cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
STRUKTUR DINDING PELINDUNG LERENG DENGAN METODE KAKI BELALANG TIRUAN sulardi sulardi
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.716 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.182

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuik memberikan gambaran tentang spesifikasi, bentuk, dimensi dan konfigurasi struktur dinding pelindung tanah dengan metode kaki belalang serta metode pelaksanaannya di lapangan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian terpakai dan penelitian ini sekaligus sebagai technical notes success story aplikasi struktur pelindung lereng dengan metode kaki belalang tiruan pada pembangunan reservoir pengendali banjir di kota Balikpapan. Hasil penelitian menunjukan, metode kerja pemasangan struktur dinding pelindung lereng dengan metode kaki belalang tiruan dapat diaplikasikan dengan baik dan aman tanpa terjadi incident. Stabilitas dinding penahan lereng ini terletak pada penggunaan pondasi jenis paku dibagian bawah, pasangan tapak-tapak penumpu dinding pelindung lereng, ground anchor dan pasangan saluran drainase.       Kata kunci: dinding pelindung lereng, kaki belalang, three point contact.  Abstract The research objective is to provide an overview of the specifications, shape, dimensions and configuration of the structure of the protective walls of the land with the method of grasshopper and its method of implementation in the field. This research method used the used research method and this study as well as a technical notes success story application of slope protective structures with artificial grasshopper foot method in the construction of flood control reservoirs in the city of Balikpapan. The results showed that the working method of the installation of a slope protective wall structure with artificial grasshopper foot method can be applied properly and safely without incident. The stability of the slope retaining wall lies in the use of nail type foundations at the bottom, pairs of tread supporting walls, ground anchors and pair of drainage channels. Keywords: protective slope walls, grasshopper feet, three point contact.
RELIABILITY-BASED APPROACH FOR RESIDUAL LIFE PREDICTION OF BRIDGES SUBJECTED TO EARTHQUAKE SHOCKS DEGRADATION Maizuar Maizuar; said jalalul akbar; Wesli Wesli
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.729 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.189

Abstract

Structural degradation caused by sudden damaging extreme events (e.g. earthquake) has significant impact on residual life of bridges and ultimately the collapse of bridges. This paper presents a reliability-based approach of a bridge subjected to shock degradation caused by earthquake events. In particular, this study develops a numerical procedure for assessing time dependent probability of failure to estimate the residual life a bridge. Key factors that govern the residual life of a bridge (e.g., damage size caused by earthquake shocks and loss of initial structural capacity) were investigated. The results of study show that both damage size caused by earthquake shocks and loss of initial structural capacity are key factors that govern residual life of a bridge. Keywords: residual life, earthquake, shock degradation, bridge.
EFEKTIFITAS MODEL KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN SIMPANG 4 BIREUN (PERBANDINGAN DENGAN METODE GREENSHIELD, GREENBERG, UNDERWOOD) Adzuha - Desmi; Lis Ayu Widari; Riza Yanti
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.53 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.178

Abstract

AbstractCharacteristics of the traffic flow are studied and analyzed using several methods. This study aims to analyze the comparison of traffic characteristic model on Simpang 4 Bireun road using MKJI 1997 method, and to compare with Greenshield, Greenberg and Underwood models. The effectiveness and efficiency of  the data presentation presented by each method. The results of the mathematical model for Greenshield Model are (S) = 40.6231 km/hr, Greenberg (S) = 37.92 km/hr and Underwood (S) = 40.668 km/hr. For the relationship of density velocity, Greenberg has a better approach, whereas for the density volume relationship, they show almost the same result, and for the volume velocity relationship, the Greenshield and Underwood approaches are still better. Keywords :   Greenshield, Greenberg, Underwood, Speed Vehicles, Traffic Flow,  Density of Traffic.
DETERMINAN PREFERENSI PUBLIK DALAM PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN TERJANGKAU BERSUBSIDI DI KOTA BANDA ACEH Sugiarto Sugiarto
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.224 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.188

