cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Kepemilikan Kartu Pembayaran Elektronik Tidak Memoderasi Gaya Hidup Hedonis Terhadap Perilaku Impulse Buying Juliastuti, Annisa Dwi; Hasanah, Nur; Faizah, Faizah
Mediapsi Vol 2 No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup hedonis terhadap perilaku impulse buying dengan kepemilikan kartu pembayaran elektronik sebagai variabel moderasi. Subjek dalam penelitian sebanyak 126 subjek. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan cluster random sampling dan accidental sampling. Hasil analisis data hipotesis pertama menunjukkan nilai (p)=0.06, sedangkan hipotesis kedua nilai (p)=0.000. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan kartu pembayaran elektronik tidak memoderasi pengaruh gaya hidup hedonis terhadap perilaku impulse buying, namun sebaliknya gaya hidup hedonis berpengaruh positif terhadap perilaku impulse buying. Semakin tinggi gaya hidup hedonis, maka semakin tinggi pula perilaku impulse buying. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah gaya hidup hedonis, maka semakin rendah pula perilaku impulse buying.
Pelatihan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Mengenai Pendampingan pada Remaja Putri dengan Intellectual Disabilities Tingkat Sedang Usia 10–13 Tahun Menghadapi Menstruasi Pertama Fitria, Ika
Mediapsi Vol 2 No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya ibu memiliki pengetahuan tentang pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama (menarche). Remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang pada umumnya mengalami perubahan fisik dan hormon yang hampir sama dengan remaja pada umumnya. Tetapi mereka memiliki kapasitas intelektual terbatas untuk memahami perubahan yang terjadi pada saat menstruasi dan mengembangkan kemandirian dalam mengurusnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan seorang pendamping yaitu ibu untuk membantu mereka melewati menarche dengan optimal. Agar bisa menjadi pendamping yang optimal terdapat tiga unsur utama yang hendaknya dimiliki oleh ibu yaitu memiliki pengetahuan, melakukan perubahan irama, dan menunjukkan kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh modul pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri 10–13 tahun dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama. Pelatihan ini menggunakan pendekatan adult learning dan mengacu pada teori pendampingan dari Mayeroff (1971). Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental, dengan desain one group pretest–posttest. Pengukuran dilakukan dengan memberikan kuesioner mengenai pendampingan sebelum dan sesudah pelatihan. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang ibu yang memiliki putri usia 10–13 tahun, belum menarche, dan mengalami intellectual disabilities tingkat sedang. Pengujian statistik terhadap pengukuran pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank untuk sampel kecil dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai Wilcoxon T=0 < Critical Value=0.03 yang berarti program pelatihan yang dilakukan memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities usia 10–13 tahun tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama.
Peran Academic Dishonesty dalam Menjelaskan Hubungan Antara Self-Regulated Learning dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Prestasi Akademik Sarirah, Thoyyibatus; Rachmayani, Dita; Supriyono, Yoyon
Mediapsi Vol 3 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peranan academic dishonesty dalam menjelaskan hubungan antara self-regulated learning dan dukungan sosial teman sebaya dengan prestasi akademik. Sampel penelitian berjumlah 327 mahasiswa Universitas Brawijaya dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan variabel moderator. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan antara self-regulated learning dan dukungan sosial teman sebaya dengan prestasi akademik akan tetapi dukungan sosial teman sebaya tidak berhubungan dengan prestasi akademik. Sementara academic dishonesty berperan sebagai moderator dalam hubungan antara self-regulated learning dengan prestasi akademik.
Peran Perfeksionisme terhadap Strategi Coping pada Mahasiswa Tingkat Akhir Abdullah, Syakrina Alfirani; Sarirah, Thoyyibatus; Lestari, Sumi
Mediapsi Vol 3 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perfeksionisme terhadap strategi coping pada mahasiswa tingkat akhir. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 orang mahasiswa tingkat akhir FISIP Universitas Brawijaya dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi self oriented perfectionism dan socially prescribed perfectionism dengan problem focused coping, namun tidak berhubungan signifikan dengan emotional focused coping. Selain itu, dimensi other oriented perfectionism tidak berhubungan signifikan baik dengan problem focused coping maupun emotional focused coping. Berdasarkan hasil analisis chi square, hanya dimensi self oriented perfectionism yang berperan dalam memprediksi problem focused coping pada mahasiswa tingkat akhir.
Bias Wawancara: Perbedaan Teknik Wawancara (Situational dan Behavioral) dalam Hal Penilaian Wawancara Kerja Hermawati, Primagitta; Susilawati, Ika Rahma; Widyasari, Selly Dian
Mediapsi Vol 3 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil penilaian wawancara kerja antara kandidat yang diwawancarai dengan teknik situational dengan behavioral. Penelitian ini menggunakan desain between subject yang mana terdapat dua kelompok dan mendapatkan perlakuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan kepada 110 partisipan mahasiswa psikologi Universitas Brawijaya yang telah lulus mata kuliah Psikodiagnostik III (Wawancara). Partisipan dalam eksperimen ini mendapat dua perlakuan, yaitu diberi tontonan video wawancara dengan kandidat yang diwawancarai menggunakan teknik wawancara situational dan video wawancara dengan kandidat yang diwawancarai menggunakan teknik wawancara behavioral. Setelah menonton video, partisipan diminta untuk memberi penilaian terhadap kandidat tersebut. Hasil analisis statistik menggunakan teknik independent sample t-test menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penilaian wawancara kandidat yang diwawancarai dengan teknik wawancara situational dan behavioral, di mana kandidat yang diwawancara dengan teknik situational memperoleh penilaian lebih rendah secara signifikan daripada kandidat yang diwawancarai dengan teknik behavioral (F=0.001, P<0.05).
Analisis Karakter Remaja Gaul pada Hedonisme Vlog Saputra, Sandi; Lestari, Ririn Dewi; Milasari, Milasari; Sholikhah, Octarina Hidayatus
Mediapsi Vol 3 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter yang ingin ditunjukkan oleh remaja gaul pada hedonisme vlog. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data yang digunakan berupa lima vlog remaja hedonisme yang memiliki viewer terbanyak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik catat. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi peneliti, yaitu dilakukan dengan menggunakan tiga orang peneliti dalam pengumpulan dan analisis data. Teknik analisis data menggunakan model analisis mengalir, yang meliputi tiga komponen, yaitu (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter-karakter yang dominan dimunculkan oleh remaja gaul pada hedonisme vlog berupa karakter ketidaksopanan, boros, sombong, dan percaya diri.
Motif Kerja Generasi Muda di Bidang Pertanian: Studi Fenomenologi Tentang Motif Kerja di Bidang Pertanian pada Kelompok Pemuda Tani di Kota Batu Hamyana, Hamyana
Mediapsi Vol 3 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif individu pemuda tani dalam keterlibatannya terhadap perubahan minat kerja generasi muda pada bidang pertanian. Metode yang dipakai dalam menguraikan rumusan masalah pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Objek yang diteliti adalah pemuda tani yang tergabung dalam kelompok karang taruna petani sayur dan buah di Kota Batu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua motif yang secara umum mendorong atau menghambat generasi muda dalam bekerja pada bidang pertanian yaitu moral–cultural base dan motif rasional-structural base. Berdasarkan motif moral-cultural base, bekerja di bidang pertanian dimaknai bukan sekadar persoalan rasional untung atau rugi, melainkan sebuah panggilan jiwa dan sebuah tanggung jawab moral yang harus diemban oleh mereka. Sedangkan berdasarkan motif rasional–structural base, bekerja di bidang pertanian dipahami sebagai sebuah pilihan di mana pilihan untuk memilih atau tidak memilih bekerja di bidang pertanian didasarkan pada seberapa besar pilihan tersebut memberikan keuntungan-keuntungan baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Kepuasan Perkawinan Ditinjau dari Kebersyukuran dan Pemaafan pada Pasangan Bekerja Herawati, Icha; Farradinna, Syarifah
Mediapsi Vol 3 No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.02.2

Abstract

This study aims to identify marital satisfaction among married, working individuals in relation with the aspect of gratitude and forgiveness. This study was conducted by using survey methods through questionnaires. The samples of this study were 226 married, working individuals (140 males and 86 females) and were working for Islamic University of Riau (UIR), Indonesia. The instruments for this study were the adaptation of The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) for the aspect of gratitude, Marital Forgiveness Scale (dispositional) for the aspect of forgiveness and ENRICH Marital Satisfaction Scale for the aspect of marital satisfaction. The result showed a significant correlation between gratitude, forgiveness, and maritl satisfaction. The statistical regression also found that forgiveness is the key contributor of marital satisfaction for married, working individual. In general, this study suggest that gratitude and forgiveness is an important aspect that contributes to marital satisfaction of married, working individuals.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan perkawinan pada pekerja yang telah menikah yang dilihat dari aspek kebersyukuran dan pemaafan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey menggunakan kuesioner. Sampel penelitian terdiri dari 226 orang yang telah menikah dan sedang bekerja (pria=140, wanita=86) di Universitas Islam Riau (UIR), Indonesia. Instrumen kajian adalah adaptasi dari The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) untuk aspek kebersyukuran, Marital Forgiveness Scale (Dispositional) untuk aspek pemaafan, dan ENRICH Marital Satisfaction Scale untuk aspek kepuasan perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebersyukuran, pemaafan, dan kepuasan perkawinan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa pengampunan merupakan aspek kunci pada pasangan suami istri yang memperoleh kepuasan perkawinan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kebersyukuran dan pemaafan merupakan aspek penting untuk memberi kontribusi pada kepuasan perkawinan terhadap individu bekerja yang telah menikah.
Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasmalawati, Nur; Hasanati, Nida
Mediapsi Vol 3 No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.02.1

Abstract

This study aims to determine the effect of Quality of Work Life (QWL) and work motivation on employee performance. Subjects in this study were 50 TB-HIV Cadres, consisting of 36 women and 14 men whose ages ranged from 18 to 63 years old. This study applied multiple linear regression in analyzing data obtained from Likert-scale questionnaires. The results show that the QWL is significantly influential on performance, with R Square 0.313 and p-value 0.000, meaning that the QWL affects performance with 31% contribution. Meanwhile, the rest was influenced by other variables. However, work motivation seems to have no effect on performance (p>0.05). The practical implication of this study would be the more the manager is taking care of their employee’s QWL, the higher the performance of their employee will be. This subsequently may result in more productive employee in improving services to the society.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah Kader TB-HIV yang berjumlah 50 orang, terdiri dari 36 orang perempuan dan 14 orang laki-laki dengan rentang usia antara 18-63 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear ganda untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner-kuesioner berbentuk skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0.313 dan nilai p sebesar 0.000 yang bermakna bahwa kualitas kehidupan kerja sebagai variabel bebas mempengaruhi variabel terikat yaitu kinerja sebesar 31%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sementara itu, motivasi kerja tidak memiliki efek terhadap kinerja (p>0,05). Implikasi praktis dari penelitian ini adalah semakin tinggi kehidupan kerja karyawan, maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Hal ini selanjutnya dapat membuat karyawan lebih produktif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Perilaku Berkendara Agresif Para Pengguna Kendaraan Bermotor di Kota Malang Herani, Ika; Jauhari, Anya Khaleda
Mediapsi Vol 3 No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.02.4

Abstract

This study aims to identify the types of aggressive driving behavior and their causative factors. Survey method was employed in this study. The population of this study was motorized vehicle users (drivers and riders) in the city of Malang, from which we drew 400 drivers and riders as our sample by using purposive sampling technique. Data obtained from this study was then analyzed by applying descriptive and frequency analysis technique. The results showed that the most frequent type of aggressive driving behavior was tailgating in order to prevent others from occupying the space. Furthermore, contributing factors of aggressive driving behavior were traffic density, rushing behavior, some burdersome traffic signs, and other motorized vehicle users who try to occupy their driving territory.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku berkendara agresif beserta faktor yang menjadi pemicunya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi penelitian ini adalah para pengguna kendaraan bermotor (pengendara mobil dan sepeda motor) di Kota Malang, dengan jumlah sampel 400 orang. Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku berkendara agresif yang dominan terjadi adalah memperkecil jarak kedekatan dengan kendaraan di depannya untuk menghalangi pengendara lain yang akan mengambil jalan. Sementara itu, faktor yang menjadi pemicu terjadinya perilaku berkendara agresif adalah kepadatan lalu lintas, terburu-buru, rambu lalu lintas yang dirasa memberatkan pengendara, dan adanya pengendara lain yang melanggar daerah teritori pengendara tersebut.