Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2020)"
:
12 Documents
clear
Penerapan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Taman Sempur Kota Bogor
Amelia Triningtias;
Eko Sugiyantio
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.878 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.833
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok dan larangan merokok di tempat-tempat umum walaupun telah ada Peraturan Kota Bogor No. 10 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Mengingat Taman Sempur merupakan fasilitas publik yang penting dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Bogor, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menunjang keberhasilan implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di Taman Sempur. Teori yang digunakan adalah model implementasi Mazmanian dan Sabatier, sedangkan metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok di Taman Sempur belum sepenuhnya efektif. Oleh karenanya perlu evaluasi penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok di Taman Sempur, baik dari dimensi karakteristik masalah, karakteristik kebijakan, dan lingkungan kebijakan.
Ekspor Daging Sapi Kanada Pasca Kebijakan Country Of Origin Labelling (COOL) Amerika Serikat Tahun 2009-2015
Harun Umar;
Saphira Evani
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (626.378 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.829
Kehadiran kebijakan luar negeri memiliki pengaruh yang besar bagi pelaksanaan kehidupan bernegara setiap aktor internasional, terutama bagi negara super power seperti Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat memiliki kontrol terhadap negara lainnya dengan melakukan tindakan yang hanya menguntungkan sebelah pihak saja, seperti melakukan proteksi. Kebijakan Country of Origin Labelling (COOL) merupakan salah satu bentuk proteksi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan tujuan untuk membatasi jumlah daging sapi impor dari Kanada yang masuk ke pasar Amerika Serikat karena telah terkontaminasi oleh penyakit Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) atau sapi gila yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Implementasi kebijakan COOL tersebut berhasil membuat jumlah ekspor daging sapi Kanada menurun sehingga menyebabkan defisit pada neraca perdagangan negaranya. Oleh karena itu, Kanada harus memilki upaya untuk menjaga stabilitas ekspor daging sapinya sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perekonomian Kanada serta tercapainya kepentingan nasional negara.
Pemikiran H.O.S Tjokroaminoto tentang Nasionalisme-Islam
Yusuf Wibisono
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.762 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.835
Diskursus tentang nasionalisme-sekuler versus nasionalisme-agama telah mewarnai sejarah perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal perbedaan itulah muncul pemikiran-pemikiran tentang nasionalisme dalam konteks ke-Indonesia, salah satunya adalah pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto tentang Nasionalisme-Islam dalam budaya masyarakat Indonesia. Pada tahun 1922, H.O.S. Tjokroaminoto menggulirkan tentang Nasionalisme yang berlandaskan ajaran agama Islam, di mana dalam ajaran Islam ada tiga nilai universal, yaitu nilai kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan.
Kerjasama Keanggotaan Afrika Selatan Masuk Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan (BRICS) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Afrika Selatan dari Sektor Investasi dan Perdagangan Periode 2011-2013
Irma Indrayani;
Peranza i Ahmad Ripa’
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.259 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.828
Artikel ini membahas dampak bergabungnya Afrika Selatan terhadap pertumbuhan ekonomi Afrika Selatan selama periode 2011-2013. Pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana dampak yang dirasakan oleh Afrika Selatan setelah bergabung ke dalam kelompok new emerging economic, BRICS. Analisis terhadap permasalahan dilakukan dengan menggunakan teori neoliberal institusionalis, yang di dalamnya juga terdapat konsep kerjasama dan konsep regionalisme. Preposisi pada permasahan ini bahwa dengan bergabungnya Afrika Selatan ke BRICS dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi yang dilakukan oleh Afrika Selatan dengan negara anggota BRICS lainnya. Meskipun hal tersebut tidak berpengaruh signifikan bagi Afrika Selatan, karena jumlah angka perdagangan maupun investasi yang masuk ke Afrika Selatan lebih besar daripada yang keluar dari Afrika Selatan. Di sisi lain, kerjasama dalam BRICS, tidak hanya Afrika Selatan yang mendapatkan keuntungan melainkan juga benua Afrika secara keseluruhan. Selain dampak ekonomi bagi Afrika Selatan, bergabungnya negara tersebut ke BRICS juga memberikan pengaruh bagi peran dan pengaruh Afrika Selatan di regional dan internasional. Argumen ini dirumuskan melalui tahapan analisa, yaitu dengan melihat kelompok ini terbentuk, kerangka kerjasama di dalamnya dan proses yang dilalui Afrika Selatan untuk bergabung dalam kelompok, kemudian juga melihat hubungan kerjasama Afrika Selatan dengan negara anggota BRICS sebelum bergabung dalam kelompok dan sesudahnya.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata (Studi di Desa Penusupan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah)
Melisa Setiani;
Eko Sugiyanto
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.451 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.847
Penelitian ini didasari oleh rendahnya partisipasi dan bantuan Pemerintah Daerah bagi masyarakat Desa Penusupan yang memiliki beragam potensi wisata alam dan budaya. Padahal pemberdayaan masyarakat desa wisata dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Desa Wisata sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan desa wisata di Desa Penusupan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini sebagaimana dikemukakan oleh Mardi Yatmo Hutomo (2000), sedangkan metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kesimpulannya bahwa pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan desa wisata di Desa Penusupan umumnya telah dilakukan secara cukup baik. Meskipun demikian Pemerintah Desa Penusupan perlu melakukan pengendalian organisasi dengan cara meningkatkan intensitas dan rutinitas pendampingan serta kerja sama dengan berbagai lembaga finansial maupun non finansial pada seluruh kelembagaan yang terlibat dalam pengelolaan Desa Wisata Penusupan.
Reformulasi Aturan Larangan Pengusaha Membayar Upah Lebih Rendah dari Upah Minimum
Mustakim - Mustakim;
Tjut Dhien Shafina
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (630.423 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.832
Ketentuan Pasal 90 ayat (1) UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang telah melarang atau mewajibkan pengusaha untuk membayuar upah tidak lebih rendah di bawah upah minimum menyebabkan timbulnya masalah yang tidak hanya dari aspek filosofis, yuridis dan sosiologis yang berujung pada ketidakpastian dan ketidakadilan tidak hanya dari Pekerja tetapi juga Pengusaha atau Perusahaan, dikarenakan ditemukan fakta bahwa tidak semua pengusaha mempunyai kemampuan untuk membayar upah minimum dan adanya ketidakpastian dan ketidakjelasan mengenai definisi Pengusaha (Pasal 1 angka 5) dan Pengusaha (Pasal 1 angka 6) UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Masalah dalam penelitian ini adalah apa implikasi hukum Pasal 90 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 yang menimbulkan ketidakpastian dan ketidakadilan bagi pekerja dan Pengusaha dan bagaimana mereformulasi ketentuan Pasal 90 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang melarang bagi pengusaha membayar upah lebih rendah dari upah minimum, sehingga dapat memberikan kepastian dan keadilan bagi pekerja dan pengusaha dalam menjalin hubungan kerja? Tipe penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan filosofis dan perundang-undangan. Hasil penelitian ditemukan bahwa norma hukum larangan pengusaha membayar upah dibawah upah minimum perlu direformulasi dengan memberikan ketentuan minimal bagi pengusaha yang diberikan kewajiban membayar upah minimum.
Konsep Diri Artis Street Art dalam Menghasilkan Mural “Kritik Sosial” di Jakarta
Masnah Masnah
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.576 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.831
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri artis street art dalam menghasilkan mural di Jakarta. Konsep diri ini diteliti melalui pengetahuan, harapan dan penilaian artis street art mural dalam menghasilkan mural kritik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan satu orang. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi studi literatur, internet searching. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, pengumpulan data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan evaluasi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa, pengetahuan artis street art yang dimiliki selain pengetahuan teknis mural dalam menghasilkan karya mural kritik sosial. Harapan artis street art dalam menghasilkan karya mural kritik sosial. yang paling utama adalah kepuasan diri dan pencapaian selanjutnya mendapatkan apresiasi atau penghargaan. Artis street art memiliki penilaian dalam menjaga nilai-nilai dan keaslian karyanya masing-masing. Kesimpulan, konsep diri artis street art dalam menghasilkan mural kritik sosial yaitu artis street art jujur dalam berkarya, bermental kuat, berusaha kooperatif dalam bekerja, berekspektasi tinggi pada karyanya, motivasi belajar yang tinggi, komunikatif, menyukai pola sistematis dalam bekerja dan sedikit perfeksionis.
Faktor Penghambat Perdamaian Konflik Palestina-Israel
Aos Yuli Firdaus;
Yanyan M Yani
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (571.279 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.824
Perdamaian Palestina- Israel yang diharapkan oleh rakyat ke dua belah pihak dan diharapkan oleh masyarakat dunia internasional masih terkendala beberapa faktor terutama hambatan internal dari ke dua pihak yang berkonflik. Israel dihadapkan pada friksi internal antara dua pihak, dimana kelompok pertama yang menginginkan eksistensi Israel sebagai negara kuat sebagai raison d’etre eksistensi Israel itu sendiri. Atau pilihan kedua berarti menempuh jalan perdamaian yang mengarah kepada pembentukan Negara Palestina merdeka. Sementara di pihak Palestina hambatan untuk mencapai kemerdekaan Palestina terhambat oleh faktor internal yaitu adanya konflik antara Fatah dan Hamas yang menjadi batu sandungan kekuatan Palestina dalam mencapai kemerdekaan hakiki dari Israel.
Pesan Moral Pernikahan pada Film Wedding Agreemen (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Nita Khairani Amanda;
Yayu Sriwartini
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (870.102 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.836
Media massa film dipilih sebagai media yang paling efektif dalam menyampaikan pesan, karena film dapat digunakan sebagai media pembelajaran melalui pesan yang direpresentasikan ke dalam adegan atau narasi cerita. Pelajaran yang dapat diambil berupa pesan moral, atau salah satunya tentang pesan moral pernikahan yang terkandung dalam Film Wedding Agreement. Film ini membahas sisi kehidupan pernikahan yang dipermainkan, dengan adanya perjanjian pernikahan yang menyebutkan pasangan akan bercerai usai satu tahun pernikahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Penelitian ini mengunakan metode analisis semiotika Roland Barthes, dalam analisis ini terdapat tiga hal inti yang menjadi fokus yaitu makna Denotatif, Konotatif, dan Mitos yang digunakan peneliti sebagai panduan untuk melihat pengambaran terkait pesan moral pernikahan yang tergambar disetiap adegan film. Data yang didapatkan dalam penelitian ini bersumber dari aplikasi Iflix yang menayangkan Film Wedding Agreement dan digabungkan dengan buku-buku yang membahas mengenai film dan pesan moral pernikahan. Hasil penelitian yang menunjukan bahwa representasi pesan moral pernikahan yang tampil dalam film Wedding Agreement, adalah berupa pemenuhan hak dan kewajiban seorang suami istri. Seperti, kewajiban saling menjaga hubungan, mencintai satu sama lain, menghormati satu sama lain, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dalam film ini sutradara ingin menonjolkan sisi bagaimana cara seorang pasangan untuk menjaga hubungan mereka dengan menggabungkan nilai budaya pernikahan indonesia dan nilai-nilai pernikahan agama islam yang dapat dijadikan sebuah pembelajaran bagi penonton film Wedding Agreement. Selain itu, film ini tidak hanya memiliki pesan moral pernikahan, tetapi terdapat pesan moral lainnya yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Strategi Manajemen Redaksi RadarDepok.com dalam Menghadapi Persaingan di Era Digitalisasi
Ghea Pattia;
Djujur Luciana Radjagukguk
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.864 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v5i1.825
Media online radardepok.com memiliki delapan rubric, terdirik atas rubrik berita utama, metropolis, satelit, pendidikan, olahraga, politika, ekbis & hiburan serta ruang publik. Banyaknya media online dalam menanyangkan berita maka penelitian ini ingin mengetahui strategi manajemen redaksi radardepok.com dalam menghadapi persaingan di era digitalisasi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan menganalisis strategi manajemen redaksi radardepok.com dalam menghadapi persaingan di era digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan dua Key-informan dan informan, sementara data sekunder diperoleh melalui studi literatur dan review dokumen. Key-informan dari penelitian ini adalah Redaktur pelaksana, dan informan adalah redaktur serta wartawan radardepok.com. Teori yang relevan dengan penelitian ini adalah teori manajemen Tommy Suprapto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manajemen redaksi yang dilakukan radardepok.com dalam menghadapi persaingan di era digitalisasi adalah dengan melakukan rapat setiap hari, malam hari, pagi hari, dan sore hari dengan beberapa tahap yang dilakukan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan.