cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Hubungan antara Literasi Kesehatan dengan Kualitas Hidup pada Penyan-dang Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado Pongoh, Lucyana L.; Pandelaki, Karel; Wariki, Windy
e-CliniC Vol 8, No 2 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.2.2020.31495

Abstract

Abstract: People with diabetes mellitus tend to increase especially in low and middle income countries. Health literacy is an important construct in diabetes care, improvement of quality of life (QoL), and decrease of complications. This study was aimed to analyze the relationship between health literacy and QoL among people with type 2 diabetes mellitus (T2DM) at Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pancaran Kasih Hospital Manado. This was a descriptive and correlational analytical study with a cross sectional design. The population in this study were all T2DM patients who came for treatment at the Internal Medicine Polyclinic of the GMIM Pancaran Kasih Hospital in the period of November 2019 to February 2020. There were 132 patients as samples in this study. Data were carried out by using the HLS-EU-Q16 and QoL questionnaires, and were analyzed by using the Chi Square test with a significance level of p=0.05. The results showed that of health literacy variable, all respondents (100%) were easy in terms of literacy, meanwhile of QoL variable, 75.0% of respondents had good QoL. Moreover, the relationship between health literacy and QoL had a p value of 0.000. In conclusion, there was a significant relationship between health literacy and the QoL of people with T2DM at the GMIM Pancaran Kasih Hospital Manado.Keywords: literacy, quality of life, people with DM  Abstrak: Penyandang diabetes melitus (DM) di seluruh dunia cenderung meningkat terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Literasi kesehatan merupakan konstruksi penting dalam perawatan diabetes, peningkatan kualitas hidup, dan pengurangan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan literasi kesehatan dengan kualitas hidup penyandang diabetes melitus tipe 2 (DMT2) di RSU Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik korelasional dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah seluruh pasien DMT2 yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam RSU GMIM Pancaran Kasih Manado pada periode bulan November 2019 sampai Februari 2020. Jumlah sampel penelitian ialah 132 pasien. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HLS-EU-Q16 dan Quality of Life. Analisis data penelitian menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi p=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel literasi kesehatan, seluruh responden (100%) mudah dalam hal literasi dan untuk kualitas hidup, 75,0% responden memiliki kualitas hidup yang baik. Selain itu, hubungan literasi kesehatan dengan kualitas hidup mendapatkan p=0,000. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup penyandang DMT2 di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado,Kata kunci: literasi, kualitas hidup, penyandang DM 
Hubungan antara hs-CRP, Adiponektin, Fetuin A terhadap Resistensi Insulin pada Pria Dewasa Muda dengan Obesitas Sentral Amudi, Tulus; Pandelaki, Karel; Palar, Stella
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.32476

Abstract

Abstract: Obesity has quite a lot of risk factors for the incidence of metabolic diseases such as insulin resistance, diabetes mellitus, dyslipidemia, and metabolic syndrome. The accumulation of adipocytes causes the formation of chronic inflammatory mediators, and disrupts adipokine derived from adipocytes. These inflammatory mediators cause hepatocytes to secrete several types of proteins such as C-reactive protein and fetuin A into the blood circulation that are thought to cause insulin resistance in obesity cases. This study was aimed to determine the relationship among levels of hs-CRP, adiponectin, and fetuin A, and insulin resistance in adult male subjects with central obesity. This was an observational study with a cross sectional design. Subjects were young adult males with central obesity at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. The results showed that 30 subjects had a mean hs-CRP level of 0.18 mg/dL (±0.16) which was higher than normal value. There was a positive and significant correlation between hs-CRP and HOMA-IR (r=0.380, p<0.023). There was a negative and insignificant correlation between adiponectin and Homa IR (r =-0.278, p=0.136), and there was no significant correlation between fetuin A and HOMA IR (r -0.048, p=0.801). In conclusion, among young adult males with central obesity there was an increase in hs-CRP level above normal value and there was a significant relationship between increased hs-CRP and insulin resistanceKeywords: fetuin-A, high sensitive C-reactive protein, adiponectin, HOMA-IR, central obesity Abstrak: Obesitas memiliki faktor risiko yang cukup banyak terhadap kejadian penyakit metabolik seperti resistensi insulin, diabetes melitus, dislipidemia, dan sindrom metabolik. Akumulasi adiposit menyebabkan terbentuknya mediator inflamasi kronik sehingga sintesis adipokin oleh adiposit terganggu. Mediator inflamasi tersebut juga menyebabkan hepatosit menyekresi beberapa jenis protein seperti C-reaktif protein dan fetuin A ke dalam sirkulasi darah yang diduga meyebabkan resistensi insulin pada kasus obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hs-CRP, adiponektin, dan fetuin A dengan resistensi insulin pada subjek pria dewasa dengan obesitas sentral. Jenis penelitian ialah observasional dengan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah pria dewasa muda dengan obesitas sentral di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 30 subyek dengan rerata kadar hs-CRP 0,18 mg/dl (±0,16) lebih tinggi dari nilai normal. Terdapat hubungan korelasi positif dan bermakna antara hs-CRP dan HOMA-IR (r=0,380, p<0,023); hubungan korelasi negatif dan tidak bermakna antara adiponektin dan Homa IR (r=-0,278, p=0,136); tidak didapatkan hubungan bermakna antara Fetuin A dengan HOMA IR (r=-0.048 dan p=0,801). Simpulan penelitian ini ialah pada pria dewasa muda dengan obesitas sentral terdapat peningkatan kadar hs-CRP melebihi nilai normal dan terdapat hubungan bermakna antara peningkatan hs-CRP dengan resistensi insulin.Kata kunci: fetuin-A, high sensitive C-reactive protein, adiponectin, HOMA-IR, obesitas sentral
Pneumonia Covid-19 dengan Gangguan Ginjal Akut Wahab, Rivaldy; Poli, Efata; Sugeng, Cerelia
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.32303

Abstract

Abstract: SARS-CoV-2 infection causes various symptoms, including mild, moderate, severe, and critical symptoms. Severe SARS-CoV-2 infection can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure, and even death. This study was aimed to evaluate patients with COVID-19 pneumonia associated with acute kidney injury (AKI). This was a literature review study using three databases, namely PubMed, ClinicalKey, and Google Scholar. The keywords used were acute kidney injury AND pneumonia AND COVID-19. The results showed 10 selected literatures based on inclusion and exclusion criteria. All literatures stated that males dominated the study samples (52.4-73%). The risk factors of AKI in COVID-19 pneumonia were co-morbidities which were predominantly hypertension, diabetes mellitus, COPD, cardiovascular diseases, and respiratory diseases, as well as nephrotoxic drugs. AKI was the complication of pneumonia COVID-19. The mortality rate was higher among pneumonia COVID-19 patients with AKI compared to pneumonia COVID-19 patients without AKI. In conclusion, AKI is the complication of COVID-19 pneumonia. Nephrotoxic drugs and co-morbidities are the risk factors of AKI in COVID-19 pneumonia.  The mortality rate is higher in patients with AKI compared to those without AKI.Keywords: acute kidney injury, pneumonia COVID-19, coronavirus disease 2019  Abstrak: Infeksi SARS-CoV-2 menimbulkan berbagai gejala baik yang ringan, sedang, berat        hingga kritis. Infeksi SARS-CoV-2 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pneumonia COVID-19 dengan gangguan ginjal akut (GGA). Jenis penelitian ialah literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan ialah acute kidney injury AND pneumonia AND COVID-19. Hasil penelitian mendapatkan 10 literatur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada semua literatur didapatkan jenis kelamin laki-laki yang mendominasi sampel penelitian (52,4-73%). Riwayat penyakit didominasi oleh hipertensi, diabetes melitus, PPOK, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit pernapasan. GGA merupakan komplikasi pada pneumonia COVID-19. Pasien pneumonia COVID-19 dengan gangguan ginjal akut memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien pneumonia COVID-19 tanpa gangguan ginjal akut di rumah sakit. Faktor risiko gangguan ginjal akut pada pneumonia COVID-19, antara lain: penggunaan obat yang bersifat nefrotoksik, memiliki komorbid (usia tua, diabetes mellitus, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, dll). Sinpulan penelitian ini ialah GGA merupakan komplikasi pada pneumonia COVID-19. Penggunaan obat yang bersifat nefrotoksik dan adanya komorbid merupakan faktor risiko terjadinya GGA pada pasien pneumonia COVID-19. Angka kematian lebih tinggi terdapat pada pasien pneumonia COVID-19 dengan GGA dibandingkan dengan yang tanpa GGA.kata kunci: gangguan ginjal akut, pneumonia COVID-19, coronavirus disease 2019
Pengaruh penggunaan angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) dan angiotensin receptor blocker (ARB) pada pasien coronavirus disease 2019 (covid-19) dengan hipertensi Linelejan, Briando; Umboh, Octavianus; Wantania, Frans E. N.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i1.31963

