Articles
320 Documents
Pengaruh Senam Ritmik Tanpa Alat untuk Kelincahan Anak Cerebral Palsy
Martha Novita Yatna;
Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 1 (2016): July
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.428 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v2i12016p1-4
Anak cerebral palsy memiliki hambatan motorik dan kecerdasan diakibatkan oleh kerusakan otak. Memodifikasi pembelajaran yang berkaitan bidang keolahragaan dapat membantu memperbaiki kondisi motoriknya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh senam ritmik tanpa alat terhadap kelincahan anak cerebral palsy. Penelitan ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Tingkat kelincahan subjek diukur menggunakan tes kelincahan shuttle run. Hasil analisis data didapatkan: (1) level rata-rata sebelum intervensi 117 detik, (2) level rata-rata saat intervensi 95 detik, (3) level rata-rata setelah intervensi 88 detik. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh senam ritmik tanpa alat terhadap kelincahan anak cerebral palsy. Saran bagi guru pendidikan jasmani adaptif agar mengaplikasikan senam ritmik tanpa alat pada anak cerebral palsy.Child with cerebral palsy who inactive because of constraints on some members of the movement. Modification learn can help them. The purpose of this study was to describe the effect of rhythmic gymnastics without equipment to practice agility for cerebral palsy grade 2 in SDLB. This study uses Single Subject Research (SSR) with the A-B-A design. Measurement of the target behavior using duration with shuttle run agility test. The results of the data analysis in this study were: (1) the average level of agility subject before intervention was 117 seconds, (2) the average level of agility subject when the intervention increased to 95 seconds, (3) the average level of agility subject after the intervention was stopped at 88 seconds. The conclusion of this study is available the effect of rhythmic gymnastics without equipment to practice agility for cerebral palsy grade 2 elementary school in SLB Pembina National Lawang district Malang. Suggestions for adaptive physical education teachers to apply the rhythmic gymnastics without equipment to practice agility for child with cerebral palsy
Pembelajaran Toilet Training bagi Siswa Tunagrahita
Dinda Aryani Pratiwi;
Usep Kustiawan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.337 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v3i22017p091
Tunagrahita adalah seseorang yang memiliki daya pemikiran rendah. Toilet training adalahusaha melatih anak agar mampu mengontrol melakukan Buang Air Kecil (BAK) maupun Buang AirBesar (BAB). Pembelajaran toilet training pada tunagrahita perlu diberikan, mengingat rendahnyaintelektual yang menyebabkan kesulitan belajar secara mandiri. Oleh karena itu, pemilihan media danbahan ajar juga perlu diadakan/dikembangkan. Dalam membelajarkan toilet training pada tunagrahitadiantaranya dapat menggunakan buku panduan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bukupaduan pembelajaran toilet training yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa tunagrahita.Pengembangan buku panduan ini mengadaptasi langkah-langkah model pengembangan dari Borg andGall. Buku panduan ini layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukan darihasil validasi dan uji coba produk. Hasil validasi dari ahli media 91,66%. ahli materi sebesar 75%, danahli pembelajaran ABK adalah 94,23%. Hasil rata-rata dari ketiga validasi adalah 86,96% dengan kriteriasangat valid dan layak untuk digunakan. Hasil uji coba individu adalah 76% dan hasil uji coba kelompok76,5% dengan kategori tinggi dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran.Student with intellectual disabilities is someone who has low thinking capacity. Toilet trainingis an effort to train children to be able to control the disposal (BAK) and defecate (BAB). toilet traininglearning for students with intellectual disabilities needed, because the low intellectual ability possessedby students with intellectual disabilities, therefore the selection of media and teaching materials alsoneed to be held/developed. In teaching toilet training learning on student with intellectual disabilitiescan use the guidebook. The purpose of this research is to produce instructional guidebook for toilettraining that is suitable with the characteristics and needs of students with intellectual disabilities. Theresearch and development of this instructional guidebook use the steps of the development model ofBorg and Gall. The results of research and development showed that guidebook was feasible to use inthe learning proses. Validation results from media experts 91.66%. Material experts by 75%, and ABKlearning experts was 94.23%. The average result of all three validations was 86.96% with very validcriteria and was feasible to use.
Penerapan Metode Kinesthetic Tactile dalam Pembelajaran Membaca Permulaan pada Anak Tunagrahita
Anggi Whima Epriliasari;
Sulthoni Sulthoni
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.657 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v2i22016p62-64
Anak tunagrahita mempunyai taraf kecerdasan yang sangat rendah. Dalam bidang kognitif yakni dalam pembelajaran anak tunagrahita memerlukan metode khusus untuk mempelajari keterampilan membaca. Salah satunya dengan menggunakan metode Kinesthetic Tactile untuk pengenalan huruf dan kata melalui seluruh indera. Penelitian ini mengambil lima subyek kelas II SDLB. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skor rata-rata yang diperoleh pada saat pre-test dan post-test yaitu sebesar 48 dan 73. Maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa, metode Kinesthetic Tactile berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas II.Children with intellectual disability have very low intellegent level. In the cognitive, need a special method to teach them how to learn reading. One of those methods is Kinesthetic Tactile method which is used to introduce letters and words by using all of the five senses. This study took five class II subject SDLB. The research method of this study was experimental method by using One-Group PretestPosttest Design. The instrument of this study between the pre-test and post-test avarage score which were 48 and 73. Therefore, the researcher concluded that Kinesthetic Tactile method influenced reading for the beginner skill for the second grade children with intellectual disability
Metode Demonstrasi Mencuci Tangan Anak Tunagrahita Ringan
Puji Rahayu;
Umi Safiul Ummah
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 1 (2016): July
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.387 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v2i12016p26-29
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan pengaruh metode demonstrasiterhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita ringan kelas VII SMPLB. Rancangan penelitianmenggunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian time series. Nilai pre-test kemampuan mencucitangan sebelum menggunakan metode demonstrasi adalah 44,9 yaitu rata-rata kelas. Sedangkan nilaipost-test setelah menggunakan metode demonstrasi yakni 82,4 yaitu nilai rata-rata kelas. Analisis datamenggunakan uji Wilcoxon yang dihitung secara manual sehingga menghasilkan kesimpulan harga To = 0< T = 1, maka Ho ditolak. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah metode demonstrasiberpengaruh terhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita ringan.This research was conducted with aimed at describing the effect of the method demonstrationtowards the ability of hand washing for childerns with light intellectual disabilities in VII class ofSMPLB. This research was a quasi-experimental with time series design. The pre -test upon ability ofhand washing before using the method demonstration is 44.9 which is the average class. While the valueof post-test after using the method of demonstration that 82.4 is the average value of the class. Dataanalysis using the Wilcoxon test were calculated manually resulting inferences To = 0 < T = 1 , then Hois rejected. The conclusion of this study is the demonstration method effect on the ability hand washingfor childerns with intellectual disabilities.
Pengaruh Media Slime terhadap Pemahaman Konsep Geometri Siswa Tunagrahita Ringan Kelas II SDLB
Retno Dwi Aprilia;
Ahmad Samawi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.37 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v3i22017p114
Siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB mengalami kesulitan untuk memahami konsep geometri terutama bangun datar. Media slime merupakan alternatif penyelesaian dari masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan sebelum diberi perlakuan menggunakan media slime, (2) Mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB setelah diberi perlakuan menggunakan media slime dan (3) Mendeskripsikan pengaruh media slime terhadap pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB.. Jenis penelitian adalah eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Data akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB sebelum diberikan treatment mendapatkan nilai rata-rata 48.8 yang dikategorikan kurang. (2) Pemahaman konsep geometri tunagrahita ringan kelas II SDLB sesudah diberikan treatmen memperoleh nilai rata-rata 76.8 yang dikategorikan baik. (3) Hasil uji wilcoxon yang diperoleh Thitung = 0, jika dibandingkan dengan Ttabel maka Thitung (0) < Ttabel (1). Hasil tersebut menunjukan bahawa Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh media slime terhadap konsep geometri siswa tunagrahita riingan kelas II SDLB.Students with mild intellectual disability in 2nd grade sdlb find it difficult to understanding the concept of geometry especially shapes flat. As an alternative the completion of the issue was slime media. The purposes this research are ( 1 ) described understanding the geometry concept of students with mild intellectual disability in 2nd grade SDLB before given treatment uses the media slime, ( 2 ) described understanding the geometry concept of students with mild intellectual disability in 2nd grade SDLB after he received treatment uses the media slime and ( 3 ) described the influence of media slime to understanding the geometry concept of students mild intellectual disability in 2nd grade sdlb .The kind of research is quasi experiment with the design one group pretest-posttest.The data collected will be analyzed use descriptive analyzed and the hypothesis use wilcoxon test.The result of this research showed 1) understanding of the geometry concept of the mild intellectual disability students class II treatment given before SDLB gets an average of 48.8 categorized less. (2) Understanding the geometry concept of mild intellectual disability class II SDLB after given treatmen gained an average rating of 76.8 categorized either. (3) the wilcoxon test results obtained Thitung = 0, when compared to the Ttabel then Thitung < Ttabel (0<1). By comparison like that then Ho denied and Ha is received. The conclusion from this study is there is influence slime media against the concept of geometry students mild intellectual disability class II SDLB.
Efek Metode Maternal Reflektif terhadap Kemampuan Berbicara Anak Tunarungu
Yuliastuti Alfiani Noermasari;
Mohammad Efendi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.262 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v2i22016p82-85
Tunarungu adalah anak yang mengalami hambatan pendengaran, hal ini berdampak pada kemampuan berbicaranya. Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak tunarungu adalah Metode Maternal Reflketif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode maternal reflektif terhadap kemampuan berbicara anak tunarungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu model One Group Pretest Posttest Design dengan subjek siswa tunarungu kelas 2. Hasil penelitiannya terdapat perbedaan nilai ratarata pretest dan postetst sebesar 25,6. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode maternal reflektif berpengaruh secara sginifikan terhadap kemampuan berbicara anak tunarungu.Children with hearing impairment who are hearing impaired, it affects their speaking ability. The method can be used to help improve speaking ability of students with hearing impairment is Maternal Reflective Method. This reserach was conducted in order to analyze the effect of maternal reflective method towards speaking ability for children with hearing impairment. This research was using quantitative research design by quasi experiment by using One Group-Pretest-Posttest Design with subject children with hearing impairment in second grade. The result of this research was there are differences in the average of 25,6 pretest and posttest. Overall, the maternal reflective method effect on the speaking ability of students with hearing impairment.
Multimedia Interaktif Dasar-Dasar Fotografi dalam Program Vokasional bagi Siswa Tunarungu
Adiarti Vandalisa Rahmy;
Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.616 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v3i22017p072
Penelitian ini dilatar belakangi tersedianya peralatan fotografi, tetapi kurang adanya mediapembelajaran yang digunakan siswa tunarungu dalam memahami fotografi. Pengembangan ini bertujuanuntuk menghasilkan produk yang diuji kelayakannya, dan menghasilkan produk yang efektif dalammembantu pencapaian tujuan pembelajaran. Langkah-langkah pengembangan mengadaptasi model Lee& Owens terdiri dari 5 tahap. Subyek uji coba produk adalah 4 siswa tunarungu tingkat SMALB. Hasilpenilaian ahli materi memperoleh presentase 82,5% (sangat layak), ahli mediamemperoleh presentase95% (sangat layak),hasil uji coba kelompok mendapat presentase 100%. Dari hasil analisis data, produkyang dikembangkan dalam kategori sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Background the research of this is the availability of equipment photography, but the mediumof learning that used students with hearing impaired in the understanding of photography is very less. Thedevelopment is intended to produce a product which has been tested for its adequate and to produce aneffective product to help learning objectives achievement. Step-by-step development of adapted modelof Lee& Owens consists of 5 stages. Subject of trial the product is 4 students hearing impaired levelSMALB. The validation result of material expert obtained 82.5% (very appropriate), the result of mediaexpert obtained 95% (very appropriate), while the result of group trial obtained 100%. From the resultsof the analysis of the data, the products that are developed in the category of very appropriate and can beused in the process of learning.
Kemampuan Menyusun Kalimat pada Siswa Tunarungu melalui Kartu Gambar
Lina Kumalasari;
Sinta Yuni Susilawati
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 1 (2016): July
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.663 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v2i12016p47-50
Siswa tunarungu memiliki keterbatasan dalam menginterpretasi kalimat karena kemampuannyahanya bersandar pada pengalaman bahasanya yang terbatas, sehingga terjadi kesalahpahaman makna danarti bagi orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dansesudah menggunakan kartu gambar dan kata untuk menyusun kalimat. Penelitian ini menggunakanrancangan penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pre-tes post test design. Dimana sebuaheksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa menggunakan kelompok kontrol ataupembanding. Dari perhitungan tersebut dapat dinyatakan adanya pengaruh penggunaan kartu gambardan kata sebagai bentuk intervensi terhadap kemampuan menyusun kalimat perintah.Students with hearing impairment have limitations in interpreting the sentence because hisability to interpret the phrase only rely on their limited language experience, When they speak, thespoken sentence is unstructured or upside down so that other people. The purpose of this study were:to determine differences in learning outcomes before and after picture card and word usage of sentencecomposition. This study was a pre-experimental research design with the design of one group pre-testpost-test design. the experiment conducted on a group was without using a control or comparison group.From these calculations could be expressed that there was the influence card use picture and word as aform of intervention in the ability to make sentences command as the target behavior.
Media Gambar dalam Permainan Dasar Bulutangkis Siswa Tunarungu
Akhmad Zahrani;
Ahmad Samawi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 2, No 1 (2016): July
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.242 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v2i12016p5-9
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan permainan dasar bulutangkis pada siswa tunarungu sebelum diberikan intervensi, dan saat diberikan interensi berupa media gambar, serta mendiskripsikan ada tidaknya pengaruh media gambar terhadap permainan dasar bulutangkis pada siswa tunarungu.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) desain A-B-A. Hasil penelitian menunjukan bahwa presentase overlap sebesar 0%, yang berarti terdapat pengaruh media gambar sebagai bentuk intervensi terhadap permainan dasar bulutangkis sebagai target behavior. Kesimpulan secara keseluruhan menunjukan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar permainan bulutangkis siswa tunarungu kelas XI.This research is aimed at describing the abilities before and after using pictures of the basic techniques in playing badminton on deaf student, and the effect of picture media towards the basic techniques of badminton playing for student with hearing impairment The research method used is experimental method using Single Subject Research (SSR) with A-B-A design. The research results show that the overlap percentage is 0%, it’s mean there is an influence of the use of picture media towards the basic techniques of badminton playing for student with hearing impairment
Pengaruh Metode Picture Exchange Communication System (PECS) terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis di SLB Autis Laboratorium UM
Putri, Citra Rizky Ratna;
Hastuti, Wiwik Dwi;
Adi, Eka Pramono
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang sangat kompleks yang mencakup bidang komunikasi, interaksi sosial, emosi, dan ketertarikan terhadap perilaku tertentu. Anak membutuhkan alat bantu dan metode khusus dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan bahasa terutama dalam kemampuan berbicara. Salah satu metodenya yaitu metode Picture Exchange Communication System (PECS). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Pengumpulan data dilaksanakan selama 20 sesi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari metode PECS terhadap kemampuan komunikasi anak autis. Hal ini dibuktikan dengan persentase overlap sebesar 0%. Kesimpulannya adalah metode Picture Exchange Communication System (PECS) berpengaruh pada kemampuan komunikasi anak autis. Kata Kunci: autis;metode Picture Exchange Communication System (PECS); kemampuan komunikasi