cover
Contact Name
Karel Karsten Himawan
Contact Email
karel.karsten@uph.edu
Phone
+62412950075
Journal Mail Official
jpu@k-pin.org
Editorial Address
Secretariat JPU Faculty of Psychology, Universitas Pelita Harapan Jl. M. H. Thamrin No. 1, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, INDONESIA
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : 25801228     DOI : https://doi.org/10.24854/jpuxxx
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology (JPU) is a peer-reviewed scientific journal that stands as a forum to facilitate communication, dissemination, and enhancement of ideas within scholars in the field of psychology and social sciences by showcasing high-quality works while acknowledging its relevance in the indigenous perspective. The journal is published in print (p-ISSN: 2088-4230) and electronic (e-ISSN: 2580-1228) formats. JPU is published bi-annually (every June and December) by Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. We welcome submissions from scholars, including students, whose work shares relevance to our focus and scope. JPU adheres to the high standard of publication process by abiding to the double-blind peer review process to maintain fair and indiscriminatory submission process. Submissions are open at any time.
Articles 332 Documents
Kejadian hidup yang menekan bagi remaja yang memiliki gejala depresi pasca perceraian orang tua Ktut Dianovinina; Endang Retno Surjaningrum; Primatia Yogi Wulandari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu581

Abstract

Perceraian orang tua dapat menimbulkan tekanan bagi remaja. Walaupun demikian, tidak semua kejadian hidup pasca perceraian dianggap remaja sebagai tekanan. Tujuan studi ini mendeskripsikan: 1). kejadian hidup pasca perceraian yang dianggap remaja sebagai tekanan dan 2). perubahan pikiran, perasaan, dan perilaku yang dialami remaja pasca perceraian. Penelitian deskriptif ini menggunakan Children Depression Inventory (CDI) dan kuesioner, yang dianalisis secara univariat. Partisipan penelitian adalah remaja (n = 30; 83.3% perempuan) dari keluarga bercerai yang berusia 13-19 tahun dan mengalami depresi (skor CDI minimal 19). Hasil penelitian menunjukkan lima tema kejadian hidup yang dianggap menekan, yaitu relasi keluarga yang kurang kohesif, kehilangan dukungan dan kasih sayang dari orang tua, permasalahan akademik, pernikahan kembali orang tua, serta kondisi ekonomi yang menurun. Perceraian orang tua menimbulkan lebih banyak perubahan negatif, meskipun masih terdapat satu hal positif yaitu membuat remaja lebih mandiri. Keluarga besar justru menjadi salah satu sumber tekanan bagi remaja. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendampingan orang tua dan dukungan keluarga besar bagi remaja dalam menghadapi tekanan pasca perceraian.
Layanan kesehatan mental digital: Urgensi riset dan penerapannya di Indonesia Ratih Arruum Listiyandini
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu789

Abstract

Layanan melalui teknologi digital dan berbasis internet sudah menjadi salah satu kebutuhan di dalam sistem kesehatan mental di Indonesia. Namun, efektivitas klinis dan keamanan dari pemberian layanan kesehatan mental digital masih perlu untuk terus diuji dan diteliti lebih lanjut, khususnya mengenai intervensi klinis digital yang lebih peka secara budaya. Di dalam catatan editorial kali ini, saya menyoroti mengenai berbagai bentuk layanan kesehatan mental digital yang tersedia saat ini di Indonesia, potensi manfaatnya, dan urgensi agar para peneliti di Indonesia terlibat dalam pengujian mengenai keamanan dan efektivitas dari layanan seperti ini pada populasi Indonesia.
Keyakinan diri dalam pengasuhan dan keterlibatan orang tua pada siswa berkebutuhan khusus di SMP inklusif Chairunnissa Chairunnissa; Weny Savitry Sembiring Pandia
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu482

Abstract

Tantangan dalam menghadapi remaja yang berkebutuhan khusus dapat memengaruhi keyakinan diri dalam pengasuhan (parenting self-efficacy) dan bentuk keterlibatan orang tua dalam pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh keyakinan diri dalam pengasuhan terhadap keterlibatan orang tua siswa berkebutuhan khusus (SBK) di SMP inklusif. Studi kuantitatif menggunakan Self Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI) dan Family Involvement Questionnare (FIQ) dilakukan terhadap 192 orang tua. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa keyakinan diri dalam pengasuhan berpengaruh sebesar 51.5% terhadap keterlibatan orang tua. Lebih lanjut, hasil studi ini juga menunjukkan bahwa orang tua yang bercerai memiliki tingkat keterlibatan yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian orang tua memiliki tingkat keyakinan diri dalam pengasuhan serta keterlibatan dalam pendidikan yang tergolong sedang sehingga masih perlu ditingkatkan. Studi ini menekankan pentingnya mensosialisasikan strategi pengasuhan SBKyang efektif, terutama dengan menekankan pada keterlibatan aktif orang tua.
Mengukur depresi, kecemasan, dan stres pada kelompok dewasa awal di Indonesia: Uji validitas dan reliabilitas konstruk DASS-21 Moh Abdul Hakim; Nina Vania Aristawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu553

Abstract

Untuk mengevaluasi depresi, kecemasan, dan stres pada populasi, banyak peneliti dan praktisi kesehatan mental di Indonesia menggunakan versi bahasa Indonesia dari DASS-21 yang dikembangkan oleh Lovibond dan Lovibond (1995) serta diadaptasi oleh peneliti lokal. Meskipun skala ini terbukti berguna, namun belum banyak divalidasi untuk usia dewasa awal di Indonesia. Penelitian saat ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dan keandalan konstruk dari versi bahasa Indonesia DASS-21 untuk individu berusia dewasa awal. Penelitian ini melibatkan 629 responden berusia 20-40 tahun dari 34 provinsi yang mengisi skala secara daring. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa versi bahasa Indonesia DASS-21 untuk individu berusia dewasa awal memiliki sifat psikometrik yang cukup baik sebagai skala multidimensi. Namun, kami menyarankan beberapa revisi penting terhadap skala tersebut, seperti menghilangkan butir yang tumpang tindih dalam subskala Depresi dan Kecemasan, serta menyempurnakan terjemahan satu butir dalam Subskala Stres.
Regulasi emosi sebagai mediator antara ketakutan dan kepatuhan pada protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 Tiara Maharani Harahap; Lenny Kendhawati; Marisa Fransiska Moeliono
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu555

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran strategi regulasi emosi adaptif pada hubungan antara ketakutan terhadap COVID-19 dengan kepatuhan pada protokol kesehatan di Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 374 siswa SMA (Musia=16.64; SD=.792) berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengukuran variabel pada pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala FCQ-19, Skala CERQ, dan CDC Guideline Adherence. Analisis dilakukan menggunakan model mediasi Hayes pada program SPSS makro PROCESS. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi adaptif (terutama acceptance dan positive reappraisal) memediasi hubungan antara ketakutan dan kepatuhan pada protokol kesehatan. Hasil studi ini menekankan pada pentingnya mempromosikan strategi koping remaja dengan menggunakan regulasi emosi adaptif. Strategi koping ini dapat diperkuat, dengan menekankan kepada penerimaan dan penghargaan positif, yang akan membantu mereka untuk dapat menaklukkan perasaan takutnya dan bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini. Studi ini juga memberi informasi yang dapat bermanfaat dalam mengembangkan strategi meningkatkan kepatuhan pada remaja, yang menekankan pada regulasi emosi.
Frustrasi kebutuhan dasar psikologis memediasi hubungan pengasuhan kontrol psikologis dengan agresi relasional remaja di Kupang: Indonesia Sheylia Ezarvin Theodora Leka; Darmawan Muttaqin
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu596

Abstract

Agresi relasional pada relasi pertemanan seringkali dikaitkan dengan pendekatan pengasuhan orang tua yang mengontrol berlebihan. Keterkaitan tersebut dapat dipengaruhi oleh perasaan frustrasi individu dari kebutuhan dasar psikologis yang tidak terpenuhi. Penelitian ini menguji peran frustrasi kebutuhan dasar psikologis sebagai mediator antara pengasuhan kontrol psikologis dengan agresi relasional. Data dari 450 remaja (Mage = 16.16; SD = 2.16) diperoleh dengan menggunakan metode quota sampling dan convenience sampling. Partisipan menyelesaikan Relational Aggression Scale, Psychological Control Disrespect Scale, dan Sub skala Frustration dari Basic Psychological Need Satisfaction and Frustration Scale. Analisis regresi dan makro simple mediation procedure (SOBEL) menunjukkan bahwa frustrasi kebutuhan dasar psikologis dapat berperan sebagai mediator dalam hubungan antara pengasuhan kontrol psikologis ayah dan ibu dengan agresi relasional pada remaja. Remaja dengan kontrol orang tua yang berlebihan dapat melakukan agresi relasional kepada teman-temannya sebagai pelampiasan rasa frustrasi dari kebutuhan dasar psikologis yang tidak dipenuhi oleh orang tua.
Gambaran proses pengampunan pada istri beragama Katolik yang pernah mengalami perselingkuhan Prita Pradipta; Theresia Indira Shanti
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu673

Abstract

Perselingkuhan merupakan salah satu alasan utama yang dapat memicu terjadinya perceraian dalam pernikahan. Terlepas dari munculnya pengalaman traumatis akibat perselingkuhan yang dialami, beberapa ajaran agama, seperti agama Katolik, menganjurkan umatnya untuk tetap mempertahankan pernikahan meskipun menjadi korban perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengampunan pada perempuan yang pernah menjadi korban perselingkuhan dalam pernikahannya. Wawancara mendalam dilakukan kepada dua perempuan beragama Katolik yang pernah mengalami perselingkuhan dan tetap bertahan dalam pernikahannya. Hasil penelitian menggambarkan proses yang dilalui subjek dalam melakukan pengampunan, tetapi tetap mengalami perasaan yang menyakitkan. Subjek ikut terbantu dalam usaha mengatasi emosi yang menyakitkan dengan melihat kembali perselingkuhan yang dilakukan pasangan melalui sudut pandang agama.  Hasil penelitian ini turut memberikan gambaran dinamika dari proses pengampunan yang berkaitan dengan pemulihan, sehingga individu dapat menyadari potensi diri yang dimiliki, serta mengarahkan pada pola pikir yang lebih bertumbuh setelah melewati pengalaman diselingkuhi oleh pasangan.
Manfaat dan tantangan implementasi konsultasi kesehatan mental daring di Indonesia: Survei pada praktisi Retha Arjadi; Sri Juwita Kusumawardhani; Natasha Purnomo; Claudi L. Bockting
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu726

Abstract

The use of online mental health consultation is increasing in Indonesia, especially since the Covid-19 pandemic. This study investigates the benefits and challenges in implementing online mental health consultation in Indonesia, from the practitioners’ perspectives. A total of 210 mental health practitioners participated in this online survey study. The most frequently reported benefits of delivering online consultation were location flexibility and time flexibility. Meanwhile, the most frequently reported challenges were limited non-verbal communication and difficulty in delivering certain psychological assessments to clients. Moreover, participants express the needs for supports from relevant professional organizations and the government, especially in terms of clear regulations for the use of digital technology in mental health consultation. This research showed important insights from mental health practitioners, and practical recommendations as well as suggestions for further research were discussed.
Etnisku aibku: Persepsi terdiskriminasi etnis sebagai faktor risiko shame pada masyarakat Tionghoa di Jawa Trevor David Daniel; Dicky Sugianto
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu739

Abstract

Tingginya diskriminasi pada masyarakat beretnis Tionghoa di kota-kota besar Pulau Jawa dapat memunculkan persepsi terdiskriminasi etnis. Persepsi terdiskriminasi etnis dapat berdampak negatif bagi kondisi psikologis individu, termasuk kemunculan shame. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran persepsi terdiskriminasi etnis sebagai faktor risiko shame pada masyarakat beretnis Tionghoa di kota-kota besar Pulau Jawa. Sebuah studi survei daring yang diikuti oleh 257 partisipan (terdiri dari 87 laki-laki dan 170 perempuan berusia 18–78) dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa persepsi terdiskriminasi etnis adalah prediktor signifikan dari shame. Temuan penelitian ini menekankan risiko psikologis pada masyarakat beretnis Tionghoa yang mengalami diskriminasi, dan menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesadaran publik mengenai dampak diskriminasi pada populasi tersebut.
Anteseden kebahagiaan pada anak prasekolah Izzaty, Rita Eka; Ayriza, Yulia
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu563

Abstract

This study aimed to test the construct of children’s happiness based on situations and parties that make children happy. The instrument is developed based on previous qualitative research in the form of multiple choices statements using smiling emoticons of different sizes. The subjects were 88 children aged 4-6 years in Sleman, Yogyakarta. Results of exploratory factor analysis show that the antecedent of children’s happiness based on situations is composed of eight factors--doing useful activities, fun activities, entertaining situations, getting attention/things liked, family gathering, and drawing. The parties who play a role in children's happiness are their closest parties (mother, siblings, and God), their closest surrounding environment (father and friends), and other close environment outside nuclear family. Our findings can be used as a reference to measure children's happiness in the Indonesian context so that strategies can be designed to increase children's happiness through effective policies, educational practices, and parenting.