cover
Contact Name
Dionius Bismoko Mahamboro
Contact Email
jurnal-teologi@usd.ac.id
Phone
+62274-880957
Journal Mail Official
jurnal-teologi@usd.ac.id
Editorial Address
Faculty of Theology, Sanata Dharma University, Jogjakarta, Faculty of Theology, Sanata Dharma University PO Box 1194, Jl. Kaliurang Km. 7 Yogyakarta 55281 - INDONESIA Phone: +62 274 880957 Fax: +62 274 888418
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi
ISSN : 23025476     EISSN : 25793934     DOI : 10.24071/jt
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL TEOLOGI bertujuan menyampaikan hasil penelitian dalam bidang teologi kontekstual atau refleksi atas penghayatan iman untuk pengembangan iman dalam konteks Indonesia dan Asia di tengah keanekaragaman agama, budaya, dan persoalan konkret hidup berbangsa. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pelatihan Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan bekerjasama dengan Asosiasi Teolog Katolik Indonesia (AsTeKiA)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 01 (2025)" : 5 Documents clear
Konsep Persaudaraan dalam Kasih pada 1 Yohanes 3:11-18 dan Kasih Persaudaraan pada Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak Toba Wariki, Valentino; Lauw, Michael; Gracia, Yunias
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 14, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v14i01.7106

Abstract

Christianity understands love as a basic principle of life. In the philosophy of Dalihan Na Tolu and Letter 1 John 3:11-18 there is an essence that can be met. Therefore, the purpose of this article is to provide an understanding of brotherly love based on the perspective of the philosophy of Dalihan Na Tolu and the text of 1 John 3:11-18. In this article, the researcher uses a qualitative method with a literature study approach. The researcher also conducted an exegetical analysis to obtain the substance of love related to Dalihan Na Tolu. The results of this study indicate that Dalihan Na Tolu and 1 John 3:11-18 have something in common, namely the need to build love in brotherly relationships. If Dalihan Na Tolu shows the importance of building a life in love for fellow brothers, then letter 1 John 3:11-18 seeks to open the paradigm that every student must be seen as a sibling so that the application of love becomes more dynamic. The meeting point between the two is in the desire to apply brotherly love.
Realitas Jejaring Antara Pribadi dalam Budaya Dialog dan Moderasi Beragama Dihadapan Tantangan Informasi Palsu pada Era Digital Pute, Jimmi Pindan; -, Yosbekasa; Silaban, Tri Oktavia Hartati; Tinggi, Rosyeline
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 14, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v14i01.8431

Abstract

Penelitian ini akan menganalisis realitas jejaring antara manusia Kristen dalam konteks dialog moderasi beragama, khususnya terkait penyebaran informasi palsu pada era digital. Fokus utama penelitian adalah pada bagaimana jejaring digital memengaruhi interaksi antarmanusia Kristen dan bagaimana merespons informasi palsu yang dapat memengaruhi dialog keagamaan. Penelitian ini melibatkan analisis mendalam terhadap polarisasi dan ekstremisme beragama yang mungkin muncul akibat penyebaran informasi palsu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana tanggap umat Kristen dalam menyikapi berita palsu lewat jejaring sosial sebagai bentuk analisis dalam mengembangkan moderasi beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskripti, studi kepustakaan, dan analisis lapangan. Penelitian yang dilakukan oleh Leman, Sokarno dan beberapa penulis lainnya mengemukakan bahwa teknologi digital acap kali dimanfaatkan sebagai bagian dari penyebaran berita palsu yang merugikan sebagai besar penduduk Indonesia, untuk itu teknologi digital mesti dikelolah sebagai bagian dari pemberitaan injil oleh misi gereja. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang dinamika jejaring antara manusia Kristen dalam konteks dialog moderasi beragama, khususnya terkait dengan penyebaran informasi palsu. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat membantu pengembangan strategi dan pedoman praktis untuk mempromosikan dialog yang sehat dan moderasi beragama di era digital
Fenomena Perkawinan Tungku Cu di Manggarai dalam Terang KHK 1091 Sunardi, Dionisius; Endi, Yohanes; Syukur, Robertus; Wiparlo, Valerianus
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 14, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v14i01.6177

Abstract

Fokus utama tulisan ini adalah melihat fenomena pernikahan Tungku Cu di Manggarai dalam terang KHK 1091. Pernikahan Tungku Cu merupakan pernikahan yang terjadi dengan tetap memiliki hubungan darah, yaitu anak dari saudara dan anak dari saudari. Pernikahan sedarah ini bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik seperti yang tertulis dalam Kitab Hukum Kanonik. Gereja Katolik secara tegas menolak terkait dengan pernikahan sesama saudara atau pernikahan dengan asal usul yang sama. Penulis menggunakan metode studi pustaka dan wawancara. Tulisan ini memberikan kontribusi terhadap kehidupan sosial dan kehidupan Gereja dengan adanya temuan baru terkait dengan fenomena pernikahan Tungku Cu di Manggarai dalam terang KHK 1091.  Adapun beberapa temuan dalam tulisan ini: pertama, cinta akan kedua pasangan menjadi alasan yang masuk akal dari sudut pandang Gereja dan dunia. Kedua, alasan belis (mahar) yang terlalu tinggi sehingga pernikahan antara keluarga dapat mengurangi belis. Ketiga, kedua pasangan telah hidup bersama dan memiliki anak. Keempat, Gereja Keuskupan Ruteng akan tetap memberi dispensasi terhadap fenomena Tungku Cu di manggarai berdasarkan KHK sebagai bentuk kemurahan hati Gereja, dengan tetap mempertimbangkan alasan yang logis dan alasan yang kuat. Kelima, dispensasi diberikan sebagai bentuk penghargaan Gereja terhadap budaya setempat.
Allah Sebagai The Wholeness: Relasi Integral Iman Katolik dan Sains Modern Menurut Ilia Delio Kelabur, Arnoldus Arif Sumara
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 14, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v14i01.7582

Abstract

Artikel ini bertujuan mengemukakan paradigma teologi kosmik Delio tentang Allah sebagai The Wholeness. Paradigma itu secara sederhana mengacu kepada kesadaran bahwa seseorang adalah bagian dari keseluruhan dan keseluruhan menjadi bagian dari orang itu. Dalam kesadaran itu, seseorang meyakini dan melihat Allah dalam alam semesta sebagai proses kehidupan yang dinamis, terbuka (unfolding life), dan kreatif. Metode yang dipakai dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan. Penulis mengkaji tulisan-tulisan Delio berupa buku dan artikel ilmiah. Delio melihat keserupaan spirit antara penemuan-penemuan sains dan iman Katolik. Penemuan-penemuan sains seperti kosmologi Einstein, teori khaos, dan teori evolusi memperlihatkan gambaran ruang-waktu yang bersifat dinamis, relasional, dan terbuka. Dalam iman Katolik, gambaran itu juga diperlihatkan dalam pemahaman tentang Kristus kosmik. Dalam Kristus, setiap makhluk saling berbagi dalam keterhubungan mereka dengan dimensi kehidupan kosmik. Oleh karena itu, Delio menyelidiki arti Kristus kosmik itu dalam Kitab Suci, Bapa-Bapa Gereja, dokumen Konsili Vatikan II, dan Ajaran Sosial Gereja (ASG).
Transformasi Diri Melalui Perjalanan Spiritual: Sebuah Pembacaan Lintas Tekstual Kisah Elia (1Raj 19:1-8 ) dan Arjuna (Wahyu Makutarama) Koconegoro, Thomas Aquinas; Tanureja, Indra
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 14, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v14i01.9508

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah pembacaan lintas tekstual tentang perjalanan spiritual Elia, seorang nabi Israel kuno, dan Arjuna, pahlawan dalam Mahabharata. Kedua kisah tersebut menceritakan tentang pencarian makna di tengah krisis. Elia, setelah kemenangan atas para nabi Baal, melarikan diri ke padang gurun karena ancaman dari Ratu Izebel. Di sana, ia mengalami depresi dan keputusasaan, mempertanyakan makna hidupnya dan perannya sebagai nabi Tuhan. Namun, dalam pertemuan dengan Tuhan di Gunung Horeb, Elia menerima penghiburan dan penegasan kembali atas panggilannya. Arjuna, pada malam pertempuran besar melawan saudara-saudaranya sendiri, mengalami keraguan dan ketidakpastian. Ia melakukan perjalanan panjang untuk menerima Wahyu Makutarama. Tujuan artikel ini adalah mengindentifikasi dinamika perjalanan pencarian jati diri dalam konteks krisis eksistensial dan bagaimana para tokoh mengalami peneguhan dan jawaban atasnya. Metode yang digunakan adalah Kritik Performa Alkitab, Biblical Performance Criticism (BPC) dan pembacaan lintas tekstual. Perbandingan kedua teks membuka eksplorasi tema-tema serupa dan prinsip bersama dalam pencarian jati diri. Kedua cerita tersebut menunjukkan bagaimana keraguan dan kebingungan merupakan bagian alami dari pencarian makna, dan melalui perjumpaan dengan kekuatan yang Ilahi, para tokoh dapat menemukan kekuatan dan pencerahan untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan hidupnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5