cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Preventia
ISSN : 25282999     EISSN : 25283006     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Preventia merupakan jurnal dari program studi ilmu kesehatan masyarakat. Jurnal Preventia terbit pertama kali bulan Juni tahun 2016. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, memuat artikel hasil penelitian dan hasil pemikiran dibidang Kesehatan Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
EFEKTIVITAS PENYULUHAN BERBASIS POWER POINT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG PENCEGAHAN CACINGAN PADA SISWA KELAS V DAN VI SDN 01 KROMENGAN KABUPATEN MALANG Suci Nur Ramadhani; Sapto Adi; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.325 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p8-16

Abstract

Hasil survey Dinas Kesehatan pada tahun 2013 prevalensi kejadian cacingan yang ditularkan melalui tanah di Sekolah Dasar (SD) mencapai 28,12 persen, dengan rincian 60 persen siswa terinfeksi cacing gelang; 16 persen siswa terinfeksi cacing cambuk; dan 7 persen  siswa terinfeksi cacing tambang. Prevalensi cacingan di SDN 01 Kromengan menjadi yang tertinggi dibandingkan sekolah lain di Kabupaten Malang, yaitu mencapai 48 persen. Untuk menekan angka prevalensi cacingan, dilakukannya penyuluhan menggunakan power point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas power point sebagai media penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa kelas V dan VI SDN 01 Kromengan. Penelitian ini bersifat quasi experimental dengan metode pretest-postest group design. Dengan subjek penelitian 42 siswa dengan menggunakan total sampling, yang dilakukan di SDN 01 Kromengan Kabupaten Malang, dan dilakukan pada bulan April-Mei 2017. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung pada siswa. Analisis data menggunakan uji t-berpasangan dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan adanya pengaruh dengan hasil uji paired sample test yaitu terdapat perbedaan antara pretest-posttest dengan t-hitung pengetahuan (-10,094), sikap (-7,658), dan perilaku (-8,762) kurang dari t-tabel (1,684). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan menggunakan media power point dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa kelas V dan VI SDN 01 Kromengan Kabupaten Malang.
HUBUNGAN ANTARA RATA-RATA PENDAPATAN KELUARGA DAN TINGKAT KEDEWASAAN IBU DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISADEA KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Shyska Yuli Puspita Indahsari; Setyo Budiwanto; Septa Katmawanti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.007 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p17-26

Abstract

Peningkatan penderita diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cisadea selama tiga tahun terakhir tidak luput dari faktor pengetahuan seorang ibu dalam merawat anak, dimana kedewasaan seorang ibu dan pendapatan keluarga dapat mendorong derajat kesehatan keluarga terutama balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan rata-rata pendapatan keluarga dan tingkat kedewasaan ibu dengan tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada balita. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 20 ibu dari anak balita yang pernah berobat di Puskesmas Cisadea dengan keluhan diare. Instrumen yang digunakan berupa tes pengetahuan, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai chi-square tingkat kedewasaan ibu 82,002 lebih besar dari nilai X tabel , (2) Nilai chi-square  rata-rata pendapatan keluarga 40,992 lebih besar dari nilai X Tabel 7,815, (3) Nilai chi-square  dan tingkat kedewasaan ibu dengan tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada balita 122,994 lebih besar dari nilai X Tabel. Kesimpulan, (1) Ada hubungan yang  signifikan antara tingkat kedewasaan ibu dengan tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada balita, (2) Ada hubungan yang signifikan antara rata-rata pendapatan keluarga dengan tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada balita.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KO-INFEKSI TUBERCULOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DI KABUPATEN MALANG Nurin Marfidhotul Iftitah; Sapto Adi; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.383 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p27-34

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan koinfeksi TB Paru pada pasien HIV/AIDS di Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode case control (restropektif). Metode sampling yang digunakan adalah non probability total sampling dengan 20 sampel dari kelompok kasus dan 20 sampel dari kelompok kontrol. Kelompok kasus merupakan pasien HIV dengan koinfeksi TB sedangkan kelompok kontrol merupakan pasien HIV yang tidak menderita koinfeksi TB. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Univariate (Analisis Deskriptif) dan Analisis Bivariate dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontak pasien  koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB, stadium klinis pasien koinfeksi TB-HIV dan, tingkat pendidikan pasien koinfeksi TB-HIV, riwayat asma pasien koinfeksi TB-HIV, dan riwayat diabetes pasien koinfeksi TB-HIV. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kontak pasien  koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB, stadium klinis pasien koinfeksi TB-HIV, dan tingkat pendidikan pasien koinfeksi TB-HIV memiliki hubungan secara signifikan dan merupakan faktor risiko terhadap terjadinya koinfeksi TB pada pasien HIV di Kabupaten Malang. Faktor lain yaitu riwayat asma pasien koinfeksi TB-HIV dan riwayat diabetes pasien koinfeksi TB-HIV tidak memiliki hubungan secara signifikan dan merupakan faktor protektif terhadap terjadinya koinfeksi TB pada pasien HIV di Kabupaten Malang.
PENGARUH AKTIVATOR DALAM KOMPOS TAKAKURA TERHADAP TANAMAN CABAI Shofiyah Salma Farumi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.01 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p55-63

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan pertambahan jumlah sampah di Indonesia. Sampah harus dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan penyakit bagi masyarakat di lingkungan sekitar sampah. Salah satu solusi untuk mengurangi timbulan sampah adalah melakukan composting. Komposting adalah proses penguraian materi organik dengan bantuan mikroorganisme. Waktu umum untuk pengomposan adalah 3 sampai 4 bulan. Untuk mempecepat waktu kompos dapat menggunakan aktivator seperti molase (tetes tebu), EM4, dan cairan lindi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivator molase, EM4, dan lindi dalam kompos Takakura terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman cabai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Proses pengomposan dilakukan selama 37 hari dan monitoring pada tanaman selama 11 hari. Analisis dilakukan secara deskriptif dan statistik. Uji T dan Uji Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui pengaruh aktivator terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman cabai. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan adanya pengaruh antara aktivator molase dan EM4 pada jumlah daun tanaman cabai, dan tidak ada pengaruh antara aktivator lindi pada jumlah daun tanaman cabai. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya pengaruh dari semua aktivator (molase, EM4 dan lindi terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman cabai.
Aktivitas Fisik Berjalan Kaki terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular (Noncommunicable disease) : Literatur Review Iriyani Harun
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v5i22020p64-79

Abstract

Non-communicable diseases are chronic diseases that tend to last longer and are the result of a combination of genetic, environmental and lifestyle factors that show increasing numbers and are the number one cause of death in the world. One of the factors that cause the increasing prevalence of NCD is physical inactivity to contribute to global death and is expected to continue to increase. In Indonesia, the inactive condition also has increased so that it has a higher risk of suffering from cardiovascular diseases such as hypertension, obesity, hypercholesterolemia, and several other diseases.Walking is one form of simple physical activity that can be accessed by everyone and is beneficial to health, but research related to increasing physical activity, especially walking for handling non-communicable diseases is still very limited, especially in Indonesia. This review article aims to present some information related to the benefits of physical activity, especially walking as an effort to deal with the problem of non-communicable diseases such as hypertension, hypercholesterolemia, and obesity. The study method was conducted on several articles obtained from online search results through, Scopus, PubMed, Google Scholar, Science Direct, published in the last 10 years with keywords walking, physical activity, hypertension, lipid profile, obesity. The results of the study showed that walking interventions and dietary changes had a significant influence on the prevention of non-communicable diseases such as hypertension, hypercholesterolemia, and obesity. Components of walking exercise interventions such as frequency, duration, and intensity are the main keys to the success of the intervention. The review provided can be useful as one of the health promotion strategies to increase daily physical activity and reduce chronic illness in inactive adults.
Literature Review : Stigma Masyarakat Terhadap Covid–19 Kartika Sari Wanodya
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v5i22020p107-111

Abstract

Abstract: The drastic increase in cases of COVID-19 and the way it is transmitted has resulted in fear in the community which has the potential to lead to social stigma. Research in the form of a literature review of 7 studies conducted in 2020 with the aim of knowing the stigma of society against COVID-19. The factor that causes public stigma against COVID-19 is the level of knowledge that affects individual perceptions and actions and the dissemination of non-credible information. The form of stigma given can be in the form of discrimination, labeling and stereotypes. The impact of stigma on COVID-19 can create barriers to contact tracing affect resulting in reporting of cases and stress and potentially disrupting mental health. Prevention of COVID-19 can be done by providing education, health promotion, providing credible information and controlling hoax news, and providing psychological support for counseling to individuals who are stigmatized by society.
Pembuatan Instrumen Teknologi Perencanaan Menu Diet Pratiwi Hariyani Putri; Fildzah Karunia Putri; Endang Sulistiyani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v5i22020p80-85

Abstract

This study aims to create a Diet Menu Planning Technology Instrument. The model used for making the instrument is procedural. This model is a descriptive model with a description of the development steps according to the research needs. R and D was chosen as the procedural approach. The development steps are (1) analysis of the weaknesses of the diet menu-planning instrument currently in use, (2) analysis of the instrument specifications for new technology, (3) instrument design, and (4) instrument testing. The resource persons in this study were lecturers of the nutrition study program and selected using purposive sampling technique to obtain data on the needs for dietary menu planning technology instruments. The types of data produced in this study are qualitative and quantitative data. The final product of this diet menu planning automatic instrument is named "Menu Harianku". This product is used as an instrument to assist the nutritional care process. The final product is a display of the food menu along with information on nutrients and percentage of fulfillment based on the nutrition needs of each individual. The results of the functionality test show a value of 100 percent, meaning that all the features available can work properly.
Penerimaan Cergam Pakai Masker Yuk pada Guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Blimbing Kota Malang Rany Ekawati
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p1-6

Abstract

COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2 dengan menunjukkan gejala gangguan pernafasan akut seperti demam diatas 38 derajat celcius, batuk dan sesak nafas bagi manusia. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini dibagi menjadi empat bagian yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, pembuatan laporan. Jumlah kasus Positif covid-19 di Kecamatan Blimbing terbanyak dari pada kecamatan lain di Kota Malang sehingga anak-anak berisiko terkena Covid-19. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini mengedukasi anak sekolah TK di Kecamatan Blimbing dengan cerita bergambar Pakai Masker Yuk agar mau menggunakan masker di masa pandemi COVID-19. Media edukasi cergam mendapaTKan respon dari guru yaitu isi cerita baik sebanyak 71 persen, kalimat yang digunakan baik sebanyak 61,3 persen, suara dalam video baik sebanyak 54,8 persen. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sekolah TK yang berada di Kecamatan Blimbing dengan jumlah 31 TK mendapatkan edukasi dengan story telling Cerita Bergambar (cergam) Pakai Masker Yuk, dan dilengkapi dengan video edukasi yang menarik sehingga mendapatkan respon yang baik dari murid beserta guru.
Hubungan Stres Kerja dengan Burnout Perawat Rumah Sakit Erianto Fanani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v5i22020p86-89

Abstract

Latar belakang: Burnout adalah bentuk respon individu terhadap faktor penyebab stres yang terjadi di tempat kerja. Perawat merupakan profesi yang berisiko sangat tinggi terhadap stres. Selama proses pemberian pelayanan kesehatan, perawat berhadapan dengan situasi yang kompleks dan sarat beban emosional. Tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan yang banyak dapat berpotensi menjadi stresor bagi perawat. Stresor yang terjadi secara terus menerus dan tidak mampu diadaptasi oleh individu dapat menimbulkan kondisi burnout. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat stres kerja dan tingkat burnout perawat, serta untuk menganalisis hubungan antara stres kerja dengan burnout yang dialami perawat di rumah sakit. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancang bangun cross-sectional dan bersifat deskriptif analitik. Responden di rumah sakit Islam Malang dipilah menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Job Stress Survey dan Maslach Burnout Inventory. Analisis hubungan menggunakan cqi-square method. Hasil: 82,52 persen responden memiliki tingkat stres kerja sedang dan 17,48 persen responden memiliki tingkat stres kerja rendah. 30,1 persen responden memiliki tingkat burnout tinggi dan 69,9 persen responden memiliki tingkat burnout sedang. Analisis data menunjukkan variabel tingkat stres kerja tidak berhubungan (p lebih dari 0.05) dengan variabel tingkat burnout perawat. Kesimpulan: Perawat di rumah sakit mayoritas memiliki tingkat stres kerja sedang dan tingkat burnout sedang. Namun, hasil analisis hubungan menunjukkan stres kerja yang dialami perawat tidak berhubungan dengan burnout-nya. Dibutuhkan penelitian terhadap faktor penyebab burnout lainnya, seperti faktor individu dan lingkungan sosial di tempat kerja.
Gambaran Penggunaan Garam Beryodium di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Ary Kusmita; Ayik Mirayanti Mandagi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p7-12

Abstract

Masalah Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Pemetaan GAKY pada anak sekolah yang dilakukan melalui survey nasional GAKY oleh Departemen Kesehatan menunjukan angka TGR di Indonesia mencapai 11,1 persen. GAKY diketahui mempunyai kaitan yang erat dengan gangguan perkembangan mental dan kecerdasan sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran praktek penggunaan garam beryodium di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu rumah tangga yang ada di Desa Telemung sebanyak 80 orang dipilih dengan menggunakan metode accident sampling. Data tentang pengetahuan penggunaan garam beryodium dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dengan dipandu instrumen kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 93,8 persen dari 80 ibu rumah tangga yang telah menggunakan garam beryodium. 33,8 persen dari 80 ibu rumah tangga yang menambahkan garam pada makanan setelah matang. 95 persen dari 80 ibu rumah tangga yang mennyimpan garam di wadah yang tertutup. Dan 3,8 persen dari 80 ibu rumah tangga yang meletakkan garam jauh dari kompor yakni lebih dari satu meter. Kesimpulan penelitian ini adalah ketersediaan dan penggunaan garam, wadah dan lokasi penyimpanan garam sudah sangat baik, akan tetapi praktek penggunaan garam masih kurang.

Page 7 of 14 | Total Record : 135