cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018): July" : 13 Documents clear
Hubungan Pola Asuh Orangtua dan Kemandirian Anak Autis Dika Dwi Lestari; Sopingi Sopingi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.19 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p39-42

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya diperlukan peran guru sebagai pendidik di sekolah untuk mengembangkan potensi anak, namun juga diperlukannya kepedulian orangtua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil observasi awal ditemukan ada hubungan antara pola asuh orangtua dan kemandirian anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola asuh orang tua (Y) dan kemandirian anak autis (X) di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan observasi. Data dianalisis dengan analisis korelasional Rank Spearman. Hasil penelitian: terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (X) dan kemandirian anak autis (Y) dimana nilai korelasi spearman rho sebesar 0.873 dengan taraf signifikansi 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan linier positif dan searah antara pola asuh orang tua (X) dan kemandirian anak autis (Y) dan memiliki hubungan yang kuat.In the learning activity, it not only needs teachers played role as educator in school in order to develop child’s potentials; however, it also needs parent’s care to the child’s growth and development. The result of initial observation found the relationship between parenting and independence of child with autism. This research aims to know the relationship between parenting (X) and independence of child with autism (Y) in Extraordinary School of Autism Laboratory State University of Malang. This research conducted by using quantitative method and correlational research design. Data collection performed by using questionnaire and observation. Data analyzed by using correlational analysis of Rank Spearman. The research result showed that there was significant relationship between parenting (X) and independence of child with autism (Y) where Spearman correlational value was 0.873 with significance level of 0.000. Conclusion from this research was there was positively linear relationship between parenting (X) and independence of child with autism (Y) as well as had strong relationship.
Kesediaan Guru Pendidikan Khas dalam Melaksanakan Mata Pelajaran Asas Tanaman Nurul Farahah Derapa; Suziyani Mohamed
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.026 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p066

Abstract

Kurikulum Standard Sekolah Menengah Pendidikan Khas (KSSM PK) dilaksanakan awal tahun 2017. Mata pelajaran Asas Tanaman adalah satu daripada tujuh mata pelajaran yang terdapat di dalam Kemahiran Asas Vokasional. Terdapat tiga objektif kajian iaitu untuk mengenal pasti kesediaan guru dalam aspek pengetahuan, kemahiran dan sikap dalam melaksanakan pengajaran Asas Tanaman, mengenal pasti perbezaan pengetahuan guru dalam melaksanakan pengajaran Asas Tanaman berdasarkan kehadiran kursus Asas Tanaman serta mengenal pasti perbezaan kemahiran guru dalam melaksanakan pengajaran Asas Tanaman berdasarkan pengalaman mengajar Kemahiran Hidup Pertanian. Kajian tinjauan pendekatan kuantitatif ini melibatkan 60 orang guru yang dipilih dalam kalangan guru pendidikan khas yang mengajar mata pelajaran Asas Tanaman di Program Pendidikan Khas Integrasi. Data dikumpulkan menggunakan satu set soal selidik yang mengandungi 49 item. Soal selidik tersebut dibina berdasarkan skala likert lima mata. Data yang diperolehi dianalisis menggunakan perisian SPSS. Analisis statistik deskriptif dan inferensi digunakan untuk mendapatkan maklumat yang diperlukan berdasarkan persoalan kajian. Hasil keseluruhan dapatan kajian mendapati tahap pengetahuan, kemahiran dan sikap adalah tinggi (Min = 4.11) Tidak terdapat perbezaan yang signifikan kemahiran guru dalam melaksanakan pengajaran Asas Tanaman berdasarkan pengalaman mengajar Kemahiran Hidup Pertanian (p> 0.05). Terdapat perbezaan yang signifikan bagi kesediaan pengetahuan guru berdasarkan kehadiran kursus Asas Tanaman (p<0.05). Kajian ini dapat membantu Kementerian Pendidikan Malaysia dalam menyediakan kursus latihan kepada guru untuk menambahkan pengetahuan dan kemahiran dalam melaksanakan pengajaran Asas Tanaman. Perlaksanaan pengajaran Asas Tanaman yang berkesan dapat melahirkan murid berkeperluan khas masalah pembelajaran yang mempunyai pengetahuan dan kemahiran dalam bidang pertanian.
Penerapan Media Wain Word dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Tunarungu Yurika Nurani Dwiningtyas; Sulthoni Sulthoni
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.564 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p33-38

Abstract

Tunarungu merupakan anak yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar sehingga anak memiliki gangguan dalam berkomunikasi dan berbahasa. Dengan keterbatasan pemerolehan bahasa, anak tunarungu memiliki hambatan yaitu ketidakteraturan dalam menyusun letak kata menjadi susunan kalimat yang benar sesuai dengan struktur SPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media wain word terhadap kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa tunarungu kelas IX di SMPLB.Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimen design dengan desain penelitian one group pretest-posttest design serta menggunakan teknik analisis uji t.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan hasil post-test. Hasil yang diperoleh adalah nilai , yaitu 8,33 ≥ 2,998. Kesimpulan penelitian ini adalah media wain word dapat mempengaruhi kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia lebih baik pada siswa tunarungu kelas IX di SMPLB. Saran bagi guru yaitu menggunakan media pembelajaran ini sebagai bahan referensi untuk pembelajaran. Kata Kunci: Anak tunarungu, kemampuan menyusun kalimat, media wain word.Deaf is a child who has lost the ability to hear so that children have interference in communication and language. With the limitation of language acquisition, deaf children have obstacles that are irregularities in arranging the location of the word into the correct order of sentences in accordance with the structure SPOK. This study aims to determine the effect of wain word media, on the ability to compose Indonesian sentences deaf students in the grade IX in SMPLB.This research use pre-experiment design method with one group pretest-posttest design research and use t test analysis technique.The results showed a significant difference between pre-test results and post-test results. The result is t_count> t_tabel, that is 8,33 ≥ 2,998. The conclusion in this research is wain word media can influence the ability of compiling Indonesian sentence better on deaf student in the grade IX in SMPLB. Suggestion for teacher that is using this instructional media as reference material for learning.
Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan bagi Siswa Tunagrahita Sedang Gocik Vidia Hapsari Putri; M Shodiq AM; Asim Asim
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.376 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p048

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode SAS terhadap kemampuan membaca permulaan bagi siswa tunagrahita. Metode yang digunakan ialah metode eksperimen, dengan desain One Group Pretest Posttest Design. Analisis data menggunakan uji Anova One Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test = 50,4 dan nilai rata-rata post-test = 76,2. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita sebelum dan sesudah diberikan metode SAS. Hasil analisis uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 menunjukkan bahwa nilai signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa metode SAS berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan bagi siswa tunagrahita.The purpose of this research is to know the effect of SAS method on reading comprehension ability for students with intellectual disability. The method used is the experimental method, with the design of One Group Pretest Posttest Design. Data analysis using One Way Anova test. The results showed that the average value of pre-test = 50,4 and the average value of post-test = 76,2. This means that there is a significant difference in the reading ability of the students intellectual disability before and after the SAS method. The results of F test analysis obtained significance value of 0.002 indicates that the significance value <0,05 then Ho ditolak and Ha accepted. It can be concluded that the SAS method has an effect on the reading ability of the beginning for the students with intellectual disability.
Pengembangan Media Apron Sistem Pencernaan Manusia untuk Siswa Tunarungu Uswatun Khasanah; Ahmad Samawi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.087 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p022

Abstract

Hasil observasi tentang pembelajaran IPA kelas VIII SMPLB, materi paling sulit dipahami adalah sistem pencernaan, dikarenakan guru memiliki keterbatasan media. Tujuan penelitian menghasilkan produk media Apron Sistem Pencernaan Manusia untuk siswa tunarungu kelas VIII SMPLB. Penelitian menggunakan metode pengembangan model Borg and Gall. Data yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data meliputi deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan media layak digunakan siswa tunarungu kelas VIII SMPLB. Kesimpulan dari penelitian media Apron Sistem Pencernaan Manusia berhasil dikembangkan. Saran bagi guru dianjurkan menggunakan media apron, bagi peneliti selanjutnya disarankan mengembangkan media pada materi lain.From the observations of science teaching in class VIII SMPLB, the material most difficult to understand is the digestive system. That is because teachers have limited media. The purpose of this research and development was to produce products an Apron media of Human Digestive System for students with hearing impairment class VIII in SMPLB. This research method was adapted from Borg and Gall development model. The type of data was obtained by the qualitative and quantitative data. The collection of data was obtained using questionnaires and tests. Data analysis techniques was including qualitative and quantitative descriptive analysis. The result of this research was media well-used for students with hearing impairment of class VIII in SMPLB. The conclusion of this study media Apron Human Digestive System for deaf students of class VIII SMPLB has been successfully developed. Suggestions for teachers are encouraged to use apron media, for further research is suggested to develop media on other materials.
Studi Kasus Implementasi Layanan Pendidikan Inklusif di Kota Madiun Halim Jaya Persada; Mohammad Efendi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.571 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p007

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan sejauhmana sekolah inklusif yang ada di Kota Madiun melaksanakan layanan pendidikan inklusif. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dalam memperoleh data. Hasil yang didapat oleh peneliti adalah belum maksimalnya penyelenggraan layanan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah inklusif di kota Madiun. Persepsi tentang pendidkan inklusif yang masih minim, Guru Pembimbing Khusus (GPK) belum ada, fasilitas penunjang belum terpenuhi, sampai peran Dinas Pendidikan Kota Madiun yang belum maksimal dalam mengelola terlaksananya layanan pendidikan ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpukan bahwa Kota Madiun belum siap secara maksimal dalam menyelenggarakan sekolah inklusif.The purpose of this research is to describe how Madiun City implementing the inclusive education services. This research used the qualitative method. The reasercher used the observation, interview and documentation technique to collect the datas. The result was, the implementation of the inclusive education in Madiun City’s inclusive school has not maximum. The perception of inclusive education was still minimum. The Special Guidance Teacher has not been provided yet. The facilities were not fulfill and the Education Council of Madiun City already yet to organized this education services yet.. The final conclusion is that the Madiun City has not already organized the inclusive school yet.
Pelaksanaan Program Vokasional untuk Anak Autis Anis Chayrica Rezeika; Endro Wahyuno
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.456 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p1-6

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program vokasional anak autis di SLB Autis Laboratorium UM; (2) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program vokasional; (3) upaya yang dilakukan sekolah dalam menangani faktor penghambat pelaksanaan program vokasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dengan pengumpulam data, reduksi data, penyajian data, serta tahap penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan program vokasional di SLB Autis Laboratorium UM sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan teori. Faktor pendukung meliputi fasilitas yang cukup memadai, dukungan penuh dari orang tua siswa, serta perasaan/mood siswa ketika sedang belajar. Faktor penghambatnya adalah respon siswa ketika pembelajaran berlangsung, mood siswa, serta perhatian guru kepada siswa yang kurang, upaya sekolah menangani faktor penghambat yaitu guru memberikan perlakuan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan siswa.This study aims to describe (1) the implementation of vocational programs for autistic students at SLB Autis Laboratorium UM; (2) the supporting and inhibiting factors of the implementation of the vocational program; (3) the efforts undertaken by schools in addressing the obstacles to the implementation of vocational programs. This research used qualitative method. Data collection was done by interview, observation, and documentation. Data analysis began with data collecting, data reduction, data presentation, the phases of conclusion and verification. The result showed that the implementation of vocational program in SLB Autis Laboratorium UM has been running well based on the appopriate theory. Supporting factors included adequate facilities, full support from parents, and student’s feelings/moods when they were studying. Inhibiting factors were students’ response at the time of learning, student mood, and the teacher’s less attention to the student. An effort of school to handle these obstacles is the teacher give different treatment needed by students.
Peningkatkan Ketrampilan Motorik Kasar Siswa Down Syndrome melalui Senam Ceria Tulus Sukma Al Wafi; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.292 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p043

Abstract

Kurangnya ketrampilan motorik merupakan salah satu hambatan yang dimiliki oleh siswa down syndrome. Untuk meningkatkan ketrampilan motorik dapat dilakukan dengan senam ceria. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan video senam ceria terhadap ketrampilan motorik kasar siswa down syndrome. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Arief S. Sadiman (2010). Terdapat 3 subjek validasi yaitu, (1) validasi ahli media yang menunjukkan presentase 94%, (2) validasi ahli pembelajaran ABK yang memperoleh presentase 92%, dan (3) ahli materi yang memperoleh presensate 87%. Subjek uji coba dilakukan kepada 4 siswa down syndrome dengan diperoleh rata-rata ketuntasan adalah 100%. Artinya adalah video senam ceria sangat layak dan sangat efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan ketrampilan motorik kasar siswa down syndrome. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi baru dalam pengembangan media pembelajaran dan peningkatan ketrampilan motorik kasar.The lack of motor skills is one of the student’s obstacles with Down syndrome. To improve motor skills can be with “Senam Ceria”. To know utilization of “Senam Ceria” video about gross motor skills of students with Down syndrome is the purpose of this research and development using Arief S. Sadiman (2010) development model. There are 3 validation subjects are, (1) media expert showed the precentage of 94%, (2) ABK learning expert was obtaine of 92% and (3) a percentage of 87% was obtained from material expert. Subject trials conducted to 4 students with Down syndrome was obtaine an average achievement of 100%. It means “Senam Ceria” video is very valid and effective as a learning media to improve gross motor skills of students with Down syndrome. It is expected that the results of this study can be a new reference in the development of learning media and improvement of crude motor skills.
Pelaksanaan Jawi, Al-Quran, Bahasa Arab, Fardu Ain ( j-QAF) dalam Program Pendidikan Khas Integrasi Safarina Ujang; Norshidah Mohamad Salleh
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.402 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p059

Abstract

Artikel ini adalah satu meta analisis berkaitan program j-QAF yang dilaksanakan di Malaysia dalam program Pendidikan Khas Integrasi (PKKI). Oleh sebab kebanyakan Guru Pendidikan Islam yang melaksanakan j-QAF dalam Program Pendidikan Khas Integrasi adalah tidak berlatarkan belakangkan pengkhususan dalam bidang Pendidikan Khas maka terdapat permasalahan yang dihadapi oleh guru sebagai pelaksananya. Objektif artikel ini ialah untuk mengenal pasti  pengetahuan Guru Pendidikan Islam (GPI) melaksanakan j-QAF dalam program Pendidikan Khas. Selain itu tujuannya adalah untuk mengetahui tahap kesediaan Guru Pendidikan Islam (GPI) dalam Program Pendidikan Khas Integrasi. 34 artikel telah dianalisis berkaitan dengan kata kunci yang berkaitan dengan program j-QAF . Artikel yang dirujuk bagi reka bentuk kajian meta analisis ini didapati daripada Jurnal Pendidikan Islam, Jurnal Pendidikan  dan prosiding yang dicapai menggunakan pangkalan data EBSCOHOST . Dapatan daripada analisis artikel ini menunjukkan bahawa pengetahuan Guru Pendidikan Islam berkaitan pelaksanaan  j-QAF dalam Program Pendidikan Khas masih berada pada tahap sangat rendah. Manakala tahap kesediaan Guru Pendidikan Islam melaksanakan j-QAF dalam Program Pendidikan Khas Integrasi adalah sederhana dan perlu kepada pengukuhan pedagogi pengajaran Murid Berkeperluan Khas. Hasil  daripada penulisan artikel ini akan  dapat menambah pengetahuan dan memperbaiki amalan pengajaran serta memantapkan pelaksanaan  j-QAF dalam Program Pendidikan Khas Integrasi.
Senam Pagi untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Azizah Rahmawati; Abdul Huda
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.066 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p026

Abstract

Kemampuan intlektual yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan sosialnya, seperti interaksi yang tidak terarah, sehingga penanganan khusus ataupun upaya penyesuaian didalam menentukan strategi dan perencanan mengajarnya sangat diperlukan. Tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan pelaksanaan senam pagi. (2) Mendeskripsikan hambatan implementasi senam pagi, (3) Mendeskripsikan solusi mengatasi hambatan implementasi senam pagi. (4) Mendeskripsikan dampak senam pagi terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil teknik pengumpulan data, analisis data dan pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan peneliti, menunjukan bahwasannya dalam implementasi kegiatan senam pagi di sekolah didapati (1) Program: penyampiaan tujuan, penentuan sasaran, penanggung jawaban kegiatan, pemilihan bentuk kegiatan senam, pelaksanan dan pengadaan evaluasi. (2) Pelaksanaan: persiapan kegiatan senam, pelaksanaan kegiatan senam, hasil senam pagi dalam pembelajaran dan evaluasi. (3) Hambatan: kondisi siswa dan sarpras. (4) Solusi mengatasi hambatan berupa: pendekatan afeksi dan cara alternatif. (5) Dampak: ketertarikan, kebugaran, kemampuan motorik dan prestasi.Intellectual capabilities that can affect their social capabilities, such as non-directional interaction, so that special handling or adjustment efforts in determining the strategy and planning of teaching is needed. The purpose of research (1) Describe the implementation of morning gymnastics. (2) Describe the obstacles of implementation of morning gymnastic, (3) Describe solution to overcome obstacle of morning gymnastics implementation to build student’s learning motivation. (4) Describe the impact of morning gymnastics on student learning motivation. From data results collection techniques, data analysis and checking the validity of findings conducted by researchers, showed that in the implementation of morning gymnastic activities at school founded (1) program: goals delivery, targeting, responsibility for activities, Gymnastics activities, implementation and evaluation procurement. (2) implementation: preparation of gymnastics activities, the implementation of gymnastics activities, the results of morning exercises in learning and evaluation. (3) Barriers: students’ condition and infrastructure. (4) Solutions: Approach affection and alternative ways (5) Impact: Interest, fitness, motor skills and achievement.

Page 1 of 2 | Total Record : 13