cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
ANALISA KESTABILAN BENDUNGAN LOLAK 1 Lontoh, Rheky Julistian; Manoppo, Fabian J.; Sompie, Oktovian B. A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to support the national water security program, which is the fulfillment of raw water for households, cities and industries, and also for the efforts to reduce water damage due to flood in Bolaang Mongondow Regency, especially in Lolak Sub district, its carried out by construction of the Lolak Dam.In addition for many of the benefits that can be obtained by the construction of Lolak dam, there are also potential problems that can be caused by the impact of the dam construction that is a potential failure on the dam itself. The potential for dam failure in general can occur due to the influence of hydrology and hydraulics, due to the influence of water seepage and due to the influence of the structure.Through this paper, the author has analyzed in terms of the calculation of potential dam failure caused by the influence of hydrology and hydraulics, water seepage, and failure due to structural influences, among others by analyzing the effectiveness of foundation repairs using the grouting method, analyzing the stability of the dam to deformation , safety factor, for various kinds of scenarios (8 scenarios), as well as analyzing the stability of the dam to seepage and critical velocity of the body and foundation of the dam for conditions before and after soil improvement.The calculation and analysis of the stability of the dam is done using the PLAXIS 8.5 software. The parameters used in the PLAXIS analysis model are gunsat (gamma unsaturated), gsat (gamma saturated), E (modulus of elasticity), C (cohesion), Permeability (k), Poisson Ratio (n), Ø ( shear angle) adjusted according to the dam design parameters planned, then juxtaposed with the required criteria and permitted safety factors. Keywords: Dam, Lolak Dam, Dam Stability, Soil Improvement.
ANALISIS DINDING MECHANICALLY STABILIZED EARTH (MSE) (STUDI KASUS: RUAS JALAN TOL MANADO BITUNG STA 6+475) Ratag, Cut Meutia C. F.; Mandagi, Agnes T.; Legrans, Roski I. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ruas jalan Tol Manado Bitung akan dibuat jalan diatas permukaan tanah yang miring sehingga perlu penimbunan tanah agar elevasi tanah sesuai perencanaan. Hal tersebut dapat menyebabkan kelongsoran apabila tidak diberi pengaman lereng pada area tanah timbunan. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaplikasian dinding Mechanically Stabilized Earth (MSE) yang direncanakan mulai dari kestabilan ekternal, internal dan global dengan variasi panjang perkuatan 0,3 He; 0,4 He; 0,5 He; 0,6 He; 0,7 He; 0,8 He; 0,9 He (He = Tinggi dinding MSE), jarak vertikal perkuatan 1 m; 1,2 m; 1,5 m; 2 m; 3 m dan jenis geogrid UX 1100, UX 1400, UX 1500, UX 1600, UX 1700, dan UX 1800.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng eksisting pada ruas jalan Tol Manado Bitung STA 6+475 memiliki faktor keamanan lebih dari 1 sehingga dapat dikategorikan aman. Dalam mengaplikasikan dinding MSE pada lokasi studi kasus dengan dimensi yang direncanakan untuk panjang perkuatan 0,6 He dan 0,5 He memenuhi syarat kestabilan eksternal namun tidak memenuhi syarat kestabilan internal. Stabilitas global dengan menggunakan kohesi tanah 20 kPa sebagai facing sudah memenuhi persyaratan stabilitas global yakni diatas 1,3 sehingga lereng dengan perkuatan dinding MSE yang direncanakan dapat digunakan. Kata kunci: “Dinding MSE”,” Lereng”, “Geogrid”. 
PENGARUH DINDING PADA LANTAI DASAR TERHADAP DISPLACEMENT PADA BANGUNAN SET-BACK DAN NON SET-BACK Mamesah, Yoshua Immanuel; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan bata ini seringkali diabaikan dalam perencanaan struktur bangunan dan pengaruh terhadap kekakuan dan kekuatan struktur tidak diperhitungkan dalam analisis dan disain struktur. Pasangan dinding bata hanya dinggap sebagai beban gravitasi dan keberadaannya diasumsikan tidak mempengaruhi kekakuan dan kekuatan struktur bangunan. Akan tetapi bangunan yang menggunakan pasangan dinding bata memiliki kekakuan struktur yang besar. Banyak bangunan yang secara arsitektur memiliki nilai estetika tinggi yang pada umnya menjadi pilihan para arsitek dalam mendisain suatu bangunan. Kebanyakan dari bangunan-bangunan seperti ini memiliki struktur yang tidak beraturan diantaranya juga bangunan-bangunan dengan set-back.Penelitian dilakukan pada pemodelan struktur bangunan Set Back dan Non-Setback dengan menggunakan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi pada lantai dasar. Bangunan set-back di variasikan pada 4 model, yaitu model B, model C model D dan model E .Kemudian dilakukan analisis menggunakan program SAP2000.Dan untuk parameter yang ditinjau pada penelitian ini adalah mengetahui displacement yang terjadi pada tiap pemodelan struktur bangunan tersebut serta perbandingan antara bangunan yang menggunakan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi.Dari hasil penelitian tersebut diperoleh displacement terbesar terdapat pada bangunan dengan rasio tinggi bagian set-back terhadap bagian bawah terbesar yaitu model E1 sebesar 30,231 mm dan E2 sebesar 30,4877 mm. Dalam hal ini menunjukkan bahwa Semakin besar rasio tinggi bagian set-back terhadap bagian bawah maka akan semakin besar displacement yang terjadi. Bangunan yang memiliki set-back akan mengalami kenaikan displacement yang signifikan pada satu tingkat diatas penempatan set-back tersebut dan yang terbesar pada model D2 sebesar 28,3074 pada tingkat 5 Bangunan yang menggunakan dinding pengisi akan membuat struktur bangunan lebih kuat pada bangunan dengan menggunakan dinding pengisi (Model E1) terhadap bangunan tanpa dinding pengisi (Model E2) maka displacement akan mengalami perbedaan sebesar 22,01%. Kata Kunci: Bangunan Bertingkat, Set Back, Displacement, Dinding Pengisi, Masonri
ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN PASANGAN LANTAI KERAMIK DAN PLESTERAN DINDING MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING (Studi Kasus : Bangunan Gedung Pendidikan Fakultas Kedokteran) Hutasoit, Josua Parulian; Sibi, Mochtar; Inkiriwang, Revo L.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode Work  Sampling  pada pekerjaan pasangan lantai keramik dan plesteran dinding pada proyek“ Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Kedokteran’’ dapat ditarik kesimpulan, hasil perhitungan didapat waktu baku untuk menyelesaikan 1m2pasangan lantai keramik adalah 7.339 menit. Sedangkan untuk  pekerjaan plesteran dinding  waktu baku adalah 5.044 menit. Alokasi pemanfaatan waktu oleh tenaga kerja selama waktu kerjanya pada kegiatan penyusunan pasangan lantai keramik adalah 114.29 %.  Sedangkan untuk kegiatan  pekerjaan plesteran dinding adalah 88.381 %. Setelah menganalisis produktivitas tenaga kerja yang didapat pekerjaan pasangan lantai keramik  adalah 0.028 OH tukang dan  0.047 OH Pekerja. Sedangkan untuk  pekerjaan plesteran  dinding adalah 0.020 OH  tukang dan  0.040 OH  Pekerja. Sedangkan biaya upah per hari pekerjaan pasangan keramik 1 m 2  adalah  Rp 24.019 m 2 / hari. Sedangkan biaya upah per hari  pekerjaan plesteran dinding 1 m 2  adalah Rp 27.402 m 2 / hari. Kata kunci : Produktivitas Tenaga kerja.Work Sampling
ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT UNTUK PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jalan Lingkar SKPD Tahap 2 Lokasi Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur) Kulo, Edi Nurhadi; Waani, Joice E.; Kaseke, Oscar H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan teknik sipil berskala besar perlu menggunakan alat berat. Alat berat menurut fungsinya masing-masing antara lain alat penggali, pemuat, pengangkut, penghampar, dan alat pemadat. Alat harus digunakan secara efisien sehingga pengguna perlu mengetahui kemampuan alat, jenis-jenis alat, keterbatasan alat, serta biaya operasional alat. Produktivitas alat berat bergantung pada jenis atau type alat, metode kerja, kondisi medan kerja, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis alat yang dibutuhkan, serta kapasitas produksi alat berat pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkar SKPD Tahap 2 di Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Sesuai dengan waktu (durasi) kontrak dan kuantitas pekerjaan utama (major item), pekerjaan galian dijadwalkan 45 hari kerja dengan kuantitas pekerjaan 23.128 m3; pekerjaan timbunan dijadwalkan 33 hari kerja dengan kuantitas pekerjaan 11.181 m3; pekerjaan lapis pondasi agregat dijadwalkan 30 hari kerja dengan kuantitas pekerjaan 866 m3; pekerjaan perkerasan aspal dijadwalkan 11 hari kerja dengan kuantitas pekerjaan 564 m3. Produksi Asphalt Mixing Plant dan Crusher tidak ditinjau.  Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data yang ada dilapangan kemudian dilakukan analisis kapasitas produksi, keseimbangan penggunaan alat, serta harga satuan alat sesuai teori yang dirangkum dari berbagai sumber untuk menunjang analisis yang dilakukan.Dari hasil analisis diperoleh jenis alat berat yang akan digunakan beserta kapasitas produksi dari masing-masing alat sesuai dengan pekerjaan utama yaitu Pekerjaan Galian kapasitas produksi Hydraulic Excavator 150,22 m3/jam, Dump Truck 57,73 m3/jam. Pekerjaan Timbunan Pilihan kapasitas produksi Wheel Loader 23,22 m3/jam, Dump Truck 14,36 m3/jam, Motor Grader 1863 m3/jam, Vobration Roller 51,86 m3/jam. Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Wheel Loader 23,22 m3/jam, Dump Truck 5,39 m3/jam, Motor Grader 1397,3 m3/jam, Vobration Roller 51,86 m3/jam. Pekerjaan Perkerasan Aspal Dump Truck 6,78 m3/jam, Asphalt Finisher 39,69 m3/jam, Tandem Roller 45,9 m3/jam, Pneumatic Tired Roller 56,7 m3/jam.Dapat disimpulkan sesuai dengan waktu yang ditentukan serta kapasitas produksi dari masing-masing alat, waktu puncak berada pada hari yang ke 66 sampai 75 sesuai kontrak dengan kuantitas produksi 577,52 m3/hari karena pada hari tersebut terjadi 2 jenis pekerjaan yang dilaksanakan dilapangan sehingga alat yang dibutuhkan untuk hari tersebut yaitu Hydraulic Excavator 1 unit, Dump Truck 5 unit, Wheel Loader 1 unit, Motor Grader 1 unit, Vibratory Roller 1 unit. Kebutuhan alat dapat ditanggulangi karena kapasitas Dump Truck kurang lebih hampir sama dengan kuantitas produksi yaitu 576,72 m3/hari, sedangkan kapasitas alat lain melebihi kuantitas produksi. Kata Kunci:     Produktivitas Alat Berat, Pembangunan Jalan,Excavator, Loader, Roller
KAJIAN PENGGUNAAN AGREGAT BATU GUNUNG UNTUK BAHAN CAMPURAN AC (STUDI KASUS AGREGAT DESA MOLOBOG DAN DESA KAKASKASEN) Mandang, Ovelia Gizella; Lalamentik, Lucia G. J; Waani, Joice E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran aspal panas pada umumnya terdiri dari ±95% agregat dan ±5% aspal dimana agregat sebagai komponen terbesar menentukan kemampuan perkerasan dan aspal sebagai bahan pengikat dari agregat. Agregat yang baik digunakan untuk perkerasan jalan dilihat dari nilai berat jenis dan penyerapan serta abrasi. Akan tetapi tidak semua material local yang berasal dari daerah tertentu memenuhi spesifikasi. Untuk itu demi mengurangi biaya konstruksi maka agregat dengan kualitas yang baik sedapat mungkin diperoleh dari sumber terdekat dari lokasi pekerjaan. Oleh karena itu sifat – sifat fisik dan mekanik agregat dalam campuran sangat perlu di perhatikan agar mendapatkan campuran yang kuat dan tahan lama.Campuran aspal panas merupakan satu jenis dari lapis perkerasan lentur yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat. Dalam campuran aspal panas agregat merupakan factor utama penentu dari kinerja campuran. Agregat dari batu sungai ataupun batu gunung bisa digunakan sebagai material perkerasan jalan apabila memenuhi syarat spesifikasi yang berlaku. Penelitian ini menggunakan agregat batu gunung yang berasal dari desa Molobog dan desa Kakaskasen dengan bahan pengikat aspal penetrasi 60/70. Pemeriksaan awal agregat dilakukan untuk menentukan apakah agregat dari Molobog dan agregat dari Kakaskasen memenuhi syarat untuk digunakan dalam campuran aspal panas. Selanjutnya dilakukan rancangan campuran berdasarkan komposisi gradasi gabungan yang telah dibuat dimana rancangan campuran ini dilakukan untuk menentukan kadar aspal rencana untuk kedua campuran aspal yang menggunakan agregat yang berbeda. Kadar aspal yang diperoleh akan digunakan dalam campuran dan melalui pengujian Marshall akan diperoleh nilai besaran Marshall dan kadar aspal terbaik.Diperoleh dari hasil penelitian ini untuk kedua material yang mempunyai gradasi dan kadar aspal rencana yang sama dan penambahan PC sebesar 1% dengan kadar aspal terbaik 6% untuk material dari Kakaskasen, didapatkan nilai stabilitas sebesar 1297 kg; flow= 3.8mm; VIM = 4.7%; VMA= 15.15%; VFB = 67.60%; density = 2.09 gr/cc; rasio filler = 1.01 dan kadar aspal terbaik 5.6% untuk material dari Molobog didapatkan nilai stabilitas sebesar 1330 kg; flow = 2.7mm; VIM = 4.5%; VMA = 15.3%; VFB = 65.1%; density = 2.156 gr/cc; rasio filler = 1.129.Material yang berasal dari Molobog mendapatkan kadar aspal terbaik 5.6% lebih kecil dibandingkan dengan material dari Kakaskasen yaitu 6% dikarenakan memiliki berat jenis dan penyerapan serta abrasi yang berbeda. Untuk perencanaan campuran beraspal panas khususnya lapis perkerasan AC – BC ini sebaiknya menggunakan material yang mempunyai sifat fisik dan mekanik yang baik agar umur perkerasan jalan tahan lama. Kata Kunci: AC – BC, Agregat, Pengujian Marshall
PENGEMBANGAN SISTEM DRAINASE DI LINGKUNGAN LIMA KELURAHAN WAWALINTOUAN KECAMATAN TONDANO BARAT KABUPATEN MINAHASA Ondang, Gisela; Sumarauw, Jeffry S. F.; Wuisan, Eveline M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Lima Kelurahan Wawalintouan Kecamatan Tondano Barat Kabupaten Minahasa adalah daerah yang sering mengalami genangan pada saat musim penghujan. Genangan tersebut mengakibatkan terganggunya aktifitas masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan. Hal ini dikarenakan sebagian daerah tersebut belum memiliki saluran dan gorong-gorong. Untuk itu dilakukan pengembangan sistem drainase, yang direncanakan agar memberikan solusi penanganan genangan yang terjadi Analisis hidrologi dilakukan untuk mendapatkan debit rencana (Qrenc). Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan analisa frekuensi terhadap data curah hujan dengan kala ulang 10 tahun menggunakan metode log Pearson III dan perhitungan intensitas hujan menggunakan rumus Mononobe. Debit rencana dihitung menggunakan metode rasional. Untuk menghitung debit kapasitas (Qkaps) dari saluran dan gorong-gorong, dilakukan analisis hidrolika. Dari perbandingan antara debit rencana dan debit kapasitas (Qrenc ≤ Qkaps), diketahui kemampuan dari setiap saluran dan gorong-gorong dalam menampung debit rencana. Berdasarkan hasil analisis di lokasi tersebut perlu dilakukan perbaikan agar saluran mampu menampung debit yang ada, diantaranya dilakukan perubahan dimensi 6 ruas saluran dari 20 ruas saluran eksisting serta penambahan 16 ruas saluran baru dan 6 gorong-gorong baru. Kata Kunci : Genangan, Debit rencana, Debit kapasitas, Sistem drainase
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DENGAN SUMUR RESAPAN DI LAHAN PERUMAHAN WENWIN – SEA TUMPENGAN KABUPATEN MINAHASA Rurung, Muhammad Alriansyah; Riogilang, Herawaty; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Wenwin – Sea Tumpengan merupakan perumahan yang berada di daerah Kabupaten Minahasa. Dengan keadaan perumahan yang relatif  padat menyebabkan salah satu sarana pembangunan tidak berfungsi dengan efektif. Sarana yang dimaksudkan adalah saluran drainase. Dampak yang di akibatkan adalah terjadi limpasan permukaan dan menurunnya kuantitas air yang meresap ke dalam tanah, sehingga menyebabkan terjadinya genangan air ataupun banjir pada waktu curah hujan tinggi. Diperlukan adanya penataan kembali sistem drainase pada perumahan tersebut berupa sistem drainase berwawasan lingkungan (eko-drainase) dengan menggunakan sumur resapan. Dengan adanya perencanaan sumur resapan diharapkan dapat mengurangi genangan air ataupun banjir yang terjadi di Perumahan Wenwin – Sea tumpengan.Sistem drainase berwawasan lingkungan dengan sumur resapan akan di hitung dengan menggunakan perhitungan analisis hidrologi, analisis hidrolika dan Metode Sunjoto untuk mengetahui debit resapan, dan banyaknya sumur resapan yang diperlukan.Dimensi sumur direncanakan berbentuk silinder dengan diameter yang sama yaitu 1 m dan kedalaman sumur 1 m. Pada penutup sumur, akan diberikan penutup setebal 10 cm yang terbuat dari beton yang diberi celah agar air dapat masuk. Kapasitas resapan 1 buah sumur adalah 0,1356 m3/det, sehingga diperlukan 5 sumur resapan yang direncanakan di saluran yang mengalami genangan. Kata kunci : Analisis Hidrologi, Analisis Hidrolika, Sumur Resapan
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG RUANG KANTOR DAN RUANG KELAS YAYASAN EBEN HEAZER JALAN 14 FEBRUARI TELING ATAS, MANADO) Talimbo, Indra Prasetyo; Tjakra, Jeremias; Pratasis, Pingkan A. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas pekerjaan bangunan bertingkat pada umumnya adalah pekerjaan struktur beton bertulang. Pekerjaan struktur beton bertulang adalah pekerjaan bekisting, penulangan, dan pengecoran. Salah satu hal yang perlu di manajemen dari pekerjaan struktur beton bertulang adalah pekerja. Hal yang perlu diketahui dalam manajemen pekerja adalah produktivitas pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung nilai produktivitas pekerja pekerjaan struktur beton betulang,mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang. Penelitian ditunjang dengan observasi lapangan pada proyek pembangunan gedung kantor dan ruang kelas pada yayasan persekolahan eben heazer manado. Peningkatan produktivitas akan mengurangi waktu pekerjaan, dan itu berarti akan mereduksi biaya, khususnya biaya pekerjaan sehingga diperoleh suatu biaya tenaga kerja minimum untuk mendapatkan harga yang kompetitif baik untuk pelelangan maupun pelaksanaan. Dalam penelitian ini dibahas mengenai produktivitas dilihat dari segi pekerja dan durasi waktu. Kata Kunci : Produktivitas, Pekerja, Beton Bertulang, Bangunan Bertingkat
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK PERUMAHAN CASA DE VIOLA DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA Puspitasari, Yayuk Indah; Mangare, Jantje B.; Pratasis, Pingkan A. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya proyek konstruksi tidak lepas dari kendala yang ada yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada proyek yang sementara berjalan. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan suatu proyek dapat menyebabkan kerugian terhadap waktu operasi hasil proyek, sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi mundur atau terlambat. Pekerjaan yang mengalami masalah dapat menyebabkan keterlambatan dan mengakibatkan kerugian  dan berbagai cara dilakukan guna menghindari masalah yang mengakibatkan keterlambatan dan kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor utama yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian pada proyek perumahan Casa De Viola.Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan program SPSS untuk mencari seberapa besar pengaruh faktor-faktor keterlambatan. Dan dari faktor-faktor keterlambatan yang akan diolah dalam program SPSS digunakan analisis descriptive dengan menggunakan metode frequencies. Analisis descriptive yang digunakan untuk menjelaskan hubungan variabael dan untuk mencari nilai rata-rata dari masing-masing faktor penyebab keterlambatan.Dan dari hasil penelitian ini didapat bahwa faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan adalah metode pelaksanaan pekerjaan tidak tepat dengan nilai mean yang didapat adalah 3.80. Untuk mengatasinya dengan memperhatikan faktor keterlambatan akibat metode pelaksanaan pekerjaan tidak tepat yang terjadi pada pekerjaan. Agar dapat memperhitungkan aspek sumber daya material dan alat serta biaya yang digunakan. Dan untuk meninjau progress yang ada dilapangan secara rutin agar dapat mengetahui pekerjaan yang sementara berjalan mengalami keterlambatan atau tidak. Kata Kunci : Faktor-faktor Keterlambatan, Kuesioner, SPSS

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue