cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK" : 14 Documents clear
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PELABUHAN ASDP INDONESIA FERRY BITUNG Plangiten, Ribka R.; Pandey, Sisca V.; Lalamentik, Lucia G. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 13.000 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km. Kegiatan pelayaran sangat diperlukan sehingga diperlukan prasarana transportasi air berupa pelabuhan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang dan aktivitas transportasi dalam sector pembangunan, pariwisata, dan perekonomian maka perlu adanya prasana transportasi yang baik. Dengan adanya Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor UM.002/38/18/DJPL-11 tanggal 15 Desember 2011 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhhan maka sebagai salah satu upaya peningkatan prasarana transportasi laut maka perlu dievaluasi kualitas kinerja operasional pelabuhan salah satunya pelabuhan ASDP Indonesia Ferry Bitung. Metode perhitungan yang digunakan untuk menganalisa kinerja operasional pelabuhan digunakan sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor HK103/2/2/DJPL-17 tentang Pedoman Perhitungan Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan, 2017. Dari hasil perhitungan didapatkan Waiting Time (WT) 30 menit, Portpone Time (PT) tidak ada, Approach Time (AT) 1 jam, Berthing Time (BT) 6 jam, Berth Working Time (BWT) 4 jam, Effective Time (ET) 4 jam, Not Operation Time (NOT) 2 jam, Idle Time (IT) tidak ada, Turn Round Time (TRT) 8 jam, ET/BT 66,67%, Ton/Gang/Hour 0,93, T/G/H Ton/Ship/Hour 0,248, T/S/H, Berth Occupancy Ratio (BOR) 51,19 %, Berth Throughput (BTP) 5,22 ton/meter2, Yard Occupancy Ratio (YOR)22,58 %, Yard Throughput (YTP) 0075 ton/meter2. Dari hasil perhitungan kemudian dibandingkan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor UM.002/38/18/DJPL-11 tanggal 15 Desember 2011 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan dan didapatkan hasil bahwa untuk indikator pelayanan waktu dan pelayanan fasilitas pelabuhan ASDP Indonesia Ferry dinilai baik, sedangkan untuk pelayanan bongkar muat kapal masih belum memenuhi standar kinerja operasional sehingga perlu perlu ditingkatkan lagi dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas pelabuhan. Kata kunci: Pelabuhan, Kinerja Operasional Pelabuhan, ASDP, Pelayanan, Fasilitas
ANALISIS KEKUATAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PERKUATAN BERLAPIS KARUNG GONI DAN KARUNG PLASTIK Slat, Pethreesia; Sompie, Oktovian B. A.; Rondonuwu, Steeva G.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah adalah material dasar dalam pembangunan suatu konstruksi. Keadaan tanah yang kurang baik dapat berakibat kurang baik juga bagi kostruksi di atasnya. Salah satu perkuatan yang digunakan untuk menstabilkan yaitu dengan menggunakan karung goni dan karung plastik.Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui perilaku mekanis tanah yang ada di kawasan Royal Teracce Citra Land untuk dibuat perkuatan dengan karung goni dan karung plastik. Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan tanah yang menggunakan perkuatan dan tanah yang tidak menggunakan perkuatan.Parameter tanah yang diperoleh dari laboratorium dimodelkan ke dalam program PLAXIS 2D v.8.2 untuk mendapatkan faktor keamanan (Msf), penurunan (Uy). Setelah itu dimodelkan lagi ke dalam program PLAXIS 2D v.8.2 dengan menggunakan perkuatan karung goni dan karung plastik.Dari pemodelan pada program PLAXIS 2D v.8.2 diperoleh bahwa dengan menggunakan perkuatan karung goni dan karung plastik, faktor keamanaan (Msf) menjadi meningkat, dan penurunan (Uy) menjadi kecil. Kata kunci : Kekuatan tanah, Perkuatan karung goni dan karung plastic, Plaxis 2D v.8.2.
KAJIAN TEKNIS MODEL PENGAMBILAN AIR BERDASARKAN DEBIT ANDALAN DI SUNGAI PANIKI Karina, Farah Vida; Sukarno, .; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan air di sungai selama ini sebagian dilakukan secara tidak terkontrol, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan aliran air di sungai bahkan aliran air yang seharusnya untuk pemeliharaan ekosistim biota di alur sungai diabaikan oleh pihak-pihak yang tidak memahami arti pentingnya aliran air di sungai. Sungai Paniki merupakan salah satu sumber air di Kota Manado, apabila musim kemarau panjang berlangsung, air di sungai Paniki dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan  sehari-hari.Sukarno dkk, 2016, meneliti model bangunan pengambilan air di sungai, menyatakan model bangunan pengambilan air dapat dibuat dari konstruksi bendung dengan ambang bangunan in-take menyesuaikan setinggi aliran debit pemeliharaan sungai. Dalam penelitian ini dibuat model bangunan pengambilan air dengan bendung mercu datar dan besaran debit air yang dapat diambil didasarkan debit pemeliharaan sungai dan ketersediaan debit bulanan.Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder dan data primer kemudian dianalisis dengan menggunakan teori-teori yang sesuai untuk kebutuhan penelitian, antara lain teori-teori geodesi, hidrologi dan hidrolika kemudian untuk analisis tinggi dan lebar permukaan air digunakan software HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit pemeliharaan dari hasil analisis dengan menggunakan metode Tennant didapatkan sebesar 0,05472 m3/s % dan setelah disimulasikan di atas mercu datar selebar 20 meter tinggi aliran 1,14 cm. Ambang pintu pengambilan diletakkan pada elevasi setinggi debit pemeliharaan dan besar debit terendah yang dapat dieksploitasi terjadi pada bulan Oktober 0,3021 m3/s. Kata kunci : Sungai Paniki, Ketersediaan Debit, Potensi Sumber Daya Air, Model Bangunan Pengambilan Air.
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI ROONG TONDANO TERHADAP BERBAGAI KALA ULANG BANJIR Mamuaya, Frana L.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Tangkudung, Hanny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Roong merupakan salah satu sungai di Tondano yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati oleh sungai Roong yang sebagian besar merupakan pemukiman masyarakat dan lahan persawahan. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Paleloan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah didapat besar hujan, dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS SCS menggunakan program komputer HEC-HMS. Setelah itu debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa  semua penampang pada setiap Kala Ulang tidak mampu menahan debit banjir. Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS
PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA PITU KABUPATEN PULAU MOROTAI PROVINSI MALUKU UTARA Tambengi, Angelica L. D.; Lintong, Elisabeth; Jansen, Freddy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Morotai adalah kabupaten definitif baru yang terletak di kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Indonesia. Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara, pulau ini menjadi salah satu pulau paling utara di Indonesia. Pulau Morotai merupakan 1 dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Pulau Morotai juga sangat strategis sebagai jalur perdangangan di Indonesia Timur. Bandar Udara Pitu terletak di ibu kota kabupaten dan saat ini tergolong sebagai bandar udara perintis dengan jenis pesawat yang beroperasi ATR 72-500/600 sehingga dianggap perlu untuk dilakukan pengembangan agar wisatawan dapat menjangkau pulau ini lebih cepat. Perencanaan pengembangan suatu lapangan terbang harus memperkirakan arus lalu lintas dimasa yang akan datang. Dengan menganalisa data tiga tahun pergerakan pesawat, jumlah penumpang, bagasi dan cargo menggunakan analisa regresi dapat diramalkan arus lalu lintas dimasa yang akan datang sehingga pengembangan bandar udara dianggap perlu dilakukan atau tidak. Untuk data-data sekunder yang diperoleh dari bandara seperti data klimatologi, data frekwensi pesawat, data penumpang, data bagasi, dan data CBR digunakan sebagai acuan merencanakan pengembangan bandar udara.Rencana pengembangan bandar udara Pitu Morotai antara lain: Runway, Taxiway, Apron, Perkerasan landasan, Termial penumpang, Gudang, Area parkir, Marking landasan, dan Perlampuan.Hasil perhitungan mengacu pada standar International Civil Aviation Organitation (ICAO) dengan pesawat rencana B 737-900 ER, diperoleh ukuran runway 2.800 x 45 meter, taxiway 175 x 25 meter, dan luas apron 285 x 98 meter = 27.930 m2. Tebal perkerasan lentur dengan menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) adalah 31 inch, dan tebal perkerasan kaku yang diperoleh dengan menggunakan metode Portland Cement Afiation (PCA) adalah 14,5 inch. Luas total gedung terminal 56.250 m2 (sudah termasuk dengan fasilitas pendukung), luas gudang 70 m2, dan luas area parkir 22.500 m2. Kata kunci: Pulau Morotai, Pengembangan Bandar Udara, B 737-900 ER.
KINERJA CAMPURAN AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT DARI BATU KAPUR Pomantow, Schwarz Y.; Jansen, Freddy; Waani, Joice E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan material untuk pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan di setiap wilayah di Indonesia terus meningkat, bahkan pada beberapa daerah tertentu yang dimana agregat standar sulit di temukan harus mendatangkan dari luar daerah, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, kendala untuk mendapatkan agregat standar dilokasi pekerjaan jalan perlu diatasi. Besarnya deposit material batu kapur yang ada di Indonesia menunjukkan besarnya potensi penerapan teknologi material lokal sub standar, batu kapur untuk campuran perkerasan jalan dalam hal ini pemanfaatan batu kapur sebagai agregat utama.Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang campuran aspal AC-WC dengan menggunakan material Batu Kapur dari berbagai daerah di Indonesia sebagai material utama dengan hasil pengujian marshall yaitu nilai stabilitas 1481,6 kg dan flow 3.6 mm dan penelitian tentang Batu Kapur dari Rau menggunakan campuran aspal AC-WC (Puslitbang Jalan dan Jembatan, 2017) dengan hasil pengujian marshall yaitu nilai stabilitas 1493,7 kg dan flow 3,7 mm, maka dari hasil penelitian sebelumnya yang sudah di lakukan, akan di lakukan penelitian terhadap material Batu Kapur yang berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi UtaraPenelitian ini sifatnya mengidentifikasi sampel agregat, diperiksa di laboratorium dengan metode Marshall. Kemudian akan diambil sampel hasil perancangan untuk pemeriksaan Marshall (dibuat benda uji Marshall) kemudian di periksa kriteria Marshall untuk memperoleh kadar aspal optimum. Setelah selesai pada pengujian marshall untuk menentukan kadar aspal,optimum, kemudian di buat benda uji menggukanan kadar aspal optimum yang di dapat lalu divariasikan dengan filler (semen) yang akan di buat sampel untuk mendapatkan hasil dari pengujian Marshall.Dari hasil analisis Marshall, yang dibuat di laboratorium di dapat besaran Marshall kadar aspal 6,7% , untuk nilai stabilitas = 1377,67  flow = 3,651mm, VIM = 3,991%, VMA = 14,087%, VFB = 71,679%, density = 2,249. Dapat disimpulkan bahwa agregat batu kapur sebagai agregat sub standar dapat di gunakan dalam perkerasan campuran beraspal panas, dan dengan membuat benda uji berdasarkan gradasi yang sesuai dengan ketentuan untuk campuran AC-WC batu kapur. Kata kunci :Batu Kapur, Campuran AC-WC, Marshall
KAJIAN EFEKTIFITAS PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) DI KOTA TOMOHON (STUDI KASUS: SD NEGERI 2 TOMOHON DAN SD LENTERA HARAPAN TOMOHON) Wie, Nanditho Richfidel Natanael; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan kota dengan jumlah sekolah yang cukup banyak. Beberapa sekolah berlokasi di pinggir jalan utama, dimana kendaraan-kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi yang sangat membahayakan bagi anak-anak sekolah yang akan menyeberang jalan saat pergi maupun saat pulang sekolah. Anak-anak seringkali tidak berhati-hati dan bersikap spontan, sehingga berpotensi menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Evaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) perlu dilakukan, agar perilaku penyeberang jalan dan perilaku pengantar dapat diketahui, apakah sudah berperilaku selamat atau belum selamat. Kemudian dapat kita tarik kesimpulan apakah Zona Selamat Sekolah tersebut sudah efektif dalam penerapannya atau belum. SD Negeri 2 Tomohon dan SD Lentera Harapan Tomohon berlokasi di pinggir jalan utama sehingga dipilih menjadi lokasi penelitian karena di depan kedua sekolah ini terdapat Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang perlu untuk dievaluasi. Kedua Zona Selamat Sekolah ini akan dievaluasi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 3236/AJ.403/DRDJ/2006. Penelitian dilakukan 3 hari di masing-masing lokasi, dan dilakukan secara langsung meliputi, data kelengkapan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS), data perilaku penyeberang dan data perilaku pengantar. Data kecepatan dan data volume diambil berdasarkan acuan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) yang selanjutnya akan diolah untuk memperoleh tingkat pelayanan ruas jalan yang diteliti.Dari penelitian ini, data perilaku penyeberang dan pengantar dikedua lokasi penelitian dapat dinyatakan “belum selamat” dengan Zhitung > Ztabel. Berdasarkan hasil analisa tingkat pelayanan untuk ruas Jl. Sam Ratulangi (SD Negeri 2 Tomohon), diperoleh kapasitas 2376 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 274 smp/jam – 588 smp/jam dengan tingkat pelayanan tingkat pelayanan B pada jam puncak. Sedangkan untuk ruas Jl. Makmur (SD Lentera Harapan Tomohon), diperoleh kapasitas 2440 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 604 smp/jam – 831 smp/jam dengan tingkat pelayanan C pada jam puncak. Oleh karena itu perlu adanya perhatian dari pihak sekolah untuk mendidik para murid mengenai keselamatan dalam menyeberang jalan, dan untuk pihak pemerintah khususnya dinas perhubungan kota Tomohon agar mensosialisasikan maksud dan tujuan penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) bagi para pengguna jalan lainnya agar tercipta kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan. Kata kunci: Zona Selamat Sekolah, Kecepatan, Kapasitas, Tingkat Pelayanan Jalan
EVALUASI TEKNIS PENGGUNAAN KOLOM KOMPOSIT BAJA BETON PADA BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK Alfirdaus, Ade Putra; Dapas, Servie O.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Saat ini kolom pada bangunan tinggi banyak menggunakan material beton bertulang. Seiring berkembangnya teknologi, kayu dan beton yang selama ini digunakan penuh dalam setiap pembangunan gedung, kini sudah mulai beralih menggunakan material baja. Pada akhirnya terciptalah berbagai metode dalam desain struktur salah satunya struktur komposit yang terdiri dari gabungan baja dan beton. Dengan menggunakan material baja ini selain dapat mengurangi masalah bagi lingkungan juga proses pengerjaannya yang terbilang lebih cepat dari konstruksi beton bertulang biasa. Pada penelitian ini didesain 3 model gedung lantai 15 dengan dimensi bangunan 24x36 m2 dimana masing-masing model kolom materialnya menggunakan beton bertulang, baja dan komposit baja-beton. Didesain dengan fungsi gedung, wilayah gempa dan pembebanan yang sama, yang nantinya akan dibandingkan ketiga kolom tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komposit baja-beton lebih optimal untuk digunakan pada struktur gedung yang direncanakan. Hal ini ditunjukkan dengan dimensi yang lebih kecil, kebutuhan materialnya lebih rendah juga memiliki kelebihan struktur yang cenderung menyerupai kolom baja serta memiliki ketahanan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci: Bangunan bertingkat, Kolom Komposit, Kolom Beton Bertulang, SAP 2000
EVALUASI PENERAPAN AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS) PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus: Persimpangan Teling) Mamentu, Samuel S.; Lefrandt, Lucia I. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan merupakan tempat terjadinya konflik antara kendaraan dengan kendaraan lain maupun dengan pejalan kaki. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan optimasi kinerja persimpangan adalah dengan menggunakan Area Traffic Control System (ATCS). Persimpangan di Kota Manado yang telah dipasang perangkat ATCS dan masih beroperasi yakni persimpangan Teling. Perlu dievaluasi dampak penerapan ATCS pada kinerja simpang bersinyal.Data volume arus lalu lintas diambil selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu, dan Sabtu pada tanggal 13 Agustus, 15 Agustus, dan 18 Agustus 2018 dari jam 07.00 - 19.00 WITA. Penelitian ini bertujuan menganalisa kinerja simpang pada kondisi eksisting serta melakukan evaluasi penerapan ATCS pada kinerja simpang bersinyal. Metode yang digunakan untuk menganalisa kinerja simpang adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Dari hasil penelitian menunjukkan jam sibuk persimpangan terjadi pada jam 15.00 - 16.00 ditandai dengan derajat kejenuhan (DS) pada pendekat Teling = 0,85, pendekat Toar = 0,73, pendekat Diponegoro = 1,07 dan pendekat Tikala = 1,19. Rata-rata nilai DS persimpangan = 0,96. Nilai DS pada pendekat Tikala dan pendekat Diponegoro telah melebihi 1, yang menandakan kapasitas pendekat sudah tidak mampu melayani arus lalu lintas dengan optimal. Nilai tundaan untuk pendekat Teling = 59,22 det/smp, untuk pendekat Toar = 70,3 det/smp, untuk pendekat Diponegoro = 257,67 det/smp, dan untuk pendekat Tikala = 491,27 dengan tundaan rata-rata persimpangan = 97,1 det/smp sehingga didapat tingkat pelayanan kelas F (LOS F). Dari hasil evaluasi perhitungan kinerja simpang, dapat dilihat bahwa penerapan ATCS belum memberikan dampak pada peningkatan kinerja simpang bersinyal. Dengan melakukan perubahan waktu siklus c = 177 det, terjadi peningkatan kinerja persimpangan dilihat dari rata-rata nilai DS persimpangan = 0,90. Terjadi penurunan pada tundaan rata-rata persimpangan yang tadinya 97,1 det/smp turun menjadi 56,4 det/smp. Dengan waktu siklus alternatif terjadi perbaikan tingkat pelayanan persimpangan dari LOS F menjadi LOS E. Kata kunci: ATCS, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, level of service
PERENCANAAN BANGUNAN BETON BERTULANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DI KOTA MANADO Honarto, Ricky Januar; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan gedung bertingkat di daerah rawan gempa harus menggunakan salah satu dari beberapa sistem portal, yaitu dinding geser, bracing dan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Perencanaan ini menggunakan SRPMK dimana struktur dirancang sedemikian rupa sehingga kerusakan struktur akibat gempa terjadi di daerah yang sudah disiapkan untuk bisa rusak tanpa merusak keseluruhan gedung.Perencanaan dilakukan di kota Manado, dimana nilai SDS dan SD1 adalah 0,75 dan 0,459 sehingga kategori desain seismik masuk ke kategori D. Data tanah yang didapat dari pengujian di lapangan menunjukan nilai SPT rata-rata adalah 40, sehingga tanah di lokasi konstruksi dikategorikan sebagai tanah sedang. Struktur gedung terdiri dari 5 lantai, dan berfungsi sebagai fasilitas pendidikan. Adapun beban-beban yang bekerja adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Beban mati dan beban hidup mengacu pada SNI 1727-2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Beban gempa menggunakan respons spektrum dengan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung. Analisis struktur dan pemodelan menggunakan bantuan program ETABS 2016.Hasil analisis dan desain menunjukan dimensi-dimensi kolom, balok, plat, dan pilecap telah memenuhi kriteria penampang untuk SRPMK, dimana syarat strong column weak beam telah terpenuhi. Simpangan yang terjadi lebih kecil dari simpamgan maksimum yang diijinkan, dimana simpangan terbesar berada di lantai 5 dengan nilai ∆ (60,2860mm) lebih kecil dari ∆a (90mm). Rasio penulangan kolom, balok dan plat telah memenuhi persyaratan penulangan dimana ρ kolom didapat sebesar 1,68% s/d 2,43%,  ρ balok didapat sebesar 1,4% s/d 6%, ρ slab didapat sebesar 3,8%, dan ρ pilecap sebesar 2% s/d 5%. Kata kunci : Respons Spektrum, SRPMK, Gempa, Beton Bertulang

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue