cover
Contact Name
Karel Karsten Himawan
Contact Email
karel.karsten@uph.edu
Phone
+62412950075
Journal Mail Official
jpu@k-pin.org
Editorial Address
Secretariat JPU Faculty of Psychology, Universitas Pelita Harapan Jl. M. H. Thamrin No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, INDONESIA
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : 25801228     DOI : https://doi.org/10.24854/jpuxxx
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles 332 Documents
Pengaruh kepribadian, letak kendali perilaku, dan motivasi terhadap otonomi remaja memilih perguruan tinggi Hanrezi Dhania Hasnin
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu30

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh dimensi kepribadian, letak kendali perilaku dan motivasi terhadap otonomi remaja dalam memilih perguruan tinggi. Responden terdiri dari 222 remaja, berusia antara 16 hingga 20 tahun, telah lulus dari sekolah menengah umum, telah memilih perguruan tinggi yang ingin dimasuki dan sedang mengikuti bimbingan belajar sebagai persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner The Big Five Personality Traits, Levenson’s IPC Locus of Control, motivasi dan otonomi perilaku yang diadaptasi untuk kepentingan penelitian ini. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa beberapa dimensi dari kepribadian, letak kendali perilaku dan motivasi berpengaruh terhadap otonomi remaja dari pengaruh ayah, ibu, atau keduanya dalam memilih perguruan tinggi. Lebih lanjut, hasil-hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) chance dan motivasi dorongan orang lain berpengaruh negatif, sedangkan motivasi karir berpengaruh positif terhadap otonomi remaja dari pengaruh ayah dalam memilih perguruan tinggi. (2) tidak ada pengaruh dari semua dimensi kepribadian, letak kendali perilaku, dan motivasi terhadap otonomi remaja dari pengaruh ibu. (3) chance berpengaruh negatif terhadap otonomi remaja dari pengaruh orangtua.
Prevalensi depresi pada wanita dengan riwayat keguguran: Studi berbasis data IFLS-5 Herdiyan Maulana; Marty Mawarpury; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu469

Abstract

Keguguran (abortus spontanea) pada wanita dalam masa kehamilan adalah peristiwa traumatik yang berhubungan erat dengan berbagai permasalahan psikologis, seperti kecemasan, gangguan emosi, dan depresi. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan kondisi komorbiditas psikologis, baik itu yang bersifat segera atau di kemudian hari. Studi sebelumnya menunjukkan lebih dari 50% wanita memiliki riwayat keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi faktor-faktor psikologis (religiositas dan kepuasan hidup) dan sosial-demografi (usia, pendidikan, dan status pekerjaan) terhadap gejala depresi pada wanita dengan riwayat keguguran. Data didapatkan dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang ke lima, dengan sampel wanita dewasa yang memiliki riwayat keguguran sebanyak 1097 orang (Musia = 35.7; SD = 9.36). Pengukuran depresi dilakukan dengan skala Brief Centers for Epidemiologic Studies Depression Scale (BCES-D-10). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan faktor psikologi dan sosial-demografi secara signifikan memprediksi tingkat gejala depresi. Dinamika faktor demografi terhadap tingkat depresi dan implikasinya turut didiskusikan.
Kelekatan, resolusi konflik, dan kepuasan hubungan berpacaran pada dewasa muda: Model analisis jalur Nurrahma Sukmaya Kalamsari; Adriana Soekandar Ginanjar
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu507

Abstract

Pola kelekatan merupakan salah satu faktor individual yang secara konsisten ditemukan memengaruhi kepuasan hubungan. Resolusi konflik yang konstruktif juga terbukti dapat meningkatkan kepuasan hubungan. Meski pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kepuasan berhubungan telah didukung oleh studi-studi mandiri, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif peran dari kedua faktor itu melalui analisis jalur. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk melihat bagaimana pengaruh antara dua pola kelekatan (anxious attachment dan avoidant attachment) dan resolusi konflik (keterlibatan konflik, perilaku positif, dan perilaku menghindar) terhadap kepuasan hubungan berpacaran pada dewasa muda dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Terdapat 824 partisipan dewasa muda (18-36 tahun; Musia = 21.6; SD = 2.54) dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anxious attachment, avoidant attachment, dan resolusi konflik secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan hubungan. Penelitian ini menggambarkan bahwa pola kelekatan dan resolusi konflik merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kepuasan hubungan.
HARKing: Praktik ‘cocokologi’ hipotesis dengan hasil penelitian Omar Khalifa Burhan
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu638

Abstract

Catatan editor ini membahas HARKing sebagai pelanggaran ilmiah yang penting dihindari oleh peneliti psikologi di Indonesia. Saya secara khusus menguraikan HARKing sebagai praktik yang bertentangan dengan prinsip dasar penelitian ilmiah (yaitu prinsip falsifikasi). Saya juga memberikan beberapa contoh praktik HARKing yang penting dihindari oleh peneliti psikologi. Terakhir, saya mencatat alasan penting mengapa Jurnal Psikologi Ulayat perlu memperhatikan praktik HARKing.
Dukungan sosial sebagai moderator antara konflik peran ganda dengan kesejahteraan subjektif pada Wanita Angkatan Udara Khairina Khairina; Alimatus Sahrah
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu380

Abstract

Setiap personel di sebuah organisasi selalu saja mendambakan kesejahteraan psikologi subjektif (subjective well-being; SWB) dalam menjalankan tugas di manapun berada. Menerapkan pemaknaan kehidupan yang positif pada kehidupan sehari-hari adalah hal yang perlu dilakukan individu agar meraih kesejahteraan yang sesuai dengan keinginan masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konflik peran ganda terhadap kesejahteraan psikologi subjektif dengan dukungan sosial sebagai moderator. Subjek penelitian sebanyak 53 orang TNI Wanita Angkatan Udara didapatkan melalui teknik pengambilan sampel purposive dan snowball. Pengumpulan data menggunakan Skala SWB, Skala Dukungan Sosial, dan Skala Konflik Peran Ganda. Analisis data penelitian menggunakan teknik statistik regresi (moderated regression analysis), yang hasilnya dapat disimpulkan bahwa konflik peran ganda tidak berpengaruh signifikan terhadap SWB, tetapi dukungan sosial efektif sebagai moderator pada pengaruh konflik peran ganda terhadap SWB. Hal ini dapat diartikan bahwa dukungan sosial menjadi katalisator terhadap hubungan antara konflik peran ganda terhadap SWB. 
Pengalaman ibu bekerja yang memiliki anak balita dalam mencapai keseimbangan kerja-keluarga Yasrin Nur Fajriyati; Sri Lestari; Wisnu Sri Hertinjung
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu477

Abstract

Ibu yang bekerja memiliki tanggung jawab di dua ranah berbeda, yaitu keluarga dan pekerjaan. Ibu bekerja perlu keseimbangan peran agar ibu mampu menjalankan perannya secara optimal, terlebih bagi ibu bekerja yang memiliki anak balita. Tujuan penelitian ini adalah memahami pencapaian keseimbangan kerja-keluarga pada ibu bekerja yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada enam orang ibu bekerja yang memiliki anak balita, yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bekerja yang memiliki anak balita mengalami kesulitan dalam menjalankan peran ganda sehingga muncul konflik peran. Upaya yang dilakukan ibu untuk meminimalisir konflik dan mencapai keseimbangan kerja-keluarga adalah meminta bantuan dari orang-orang terdekat seperti suami atau anggota keluarga lain, melakukan komunikasi aktif dengan pengasuh ketika sedang istirahat bekerja, mengelola emosi dan berpikir positif, tidak mencampuradukkan urusan pekerjaan dan keluarga, menjadikan anak sebagai pengobat lelah setelah pulang bekerja, serta mengembangkan sikap sabar ketika bersama anak.
Pengaruh religiositas dan sikap peran gender sexism terhadap kecenderungan perilaku kekerasan oleh suami Vany Aprilia; Anisia Kumala Masyhadi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu440

Abstract

Kasus kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya menunjukkan tren kenaikan setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas dan sikap peran gender sexism terhadap kecenderungan perilaku kekerasan pada pasangan di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah 102 laki-laki (Musia = 33; SD = 8.245) yang telah menikah minimal satu tahun. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa religiositas secara signifikan dapat menurunkan kecenderungan perilaku kekerasan pada pasangan, sedangkan sikap peran gender sexism, yang menganggap laki-laki lebih superior daripada perempuan, secara signifikan dapat meningkatkan kecenderungan perilaku kekerasan terhadap istri. Penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa religiositas dapat menjadi faktor pelindung dari kekerasan, sedangkan sikap peran gender sexism bisa menjadi faktor risiko. Oleh karenanya, penting untuk melakukan pengarusutamaan terhadap sikap peran gender yang lebih egalitarian dengan tetap mengapresiasi pemaknaan budaya seputar gender, sebagai salah satu strategi untuk menurunkan prevalensi kekerasan domestik terutama oleh lelaki.
Dukungan sosial sebagai faktor pendukung keberhasilan adaptasi mahasiswa perantau yang tinggal di asrama Jakarta Saira Lastiar Naibaho; Juliana Murniati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu465

Abstract

Mahasiswa perantau biasanya menghadapi tantangan terkait adaptasi budaya di Jakarta. Universitas menawarkan asrama dengan program kegiatan yang memfasilitasi mereka dalam proses adaptasi tersebut. Studi ini melihat peran dukungan sosial terhadap adaptasi budaya para mahasiswa perantau dan melibatkan 105 mahasiswa perantau yang tinggal di Asrama Universitas X di Jakarta. Studi ini menggunakan instrumen Cross-Cultural Adaptation Scale dan Multi-Dimensional Support Scale. Uji regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan pada keberhasilan adaptasi lintas budaya mahasiswa perantau di Jakarta. Semua jenis dukungan sosial (dukungan dari keluarga, teman baru di Jakarta, dan universitas) signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan adaptasi mahasiswa, kecuali dukungan teman seperantauan. Lebih lanjut, pengaruh dukungan universitas ditemukan bersifat negatif terhadap adaptasi lintas budaya. Penelitian dilaksanakan ketika pandemi COVID-19 merebak, sehingga interpretasi terhadap hasil studi dapat dipengaruhi oleh konteks ini.
Laki-laki tidak boleh nangis: Pentingnya pendekatan alternatif dalam mengeksplorasi pengalaman lelaki Indonesia dalam relasi romantis Karel Karsten Himawan
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu712

Abstract

Academic discourses around interpersonal relationship in the patriarchal culture tends to assume men in the superior position, hence their unique experience is considered less significant to be investigated. As a result, what we know about men’s experience and expectation in a romantic relationship is only as far as what their gender stereotype subscribes; that relationship is only for sex, status and power exercise, and social symbol. In the present editorial note, I emphasize the urgency to utilize an alternative approach in exploring unique experience of Indonesian men in romance; such insight would be valuable to improve the quality of interpersonal relationship through culturally-informed perspective.
Hubungan kelekatan romantis dan pengambilan perspektif diadik pasangan dengan kepuasan pernikahan Fennisita Aurellia; Retha Arjadi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu609

Abstract

Ada banyak manfaat dari pernikahan yang memuaskan. Namun, kemampuan untuk membangun pernikahan yang memuaskan berbanding terbalik dengan pola kelekatan romantis meragukan (insecure romantic attachment), yaitu kelekatan mencemas (anxious attachment) dan kelekatan menghindar (avoidant attachment). Penelitian ini bertujuan memahami lebih dalam hubungan kelekatan mencemas dan kelekatan menghindar dengan kepuasan pernikahan. Secara spesifik, dengan menyelidiki pengambilan perspektif diadik oleh pasangan (other dyadic perspective-taking: ODPT) sebagai mediator. ODPT adalah derajat individu merasa pasangan romantis dapat mengakomodasi kebutuhan dan perspektif mereka. Studi kuantitatif ini melibatkan 242 orang dewasa muda yang telah menikah setidaknya selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ODPT, kelekatan mencemas, dan kelekatan menghindar secara langsung berhubungan dengan kepuasan pernikahan, tetapi ODPT tidak memediasi hubungan antara kelekatan mencemas dan kelekatan menghindar dengan kepuasan pernikahan.