Abstract

Ketersediaan perumahan untuk masyarakat merupakan indikasi pembangunan nasional, dan menjadi tujuan pemerintah Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, ibukota provinsi Aceh untuk menyediakan perumahan bagi keluarga dengan pendapatan rendah yang terjangkau. Untuk tujuan ini, pemerintah memperkenalkan skema perumahan terjangkau bersubsidi guna meningkatkan kepemilikan perumahan untuk masyarakat. Namun, terlepas dari langkah-langkah ini, perumahan di Kota Banda Aceh telah banyak terbangun dan tersebar hingga ke pinggiran kota dengan standar kondisi perumahan yang sangat variatif baik dari kelayakan bangunan rumah, fasilitas prasarana dan sarana pendukungnya. Variasi ini terjadi dikarenakan pengembang (developer) dari masing-masing lokasi perumahan terjangkau menawarkan lokasi, tipe rumah yang dibangun, fasilitas yang disediakan, serta harga dan cara pemilikan rumah yang berbeda-beda. Oleh karena itu, paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan preferensi publik atau masyarakat dalam pemilihan lokasi perumahan terjangkau sehingga faktor determinan tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan aspek yang harus disediakan oleh pengembang. Kajian ini dilakukan di Banda Aceh dengan target responden adalah penduduk masuk ke Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 150 jiwa. Kuesioner disebarkan dengan mengadopsi teknik sampling acak berstrata (stratified random sampling). Determinan yang dikaji adalah faktor aksesibilitas, kelengkapan prasarana dan sarana, fasilitas, kondisi lingkungan, harga dan pelayanan, dan bangunan. Metode analisis faktor Principle Component Analysis (PCA) digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar faktor dengan indikator pemilihan lokasi perumahan terjangkau. Hasil empiris menunjukkan bahwa determinan preferensi publik yang dominan dalam pemilihan lokasi perumahan adalah faktor aksesibilitas dan pelayanan dengan varian sebesar 24.8%, kelengkapan sarana dan prasarana dengan varian 18.95% dan fasilitas dan kepemilikan rumah dengan varian 16.51%. Ketiga faktor tersebut menentukan keputusan konsumen dalam pemilihan lokasi perumahan terjangkau dengan varian total 60%. Hasil empiris menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih lokasi perumahan karena faktor aksesibilitas ke pusat perbelanjaan dan sarana dan prasarana yang ditawarkan oleh pengembang seperti ketersediaan jaringan listrik, air bersih dan persampahan menjadi indikator utama penentu pemilihan lokasi oleh konsumen.
ESTIMASI EROSI DAN SEDIMENTASI LAHAN PADA DAS LANGSA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) faiz isma; Meilandy Purwandito
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.644 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.169

Abstract

DAS Langsa terus mengalami kerusakan lingkungan akibat perubahan tutupan lahan. Kerusakan lingkungan mempengaruhi besaran erosi pada DAS dikarenakan pada saat hujan menghasilkan energi kinetik membawa butiran tanah yang disalurkan menuju lahan terendah, tetapi proses pengangkutan erosi berpengaruh terhadap kerapatan vegetasi dan lereng lahan yang dilintasinya, semakin besar nilai kerapatan vegetasi lahan maka penyaluran erosi akan semakin mudah dan cepat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengestimasi besaran erosi dan sedimentasi lahan menggunakan persamaan USLE dan persamaan Vestraten 2007 dengan menyajikan estimasi menggunakan SIG. Hasil analisa menyatakan bahwa tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Langsa masuk dalam kategori sedang dan proses penyaluran erosi dari tiap unit lahan berdasarkan arah aliran menghasilkan sedimentasi lahan yang tertinggi sebesar 908,39 ton/ha/tahun dan umumnya berada pada bagian hulu DAS dan yang paling rendah berada sub DAS bagian hilir sebesar 3,447 ton/ha/tahun dan bahkan ada beberapa sub DAS tidak terjadi sedimentasi lahan seluas 2.944,63 ha dan volume erosi  yang tersalurkan di estuari kuala langsa sebesar 10.512,25 m3/tahun sebagai penyebab pendangkalan disepanjang alur estuari kuala langsa.Kata Kunci: Erosi Lahan, kapasitas angkutan sedimen, sedimentasi lahan dan SIG
KAJIAN STABILITAS COUNTERFORT WALL PADA ESCAPE HILL TERHADAP FREEBOARD DAN RUN UP LEVEL Tasia Oktanuansania Tasia Oktanuansania
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.053 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.183

Abstract

Mengingat berbagai ancaman gempa yang menimbulkan tsunami dan masih kurangnya upaya yang optimal dalam pembangunan tempat evakuasi maka perlu dilakukan kajian-kajian terhadap tempat evakuasi sementara yaitu bukit buatan (escape hill). Salah satu cara penanggulangan konstruksi bangunan terhadap pengaruh freeboard dan run up level adalah penggunaan dinding tegak pada salah satu model tempat evakuasi tsunami yang perlu dianalisis ketinggian maksimum yang kokoh terhadap gaya lateral dari tumbukan gelombang tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung stabilitas dinding tegak pada escape hill dengan mempertimbangkan tinggi run up level dan freeboard dan melihat faktor keamanan dari dinding tegak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala diperoleh tinggi run up maksimum pada saat tsunami 2004 mencapai 3,70 m. Data yang diperoleh dihitung dengan menggunakan program Plaxis. Kajian dinding penahan tanah pada tempat evakuasi sementara ini menggunakan dinding penahan tipe counterfort wall, stabilitas dinding diperoleh pada ketinggian 8 m. Dari pemodelan yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pemodelan material site dengan variasi c - 25% dan     φ + 5% dengan faktor keamanan 2,614, menghasilkan faktor keamanan yang paling tinggi dibandingkan dengan variasi yang lain. Nilai-nilai parameter tanah (material site) dengan variasi    c - 25% = 0,032kN/m2 dan φ + 5%  = 32,469º dapat diusulkan untuk menetapkan TOR (Term Of Reference) dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) dalam pelaksanaan pembangunan escape hill ini.
HUBUNGAN KAUSAL ANTARA VARIABEL SOSIAL-EKONOMI, PERILAKU PERJALANAN TERHADAP LATEN DETERMINAN AKSEPTASI PUBLIK: STUDI KASUS PADA KORIDOR I TRANS KOETARADJA Sugiarto Sugiarto; Sofyan M. Saleh; Renni Anggraini; Cut Mutiawati; Khalida Surya
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.842 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.166

Abstract

Abstrak Transportasi merupakan salah satu sektor yang mengalami kemerosotan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kemampuan masyarakat membeli kendaraan pribadi menjadi penyebab ketergantungan pada moda transportasi pribadi di Banda Aceh. Keterbatasan prasarana jalan dan tingginya permintaan perjalanan menyebabkan kemacetan dan naiknya angka kecelakaan. Strategi handal yang telah berhasil meminimalkan dampak negatif kemacetan adalah perpindahan dari moda transportasi pribadi ke moda umum. Langkah ini telah ditempuh di Jakarta dan dipromosikan/diterapkan di kota-kota lain di Indonesia, termasuk Banda Aceh yaitu Trans Koetaradja (TK). Untuk memastikan kebijakan ini tepat sasaran bagi pengguna/masyarakat maka kajian dari bawah (harapan masyarakat) perlu dilakukan guna menangkap dan merumuskan informasi-informasi penting dari para pengguna Trans Koetaradja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebijakan TKdengan studi kasus pada koridor 1 (Pusat Kota – Darussalam). Metode pengambilan data yang digunakan adalah Stated Preference (SP) dengan jumlah 150 responden secara acak bertingkat (stratified random sampling). Kuesioner SP berisikan informasi tentang sosial-ekonomi, perilaku perjalanan, dan persepsi responden. Pemodelan yang digunakan adalah Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) yang parameter regresinya dikalibrasi menggunakan software Lisrel 9.2.Hasil model empiris menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausal yang signifikan antara variabel sosial-ekonomi, perilaku perjalanan terhadap laten determinan akseptasi publik kebijakan TK. Hasil menyimpulkan bahwa variabel laten sangat signifikan menentukan penerimaan kebijakan TK. Kata kunci: Trans Koetaradja, Persepsi, Indikator, Laten Variabel, MIMIC, Akseptasi  Abstract Transportation is one of the deteriorating sectors along with the economic growth in the society. The ability of people to purchase private vehicles is a major caused of private mode-dependency in Banda Aceh. The limitations of road infrastructure and the increasing demand to travel caused traffic congestion and increasing in the number of accidents. A well recognized policy that has succeeded in mitigating the negative impact of traffic congestion is shifting their means of transport from the private mode to the public transportation. This step has been taken in Jakarta and promoted and implemented in other cities in Indonesia, including Banda Aceh, namely Trans Koetaradja (TK). To ensure that this policy is effective for the public, a bottom up study is needed in order to capture and formulate important information from TK users. Therefore, this study aims to examine public perceptions in terms of public acceptance toward TK policy, and taken corridor 1 (City Center - Darussalam) as a case study. The data collection method used is the Stated Preference (SP) with a number of 150 respondents collected by using stratified random sampling. The SPquestionnaire contains information about socio-economics, travel behavior, and perceptions of respondents. The modeling used is the Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) whose regression parameters are calibrated using Lisrel 9.2 software. The results of the empirical model show that there is a significant causal relationship among socio-economic variables, travel behavior and the latent determinants of public acceptability towards TK policy. The results conclude that latent determinants are crucially significant in determining the acceptance of TK policy. Keywords: Trans Koetaradja, Perception, Indicators, Latent Variables, MIMIC, Acceptability
STUDI REKAYASA LALU LINTAS PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MERENCANAKAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) Ruhdi Faisal
TERAS JURNAL Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.286 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i1.177

Abstract

Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan persimpangan dengan jumlah pertemuan ruas jalan yang paling banyak di Kota Banda Aceh tanpa adanya pengaturan lalu lintas, sehingga mengakibatkan terjadi tundaan dan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas dari simpang tak bersinyal menjadi persimpangan dengan bundaran. Data volume lalu lintas diambil dengan bantuan kamera video dan data kecepatan diambil dengan alat bantu speed gun. Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat. Data awal yang digunakan untuk adalah volume jam puncak (VJP) dari volume yang diamati dan kemudian disimulasikan ke software VISSIM 6.00-22 dengan tipe bundaran R10-22. Kapasitas terbesar di ruas jalinan yaitu 6629 kend/jam. Arus bagian jalinan terbesar di ruas jalinan AB yaitu 3184 kend/jam. Tundaan terbesar di ruas jalinan AB yaitu 2,30 detik/kendaraan. Untuk Derajat Kejenuhan (DS) didapat dari perbandingan arus bagian jalinan dengan kapasitas. DS  terbesar di ruas jalinan AB yaitu 0,50 dan Peluang Antrian terbesar dari pembacaan grafik MKJI adalah 6%-13,5%. 
Pengaruh sepeda motor terhadap kapasitas bagian jalinan pada perencanaan bundaran di Simpang Tujuh Ulee Kareng Sugiarto, Sugiarto; Faisal, Ruhdi; Reyhan, Mohammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.846 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i2.173

Abstract

Kapasitas jalinan sangat berperan penting untuk perencanaan bundaran lalu lintas terutama pada lalu lintas campuran dengan komposisi lalu lintas didominasi kendaraan roda dua (sepeda motor). Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang tak bersinyal dengan kondisi lalu lintas campuran dengan proporsi roda dua sangat tinggi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh proporsi roda dua terhadap kapasitas bagian jalinan. Metode analisis digunakan simulasi lalu lintas dengan menggunakan simulator VISSIM 6.00-22. Lokasi penelitian dipilih Simpang Tujuh Ulee Kareng dimana berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang direncanakan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dengan konstruksi Bundaran. Hasil penelitian dengan menggunakan simulator lalu lintas VISSIM 6.00-22 kapasitas bagian jalinan hanya mengalami perubahan kecil pada skenario komposisi roda dua 40% - 90%. Penurunan kapasitas bagian jalinan terjadi saat komposisi roda dua/motorcycle (MC) pada skenario 10% - 30% yang diakibatkan meningkatnya komposisi kendaraan ringan/light vehicle (LV) sehingga membuat banyaknya ruang antara (gap) kendaraan yang kosong. Panjang antrian dan tundaan yang terjadi semakin rendah saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 40% - 90%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa roda dua (MC) memberikan keleluasaan pada ruang jalan sehingga arus menjadi lebih lancar. Seiring meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) atau roda empat mengakibatkan ruang jalan menjadi lebih sempit. Kendaraan yang berada di jalinan cukup sulit untuk bergerak sehingga kecepatan menurun yang berdampak pada antrian kendaraan yang panjang dan menyebabkan menurunnya kapasitas bagian jalinan Bundaran.
ANALISIS PENGELUARAN TRANSPORTASI RUMAH TANGGA (TRANSPORTATION EXPENDITURE) DI KOTA BANDA ACEH Ramadhan, Fuadh
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.566 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i2.190

Abstract

Hingga saat ini, kota Banda Aceh terus mengalami perkembangan pesat baik dalam infrastruktur transportasi maupun peningkatan populasi. Sebagai akibatnya, hal ini mempengaruhi jumlah orang yang melakukan perjalanan untuk kegiatan rutin mereka. Dengan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bepergian memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya transportasi rutin mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengeluaran transportasi di Banda Aceh. Model yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengeksplorasi karakteristik pengeluaran perjalanan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Stratified random sampling digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Total 400 sampel dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini. Survei berbasis rumah tangga dilakukan untuk menanyakan pertanyaan terkait informasi responden seperti pengeluaran perjalanan, sosial-ekonomi, dan atribut mobilitas mereka. Kuesioner dibagikan pada ke enam kecamatan di Banda Aceh, yaitu Syiah Kuala, Ulee Kareng, Lueng Bata, Meuraxa, Kuta Raja dan Kuta Alam, di mana kecamatan terpilih memiliki kecamatan yang paling padat penduduknya. Kami memodelkan regresi linier menggunakan metode rata-rata kuadrat terkecil untuk mengestimasi parameter regresi model. Model yang dikalibrasi untuk pengeluaran transportasi adalah Y = 0,278 X2 + 0,017 X4 + 0,168 X6 + 0,334 X14 + 0,266 X15. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh dalam model sebesar 0,965. Temuan empiris kami mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran transportasi rumah tangga termasuk tujuan perjalanan (X2), waktu perjalanan (X4), total pendapatan rumah tangga (X6), jumlah kepemilikan mobil (X14) dan jumlah kepemilikan sepeda motor (X15).

Page 11 of 39 | Total Record : 390


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue