cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK" : 16 Documents clear
STUDI PENENTUAN TARIF TOL RENCANA RUAS JALAN MANADO-TOMOHON Lumowa, Bella Christianty; Rompis, Semuel Y. R.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Provinsi Sulut mulai merencanakan pembangunan jalan tol Manado Tomohon yang akan menjadi jalan penghubung antar kota. Pembangunan jalan tol untuk ruas jalan Manado-Tomohon ini penting dikarenakan jalan tol ini menghubungkan dua kota penting bagi Sulawesi Utara. Pembangunan jalan tol Manado-Tomohon turut mewujudkan program nasional Sulut sebagai pintu gerbang ekonomi Asia Pasifik.  Jalan tol merupakan jalan alternatif, sehingga bagi masyarakat yang memilih jalan tol, biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai lebih berupa penghematan dalam biaya operasi kendaraan dan waktu, kenyamanan, dan fasilitas yang lebih baik.Untuk menghitung tarif digunakan metode BK BOK berdasarkan penelitian LAPI ITB. Parameter yang dijadikan sebagai perbandingan adalah: tingkat pelayanan jalan yang ada saat ini, nilai waktu, BOK (Biaya Operasional Kendaraan), biaya pembangunan jalan tol, dan biaya pembebasan lahan. Besarnya tarif dievaluasi dengan persyaratan < 70% BKBOK (Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan).Penelitian didahului dengan cara melakukan survey jumlah volume lalu lintas dan waktu tempuh di jalan eksisting. Penilitan dilakukan selama 4 hari dalam 12 jam dari pukul 07.00-19.00 WITA dan jenis kendaraan yang ditinjau hanya kendaraan golongan I, IIA, IIB. Data Analisis tingkat pelayanan eksising diolah dengan menggunakan standarisasi MKJI 1997, analisis biaya operasional kendaraan berdasarkan analisis yang dikembangkan oleh LAPI-ITB 1997 dan penentuan tarif  yang dihitung berdasarkan 70% dari besar keuntungan biaya operasional kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi tingkat pelayanan untuk ruas jalan Manado-Tomohon (non-tol) adalah A (arus bebas) dengan derajat kejenuhan £ 0,35. Perhitungan tarif yang diperoleh untuk jalan tol Manado-Bitung adalah golongan I: Rp. 500/km, golongan II A: Rp. 1900/km dan golongan II B: Rp. 2000/km. Kata Kunci: Analisis, Jalan, Kendaraan, Tarif Tol
UJI KONSOLIDASI DEPOSIT TANAH LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN HORIZONTAL DRAIN Sutrianingsih, Ni Wayan; Rondonuwu, Steeva G.; Sompie, Oktovian B. A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji konsolidasi satu dimensi dengan menggunakan odometer dilakukan di laboratorium mengikuti standart ASTM. Beban diaplikasikan secara bertahap setiap 24 jam, berturut–turut 1, 2, 4, 8, 16 dan 32 kg. Pengujian dilakukan pada lempung lunak dengan dan tanpa menggunakan karung goni sebagai permeable layer (horizontal drain) pada tengah lapisan. Dimensi benda uji adalah 60 mm untuk diameter dan 20 mm untuk ketebalan. Hasil uji konsolidasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan karung goni proses konsolidasi menjadi lebih cepat. Dengan karung goni diperoleh cv = 0.1485 mm2/detik sedangkan tanpa karung goni  cv = 0.1378 mm2/detik. Kata kunci: odometer, konsolidasi, horizontal drain, penurunan
STUDI NUMERIK PERILAKU SAMBUNGAN PELAT DASAR KOLOM (COLUMN BASE PLATE) Olii, Marwan; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambungan pelat dasar kolom (column base plate connection) adalah salah satu komponen paling penting dalam struktur baja, karena berfungsi mentransfer beban dari seluruh struktur bagian atas ke pondasi. Sambungan ini sering diabaikan perencanaannya, sehingga diperlukan penelitian lebih dalam untuk memprediksi perilaku aktual yang terjadi pada sambungan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku momen-rotasi sambungan column base plate guna mendapatkan konfigurasi sambungan yang paling efisien. Sambungan dimodelkan menggunakan profil kolom WF250x250x9x14 tinggi 3 m, pelat dasar berdimensi 450x300 mm, 4 baut angkur berkepala segi enam tipe inside flange, dan pedestal beton berdimensi 750x750x600 mm. 9 model sambungan dianalisis dengan variasi tebal pelat dasar 16 mm, 20 mm dan 22 mm serta diameter baut angkur 16 mm, 20 mm dan 22 mm. 3D-FEM sambungan column base plate dianalisis perilakunya menggunakan program ANSYS Workbench. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan diameter baut angkur sangat mempengaruhi momen ultimate dan kapasitas rotasi sambungan, sedangkan perubahan tebal pelat dasar tidak berpengaruh signifikan. Diameter baut angkur 20 mm menunjukkan hasil yang cukup efisien untuk profil kolom 250x250 dengan semua variasi tebal pelat dasar. Kata Kunci : Column Base Plate, Finite Element Method, ANSYS, Momen-Rotasi
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA NYATA DENGAN SNI, PEMBANGUNAN RUKO DI DAERAH SORONG PAPUA BARAT TERHADAP DAERAH MANADO SULAWESI UTARA Sekarsari, Dewi; Mangare, Jantje B.; Inkiriwang, Revo L.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keuntungan finansial yang diperoleh kontraktor tergantung pada kecakapanya membuat penawaran harga dalam Rencana Anggaran Biaya. Bila penawaran harga yang diajukan didalam proses lelang terlalu tinggi kemungkinan besar kontraktor akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga penawaran yang terlalu rendah, maka kontraktor berpeluang untuk mengalami kerugian. Dalam kenyataannya, biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan suatu proyek (Biaya Nyata) tidak sama persis dengan biaya rencana yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (Biaya SNI). Penelitian dilakukan pada proyek gedung Ruko dengan tujuan untuk mendapatkan perbandingan biaya nyata yang terjadi dilapangan dengan biaya SNI (RAB). Dengan perbandingan ini penulis bertujuan untuk mendapatkan selisih harga antara biaya nyata di lapangan dan biaya SNI (RAB) dengan menggunakan perhitungan harga satuan jadi dan perhitungan dengan metode SNI pada kedua jenis biaya ini. Dalam penyusunan biaya SNI (RAB) dengan metode SNI diperlukan data-data yang mendukung diantaranya adalah gambar kerja, daftar harga bahan, daftar harga upah serta daftar volume pekerjaan pada item pekerjaan yang akan dianalisa. Sedangkan untuk biaya nyata untuk mendapatkan harga satuan jadi lapangan diperlukan data jumlah tenaga kerja dan jumlah bahan/material yang digunakan per satu periode waktu tertentu. Dari hasil perhitungan dan survey yang dilakukan, terdapat perbedaan harga upah dan bahan sebagaimana yang direncanakam tidak sama dengan yang terealisasi di lapangan, pada metode SNI nilai indeks bahan dan upah telah ditetapkan dan menjadi standar perhitungan untuk perencanaan pekerjaan konstruksi. sedangkan indeks bahan dan upah pada harga satuan jadi, didapatkan dari perhitungan lapangan. Perbedaan indeks, daftar harga Bahan dan Upah mempengaruhi harga satuan pekerjaan. Sehingga hasil perhitungan didapat adalah harga biaya nyata lebih kecil dari biaya SNI dengan selisih harga sebesar Rp.19,522,-. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kontraktor tidak mengalami kerugian pada pelaksanaan proyek konstruksi. Kata kunci: biaya nyata, perbandingan RAB, SNI, keuntungan
