cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Psikologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
PERBEDAAN STRES DAN HARGA DIRI GURU DITINJAU DARI STATUS SEKOLAH RSBI DAN NON RSBI Yudi Tri Harsono; Sri Weni Utami; Mohamad Bisri
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.008 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p88-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan stres dan harga diri guru ditinjau dari status sekolah RSBI dan Non RSBI. Subjek penelitian sebanyak 60 guru, dengan rincian 30 guru RSBI dan 30 guru Non RSBI. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala stres dan skala harga diri.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan stres guru ditinjau dari status sekolah RSBI dan Non RSBI (p = 0,973 > 0,05), tidak ada perbedaan harga diri guru ditinjau dari status sekolah RSBI dan Non RSBI (p = 0,182 > 0,05), serta tidak ada perbedaan stres dan harga diri guru ditinjau dari status sekolah RSBI dan Non RSBI (p = 0,396 > 0,05).Disarankan untuk peneliti selanjutnya memperbanyak subjek penelitian dan dilakukan diberbagai kota atau kabupaten. Bagi guru Non RSBI, meskipun tidak ada tuntutan seperti yang disyaratkan untuk guru RSBI dapat lebih meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan, diklat, dan kursus yang berkaitan dengan tugas profesionalnya.Key words: Stres, Harga Diri, Guru, RSBI 
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA IBU PENDERITA SKIZOFRENIA Farida Farida; Nur Eva; Diantini Ida Viatrie
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.243 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p107-109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan status sosial ekonomi dengan subjective well being Ibu dari penderita skizofrenia. Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau tempat seseorang dalam masyarakatnya dilihat dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan jenis pekerjaan. Sedangkan subjective well being adalah evaluasi individu mengenai kualitas hidupnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah  Ibu yang memiliki anak skizofrenia yang dirawat di Poli Kesehatan Jiwa RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni kuesioner status sosial ekonomi dan skala subjective well being. Analisis data mengunakan deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan kesimpulan bahwa 24 subjek memiliki status sosial ekonomi rendah, dan 22 subjek memiliki subjective well being yang rendah. Selain itu terdapat 16 subjek yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi dan 18 subjek memiliki subjective well being tinggi, artinya status sosial ekonomi dan subjective well being yang dimiliki oleh Ibu penderita skizofrenia sebagian besar rendah. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,314 menujukkan adanya korelasi antara variabel status sosial ekonomi dan subjective well being. Maka, disimpulkan ada hubungan yang positif antara status sosial ekonomi dengan subjective well being pada Ibu  penderita skizofrenia.Kata kunci: Status Sosial Ekonomi,Subjective Well Being,Skizofrenia 
Karakter disiplin, penghargaan, dan tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler Andi Tenri Faradiba; Lucia R.M. Royanto
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.972 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p93-98

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran karakter disiplin, penghargaan, dan tanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa SMA. Karakter adalah aspek-aspek kepribadian yang dipelajari melalui pengalaman, latihan, dan proses sosialisasi. Kegiatan ekstrakurikuler terbagi dalam lima kategori, yaitu kegiatan prososial, olahraga, seni, keterlibatan sekolah, dan kelompok akademik. Jumlah partisipan sebanyak 95 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara karakter disiplin dalam lima kategori kegiatan ekstrakurikuler. Olahraga memiliki nilai rata-rata tertinggi untuk karakter disiplin dan penghargaan sedangkan kelompok akadamik memiliki nilai rata-rata tertinggi untuk karakter tanggung jawab.  
Hubungan Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dengan Jenis Perilaku Koping Orang Tua ABK di Kota Malang Aryudho Widyatno; Adi Atmoko; Diantini Ida Viatrie
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.323 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p110-118

Abstract

Tingkat Stressed merupakan tinggi rendahnya keadaan tertekan atau reaksi individu terhadap  suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kematangan emosi merupakan kemampuan individu mengendalikan emosi serta mengontrol diri secara sadar, menekankan pengekspresian emosi tidak meluap-luap, menilai situasi secara kritis dan memiliki reaksi emosional secara stabil terhadap sumber stres. Perilaku koping adalah respon tingkah laku atau pikiran untuk beradaptasi terhadap stressed, dengan menggunakan sumber dari dalam dirinya maupun lingkungan secara efektif. Penelitian ini bertujuan:1) Mengetahui tingkat stressed, kematangan emosi, dan perilaku koping pada orang tua ABK di kota Malang. 2) Mengetahui hubungan antara tingkat stressed dan kematangan emosi dengan jenis perilaku koping yang berfokus pada masalah atau berfokus pada emosi.Subjek penelitian 60 ibu yang memiliki ABK di kota Malang. Data penelitian diperoleh menggunakan tiga skala yaitu Skala Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dan Jenis Perilaku Koping. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi.Hasil penelitian menunjukkan 1) Ibu yang memiliki ABK di kota malang memiliki tingkat stressed yang tergolong sangat bervariatif, memiliki kematangan emosi yang sangat bervariatif, memiliki kecenderungan menerapkan perilaku koping berganti-ganti tergantung pemaknaan suatu masalah. 2) Analisis regresi linear menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stressed, kematangan emosi dengan jenis perilaku koping yang terpusat pada masalah maupun emosi. 3) Terdapat hubungan positif siginifikan antara tingkat stressed dengan jenis perilaku koping orang tua ABK. Selain itu terdapat  hubungan yang negatif signifikan antara kematangan emosi dengan jenis perilaku koping orang tua ABK di kota MalangDengan penelitian ini, diharapkan nantinya orang tua dapat bersikap terbuka kepada guru atau konselor terkait kondisi perkembangan anak, Sedangkan guru dan konselor diharapkan dapat memberikan informasi yang efektif. 
PERILAKU KOPING WARIA (Studi Fenomenologi Kasus Diskriminasi Waria Di Surakarta) Mohammad Khasan; Sujoko Sujoko
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.454 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p99-106

Abstract

Fenomena waria bisa ditemukan hampir disetiap wilayah di Indonesia tidak terkecuali Surakarta. Keberadaan mereka seringkali menimbulkan stigma negatif dan banyak menuai penolakan dari masyarakat, Fobia masyarakat terhadap kaum Waria membuat kelompok minoritas ini menjadi tertekan dan menjadikan mereka terisolir dari lingkungan masyarakat dan bahkan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perilaku koping yang dilakukan oleh waria.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan datanya. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan perspektif subjektif waria dalam mensikapi penolakan dan diskriminasi masyarakat dan keluarga terhadap mereka.Hasil Penelitian: untuk mengatasi masalah diskriminasi yang dihadapi oleh waria. Informan melakukan dua jenis koping; 1) Emotion focused copying. Seperti: bercengkerama dengan teman-teman sesama waria, sholat, puasa, membaca al qur’an, mengadu kepada Tuhan, santai, enjoy dan tidak terlalu memikirkan serta menganggap cemoohan sebagai angin lalu.  2) Problem  focused  coping, Adapun problem focused copying yang dilakukan oleh waria nampak dalam upaya mereka melakukan klarifikasi dan mejelaskan kepada keluarga, teman dan masyarakat atas status mereka sebagai waria. Langkah ini tetap informan ambil, meskipun akan mendapatakan penolakan dan diskriminasi dari orang-orang yang ada disekitarnya. Kata kunci: Perilaku Koping  dan Waria 
Pengaruh Pelatihan Manajemen Emosi untuk Meningkatkan Reegulasi Emosi dan Ekspresi Emosi dalam Konteks Keluarga Safiruddin Al Baqi; Taufik Rizki Sista
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.192 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p81-87

Abstract

Regulasi dan ekspresi emosi merupakan kemampuan penting dalam kehidupan sosial manusia. Untuk meningkatkan kedua kemampuan tersebut, lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan manajemen emosi untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan ekspresi emosi yang tepat dalam keluarga. Pelatihan meliputi worksop, mengisi catatan harian emosi keluarga dan menggunakan kartu emosi. Pelatihan diberikan kepada 253 orang tua, namun 82 orang tua yang menyelesaikan hingga akhir program (perempuan = 66; usia rata-rata 38,04). Data dikumpulkan pada awal program sebagai baseline dan pre-test dan seletah program sebagai post-test. Regulasi emosi diukur dengan menggunakan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-16) sedangkan ekspresi emosi menggunakan Measure of Verbally Expressed Emotion (MoVEE). Kedua alat ukur tersebut diadaptasi kedalam bahasa Indonesia dan memiliki kehandalan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan regulasi emosional diantara peserta sebelum dan sesudah program. Tapi tidak ada perbedaan kemampuan dalam mengekspresikan emosi antara sebelum dan sesudah program.Kata Kunci: ekspresi emosi, manajemen emosi, pelatihan, pelatihan keluarga, regulasi emosi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6