukemia limfoblastik akut, profil hematologi.    Abstract Leukemia is commonly known as blood or the bone marrow cancer. The definition of leukemia is an abnormal growth of cells (neoplasm cells) that derived from the mutation of normal cells. The incidence of the leukemia is about 3.5 cases in 100.000 children under 15 years per year. Leukemia in children is divided into two types which are: Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) 82% and Acute Myeloblastic Leukemia (AML) 18%. The age two to five years is the right usually age of the incidence of LLA.  The ratio between girls and boys is 1.3:1.5. The medical record in BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou showed that between 2008 and 2012 the total inpatient children with LLA in the Pediatric Department of   RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou is 60 children. Goal: The goal of this research was to analyze the effect of medical therapy (chemotherapy) on the hematology profile in the LLA patients who were inpatient in the Pediatric Department of RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou. Methods: This was a analytic research with the design of retrospective cohort study. Results: This research shows that the hematology profile of LLA patients who were inpatient in the Pediatric Department of RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou was weekly changed. Key words: Acute Lymphoblastic Leukemia, hematology profile
GAMBARAN CT-SCAN NEOPLASMA INTRAKRANIAL DI BAGIAN / SMF RADIOLOGI FK UNSRAT RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE OKTOBER 2014 - SEPTEMBER 2015 Dewi, Maharani; Loho, Elvie; Tubagus, Vonny N.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10950

Abstract

Abstract: Brain is a vital organ that plays very important roles for the body. One of  diseases that attacks the brain is brain tumor. A radiology modality, the CT scan, is very valuable for diagnosis and evaluation the suspected brain tumor. It can be used to evaluate the difference between tumor tissue and others, especially by using contrast agents. This study aimed to identify the CT Scan imaging of patients with intracranial neoplasms. This was a descriptive retrospective study. Data were obtained  from the request form sheets and radiographic results of brain CT-Scan in the Department of Radiology Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Samples were patients that were radiologically diagnosed as primary brain tumor. The results showed that of the 171 data of SOL intracranial patients, 59 patients (34.5%) had been radiologically diagnosed as intracranial neoplasms. There were more females (62.7%) than males (37.3%). The age group, 36-45 years was the largest with 15 patients (25.4%). The area of most lesions was parietal lobe with 16 cases (27.1%). The most frequent diagnosis was meningioma (45.8%). Keywords: intracranial neoplasm, CT scan Abstrak: Otak merupakan organ vital yang berperan sangat penting bagi tubuh. Salah satu penyakit yang banyak menyerang otak ialah tumor otak. Modalitas radiologi yang penting dalam evaluasi pasien yang diduga tumor otak ialah CT-Scan. Dengan menggunakan CT-Scan dapat terlihat perbedaan antara jaringan tumor yang satu dengan yang lain, dan dapat diperjelas dengan penggunaan zat kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran CT-Scan penderita neoplasma intrakranial. Jenis penelitian deskriptif retrospektif. Data diambil dari lembaran permintaan dan jawaban CT-Scan otak di Bagian Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel yang diambil ialah pasien dengan gambaran radiologi tumor intrakranial primer. Berdasarkan 171 data pasien SOL intrakranial yang didapat, 59 pasien dengan diagnosis radiologis neoplasma intrakranial; lebih banyak perempuan (62,7%) dibandingkan laki-laki (37,3%). Berdasarkan kelompok umur, didapatkan  paling banyak pada kelompok umur 36-45 tahun (25,4%). Lokasi paling banyak ditemukan lesi ialah lobus parietalis (27,1%). Jenis tumor intrakranial terbanyak ialah meningioma (45,8%).Kata kunci: neoplasma intrakranial, computed tomography scan
HUBUNGAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN GANGGUAN FUNGSI HATI PADA SUBJEK PRIA DEWASA MUDA DI KELURAHAN TATELI DAN TELING ATAS MANADO Conreng, Dicky; Waleleng, B. J.; Palar, Stella
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.5026

Abstract

Abstract: Alcohol consumption is the third biggest risk factor as a cause of disease and disability in the world, and is the biggest risk factor in America and second biggest in Europe as the cause of disease and disability. Alcohol is a causalfactorin 60 types of diseases and injuries and a component cause in 200 others. There are many diseases that is caused by alcohol consumption, one of them causes impaired liver function, such as alcoholic liver disease. However according to the theory, not all alcoholics will have an impaired liver function, so this reasearch was done to confirm that theory. Alcoholism will be measured by the AUDIT questionnaire and the impaired liver function will be measured by the increase in the GGT enzyme. Conclusion: Not all chronic alcoholics will have impaired liver function with the same amount of alcohol consumption. Keywords: alcohol, impaired liver function, alcoholic liver disease, AUDIT, GGT.     Abstrak: Konsumsi alkohol merupakan faktor risiko terbesar ketiga di dunia sebagai penyebab penyakit dan disabilitas, dan merupakan faktor risiko terbesar pertama di Amerika serta faktor risiko terbesar kedua di Eropa sebagai penyebab penyakit dan disabilitas. Alkohol merupakan faktor penyebab dari sekitar 60 jenis penyakit dan merupakan faktor komponen dari 200 jenis penyakit lainnya. Terdapat berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh konsumsi alkohol, salah satunya adalah gangguan fungsi hati seperti penyakit hati alkoholik (alcoholic liver disease). Namun menurut teori tidak semua peminum alkohol akan mengalami gangguan fungsi hati, sehingga penelitian ini dilakukan untuk memastikan teori tersebut. Gangguan konsumsi alkohol akan diperiksa menggunakan kuesioner AUDIT dan gangguan fungsi hati akan diperiksa melalui peningkatan enzim GGT. Simpulan: Tidak semua peminum alkohol kronik akan mengalami gangguan fungsi hati dengan jumlah konsumsi alkohol yang sama. Kata kunci: alkohol, gangguan fungsi hati, penyakit hati alkoholik, AUDIT, GGT.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN ANTARA ANAK USIA SEKOLAH YANG BERPRESTASI DAN YANG KURANG BERPRESTASI Watuna, Petra; Mantik, Max F. J.; Gunawan, Stefanus
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.7487

Abstract

Absrtact: The learning achievement of the students is influenced by various factors. These factors could be alone or together with other factors affecting the learning process thus causing a decrease in student achievement. Anemia, particularly iron deficiency anemia, is one of the major problems faced by the students and has a negative impact on students' performance and productivity. Anemia is a condition that indicates levels of hemoglobin (Hb) lower than normal. This is caused by lack of iron necessary for the formation of hemoglobin in the blood. The state of is caused by decreasing of oxygen-carrying capacity of red blood cells. This study aimed to determine the differences in hemoglobin levels among school-age children with high achievement and low achievement. This was a cross sectional analytical study by using the average value of mid semester for mathematics and science subjects in SMP 9 Pandu. The Kruskal-Wallis test in mathematics with Asymp. value Sig 0.746 > 0.05 which meant that there was no difference in hemoglobin levels between students with high achievement and with low achievement. Physics subjects with Asymp. value Sig 0.028 < 0.05 meant that there was a difference between hemoglobin levels of students with high achievement and with low achievement. Hemoglobin level did not affect the value of mathematics but affect the value of the physics.Keywords: hemoglobin, iron deficiency, student achievementAbstrak: Capaian prestasi belajar para siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut bisa sendiri atau bersama dengan faktor lain mempengaruhi proses belajar sehingga menyebabkan penurunan prestasi siswa. Anemia, secara khusus anemia defisiensi besi adalah salah satu masalah utama yang dihadapi para siswa dan memiliki pengaruh negatif terhadap performa dan produktifitas siswa. Anemia adalah keadaan yang menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) seseorang lebih rendah dari kadar hemoglobin normal. Hal ini disebabkan oleh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin dalam tubuh. Keadaan anemia menyebabkan kapasitas pengangkutan oksigen oleh sel darah merah menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perbedaan kadar hemoglobin antara anak usia sekolah yang berprestasi dan kurang berprestasi. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil rata-rata nilai mid semester untuk mata pelajaran matematika dan IPA di SMP 9 Pandu. Hasil penelitian: dengan uji Kruskal-Wallis pada mata pelajaran matematika dengan nilai Asymp. Sig 0,746 > 0,05, artinya tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin siswa berprestasi dan tidak berprestasi. Untuk mata pelajaran IPA dengan nilai Asympt. Sig 0,028 < 0,05, artinya terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin siswa berprestasi dan tidak berprestasi. Kadar hemoglobin tidak mempengaruhi nilai matematika tapi mempengaruhi nilai IPA.Kata kunci: hemoglobin, defisiensi besi, prestasi siswa.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DAN KEJADIAN ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL Trisnaamijaya, Denny; Pangemanan, Janry; Mandang, Veny
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3597

Abstract

Abstract: Smoking behavior is an individual activities of lighting and inhaling cigarettes and as a consequence the smoke inhaled by the people around. Epidemiological studies show that there are increasing numbers of cigarette consumption every year followed by the increases of angina pectoris incidences. Unfortunately, the relationship of the number of cigarettes consumed and smoking duration that could cause angina pectoris were still undetermined.  This study aimed to determine the correlation between smoking behavior and the incidence of unstable angina. This was an analytic retrospective study by using cross sectional approach. Samples were angina pectoris patients that admitted in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from July 2012 to June 2013 by using a purposive sampling technique. The chi-square test showed that there was a significant correlation between the smoking behavior and the incidence of unstable angina based on the numbers of cigarettes smoked per day (P = 0.012) and duration of smoking (P = 0.021) with the duration of chest pain. Conclusion: There was a significant correlation between the smoking behavior based on the numbers of cigarettes consumed per day and the duration of smoking with the incidences of unstable angina based on the chest pain duration. Keywords: smoking behavior, unstable angina   Abstrak: Perilaku merokok adalah suatu aktivitas yang dilakukan individu dengan menyalakan dan menghisap rokok yang menimbulkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang disekitarnya. Penelitian epidemiologik menunjukkan bahwa setiap tahun terjadi peningkatan konsumsi rokok yang diikuti oleh meningkatnya kejadian angina pektoris. Sampai saat ini belum diketahui pasti berapa jumlah batang dan lama konsumsi rokok yang dapat menimbulkan angina pektoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan kejadian angina pektoris tidak stabil. Perilaku merokok dinilai berdasarkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari dan lama merokok sedangkan kejadian angina pektoris tidak stabil berdasarkan lama nyeri dada (chest pain). Penelitian ini menggunakan studi retrospektif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ialah pasien angina pektoris tidak stabil di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Juli 2012-Juni 2013 yang diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara perilaku merokok dan kejadian angina pektoris tidak stabil berdasarkan jumlah rokok yang dihisap dalam 1 hari (P = 0,012) dan lama merokok (P = 0,021) dengan lama nyeri dada (chest pain). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara perilaku merokok dengan kejadian angina pektoris tidak stabil. Kata kunci: perilaku merokok, angina pektoris tidak stabil
Gambaran penyandang epilepsi berdasarkan ILAE 1989 di Poliklinik Saraf RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2014 Tendean, Patrick G.; Karema, Winifred .; Mawuntu, Arthur .
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11695

Abstract

Abstrak: Epilepsy is commonly found in the community. This study aimed to obtain the profile of epileptic patients at Prof Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in 2014. This was a descriptive retrospective study using data of Department of Medical Record Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado 2014. The results showed that there were 144 subjects that fulfilled the criteria; 81 (56.3%) of them were males. Most of them were at the age 15-24 years, had profession as students, and were diagnosed as temporal lobe epilepsy EEG was performed on 35 subjects; 13 of them had lesion in the temporal lobes. Nearly half of the subjects were treated with phenytoin.Kata kunci: epilepsi, temporal, phenytoin Abstrak: Epilepsi merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyandang epilepsi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2014. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data dari Bagian Rekam Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2014. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 144 subjek yang memenuhi kriteria penelitian. Terdapat 81 subjek (56,3%) berjenis kelamin laki-laki. Golongan usia terbanyak ialah 15-24 tahun, sebagian besar berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, dan paling banyak terdiagnosis sebagai epilepsi lobus temporal. EEG dikerjakan pada 35 subjek; sebanyak 13 subjek memiliki letak lesi di lobus temporal. Hampir setengah dari keseluruhan subjek menggunakan terapi phenytoin. Kata kunci: epilepsi, temporal, phenytoin

Page 70 of 108 | Total Record : 1074