ANALISIS PONDASI TIANG PANCANG PADA SILO SEMEN TONASA Mamangkey, Victor; Turangan, Arens E.; Manaroinsong, Lanny D. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silo merupakan salah satu tempat penting dalam produksi semen, tidak sedikit bangunan silo mengalami keruntuhan, salah satu penyebab keruntuhan tersebut ialah karena pondasinya yang belum cukup aman menahan beban yang tertampung dalam silo tersebut. Pada proyek pembangunan silo semen tonasa di kota Bitung, pondasi yang dipilih adalah pondasi tiang pancang. Pondasi tiang pancang yang digunakan harus mampu menahan beban yang ada sehingga tidak terjadi keruntuhan.Untuk menganalisa kapasitas daya dukung pondasi digunakan program Staad Pro. Data geometri pile yang digunakan yaitu 1,5 meter untuk pile spacing, jarak antara ujung pile 500 cm dan diameter pile 500 cm. Dari hasil analisa daya dukung pondasi tiang pancang grup dengan jumlah 4 tiang dengan diameter 500 cm diperoleh daya dukung sebesar 300000 kN, kapasitas tiang pancang untuk beban axial sebesar 500 kN dan beban lateral sebesar 300 kN. Hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi acuan dalam perencanaan pondasi tiang pancang. Jika ada bangunan struktur yang sama untuk di analisis dapat menjadi manual perhitungan untuk menganalisa kapasitas daya dukung tiang pancang pada struktur yang sama. Kata kunci: Silo, daya dukung, pondasi, tiang pancang
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RAMBUNAN AMIAN KECAMATAN SONDER KABUPATEN MINAHASA Andrew, Alfredo; Mananoma, Tiny; Sumarauw, Jeffry S. F.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahkluk. Di Desa Rambunan Amian Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa sudah pernah direncanakan sistem penyediaan air bersih, namun belum tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat yang ada.Sistem penyediaan air bersih di Desa Rambunan Amian direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2026. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi degan analisis regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Rambunan Amian hingga tahun rencana 2026 adalah 954 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 0,800 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar ± 5,4 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 0,96 liter/detik. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi ke Bak Pelepas Tekan. Perpipaan dihitung menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Rambunan Amian sampai tahun 2026, dibutuhkan 10 Keran Umum. Untuk pipa yang di gunakan baik pipa transmisi dan distribusi menggunakan pipa berdiameter 2,5 inch. Kata Kunci: Desa Rambunan Amian, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI SUNGAI AIR KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Sumardi, Mirza Arrazy; Hendratta, Liany A.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Air Kolongan, adalah anak sungai yang mengalir melewati daerah Kolongan, Kawangkoan, Suwaan dan bermuara di sungai Tondano. Sungai Air Kolongan merupakan anak sungai yang bermuara langsung di Sungai Tondano dan diperkirakan akan mengangkut sejumlah sedimen ke Sungai Tondano yang selanjutnya akan terbawa masuk ke daerah waduk Kuwil dan dapat berdampak terhadap kapasitas waduk tersebut. Oleh karena itu, untuk menanggulangi masalah tersebut, di perlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.Untuk menghitung angkutan sedimen di sungai Air Kolongan dititik kontrol daerah Suwaan, di gunakan metode Van Rijn dan Einstein, yang akan dianalisis terhadap data debit aliran sungai selama 10 tahun. Data debit air sungai selama 10 tahun dilakukan dengan pendekatan dengan metode NRECA, untuk analisis tersebut, diperlukan data curah hujan selama 10 tahun dan data klimatologi, seperti: temperatur, kelembaban, kecepatan angin, dan durasi penyinaran matahari.Dari hasil perhitungan, diperoleh angkutan sedimen total berdasarkan debit andalan sungai selama 10 tahun. Debit andalan terbesar pada bulan Januari sebesar 0,682 m3/det, diperoleh hasil total angkutan sedimen dengan metode Van Rijn sebesar 0,1920 kg/det dan untuk metode Einstein dengan debit yang sama diperoleh hasil total angkutan sedimen sebesar 0,1092 kg/det. Hasil analisis angkutan sedimen diperoleh bahwa persamaan Van Rijn menghasilkan nilai angkutan sedimen yang terbesar, sehingga metode Van Rijn lebih direkomendasikan untuk menganalisis angkutan sedimen di sungai Air Kolongan. Akibat debit terbesar di bulan januari terjadi kenaikan dasar sungai sebesar 0,628 m/tahun untuk metode Van Rijn dan 0,360m/tahun untuk metode Einstein. Kata kunci : Sedimen total, Sedimentasi, Sungai Air Kolongan
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN ANALISA GAP ACCEPTANCE DAN MKJI 1997 (Studi Kasus: Simpang Tak Bersinyal Lengan Tiga Jln. Wolter Monginsidi dan Jln. Maruasey, Pintu Keluar Masuk Terminal Malalayang) Maengkom, Gloria Michela; Timboeleng, James A.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu simpang yang berada di pusat kota Manado, Simpang Tak Bersinyal Lengan Tiga Jln. Wolter Monginsidi dan Jln. Maruasey sangat sering terjadi kemacetan dan antrian yang panjang. Berdasarkan pengamatan dilapangan kemacetan terjadi karena simpang tersebut merupakan jalan keluar masuknya kendaraan ke terminal Malalayang.Berdasarkan hasil analisa Gap Acceptance dengan perhitungan distribusi headway diperoleh persentase gap yang aman di jalan utama dengan persentase yang kecil terjadi pada hari Minggu. Ini menunjukan banyaknya gap yang aman dari arus utama kurang dari jumlah volume arus minor belok kanan. Begitu juga dengan hasil perhitungan absorbtion capacity menunjukan bahwa kapasitas penyerapan jalan utama dengan jumlah yang lebih besar dari arus minor hanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk analisa MKJI 1997 menunjukan nilai derajat kejenuhan sudah lebih besar dari 0,75 nilai tersebut sudah lebih besar dari pada nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh MKJI 1997, yaitu DS ≤ 0,75. Dengan hasil ini disimpulkan bahwa sekarang kondisi simpang jalan Wolter Monginsidi dan jalan Maruasey tergolong kinerja simpang yang rendah. Direkomendasikan untuk persimpangan ini perlu peningkatan pengaturan lalu lintas dengan memperhatikan sistem pengendaliannya berupa lampu lalu lintas. Kata kunci: Simpang tak bersignal, kemacetan, Gap Acceptance, distribusi headway, MKJI
KAJIAN PERBEDAAN CAMPURAN BERASPAL PANAS YANG MENGGUNAKAN BAHAN AGREGAT DENGAN BERAT JENIS (SPESIFIK GRAFITY) YANG BERBEDA Wurara, Dionisius Natan; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat jenis agregat dari berbagai sumber tidak akan sama, tergantung pada sifat fisik dan mekanik. Campuran beraspal panas dari berbagai sumber itu akan berbeda satu sama lain, Berat jenis akan mempengaruhi parameter-parameter pengujian Marshall berupa Stabilitas, Flow, VIM, VMA, VFB, kepadatan, (Spesifikasi Bina Marga tahun 2010 revisi 3). Penelitian ini akan mengkaji perbedaan campuran beraspal panas yang menggunakan bahan agregat dengan berat jenis (spesifik grafity) yang berbeda. Benda uji Marshall dibuat dengan menggunakan material batu pecah yang bersumber dari tiga tempat yaitu Kakaskasen Tomohon, Tateli Minahasa dan Matali Kotamobagu, dengan aspal penetrasi 60/70 ex Pertamina sebagai bahan pembentuk campuran beraspal panas. Setelah dilakukan pemeriksaan bahan selanjutnya dicari komposisi agregat yang memenuhi syarat untuk masing-masing campuran yaitu AC-WC dan dibuat campuran benda uji untuk 5 variasi kadar aspal untuk setiap sumber material. Hasil penelitian untuk ketiga material yang kadar aspalnya dibuat sama dan penambahan PC sebesar 1%, Maka nilai-nilai marshall menunjukkan angka yang berbeda, seperti berat jenis material Matali termasuk tinggi, sehingga berada di angka 2.7. pada pengujian Marshall di kadar aspal 6.5%, nilai stabilitas di dapat sebesar 2045 kg; flow = 2.70 mm; VIM = 3.53%; VMA = 17.67%; VFB = 80.10%; density =2.40 gr/cc; rasio filler = 0.85. Berat jenis material Tateli termasuk rendah, sehingga berada di angka 2.4 dan 2.3. pada pengujian Marshall di kadar aspal 6.5%, nilai stabilitas di dapat sebesar 1450 kg; flow= 3.01mm; VIM = 3.67%; VMA = 15.43%; VFB = 76.24%; density = 2.18 gr/cc; rasio filler = 1.41. Berat jenis material Kakaskasen termasuk rendah, sehingga berada di angka 2.4 dan 2.3. pada pengujian Marshall di kadar aspal 6.5%, nilai stabilitas di dapat sebesar 1535 kg, flow = 3.49mm; VIM = 4.58%; VMA=15.10%; VFB = 69.71%, density= 2.15 gr/cc; rasio filler = 1.07. Jika harga satuan pekerjaan Hotmix aspal diukur dalam satuan berat, maka dalam 1ton/m³ campuran yang dikalikan dengan harga satuan pekerjaan masih relatif menguntungkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa material Matali merupakan material yang memiliki nilai density terbesar yaitu kisaran 2.40 sedangkan material Tateli dan material Kakaskasen memiliki nilai density yang relatif rendah sehingga menghasilkan nilai yang hampir sama yaitu sebesar 2.18 dan 2.15. hal ini disebabkan semakin tinggi nilai berat jenis pada material maka nilai density semakin tinggi. Jika satuan pembayaran dari campuran beraspal panas diukur dari satuan berat, maka menggunakan agregat yang mempunyai berat jenis yang lebih besar relatif lebih mengguntungkan. Dari kesimpulan tersebut disarankan pada pekerjaan perkerasan jalan, jika sebaiknya menggunakan material yang berat jenis tinggi seperti material Matali Kata kunci: Besaran Marshall, Berat jenis, AC-WC, Material, Density
PEMODELAN ARAH ARUS AIR LAUT DI PANTAI MOINIT KECAMATAN AMURANG BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sahalessy, Garry L.; Jansen, Tommy; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Kecamatan Amurang Terdapat Sebuah Instansi yaitu PLTU II, yang saat ini terjadi kerusakan pada sistem pendingin. Faktornya adalah akibat sedimen laut yang menumpuk pada kolam sistem pendingin yang menimbulkan kerugian pada PLTU. Sedimen yang masuk terdorong oleh Arus air laut sampai masuk ke Kolam Penampungan Air. Dalam Penelitian  ini,  akan  dilakukan  Pemodelan dengan  software  SMS ( Surface Water Modeling System ). Dalam pembuatan pemodelan Arus air laut di PLTU II Amurang, Data yang dipakai adalah Peta Batimetri dari BIG ( Badan Informasi Geospasial ) dan Pasang surut yang didapatkan dari LANTAMAL Manado untuk pembuatan Pemodelan Arus Air Laut. Adapun Software tambahan dalam penelitian ini adalah MIKE 21 dalam pembuatan Current Rose. Dari hasil Pemodelan ini, didapatkan Pola arus pasang surut pada Teluk Amurang yang menjadi obyek studi dipengaruhi oleh keberadaan arah arus global karena perbedaan sifat fisik dan kondisi geografis samudera Pasifik dan samudera Hindia yang disebut dengan Arus Lintas Indonesia. Pada poin sampel 1 dan 5 hasil simulasi arus pasang surut menggunakan modul RMA 2 dari SMS 12.1 menunjukan adanya pengaruh ARLINDO, dimana arah arus bergerak dari utara menuju selatan. Pada poin sampel 2, 3, 4, 6 dan 7 tidak Nampak terpengaruh oleh adanya ARLINDO karena aras arus secara umum bergerak tidak teratur. Hal ini karena lokasi poin – poin tersebut dipengaruhi letak geografik Teluk Amurang yang mengakibatkan kondisi pola arus menjadi tidak mudah karena adanya tanjung dan teluk sepanjang garis pantai lokasi studi seperti yang ditunjukan pada poin sampel 2,3 dan 4. Kata Kunci: Pantai Moinit Amurang, Pemodelan Arah Arus Air Laut

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue