cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2021): JUNE" : 10 Documents clear
Penyesuaian diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja Lusi, Reyvences Asgrenil
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.2

Abstract

Oftentimes, some students should work while studying, which poses certain challenges for them to undergo such a dual role. This study aimed to investigate the forms of self-adjustment experienced by master students who work while studying. Designed as qualitative research, we used an interview to collect data, which were analyzed by grouping the informant’s responses into several themes or topics. The participant or informant in this research is a master student who is working while studying. The results indicated that the informant has made some self-adjustments in his life, be they emotional or cognitive. Despite this attainment, there are still some aspects of self-adjustment that have not been carried out by the informant. These results overall imply that self-adjustment is a psychological dynamic that accompanies students who should work while studying.Kuliah sambil bekerja merupakan fenomena yang sering terjadi, yang memberikan tantangan tertentu bagi mahasiswa yang menjalani peran ganda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitafif. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan respon informan ke dalam beberapa tema atau topik. Informan dalam penelitian ini adalah seorang mahasiswa yang sedang menjalani studi di program magister yang sekaligus seorang karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan telah melakukan penyesuaian diri dalam kehidupannya baik sebagai mahasiswa dan juga sebagai karyawan. Bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh informan yaitu penyesuaian diri secara emosional dan penyesuaian diri secara kognitif. Terlepas dari capaian tersebut, masih terdapat beberapa aspek dalam penyesuaian diri yang belum secara efektif dilakukan oleh informan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa penyesuaian diri merupakan dinamika psikologis yang mengiringi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.
Peran bentuk social support terhadap academic burnout pada mahasiswa Psikologi di Universitas “X” Bandung Fun, Lie Fun; Kartikawati, Ida Ayu Nyoman; Imelia, Lisa; Silvia, Fransiska
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.3

Abstract

Psychology students may experience the symptoms of academic burnout, which can be reduced by good social supports that may manifest in multifarious forms, be they appraisal, belonging, and tangible. This study aimed to examine the role of social supports in explaining academic burnout among psychology undergraduate students. Participants were 327 psychology undergraduate students at X University who were recruited based on quota sampling. We analysed the data using multiple regression analysis to assess how much social supports contribute to academic burnout. The results revealed that belonging (15%) and appraisal (12%) significantly contributed, whereas tangible did not contribute to participants’ symptoms of academic burnout. These observations, overall, suggest the importance of conducting follow-up research using qualitative methods and involving other factors beyond social supports that arguably affect academic burnout among psychology students.Mahasiswa psikologi memiliki peluang yang besar untuk mengalami gejala academic burnout, yang bisa dikurangi melalui dukungan sosial berupa appraisal, belonging dan tangible. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peran bentuk dukungan sosial terhadap burnout academic pada mahasiswa program studi sarjana psikologi. Sebanyak 327 mahasiswa psikologi di Universitas “X” dipilih menggunakan sampling kuota. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial yang paling berkontribusi terhadap gejala burnout academic yang dialami partisipan adalah belonging (15%) dan appraisal (12%), sementara tangible support tidak berkontribusi secara signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode kualitatif serta melibatkan faktor-faktor selain dukungan sosial yang secara logis mempengaruhi academic burnout pada mahasiswa psikologi.
Efektivitas Intervensi Berbasis Mindfulness dalam Meningkatkan Resiliensi di Tempat Kerja: Studi Meta Analisis Anasta Putri, Ni Made Wulan Widyaswari; Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.4

Abstract

Every individual should develop resilience to become adapted to the new work challenges that are more complex and competitive in the current era. Resilience is an individual's ability to recover from stress. Mindfulness has been found to increase resilience in the existing research. The goal of our research was to examine the effectiveness of mindfulness-based interventions to increase resilience among working individuals. We reviewed 14 research journals as a source of meta-analysis with 759 participants in total. Data processing was based on sample size (N), mean (M), and standard deviation (SD) using the random effect model through which we obtained the medium heterogeneity (I2) = 32% and Hedges'g standardized mean difference (SMD)= .62 (95% confidence interval [Cl] = .43 to .80). These findings imply that mindfulness is less effective in increasing the working individuals’ resilience.Untuk bisa adaptif menghadapi tantangan kerja baru yang semakin kompleks dan kompetitif di era saat ini, setiap indvidu memerlukan daya tahan atau relisiensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk pulih dari stres. Dalam riset-riset debelumnya, mindfullness telah ditemukan efektif meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis mindfulness untuk meningkatkan resiliensi pada individu yang bekerja. Kami mereview 14 jurnal penelitian sebagai sumber dari penelitian meta analisis dengan jumlah partisipan sebanyak 759. Data diolah atas dasar ukuran sampel (N), rata-rata (M), dan deviasi standar (SD) dengan menggunakan random effect model, yang menghasilkan nilai heterogenity (I2) = 32% dan Hedges’g (SMD) 0.62 (95% confidence interval [Cl] = 0.43 sampai dengan 0.80) yang berada dalam kategori sedang. Temuan-temuan tersebut mengimplikasikan bahwa mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan resiliensi individu yang bekerja.
Resiliensi Komunitas di Tengah Pandemi Covid-19 Sunarno, Sunarno; Sulistyowati, Endang
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.5

