cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
SIGNIFIKANSI ENAM PUISI DALAM ANTOLOGI PUISI MANTRA ORANG JAWA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO: KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE Septina Krismawati
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.974

Abstract

Mantra Orang Jawa (MOJ) merupakan penulisan ulang mantra-mantra Jawa dalam bentuk puisi. Dalam kebudayaan Jawa, mantra memiliki fungsi yang tidak terbatas. Hal tersebut menimbulkan suatu asumsi bahwa dalam kumpulan puisi MOJ yang merupakan puitisasi mantra-mantra Jawa terdapat sebuah signifikansi (makna) yang khusus. Signifikansi tersebut tidak disampaikan secara langsung, melainkan melalui tanda-tanda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses pencarian signifikansi terhadap enam puisi dalam antologi MOJ yang disampaikan melalui tanda-tanda. Pencarian signifikansi menggunakan teori semiotika Riffaterre. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, keenam puisi yang menjadi sampel memiliki signifikansi yang berbeda. Dalam masing-masing puisi tersebut ditemukan adanya pandangan-pandangan khusus dari masyarakat Jawa terhadap kehidupannya. Pandangan hidup masyarakat Jawa tersebut berfungsi untuk mendapatkan kesempurnaan hidup.Kata kunci : mantra orang jawa, semiotika riffaterre, signifikansi (makna)
PRASANGKA GENDER DAN EMANSIPASI PEREMPUAN DALAM NOVEL SANG MAHARANI KARYA AGNES JESSICA Benedikta Haryanti
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.975

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica. Prasangka gender adalah anggapan yang salah kaprah tentang gender dan jenis kelamin. Emansipasi perempuan adalah pelepasan diri perempuan dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah serta pembebasan diri dari kekangan hukum yang membatasi kemungkinan-kemungkinan untuk berkembang dan maju. Prasangka gender dalam novel Sang Maharani adalah (a) harga perempuan hanya terletak pada kecantikannya, (b) perempuan tidak pantas untuk bersekolah tinggi-tinggi karena tugas utama perempuan adalah melayani suami dan bekerja layaknya ibu rumah tangga, (c) perempuan selalu dianggap satu tingkat lebih rendah dari laki-laki, dan (d) stereotip ibu tiri yang jahat dikukuhkan oleh tokoh Sari. Prasangka gender tersebut kemudian mendorong lahirnya emansipasi perempuan. Emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani adalah (a) perempuan berani bangkit dari keterpurukan, (b) perempuan terjun dalam bidang publik, dan (c) pemaknaan ulang terhadap virginitas.Kata kunci : kritik sastra feminis, prasangka gender, emansipasi perempuan.
IDIOM YANG BERUNSUR KATA KERJA DALAM BAHASA INDONESIA I. Praptomo Baryadi
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.976

Abstract

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa idiom yang berunsur kata kerja dalam bahasa Indonesia sangatlah produktif. Berdasarkan bentuknya, kata kerja yang digunakan sebagai unsur pembentuk idiom dalam bahasa Indonesia mencakup (i) akar, (ii) kata kerja dasar, (iii) kata kerja berawalan me(N)-, (iv) kata kerja berawalan ber-, (v) kata kerja berawalan ter-, (vi) kata kerja berawalan di-, (vii) kata kerja berimbuhan ke-an. Kata kerja yang paling produktif digunakan sebagai unsur idiom adalah katakerja berawalan me(N)-.Kategori kata yang secara dominan mengikuti kata kerja di atas sehingga membentuk idiom adalah kata benda. Kategori kata yang lain, misalnya kata kerja, kata sifat, dan frasa preposisional dapat pula mendampingi kata kerja sehingga membentuk idiom, tetapi jumlahnya amat terbatas. Dengan demikian, berdasarkan kategorinya, idiom yang berunsur kata kerja dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi tujuh tipe, yaitu (i) akar + kata benda, (ii) kata kerja dasar + kata benda, (iii) kata kerja berwalan me(N)- + kata benda, (iv) kata kerja berawalan ber- + kata benda, (v) kata kerja berawalan ter- + kata benda, (vi) kata kerja berawalan di- + kata benda, dan (vii) kata kerja berawalan ke-an + kata benda.Aspek semantik akan memperjelas perbedaan konstruksi yang termasuk idiom dan konstruksi yang bukan idiom. Rumus idiom adalah A + B menimbulkan makna C, sedangkan rumus konstruksi bukan idiom adalah A + B menimbulkan makna AB. Dari segi pragmatik, idiom digunakan untuk mengungkapkan maksud secara tidak langsung atau secara tidak harfiah. Idiom digunakan untuk menyembunyikan kenyataan. Idiom yang bersunsur kata kerja dalam bahasa Indonesia dipakai untuk menyembunyikan perbuatan, perilaku, atau keadaan manusia, baik atau buruk, biasa atau luar biasa.Kata kunci : idiom, bahasa Indonesia, kata kerja, semantik, pragmatik.
PERMAINAN BAHASA DALAM WACANA GOMBAL Sony Christian Sudarsono
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.984

Abstract

Wacana gombal (WG) merupakan bentuk komunikasi verbal yang memerlukan kreativitas yang tecermin dalam permainan bahasa. Dalam WG dijumpai beberapa permainan bahasa dengan memanfaatkan aspek-aspek kebahasaan yang meliputi (i) aspek fonologi: permainan fonem dan penambahan suku kata, (ii) aspek sintaktis: pertalian kata dalam frasa dan pertalian antarklausa, (iii) aspek semantik: polisemi, homonimi, idiom, peribahasa, hiperbola, elipsis, metafora, dan personifikasi, dan (iv) aspek wacana: pantun, silogisme, dan entailmen.Kata kunci : gombal, humor, permainan bahasa, aspek-aspek kebahasaan.
D. N. AIDIT, SASTRA, DAN GELIAT ZAMANNYA Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.972

Abstract

D. N. Aidit merupakan salah satu pemimpin PKI terpenting dalam sejarah organisasi tersebut. Menurut Hindley (1962: 409), ada tiga periode sejarah PKI yang menarik untuk diperhatikan. Periode I (1920 1927) adalah periode tujuh tahun pertama sampai dengan kegagalan dalam perang 1927. Pada masa ini, aktivitas-aktivitas komunis dipandang sebagai aksi ilegal atau aksi teroris oleh penguasa kolonial. Periode II (1945 1948) adalah periode tiga tahun, sejak kemerdekaan RI sampai dengan September 1948 yaitu masa kegagalan kudeta di Madiun. Periode III (1951-1965) adalah periode sebelas tahun masa kepemimpinan Aidit yang mengontrol partai secara penuh. Jumlah penganut komunis bertumbuh pesat, terutama di bawah kepemimpinan D. N. Aidit. Tidak banyak yang mengenal Aidit sebagai seorang penyair. Tulisan ini bermaksud merunut dan mengungkap puisi-puisi Aidit dari segi struktur maupun gagasangagasannya dalam geliat zamannya untuk memaparkan wajah lain tokoh pengkhianat itu.Kata kunci : Partai Komunis Indonesia (PKI), Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), formasidiskursif, geliat zaman.
NILAI NASIONALISME YANG TERKANDUNG DALAM KAMI, PEREMPUAN KARYA ARMIJN PANE: KAJIAN PASCAKOLONIAL Christopher Allen Woodrich
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.973

Abstract

The Japanese invasion of the Dutch East Indies in 1942 did nothing to kill the blossoming nationalism which had swept throughout the colony in since the early 20th century. Although the Japanese viewed Indonesia as a source of resources to fuel their war efforts, training Indonesians to protect this vision, the Indonesians themselves used the situation to modernise their military techniques in preparation for a revolution. Such efforts are evident in Kami, Perempuan, a short stage play from 1943 written by Armijn Pane. In showing the interactions between the spaces of the individual and the nation, he ignores the implications of the new military units intended purpose and, as such, renders it unimportant. He also expresses concern that the individualistic and self-serving ideals promoted by the Dutch colonials would hinder the cause for freedom.Key words : Armijn Pane, Kami Perempuan, Nationalism, PETA.

Page 1 of 1 | Total Record : 6