Abstract

Abstract: Hypertension is considered as one of the highest death-caused disease worldwide. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) most frequently occurred in elderly and those who had comorbid diseases, one of them is hypertension. The first line drugs that are usually used in hypertension are angiotensin converting enzyme inhibitors (ACEIs) and angiotensin receptor blockers (ARBs). It is assumed that these drugs coud influence the progress of COVID-19 due to the similiar target receptor. This study was aimed to evaluate the influence of ACEIs and ARBs to patients with COVID-19 and hypertension. This was a literature review study using literatures published in medical journal databases such as PubMed and ClinicalKey. The results obtained 10 literatures that fulfilled the inclusion and exclusion criteria. These ten literatures stated that there was no influence of using ACEIs and ARBs in COVID-19 patients. In conclusion, ACEIs and ARBs do not influence the mortality or progresivity of COVID-19 disease and are suggested to be consumed continually.Keywords: ACEIs, ARBs, COVID-19, hypertension, hypertension in COVID-19 Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pandemik coronavirus disease 2019 (COVID-19) dengan severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) sebagai etiologinya kebanyakan terjadi pada usia tua serta yang memiliki penyakit komorbid, salah satu yang tersering ialah hipertensi. Obat lini pertama yang biasa digunakan untuk hipertensi yaitu angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) dan angiotensin receptor blockers (ARB) dikatakan dapat memengaruhi perkembangan penyakit COVID-19 karena memiliki reseptor atau tempat kerja yang mirip. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan ACEI dan ARB pada pasien COVID-19 dengan hipertensi. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan literatur-literatur yang dipublikasi dalam database jurnal kedokteran PubMed dan ClinicalKey sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian mendapatkan 10 literatur; kesemuanya menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan ACEI dan ARB terhadap pasien COVID-19. Simpulan penelitian ini penggunaan ACEI dan ARB tidak memengaruhi mortalitas maupun progresivitas penyakit COVID-19 dan disarankan untuk tetap dilanjutkan.Kata kunci: ACEI, ARB, COVID-19, hipertensi, hipertensi pada COVID-19
Gaya Hidup sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Murtiningsih, Made K.; Pandelaki, Karel; Sedli, Bisuk P.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.32852

Abstract

Abstract: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disease caused by insulin resistance and beta cell dysfunction. It is ranked as the seventh of top 10 causes of death worldwide, and the highest prevalence of cases is T2DM. The dominant lifestyle that triggers T2DM is diet and physical inactivity. This study was aimed to determine whether lifestyle was a risk factor of T2DM. This was a literature review study using two databases, namely Pubmed and Google Scholar. The keywords used were "lifestyle risk factors and type 2 diabetes mellitus". There were 10 literatures obtained based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that lifestyle such as unhealthy eating pattern and less physical activity significantly influence the risk factors of T2DM. In conclusion, lifestyles such as unhealthy foods and less physical activity are at high risk of suffering from T2DM.Keywords: risk factors, lifestyle, type 2 diabetes mellitus (T2DM)  Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolisme yang disebabkan karena resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. DM berada diperingkat ke tujuh sebagai 10 penyakit penyebab kematian di dunia, denganDMT2 sebagai prevalensi kasus tertinggi. Pola hidup yang dominan menjadi pencetus DMT2 ialah pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya hidup sebagai faktor risiko DMT2. Jenis penelitian ialah literature review. Pencarian data menggunakan dua database yaitu Pubmed dan Google Scholar. Dengan kata kunci yaitu “faktor risiko gaya hidup dan diabetes melitus tipe 2”. Setelah diseleksi, didapatkan 10 literatur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat dan pola aktivitas fisik kurang secara bermakna berpengaruh terhadap terjadinya faktor risiko DMT2. Simpulan penelitian ini ialah gaya hidup dengan mengonsumsi makanan tidak sehat dan aktivitas fisik yang kurang memiliki risiko tinggi mengalami DMT2.Kata kunci: faktor risiko, gaya hidup, diabetes melitus tipe 2 (DMT2)
Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Pterygium pada Pengendara Bentor di Kecamatan Mananggu Ama, Dewinta P.; Manoppo, Rillya D. P.; Supit, Wenny P.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i1.31706

Abstract

 Abstract: Pterygium is a degenerative and invasive fibrovascular tissue growth in bulbar conjunctiva triggered by ultraviolet rays, therefore, outdoor activities for a long period may increase the risk of pterygium. This study was aimed to obtain an overview of knowledge levels regarding pterygium among bentor drivers at Mananggu District. This was a descriptive and survey study. Samples were 36 respondents who met the inclusion criteria, collected by using the accidental sampling technique. Data of respondents were obtained by using questionnaires of 10 questions related to pterygium and then were analyzed by using the univariate analysis. The results showed that 8 respondents (22.2%) had good knowledge level, 14 respondents (38.9%) had fair knowledge level, and 14 respondents (38.9%) had poor knowledge level. In conclusion, most of bentor drivers at Mananggu district did not have good knowledge level regarding pterygiumKeywords: pterygium, knowledge level, bentor drivers Abstrak: Pterigium merupakan suatu pertumbuhan jaringan fibrovaskular pada konjungtiva bulbar yang bersifat degeneratif dan invasif. Faktor utama pemicu terjadinya pterigium ialah sinar ultraviolet sehingga beraktivitas diluar ruangan dalam waktu yang cukup lama dapat meningkatkan risiko terjadinya pterigium. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan tentang pterigium pada pengendara bentor di Kecamatan Mananggu. Jenis penelitian ialah survei deskriptif. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling dan diperoleh 36 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang berisi 10 pertanyaan terkait pterigium dan dianalisis secara univariat. Terdapat 8 responden (22,2%) memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai pterigium, 14 responden (38,9%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 14 responden (38,9%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Simpulan penelitian ialah sebagian besar pengendara bentor di Kecamatan Mananggu belum memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pterigiumKata kunci: pterigium, tingkat pengetahuan, pengendara bentor
Gambaran Luka pada Kecelakaan Lalu Lintas Khususnya Pengendara Kendaraan Roda Dua yang Tidak Memakai Helm Lintang, Richard D; Mallo, Johannis F; Tomuka, Djemi
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.32706

