cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Pesisir dan Laut Tropis mewadahi kajian-kajian ilmiah dalam bidang bio-ekologi pesisir dan laut, hidro-oesanografi dan morfologi pesisir, toksikologi dan farmasitika, kajian substansi kimiawi biota dan perkembangan bioteknologi kelautan lainnya, di lingkup pesisir dan laut di daerah tropis. Kajian ilmiah dimaksud bisa berupa hasil penelitian maupun critical review. Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam satu tahun (Februari, Juni, September). Diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan FPIK-UNSRAT
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS" : 7 Documents clear
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK IDENTIFIKASI WILAYAH BERISIKO BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN PESISIR PANTAI SINE, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR, INDONESIA Anggoro Putranto; Jani
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.57592

Abstract

Perkembangan pemanfaatan inovasi sistem informasi geografis di Indonesia semaik baik, yang sekaligus membantu memudahkan Pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Pemanfaatan aplikasi sistem informasi geografi (SIG) dapat digunakan dalam bidang pemetaan batas wilayah, kebencanaan, perencanaan tata ruang, maupun pemodelan. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat risiko bencana alam tinggi, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran, gunung meletus, Tsunami, dll. Faktor kondisi geologis yang sebagai penyebabnya. mulai dari letak Negara Indonesia yang berada diantara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia serta lempeng pasifik. Kondisi ini seringkali menyebabkan adanya aktifitas lempeng yang aktif dan mengkibatkan adanya gempa bumi tektonik. Dampak gempak gempa bumi di Indonesia pada kawasan pesisir sering mengakibatkan timbulnya bencana gelombang tinggi Tsunami. Tujuan penelitian, (1) mengidentifikasi bentuk tipologi kepesisiran, (2) menganalisis tingkat bahaya dan keterpaparan pemukiman di kawasan pesisir. Metode penelitian ini melakukan pengamatan observasi lapangan dan pemodelan data spasial sistem informai geografis dan analisa data menggunakan analisa data spasial dan pembobotan penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi kawasan wilayah pesisir didominasi tipologi pesisir yang berbentuk teluk. Pemukiman dan sangat dekat dengan garis pantai serta topografi wilayah yang datar menjadikan wilayah pemukiman di pesisir Pantai Sine memiliki tingkat bahaya risiko bencana Tsunami yang tinggi. Selain itu, jenis pemukiman serta kepadatan pemukiman juga menjadi faktor kerentanan yang tinggi. Kata kunci: Tipologi Pesisir, Bahaya, Risiko, Bencana Tsunami, Pesisir Sine
KEMAMPUAN MENGHAMBAT DARI PEPTIDA SIKLIK YANG DIHASILKAN Prochloron didemni TERHADAP RESEPTOR KANKER KOLOREKTAL DAN PENYAKIT VIRUS DENGAN PENDEKATAN ANALISIS IN SILICO Inneke Rumengan; Angelina Goei; Rosita Lintang; Chatrien Sinjal; Trezya Pangemanan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.57696

Abstract

Mikroba endosimbion pada golongan Tunikata dari kelas Ascidiacea sudah ditemukan di Pesisir Malalayang, Teluk Manado. Prochloron didemni sebagai salah satu spesies mikroba fotosimbion pada ascidia dilaporkan menghasilkan berbagai peptida siklik seperti patelamida A, B, C, D, E, F, G dan H, serta ulitiasiklamida. Sebagai bagian dari eksplorasi potensi molekuler mikroba endosimbion tersebut, telah dilakukan analisis in silico untuk prediksi awal kemampuan hambat senyawa-senyawa peptida siklik tersebut terhadap reseptor-reseptor pada kanker kolorektal dan virus dengue dengan menggunakan perangkat lunak AutoDock Vina. Afinitas pengikatan molekul ligan terhadap reseptor yang ditunjukkan dengan nilai ΔG.   Besaran nilai ΔG terkecil diperoleh dari hasil penambatan patelamida A terhadap reseptor virus dengue (ΔG = -14,84), jelas mengindikasikan betapa efektifnya senyawa ini dapat menghambat virus tersebut. Kemampuan ulitiasiklamida juga ternyata sama kuatnya dalam menghambat kedua reseptor kanker kolorektal (ΔG = -14,1 dan -14,42), setara dengan obat, irinotecan. Kemampuan antikanker dan antivirus juga dimiliki oleh senyawa-senyawa patelamida lainnya, sehingga dapat disimpulkan peptida siklik yang dihasilkan oleh mikroba endosimbion P. didemni mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai obat antikanker dan antivirus. Tentu saja, dalam hal ini perlu dilakukan uji-uji  klinik standar ke depan. Kata kunci: peptida siklik, Prochloron didemni, in silico, antikanker, antivirus
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA PONTO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Khusnul Hotimah; Calvyn F.A. Sondak; Sandra O. Tilaar; Billy T. Wagey; Antonius P. Rumengan; Desy M.H. Mantiri
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.57803

Abstract

Hutan mangrove sangat penting untuk kehidupan biota dan lingkungan sekitarnya. Ekosistem mangrove terletak di seluruh kepulauan Indonesia. Desa Ponto merupakan daerah yang juga memiliki keanekaragaman mangrove yang cukup tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Ponto Jaga Tiga Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dengan titik koordinat transek 1(1o39’45.54”U, 124o55’18.79”T), 2(1o39’26.96”U, 124o55’9.74”T),3(1o38’53.’93”U, 124o55’3.39”T), tujuan penelitian untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Desa Ponto Jaga Tiga Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Setiap lokasi ditarik (line transect) sepanjang 100m dan diletakan 5 kuadran dari darat ke laut. Kuadran berukuran 10m x 10m, jarak antar kuadran 10m. Studi menemukan 6 spesies mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Brugueira gymnorrhiza, Xylocarpus granatum, Rhizophora mucronata, dan Avicennia alba. Nilai kerapatan tertinggi ditemukan jenis R.apiculata dan nilai kerapatan terendah yaitu X.granatum. Nilai frekuensi jenis tertinggi R.mucronata dan R.apiculata, frekuensi jenis terendah yaitu X.granatum. Nilai penutupan jenis tertinggi yaitu R.mucronata dan terendah jenis X.granatum. Indeks nilai penting tertinggi jenis R.mucronata. Indeks keanekaragaman rata-rata dengan nilai 1,02 termasuk kategori sedang. Nilai keseragaman sebesar 0,62 dengan indeks dominasi yaitu 0,81. Kata Kunci: Mangrove, Struktur Komunitas, Desa Ponto
KOMPOSISI FORAMINIFERA GENUS CALCARINA DI PERAIRAN DESA WINERU, KECAMATAN LIKUPANG TIMUR, SULAWESI UTARA Roosa C. Kalebos; Jane M. Mamuaja; Markus T. Lasut; Medy Ompi; Royke M. Rampengan; Kurniati Kemer
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.57804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi spesies dan mendeskripsikan morfologi foraminifera genus Calcarina di tiga habitat berbeda di Perairan Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan mencakup pengambilan sampel secara purposive sampling di tiga habitat: Daerah Terumbu Karang (DTK), Daerah Terumbu Karang Rubble (DTKR), dan Daerah Berpasir (DBP), pada kedalaman 1-2 meter. Sampel kemudian diproses di laboratorium melalui tahap pencucian, pengeringan, penjentikan, identifikasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Calcarina spengleri adalah spesies dominan di semua lokasi, dengan jumlah individu tertinggi dibandingkan spesies lain seperti Calcarina defrancei, Calcarina gaudichaudii, Calcarina hispida, dan Calcarina sp. Pola distribusi spesies ini mencerminkan variasi kondisi lingkungan dan faktor ekologi di masing-masing lokasi penelitian. Meskipun Calcarina memiliki kontribusi yang relatif kecil dalam komunitas foraminifera yang masuk dalam kelompok yang memiliki simbion (foraminifera bentik besar), dengan persentase 38,5% dari total individu, penelitian ini berhasil mendeskripsikan morfologi spesies dengan baik, termasuk bentuk, ciri, dan struktur cangkang yang unik. Distribusi geografis spesies ini luas di berbagai ekosistem perairan, termasuk di Perairan Desa Wineru, sebagaimana tercatat dalam World Foraminifera Database dan WoRMS. Kata kunci: Foraminifera Calcarina, Komposisi Spesies, Morfologi Spesies, Likupang
INDEKS DIMENSI DAN INDEKS NILAI PENTING LAMUN DI PERAIRAN DARUNU, KECAMATAN WORI, SULAWESI UTARA Lidya Magdalena; Desy M. H. Mantiri; Antonius P Rumengan; , Esther D. Angkouw; Kakaskasen A. Roeroe
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.58031

Abstract

Ekosistem pesisir yang mampu menyerap dan menyimpan karbon yang baik adalah salah satunya ekosistem padang lamun. Perairan Darunu, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara merupakan salah satu daya tarik wisata dan memiliki ekosistem lamun yang baik. Namun sampai saat ini belum ada informasi atau laporan mengenai padang lamun yang ada di Perairan Darunu, oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis lamun, mengetahui nilai indeks dimensi lamun (IDLn) dan indeks nilai penting (INP) lamun di Perairan Darunu. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pegambilan data dilakukan secara langsung menggunakan metode garis transek. Lamun yang ditemukan di Perairan Darunu sebanyak 6 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule phinifolia, dan Syringodium isoetifolium. Nilai indeks dimensi lamun (IDLn) sebesar 0,5m² dipengaruhi oleh jarak ekosistem lamun dari pemukiman penduduk. INP dipengaruhi oleh kerapatan jenis dan kerapatan relatif, frekuensi jenis dan frekuensi relatif, penutupan jenis dan penutupan relatif. INP tertinggi di Stasiun 1 pada jenis T. hemprichii dengan nilai 124.680% dan INP terendah pada jenis H. phinifolia di Stasiun 3 dengan nilai 5,968%. Kata Kunci: Indeks Dimensi Lamun, Indeks Nilai Penting, Ekosistem Lamun, Perairan Darunu, Sulawesi Utara
SEBARAN OYSTER Saccostrea cuccullata DI TIANG DERMAGA LABORATORIUM BASAH LIKUPANG Supriadi Lalandos Losoh; Farnis B. Boneka; N. Gustaf F. Mamangkey; Deiske A. Sumilat; Billy T. Wagey; Jane M. Mamuaja
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.58218

Abstract

Kerang Saccostrea cuccullata merupakan spesies penting dalam ekosistem pesisir. Keberadaanya pada struktur buatan manusia seperti dermaga dapat memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan perairan dan potensi pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang sebaran S. cuccullata di tiang dermaga Likupang serta menganalisis hubungan antara ukuran cangkang S. cuccullata dengan posisi vertical pada tiang dermaga Laboratorium Basah, Likupang. Prosedur pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengobservasi kehadiran oyster di dinding tiang dermaga pada beberapa sisi; sisi depan, sisi belakang, dan sisi luar kemudian mendeskripsikan sebaran ukuran oyster terhadap posisi vertical dengan mencatat ketinggian oyster dan mengambil oyster untuk dilakukan pengukuran Panjang cangkang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,75% tiang dihuni Saccostrea cuccullata. Pengukuran Panjang cangkang S. cuccullata menunjukkan bahwa oyster yang menempati level atas dengan Panjang rata-rata 3,50 cm; level tengah berukuran 6, 35 cm; dan level bawah 8, 33 cm. Dengan demikian, posisi vertical sangat berpengaruh pada periode makan dan secara langsung berdampak pada pertumbuhan dan ukuran tubuh oyster. Kata kunci: Saccostrea cuccullata, sebaran, ukuran cangkang
KANDUNGAN KARBON PADA SERASAH DAUN MANGROVE DI PERAIRAN SEKITAR DESA BULO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA SULAWESI UTARA Glorima J. A. Tijow; Calvyn F. A. Sondak; Robert A. Bara; Carolus P. Paruntu; Esther D. Angkouw; Rignolda Djamaluddin
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.58408

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam hal mengurangi dampak dari perubahan iklim Mangrove menyerap CO2 dari atmosfer dan mengubahnya menjadi karbon organik yang tersimpan dalam bentuk biomassa biomasa bagian atas dan biomasa bagian bawah. Menyadari pentingnya peran ekosistem mangrove maka penelitian mengenai kandungan karbon pada serasah mangrove sangat penting dilakukan untuk menentukan kapasitas hutan mangrove dalam menyerap CO2. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan mangrove yang berada di perairan sekitar Desa Bulo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kandungan karbon pada serasah daun mangrove. Pengambilan data serasah daun pada penelitian ini menggunakan metode litter-trap (jaring penangkap serasah). Pengambilan serasah mangrove menggunakan 10 buah litter-trap berukuran 1×1 m2 dan sampel diambil setiap 7 hari sekali selama 28 hari. Serasah yang terperangkap di dalam litter-trap ditimbang berat basah dan berat keringnya untuk mengetahui kandungan biomassanya, kemudian dianalisis dengan metode loss on ignition (LOI) untuk mengetahui jumlah persentase kandungan karbon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh estimasi rata-rata kandungan karbon sebesar 43,03 ton/ha/tahun dan nilai rata-rata persentase kandungan karbon sebesar 12,48% C/hari. Keywords: Mangrove, Serasah, Kandungan Karbon, Bulo Village

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 1 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 3 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 2 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS More Issue