Abstract

Values and behaviours denote cultural strengths that help communities effectively adapt and succeed in dealing with disasters. The present work used a qualitative approach and was designed as a case study, to identify social values and behaviours in the context of community resilience during the Covid-19 pandemic. We recruited five informants and obtained data through interviews and observation. The results showed that community resilience emerged from a sense of belonging to the group (i.e., the residents) and its members. The residents have inherited social values and behaviours that have long lived in the community, which render them resilient against the Covid-19 pandemic. Such values include cooperation, deliberation, and harmony with nature, whereas the social behaviours manifest in obedience and prosocial neighbourhood. The implication of these findings is a hope that the residents can build community resilience. The residents may initiate such joint effort from the hamlet or village environment where they can build community resilience by developing social values and behaviours that grow in the community.Masyarakat memiliki kekuatan budaya berupa nilai-nilai dan perilaku yang berfungsi secara efektif untuk beradaptasi dan berhasil dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan didesain sebagai studi kasus, dengan tujuan mengidentifikasi nilai dan perilaku sosial dalam konteks resiliensi komunitas di tengah pandemi Covid-19. Responden adalah lima informan dan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas bersumber dari rasa memiliki terhadap kelompok (yaitu warga lokal) dan anggota di dalamnya. Para warga lokal mewarisi nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang sudah sejak lama hidup di dalam masyarakat, yang membuat mereka mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Nilai-nilai tersebut mencakup nilai gotong royong, musyawarah, dan keselarasan dengan alam, sementara bentuk-bentuk perilaku sosial mencakup kepatuhan dan ketetanggaan yang prososial. Implikasi dari temuan-temuan tersebut adalah harapan bahwa warga lokal bisa membangun resiliensi komunitas. Warga lokal bisa mengawali upaya bersama tersebut dari lingkungan dusun ataupun desa dimana mereka membangun resiliensi dengan mengembangkan nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang tumbuh dalam masyarakat.
Efektivitas Musik Terapi Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur: Studi Meta analisis Prayudi, Satrio Dhiaputra; Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.6

Abstract

Sleep constitutes a basic need that determines human physical and psychological health, which makes identifying and examining factors that contribute to the improvement of sleep quality an important research step. To this end, this research aimed to empirically test how much music therapy has a significant effect on improving sleep quality. Using meta-analysis, we collected data from 14 international research literature reviews that involved 720 participants in total. Data were analyzed based on the mean (M), standard deviation (SD), and the number of participants (n). The results revealed the effectiveness of music therapy in improving sleep quality, as can be seen on the effect size hedges' g of 0.89 obtained from the random-effects model with an I² (inconsistency) value of 94%. What can be derived from this finding is that music therapy is an effective intervention technique to improve sleep quality.Tidur merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan fisik maupun psikologis manusia, yang membuat identifikasi dan pengujian faktor-faktor yang bisa meningkat kualitasnya menjadi langkah penelitian yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana musik terapi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur. Menggunakan meta analisis, penelitian ini mengumpulkan data berupa 14 kajian literatur yang dipublikasikan di jurnal international yang secara keseluruhan melibatkan 720 partisipan. Data dianalisis atas dasar nilai rata-rata (M), deviasi standar (SD), dan jumlah partisipan (n). Hasil menunjukkan efektivitas terapi musik dalam meningkatkan kualitas tidur, sebagaimana bisa diketahui atas dasar effect size hedges’ g yang diperoleh dari random effect model sebesar 0.89  dengan nilai I² (inconsistency) sebesar 94%. Pemberian musik terapi dengan demikian merupakan salah satu teknik intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
VIRTUAL REALITY SEBAGAI PENGINDUKSIAN EMOSI NEGATIF DI INDONESIA Ali, Fachry; Grasiaswaty, Novika; Triman, Arif
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.7

Abstract

Emotion is the driving motive of life for humans. The induction of emotions is necessary to understand the behavioural effects and neurobiological determinants of human emotions. The goal of the present work was to examine the effectiveness of virtual reality as a tool to induce negative emotions among a sample of Indonesian participants (N = 20, with the age ranging between 18 and 25 years old). Emotional manipulation in this research used the immersive video watching method to induce negative emotions, which was measured using the emotional baseline scale.  The finding revealed that among the five negative emotions tested, virtual reality significantly induced anger. What can be implied from this finding is that virtual reality can be of use as a reference for the immersive video database in emotion induction research.Emosi merupakan motif penggerak kehidupan bagi manusia. Penginduksian emosi diperlukan untuk memahami efek perilaku dan penentu neurobiologis emosi manusia. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan virtual reality sebagai alat menginduksi emosi negatif pada responden di Indonesia. Partisipan penelitian berjumlah 20 mahasiswa dengan  rentang usia 18-25 tahun. Manipulasi emosi dalam penelitian ini menggunakan metode menonton video immersive untuk menginduksi emosi negatif yang diukur dengan skala emotional baseline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual reality secara signikan mampu menginduksi emosi marah dari lima emosi negatif yang diuji. Implikasinya, virtual reality dapat dijadikan sebagai suatu rujukan database video immersive dalam penelitian penginduksian emosi.
Kontribusi Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Remaja dari Keluarga Etnis Minang Pramisya, Rizki; Hermaleni, Tesi
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.8

Abstract

Subjective well-being is a lynchpin for people’s quality of life, but cultural factors may determine its dynamics. We conducted the present work within the cultural context of Minang people in West Sumatera, aimed as an empirical test on the role of social support in explaining subjective well-being among members of the ethnic group. We recruited 323 Minang adolescents aged between 15 and 19 years in West Sumatera. We found as hypothesised that social support positively and significantly explained subjective well-being wherein more social support was related to more subjective well-being (r = .51, p < .001). Previous research zoomed in on the positive relationship between social support and subjective well-being particularly within the context of individualistic culture. What has been found in our work hence may serve as an alternative to the existing research in which we observed that even within the context of the collective culture of Minang people in West Sumatera, social support positively contributed to subjective well-being.Kesejahteraan hidup menentukan kualitas hidup individu, tetapi dinamikanya mungkin dipengaruhi oleh faktor kebudayaan. Penelitian ini dilakukan dalam konteks budaya etnis Minang di Sumatera Barat dengan tujuan menguji peran dukungan sosial dalam menjelaskan kesejahteraan subjektif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 323 remaja berusia antara 15 sampai 19 tahun di Sumatera Barat, yang direkrut atas dasar purposive sampling. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan signifikan dalam menjelaskan kesejahteraan hidup dimana semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi kesejahteraan hidup (r= .51, p < .001). Riset-riset sebelumnya menekankan bahwa hubungan positif antara dukungan sosial dan kesejahteraan hidup lebih umum ditemukan dalam budaya individualistik. Menjadi alternatif riset-riset sebelumnya, hasil penelitian ini mengimpilikasikan bahwa dalam budaya kolektif etnis Minang di Sumatera Barat, dukungan sosial berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.
Pengantar editor-in-chief Mediapsi volume 7 nomor 1 tahun 2021 Mashuri, Ali
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.1

Abstract

Mediapsi published 7 empirical articles for its new edition, i.e., volume 7 issue 1, 2021, which cover multifarious topics and research methods. The first article is qualitative research aimed at investigating the self-adjustment of a postgraduate who works while studying. The second article focuses on undergraduate students’ academic burnout and explained quantitatively this phenomenon based on various forms of social support. The third article is meta-analysis research to synthesize the extent to which mindfulness-based interventions are effective in increasing resilience at the workplace. The fourth article applied a qualitative method that also touches upon the topic of resilience but within a different context, that is, community resilience amid the COVID-19 pandemic. The fifth article, the same as the third article, is meta-analysis research to examine to what extent music therapy has a significant effect as an intervention in improving sleep quality. The sixth article is an experimental research that tested the effect of virtual reality on the induction of negative emotions. The seventh, last article also examined the phenomenon of social support explained its role in explaining subjective well-being among a sample of ethnic Minang adolescents.Dalam volume 7 nomor 1 tahun 2021 ini, Mediapsi mempublikasikan tujuh artikel empiris dengan topik dan metode penelitian yang bervariasi. Artikel pertama menerapkan metode kualitatif untuk meneliti adaptasi atau penyesuaian-diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Artikel kedua mengangkat tema atau topik tentang academic burnout di kalangan mahasiswa yang dijelaskan secara kuantitatif atas dasar berbagai bentuk social support. Artikel ketiga merupakan studi meta-analisis untuk menguji sejauh mana intervensi berbasis mindfulness efektif untuk meningkatkan resiliensi di tempat kerja. Artikel keempat menerapkan metode kualitatif yang juga membahas topik tentang resiliensi tetapi dalam konteks yang berbeda, yaitu resiliensi komunitas di tengah pandemi COVID-19. Artikel kelima, seperti artikel ketiga, adalah studi meta-analisis yang bertujuan untuk menyimpulkan sejauh mana musik terapi berpengaruh signifikan sebagai intervensi dalam meningkatkan kualitas tidur. Artikel keenam merupakan riset eksperimen yang menguji sejauh mana virtual reality berpengaruh dalam menginduksi emosi-emosi negatif. Artikel ketujuh sekaligus terakhir juga meneliti dukungan sosial atau social support dan menguji perannya terhadap subjective well-being di kalangan remaja etnis Minang.
Front matters vol. 7 no. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.9

Abstract

Front matters vol. 7 no. 1
Back matters vol. 7 no. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.10

Abstract

Back matters vol. 7 no. 1

Page 1 of 1 | Total Record : 10