Abstract

Abstract: According to WHO data, the Global status report on road safety 2018, Indonesia in 2018, with a population of 261,115,456 people reported 31,282 deaths due to traffic accidents, with an estimated mortality rate of 12.2 per 100,000 people. From the number of deaths, 73.6% were two-wheeled-vehicle riders. It is also stated in this report that even though Indonesia has implemented regulations regarding the need to wear head protection while riding, it is estimated that only 71% wear helmets. This study was aimed to obtain the description of injuries that occurred among two-wheeled-vehicle riders who had traffic accidents with and without wearing helmets. The results showed that the wound description of two-wheeled riders who did not wear helmets was not much different from the riders who wore helmets when they had traffic accidents, however, it could be differed from the severity of the injuries. In conclusion, there was a difference in wound description of traffic accidents between two-wheeled drivers with and without wearing helmets. Keywords: wound, traffic accident, two-wheeled riders, helmet  Abstrak: Menurut data WHO “Global status report on road safety 2018”, pada tahun 2018, Indonesia dengan populasi 261.115.456 penduduk dilaporkan mengalami 31.282 jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas, dengan estimasi angka kematian 12,2 per 100.000 orang. Dari jumlah kejadian kematian tersebut, 73,6% ialah pengendara kendaraan roda dua. Dikatakan juga bahwa dari semua pengendara tersebut, walaupun Indonesia telah menerapkan peraturan akan keperluan memakai alat pelindung kepala selagi berlalu lintas, terestimasi hanya 71% yang memakai helm. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran luka pada kecelakaan lalu lintas khususnya pengendara kendaraan roda dua yang tidak memakai helm. Jenis penelitian ialah literature review, menggunakan data yang diperoleh dari database Pubmed, Clinical Key, dan Google Scholar. Hasil penelitian mendapatkan 10 literatur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta lolos tahap seleksi dari 1.321 literatur. Gambaran luka yang didapat pada pengendara roda dua yang tidak dan yang memakai helm saat mengalami kecelakaan lalu lintas dapat dibedakan dengan melihat tingkat keparahan dari luka dan cedera yang dialami oleh pengendara tersebut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan gambaran luka akibat kecelakaan pada pengendara roda dua yang memakai helm dan yang tidak memakai helm.Kata kunci: luka, kecelakaan lalu lintas, pengendara roda dua, helm
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia pada Kehamilan di Indonesia Devi, Delviana; Lumentut, Anastasia M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i1.32415

Abstract

Abstract: The level of knowledge and behavior of pregnant women regarding anemia during pregnancy affects how they maintain their pregnancies, therefore, the occurrence of anemia during pregnancy can be prevented. This study was aimed to obtain the knowledge and attitudes of pregnant women in preventing anemia in pregnancy in Indonesia. This was a literature review study by using four databases, as follows: Pubmed, ClinicalKey, ScienceDirect, and Google Scholar. Keywords used were anemia AND pregnant woman AND knowledge OR attitude AND Indonesia in Pubmed, ClinicalKey, and ScienceDirect; and anemia AND pregnant women AND knowledge AND attitudes in Google Scholar. There were 11 literatures selected in this study. According to the knowledge of pregnant women about anemia, five literatures showed that the majority of pregnant women had sufficient knowledge, the other four literatures showed poor knowledge, while good knowledge was obtained in two literatures. According to attitude, seven studies got positive attitudes, three studies got negative attitudes, and one study got the same number of positive and negative attitudes. In conclusion, the majority of pregnant women in several regions in Indonesia have sufficient knowledge about anemia and its prevention, and have a positive attitude towards anemia prevention in pregnancy.Keywords: knowledge, attitudes, pregnant women, anemia. Abstrak: Tingkat pengetahuan dan perilaku ibu hamil mengenai anemia saat kehamilan berpengaruh terhadap cara ibu hamil menjaga kehamilannya sehingga dapat membantu dalam mencegah anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia pada kehamilan di Indonesia. Jenis penelitian ialah literature review dengan pencarian literatur menggunakan empat database yaitu Pubmed, ClinicalKey, ScienceDirect dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu anemia AND pregnant woman AND knowledge OR attitude AND Indonesia pada Pubmed, ClinicalKey, dan ScienceDirect, dan menggunakan kata kunci anemia AND ibu hamil AND pengetahuan AND sikap pada Google Scholar. Hasil seleksi mendapatkan 11 literatur yang diteliti. Hasil penelitian mendapatkan bahwa menurut pengetahuan ibu hamil mengenai anemia, lima penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan cukup, empat literatur lainnya menunjukkan hasil pengetahuan buruk, sedangkan hasil pengetahuan baik didapatkan pada dua penelitian. Menurut sikap, tujuh penelitian mendapat hasil sikap positif, tiga penelitian mendapat hasil sikap negatif, dan satu penelitian mendapat hasil yang sama banyak untuk positif dan negatif. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas ibu hamil di beberapa daerah di Indonesia memiliki pengetahuan cukup mengenai anemia dan pencegahan, serta memiliki sikap positif terhadap pencegahan anemia pada kehamilan.Kata kunci: pengetahuan, sikap, ibu hamil, anemia
Efektivitas Pengobatan Topikal pada Pitiriasis Versikolor Pusung, Andreas V.; Suling, Pieter L.; Niode, Nurdjannah J.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.32119

Abstract

Abstract: Pityriasis versicolor is a chronic mild superficial fungal infection of the skin due to lipophilic fungi Malassezia. It commonly affects the face, neck, abdomen, proximal extremities, axilla, groin, and genitalia. The occurrence of this disease is not influenced by sex, albeit, age influences its incidence since it is more common in adolescents and young adults.Therefore, an effective, safe, and affordable treatment should be considered. The first-line therapy for pity-riasis versicolor is topical treatment, classified into specific and non-specific antifungal agents. This study was aimed to determine the efficacy of topical treatment in pityriasis versicolor. This was a literature review study using three databases, namely PubMed, ClinicalKey, and Google Scholar and the keywords of "topical treatment AND pityriasis versicolor". The results obtained 10 literatures that fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Theseliteratures discussed about the efficacy of topical treatment in patients with pityriasis versicolor based on clinical and mycological cure rate and the highest percentage was more than 80% in each study. In conclusion, topical treatment was effective for pityriasis versicolor.Keywords: topical treatment, pityriasis versicolor Abstrak: Pitiriasis versikolor adalah penyakit jamur superfisial ringan akibat infeksi kulit kronis oleh jamur lipofilik genus Malassezia. Infeksi ini biasanya ditemukan pada wajah, leher, perut, ektremitas proksimal, aksila, lipat paha, dan genitalia. Kejadian penyakit ini tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, tetapi dapat dipengaruhi oleh usia, yaitu lebih banyak terjadi pada remaja dan dewasa muda. Pengobatan topikal merupakan terapi lini pertama untuk pitiriasis versikolor dan dibagi menjadi agen antijamur nonspesifik dan agen antijamur spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan topikal pada pitiriasis versikolor. Jenis penelitian ialah literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu “topical treatment AND pityriasis versicolor”.Hasil seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi mendapatkan 10 literatur. Kasjian literatur penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan pengobatan topikal pada pitiriasis versikolor berdasarkan penyembuhan klinis maupun penyembuhan mikologis dengan persentase tertinggi mencapai angka >80% pada masing-masing literatur. Simpulan penelitian ini ialah pengobatan topikal pada pitiriasis versikolor terbukti efektif.Kata kunci: pengobatan topikal, pitiriasis versikolor
Osteoporosis: Diagnosis and Management Rawung, Rangga; Bagy, Raynald G.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.32967

Abstract

Abstrak: Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang paling sering dijumpai dan memiliki hubungan erat dengan risiko fraktur sehingga merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang besar. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada perempuan usia lanjut dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tulisan ini merupakan suatu kajian pustaka dengan tujuan untuk menyampaikan konsep dasar dan pemahaman yang lebih baik yang dibutuhkan dalam pengelolaan penyakit ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan penyakit ini membutuhkan strategi tatalaksana yang harus disesuaikan pada setiap pasien, yang meliputi modifikasi gaya hidup, pengelolaan faktor risiko dan terapi farmakologis agar dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas serta komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Dibutuhkan penelitian lanjut untuk memberikan bukti dan memberikan pedoman agar pengelolaan penyakit dapat menjadi lebih baik.Kata kunci: osteoporosis, risiko fraktur, densitas mineral tulang Abstract: Osteoporosis is the most commonly bone disease and is highly associated with an increased risk of future fracture furthermore makes it a major public health problem. The disease is most prevalent in older females with multifactorial etiology. This was a literature review using relevant articles. The aim of this study was to provide basic concept and better understanding which is needed to manage the disease. This review showed that individualized treatment strategy is needed. Lifestyle modification, risk factor management, and pharmacological treatment are required to deal with the condition as well as reduced morbidity and mortality caused by the disease and its complication. Further study of this disease needs to be conducted to provide more evidences and guidelines to achieve better management of the disease.Keywords: osteoporosis, fracture risk, bone mineral density

Page 75 of 108 | Total Record : 1074