cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Identitas Sosial Warga Huni Rusunawa Rahmawati, Intan
Mediapsi Vol 4 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.3

Abstract

Settlement issues oftenly found in urban areas nowadays is insufficient land for sheltering people as the result of the rapid growth of urban population. Modest rental apartment (rusunawa) is considered solution to meet the high demand of decent housing for middle and low income communities. This research aims to understand the overview of social identities of those who are living in rusunawa using several data collection techniques such as observation, interviews, and focus group discussions. Fifteen informants, who has been residing in rusunawa for at least 3 years, participated in this study. This study showed that residents consider rusunawa as a temporary shelter. This identity gave them a prominent cultural concept namely individualism, with some indicators such as less involvement in reseidents’ activities, less sense of caring to their environment and safety, and less sense of pride as residents of rusunawa.Permasalahan permukiman yang sering dijumpai di perkotaan saat ini adalah berkurangnya lahan untuk digunakan sebagai tempat tinggal akibat dari pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan. Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dianggap mampu untuk memberikan solusi tingginya kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini mencoba untuk memahami gambaran identitas sosial warga yang tinggal di rusunawa dengan teknik observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terarah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang meliputi warga huni yang telah tinggal di rusunawa selama satu periode tinggal (3 tahun). Hasil penelitian ini memperlihatkan warga huni menilai rusunawa sebagai rumah singgah. Pemberian identitas rumah singgah ini memunculkan konsep budaya individualisme yang menonjol. Budaya individualisme ini ditandai dengan keterlibatan warga huni yang masih sedikit pada setiap kegiatan rusunawa, rasa peduli memelihara kebersihan dan keamanan rusunawa yang masih kurang serta kurangnya rasa bangga menjadi penghuni rusunawa.
Kepercayaan Politik dan Partispasi Politik Pemilih Pemula Akhrani, Lusy Asa; Imansari, Fitsabilla; Faizah, Faizah
Mediapsi Vol 4 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.1

Abstract

This research aimed to examine the relationship between political trust and political participations among young voters. One hundred and five young voters participated in this quantitative study, sampled by using non-probability sampling (purposive sampling). Data were collected by using Political Trust Scale and Political Participation Scale, both developed by Akhrani (2016). Data obtained from this study were then analysed by using Pearson’s Product Moment technique. The result showed that significant correlation between political trust and political participation do exist (r=0.296, n=105, p=0.002). This result implies that the higher the political trust is, the higher the political participation will be. This study have practical implication that votes from young voters matter significantly for political party as they constitute 20% of overall voters. Therefore, in order to win young voters’ vote, government and political parties should improve their political performance.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepercayaan politik dengan partisipasi politik pada pemilih pemula. Responden dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ini adalah 105 orang pemilih pemula, yang diperoleh dengan menggunakan teknik non probability sampling (purposive sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Kepercayaan Politik dan Skala Partisipasi Politik dari Akhrani (2016). Analisis data penelitian ini menggunakan teknik Product Moment dari Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan politik dengan partisipasi politik (r=0.296, n=105, p=0.002). Hal ini bermakna semakin tinggi kepercayaan politik maka akan semakin tinggi pula partisipasi politiknya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa suara para pemilih pemula sangat penting bagi partai politik karena jumlahnya yang mencapai 20% dari keseluruhan suara pemilih. Dengan demikian, untuk mendapatkan suara para pemilih pemula, pemerintah dan partai politik harus memperbaiki kinerja politiknya.
Pengambilan Keputusan pada Laki-laki untuk Menjalin Hubungan Biseksual Simultan Oktawirawan, Dwi Hardani; Pratiwi, Ari
Mediapsi Vol 4 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.4

Abstract

This study aimed to comprehend the decision making stages of men who practicing concurrent bisexual relationship and its contributing factors. This study used phenomenology approach by undertaking deep interview to four male subjects who are currently practicing concurrent bisexual relationship. The result of this study showed that on pre-editing stage, the subjects were faced with two choices whether having concurrent bisexual relationship or having relationship with one partner only and the four subjects chose the former one as a promising alternative. Furthermore, on the dominance testing stage, the subjects were worried if their relationship status were revealed. On the dominance structuring stage, the subjects were committed to keep their relationship secret. Moreover, decision making process was influenced by several contributing factors, such as circumstances, preferences, emotions, actions, and beliefs.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tahap-tahap pengambilan keputusan pada laki-laki untuk menjalin hubungan biseksual simultan beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah studi fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap empat orang subjek laki-laki yang menjalani hubungan biseksual simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap pertimbangan awal subjek dihadapkan pada dua pilihan antara menjalin hubungan biseksual simultan atau memilih salah satu pasangan saja dan keempat subjek memilih hubungan biseksual simultan sebagai suatu pilihan yang menjanjikan. Selanjutnya, pada tahap menguji hal dominan, yang ditemukan adalah kekhawatiran jika status hubungannya terbongkar. Akhirnya, pada tahap menata hal dominan, yang ditemukan adalah subjek berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Pengambilan keputusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan, faktor keinginan atau harapan, faktor emosi, faktor tindakan, dan faktor keyakinan.
The Mind Anchor: Peran Trait Rumination dalam Struktur Pengalaman Afektif Shaleha, Rinanda Rizky Amalia; Yusainy, Cleoputri Al; Herani, Ika
Mediapsi Vol 4 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.5

Abstract

This study aimed to investigate whether trait rumination has a role in individual’s structure of current affect, specifically on valence and arousal dimension. Within-subject experiment design was used as a study design which involved eighty-one undergraduate students of Department of Psychology, Universitas Brawijaya as participants. Images from International Affective Picture System (IAPS) were used to evoke participant’s affect and measured by Self Assessment Manikin’s (SAM) rating while trait rumination was measured using Ruminative Response Scale (RRS). Statistical analysis using one-way repeated measures ANOVA technique found that trait rumination has a significant role in participant’s structure of current affect on relation between valence stimulus and rating valence (F=5.276, p<0.01) but has no role on relation between arousal stimulus and rating arousal (F=0.753, p>0.05).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah trait rumination memiliki peran dalam struktur pengalaman afektif individu, yaitu dimensi valence dan arousal. Penelitian ini menggunakan desain within-subject experiment dengan melibatkan delapan puluh satu orang mahasiswa baru Prodi Psikologi Universitas Brawijaya sebagai partisipan. Afek partisipan dibangkitkan menggunakan stimulus gambar dari International Affective Picture System (IAPS) yang diukur melalui Self Assessment Manikin (SAM) dan trait rumination diukur menggunakan Ruminative Response Scale (RRS). Hasil analisis statistik menggunakan teknik one-way repeated measures ANOVA menunjukkan bahwa trait rumination memiliki peran signifikan dalam hubungan antara valence stimulus dan rating valence (F=5.276, p<0.01). Namun, trait rumination tidak memiliki peran dalam hubungan antara arousal stimulus dan rating arousal (F=0.753, p>0.05).
Konflik Peran dan Perundungan (Bullying) di Tempat Kerja: Studi Meta-analisis Silviandari, Ika Adita
Mediapsi Vol 4 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.1

Abstract

This study examines the relationship between role conflict and workplace bullying through meta-analysis technique. A total of 11 research articles and 20 research data were studied based on the inclusion criteria of this study and analyzed to find correlations between both variables. The results showed the correlation between role conflict and workplace bullying with r=0.34. From the results, it can be said that significant correlation between role conflict and workplace bullying do exist. The estimated correlation value of this study is consistent with previous meta-analysis studies in similar topic.Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara konflik peran dan perundungan (bullying) di tempat kerja melalui teknik meta–analisis. Sebanyak 11 artikel penelitian dan 20 data penelitian diteliti berdasarkan kriteria inklusi dan kemudian dianalisis untuk menemukan korelasi antara kedua variabel tersebut. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konflik peran dan perundungan di tempat kerja dengan nilai r=0.34. Hasil ini bermakna bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konflik peran dan perundungan di tempat kerja. Estimasi nilai korelasi penelitian ini sejalan dan konsisten dengan penelitian meta-analisis sebelumnya dengan topik serupa.
Front Matters Vol. 4 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 4 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.6

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 1
Back Matters Vol. 4 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 4 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.7

Abstract

Back Matters Vol. 4 No. 1
Self-efficacy dan Optimisme sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Mahasiswa Tahun Pertama Novrianto, Riangga; Marettih, Anggia Kargenti Evanurul
Mediapsi Vol 4 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.4

Abstract

This study examined self-efficacy and optimism in predicting subjective well being of  first-year undergraduate students. Participants were first-year undergraduate students of UIN Sultan Syarif Kasim Riau (N=372; 121 males, 251 females). Participants completed the Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale, General Self-Efficacy Scale  and Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Multiple regression analysis was conducted to examine how the predictors contribute to subjective well-being. Results indicated that self-efficacy and optimism predicted first-year undergraduate students’ subjective well-being (F (2, 369)=53.920; p<0.01). Results also indicated that self-efficacy have a higher contribution (β=0.403; p<0.01) than optimism (β=0.137; p<0.01). In conclusion, self-efficacy and optimism are important in predicting subjective well-being first-year undergraduate students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi self-efficacy dan optimisme terhadap subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama. Sebanyak 372 orang mahasiswa tahun pertama UIN Sultan Syarif Kasim Riau (N=372; 121 laki-laki, 251 perempuan) menjadi partisipan di dalam penelitian ini. Partisipan penelitian mengisi adaptasi Skala Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale, General Self-Efficacy Scale, dan Life Orientation Test- Revised (LOT-R). Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui bagaimana kedua prediktor berkontribusi terhadap subjective well-being. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy dan optimisme secara bersama dapat memprediksi subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama (F (2, 369)=53.920; p<0.01). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki kontribusi yang lebih besar (β=0.403; p<0.01) bila dibandingkan dengan optimisme (β=0.137; p<0.01). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa self-efficacy dan optimisme memiliki peran penting dalam memprediksi subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama.
Rasa Aman Sebagai Prediktor Kepercayaan Masyarakat dengan Hadirnya Polisi Febrieta, Ditta; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Mediapsi Vol 4 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.2

Abstract

The spread of information or people’s direct experience with police will affect police image, either negative or positive. Unpleasant police behavior can cause distrust among people who are perceiving that police should act with good governance characteristics, with their main responsibility to protect and serve community. The feeling of distrust will make people feel insecured or even feared with the presence of police. This study aims to investigate the role of the sense of feeling secured to the public trust towards police presence. One hundred and fifty six participants were recruited from civil society. Scales to measure trust and the sense of feeling secured were employed to collect data from participants. This study was using quantitative approach with regression analysis technique. The results showed positive correlation between both variables, with the sense of feeling secured contributed 71 percent to the variable of public trust to police.Beredarnya informasi ataupun pengalaman yang langsung dialami masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap citra kepolisian, baik berupa citra negatif maupun positif. Tindakan polisi yang kurang baik akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap keberadaan polisi yang semestinya memliki karakteristik good governance, dengan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Perasaan tidak percaya tersebut akan membuat masyarakat menjadi merasa tidak aman bahkan merasa takut jika ada polisi di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rasa aman dalam memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sipil berjumlah 156 orang. Skala Kepercayaan dan Skala Rasa Aman digunakan untuk mengumpulkan data. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua variabel, dengan rasa aman memberikan sumbangan efektif sebesar 71 persen terhadap kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi.
Persepsi Dukungan Organisasi, Rasa Berdaya Psikologis, dan Pengaruhnya Terhadap Keterikatan Karyawan Pertelevisian Muzdalifah, Nina; Mangundjaya, Wustari L
Mediapsi Vol 5 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.01.1

Abstract

Employee engagement (EE) has an impact on organizational performance and employees regarding emotional and health conditions. There are EE supporting factors from companies or jobs and employees as individuals. The purpose of this study is to determine the effect of perceived organizational support (POS) on employee engagement (EE) mediated by psychological empowerment (PE). The data was collected using POS questionnaire adapted from Eisenberger (1986), PE questionnaire adapted from Speitzer (1995), and EE questionnaire adapted from Hewitt (2015). Partisipants are 116 people consisted of staff, supervisors, and managers who worked in several television industries in Jakarta Indonesia whose are permanent employees with work period of 2 years. The results showed that there is a direct effect from POS to EE and the indirect effect of POS to EE through PE as mediator. Increasing POS and EE will further increase EE. In conclusion, PE has a role as a positive partial mediation between POS and EE.Keterikatan karyawan (employee engagement/EE) memiliki dampak pada kinerja organisasi dan juga pada karyawan dalam hal kondisi emosi dan kesehatan yang baik. Terdapat faktor pendukung dari EE, baik yang berasal dari perusahaan atau pekerjaan dan juga dari karyawan sebagai individu. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh persepsi dukungan organisasi (perceived organizational support/POS) pada keterikatan karyawan (employee engagement/EE) yang dimediasi oleh rasa berdaya psikologis (psychological empowerment/PE). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi alat ukur POS dari Eisenberger (1986), rasa berdaya psikologis dari Speitzer (1995), dan keterikatan karyawan dari Hewitt (2015). Partisipan berjumlah 116 orang yang terdiri atas level staf, supervisor, dan manajer yang bekerja di beberapa industri pertelevisian di Jakarta Indonesia yang merupakan karyawan tetap dan memiliki masa kerja 2 tahun. Hasil yang didapatkan adalah terdapat pengaruh langsung dari POS ke EE dan pengaruh tidak langsung POS ke EE melalui mediator PE yang signifikan. Peningkatan POS dan EE akan semakin meningkatkan EE karyawan. Dengan kata lain, PE memiliki peran sebagai mediasi parsial positif antara POS dengan EE.