cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2008)" : 6 Documents clear
KUNTI IBU YANG PERAWAN DALAM EPOS MAHABHARATA Kartika Setyawati
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2702

Abstract

Tulisan ini akan mengungkapkan parthenogenesis dalam diri Kunti yang terdapat pada Epos Mahabarata. Parthenogenesisi ini tidak dapat dilepaskan dari peran Kunti melahirkan para pahlawan perang Bharatayuddha dan dia sendirilah yang turut andil terhadap terjadinya perang tersebut. Digambarkan bahwa Kunti merupakan ibu Pandawa, sekaligus Karna yang saling berlawanan dalam perang tersebut. Kunti mendampingi Pandawa sampai pada waktunya dilepas ketika Pandawa menemukan pelindungnya yaitu Dropadi. Kunti (dan Dropadi) bukan wanita lemah, dia merupakan salah satu pendorong terjadinya perang Bharatayuddha. Kunti adalah ibu yang perawan, yang menjadi jalan bagi para dewa untuk berinkarnasi ke dunia dalam rangka memulihkan Perthiwi dari para daitya yang menjelma ke dunia. Penghinaan Korawa terhadap Dropadi di balairung kerajaan Hastinapura sangat menyakitkan hati Kunti. Itulah alasan Kunti menginginkan agar perang tidak dibatalkan.KATA KUNCI Kunti, ivirgin birth, parthenogenesis, Mahabharata
KONSEP RELIGI DAN NILAI HISTORIS DALAM KAKAWIN BRAHMANDA PURANA Fransisca Tjandrasih Adji
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2703

Abstract

Kakawain Brahmana Purana memuat suatu religi dari masyarakat yang memiliki keyakinan pralaya peleburan agung. Keyakinan ini diungkapkan dengan ajaran tentang dharma-adharma, caturwarna, purusartha, dan karmaphala.Pada saat ini masyarakat pendukung keyakinan tersebut adalah Bali, yang diwujudkan dalam bentuk upacara Eka Dasa Rudra. Upacara ini diselenggarakan 100 tahun sekali atau pada saat Panca Wali Krama yang ke-10. Eka Dasa Rudra inilah mecaru yang paling besar di Bali dan merupakan upacara persembahan kurban bagi Sang Hyang Widi Wasa. Tujuan peneyelenggaraan upacara ini adalah musnahnya segala kegelapan, sehingga kehidupan manusia dapat bahagia lahir dan batin. Makrokosmos dan mikrokosmos juga dikembalikan dalam keadaan yang bersih dan suci, sehingga muncul kehidupan atau kelahiran yang baru. Kelahiran kembali ini merupakan lambang utpatti.Dalam kaitannya dengan nilai historis, upacara Eka Dasa Rudra merupakan lambang penyucian terhadap bencana yang terjadi di Bali yaitu perang Kusamba pada zaman Kerajaan Klungkung. Dengan demikian, Kakawin Brahmana Purana merupakan monumen peristiwa perang Kusamba.KATA KUNCI kakawin, religi, nilai historis, Eka Dasa Rudra
PEMAKNAAN BELENGGU DENGAN TEORI DAN METODE SEMIOTIK Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2704

Abstract

Tulisan ini bertujuan melakukan pemaknaan Belenggu dengan teori dan metode semiotik yang beranjak dari asumsi dasar bahwa bahasa sastra memiliki konvensi tambahan sehingga sastra memiliki meaning of meaning . Kajian dan pemaknan tersebut dibatasi pada pembacaan heuristik, penafsiran terhadap jenis-jenis tanda yang meliputi ikon, indeks, dan simbol-simbol dominan yang memiliki satuan makna, serta eksplisitasi matriks, model, dan varian-varian.Pemaknaan roman Belenggu dengan teori dan metode semiotik ini membuka peluang bagi pembaca untuk menafsirkan roman tersebut pada tataran bahasa dan sastra, serta melakukan konkretisasi terhadap ruang kosong (the empty spaces) yang tidak diungkapkan secara eksplisit dalam teks. Tema masa lampau yang menjauh dan masa depan yang belum pasti yang menjadi inti roman Belenggu merupakan hasil konkretiasi terhadap ruang kosong dalam teks.KATA KUNCI semiotik, heuristik, matriks, model
BEBERAPA PERMAINAN BAHASA DAN PERMAINAN LOGIKA DALAM HUMOR SMS Paulus Ari Subagyo
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2705

Abstract

Humor SMS merupakan manifestasi manusia sebagai homo ludens (makhluk bermain). Dalam humor SMS dijumpai beberapa permainan bahasa: (a) pemendekan, (b) pemanjangan, (c) persajakan, (d) pelesetan, (e) pelesapan, (f) penambahan bertahap, (g) nama, dan (h) fitur-fitur bahasa lain. Di samping itu, juga ditemukan beberapa permainan logika yang meliputi: (a) praanggapan, (b) kesimpulan, (c) implikatur, (d) analogi, dan (e) perbandingan.KATA KUNCI humor, SMS, permainan bahasa, permainan logika
MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU PALEMBANG: STUDI TENTANG BENTUK, REFEREN, DAN KONTEKS SOSIOKULTURALNYA Purnama, Hanu Lingga
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2706

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan penelitian yang mengkaji bentuk, referen, dan konteks sosiokultural makian dalam bahasa Melayu Palembang. Studi tentang bentuk, memperoleh makian bentuk kata, frasa, dan klausa. Studi tentang referen, memperoleh pelbagai referen makian, yakni keadaan, sifat, etnis, binatang, makhluk halus, benda, bagian tubuh, aktifitas, dan profesi. Studi konteks sosiokultural, memperoleh empat konteks sosiokultural makian, yakni agama, adat, status sosial, dan kondisi sosial. Bentuk, referen, dan konteks sosiokulturalnya merupakan tiga dimensi esensial yang saling berhubungan dalam menentukan makna tuturan makian.KATA KUNCI bentuk makian, referen, konteks sosiokultural
MENCARI PARAMETER PRILAKU KETERPILAHAN DALAM BAHASA INDONESIA F.X. Sawardi
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2707

Abstract

Artikel ini mendiskusikan parameter untuk menentukan perilaku keterpilahan dalam konsep tipologi akusatif ergatif. Parameter yang diangkat dalam penelitian ini adalah nominalisasi argumen agen dengan prefiks peN- . Dengan parameter tersebut verba bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu verba intransitif yang argumen dapat dinominalkan dengan peN- (yaitu argumen yang mirip agen) dan argumen verba intransitif yang tidak dapat dinominalkan dengan afiks peN- (argumen yang mirip pasien). Dengan sudut pandang seperti itu, parameter keterpilahan dalam bahasa Indonesia dapat ditentukan, dan perilaku keterpilahan bahasa Indonesia dapat dijelaskan.KATA KUNCI tipologi, keterpilahan, akusatif, ergatif

Page 1 of 1 | Total Record : 6