cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
RESPON SPEKTRA PADA JEMBATAN IR. SOEKARNO MANADO Talumepa, Julian Robin; Manoppo, Fabian J.; Manaroinsong, Lanny D. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa terjadi secara terus-menerus dan tidak dapat diprediksi kapan dan dimana episenter gempa akan terjadi. Akibatnya kondisi dan parameter kegempaan suatu daerah  ikut berubah-ubah seiring dengan kejadian-kejadian gempa. Parameter kegempaan seperti percepatan tanah  maksimum dan respon spektra suatu daerah merupakan parameter yang digunakan untuk syarat desain gedung sesuai  ketentuan Standar Nasional Indonesia 1726:2012 mengenai perencanaan gedung tahan gempa. Jembatan Ir. Soekarno merupakan salah satu  infrastruktur lalu lintas yang terdapat di kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Daerah ini merupakan salah satu daerah dengan keaktifan seismik tinggi, sehingga parameter-parameter kegempaan yang digunakan pada perhitungan beban gempa struktur harus sesuai dengan keadaan terbaru lokasi tersebut. Parameter kegempaan ini perlu dilakukan pemutakhiran secara berkelanjutan agar dapat mengetahui beban gempa yang dihasilkan pada struktur jembatan. Parameter-parameter kegempaan terbaru termuat pada Peta Gempa Indonesia 2017. Berdasarkan parameter-parameter yang tersedia dilakukan analisis resiko gempa dengan metode probabilitas. Analisis dilakukan dengan bantuan EZ-FRISK menghasilkan  percepatan tanah maksimum dengan probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun dimana  gedung di desain untuk menghindari keruntuhan pada Maximum Considered Earthquake  (MCE) sesuai ASCE 7-10. Kemudian penentuan respon spektra lokasi berdasarkan pada SNI 1726:2012. Hasil klasifikasi data tanah mendapatkan lapisan tanah lokasi termasuk pada klasifikasi tanah sedang. Hasil analisis resiko gempa pada periode ulang gempa 2500 tahun mendapatkan percepatan tanah maksimum lokasi penelitian  = 0.732 g dan respon spektra desain = 1.139 g. Kata Kunci: Respon Spektra, Gempa Bumi, PSHA, ZMAP, EZ-FRISK 7.52
PENGARUH PERUBAHAN GRADASI DAN RATIO ANTARA PARTIKEL LOLOS SARINGAN NO. #200 DENGAN BITUMEN EFEKTIF, TERHADAP BESARAN MARSHALL QUOTIENT PADA CAMPURAN ASPAL LATASTON Lengkong, Maria Rainy; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hubungan antara besaran Marshall Quotient yang disyaratkan pada campuran Lapis Tipis Aspal Beton (LATASTON) atau Hot Rolled Sheet (HRS) dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 dengan besaran Ratio Filler terhadap Bitumen Content Efektif yang tidak disyaratkan; juga sekaligus terhadap perubahan gradasi, karena perubahan gradasi juga akan selalu disertai dengan perubahan Ratio FF/Bitumen Efektif. Material agregat pecah berasal dari lokasi sumber yang banyak digunakan di daerah Minahasa dan Manado; dan karena untuk campuran LATASTON pasir alam yang halus, maka digunakan pasir alam dari lokasi sumber Lolan di kabupaten Bolaang Mongondow. Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70 ex Pertamina yang tersedia di tempat penelitian. Bahan filler tambahan digunakan Portland Cement merk Tonasa. Setelah pemeriksaan bahan dan perancangan komposisi agregat sesuai persyaratan gradasi, dibuat benda uji dan dilakukan pengujian dan analisis besaran Marshall sehingga diperoleh kadar aspal terbaik yang sesuai untuk komposisi agregat yang dirancang. Selanjutnya berdasarkan besarnya kadar aspal terbaik yang tetap dibuat benda uji Marshall dengan variasi gradasi dan kandungan filler diatur sedemikan rupa sehingga didapat 5 (lima) variasi; dimana variasi ke-1 berimpit dengan  batas bawah persyaratan grafik gradasi LATASTON, dan variasi ke-5 grafik gradasinya berimpit dengan batas atas, dan variasi-variasi antara (ke-2, 3 dan 4) sedemikan rupa secara proporsional berada di antara variasi ke-1 dan ke-5. Hasil yang untuk grafik variasi gradasi ke-1, Ratio FF/Bitumen Efektif = 0,869 dengan MQ 379 kg/mm, variasi ke-2 diperoleh Ratio FF/Bitumen Efektif =1,015 dengan MQ 375 kg/mm, variasi ke-3 di tengah diperoleh Ratio FF/Bitumen Efektif =1,160 dengan MQ 358 kg/mm, variasi ke-4 diperoleh Ratio FF/Bitumen Efektif =1,306 dengan MQ 332 kg/mm dan variasi ke-5 paling atas diperoleh Ratio FF/Bitumen Efektif =1,454 dengan MQ 295 kg/mm; hubungan antara Marshall Quotient (MQ) dengan gradasi dan Ratio FF/Bitumen Efektif adalah sebagai berikut : jika gradasi mendekati batas bawah dengan Ratio FF/Bitumen Efektif yang relatif lebih kecil nilai MQ tinggi, sebaliknya jika gradasi mendekati batas atas dengan Ratio FF/Bitumen Efektif lebih besar, nilai MQ rendah. Berdasarkan kesimpulan diatas disarankan dalam pembuatan campuran beraspal panas jenis LATASTON sebaiknya menggunakan variasi gradasi dan kandungan  filler yang tidak mendekati batas atas dan tidak mendekati batas bawah yaitu pada bagian tengah (antara variasi 2 dan variasi 4),untuk menghindari sifat perkerasan yang terlalu kaku dan terlalu fleksibel. Kata Kunci : Gradasi, Ratio Filler Efektif Bitumen Content, Marshall Quotient, LATASTON
OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI MATERIAL DENGAN METODE NWC (NORTH WEST CORNER) (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI) Imbang, Presianto Paulus; Pratasis, Pingkan A. K.; Walangitan, Deane R. O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendistribusian material merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk direncanakan, karena akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya proyek secara keseluruhan. Meningkatnya biaya proyek seringkali diakibatkan oleh proses pendistribusian material yang tidak optimal. Hal ini dapat terjadi terutama jika pekerjaan yang sedang ditangani terdiri dari beberapa proyek yang membutuhkan material dalam jumlah yang besar, dimana satu lokasi pengambilan material saja tidak akan mampu untuk mencukupi seluruh kebutuhan yang ada.Perbedaan jarak antara sejumlah sumber dengan lokasi-lokasi proyek yang ada ditambah perbedaan harga material di setiap sumber menyebabkan pihak pelaksana proyek harus menentukan suatu cara untuk mendapatkan material yang dibutuhkan dengan biaya distribusi minimum. Untuk itu diperlukan adanya metode yang dapat mengoptimalkan biaya distribusi material dari pemasalahan ini, seperti Metode North West Corner.Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa dengan menggunakan Metode North West Corner, pada kasus yang ditinjau, didapatkan biaya distribusi bahan material untuk Semen sebesar Rp. 2.146.155.000,00; Pasir sebesar Rp. 123.331.214,20; dan Kerikil sebesar Rp. 698.879.141,20. Kata kunci: Optimasi, efisiensi, biaya, distribusi, material, proyek, Metode North West Corner
STUDI POTENSI JARINGAN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DAN KONSTRUKSI PERKERASAN REL (STUDI KASUS: KORIDOR KOTA MANADO KECAMATAN MALALAYANG, KECAMATAN SARIO, KECAMATAN WENANG) Bongso, Shofian E. H.; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Manado lebih dari 90% perjalanan berbasis rumah tangga, dimana perjalanan dimulai dari rumah dan diakhiri kembali dirumah. Untuk memahami pola pergerakan yang akan terjadi dari setiap rumah tangga yang ada di Kota Manado, perlu suatu penelitian mengenai jumlah bangkitan yang terjadi dalam memprediksi kebutuhan akan sarana dan prasarana tahun-tahun mendatang. Permintaan lalu lintas yang melebihi penyediaan ruang jalan mengakibatkan kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Berdasarkan kondisi ini maka sudah waktunya untuk melihat kepada program transportasi yang berkelanjutan (Sustainable Transport Modes). Direkomendasikan Transportasi umum berkelanjutan berbasis rel, yang cenderung bebas dari kemacetan sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu tempuh yang dihasilkan akan semakin berkurang dengan daya angkut penumpang yang cukup besar. Bentuk yang direkomendasikan adalah sistem angkutan masal jenis LRT (Light Rail Transit). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, pengumpulan data primer berupa survai wawancara rumah tangga, data sekunder dikumpulkan dari beberapa instansi terkait. Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu diperoleh pemodelan Y = 3.2985 + 3.3645 X1 + 1.4508 X2 + 1.5686 X3, dengan Y adalah jumlah pergerakan seluruh anggota keluarga per-hari, X1 adalah komposisi keluarga, X2 jumlah anggota keluarga yang bekerja, X3 jumlah anggota keluarga yang belajar. Berdasarkan hasil pemodelan tersebut Nilai Kofisien Determinan (R²) yang diperoleh yaitu sebesar 0,7453 atau 74,5%. Dalam menentukan konstruksi tebal lapisan perkersan jalan rel menggunakan standar ketentuan umum jalan rel didapatkan hasil yaitu : Jalan Kelas I dengan penggunaan tipe rel R.54/R.50/R.42, jenis bantalan Beton/Kayu/Baja, dan jenis penambat bisa menggunakan ganda maupun tunggal. Kata Kunci : LRT (Light Rail Transit), Konstruksi Perkerasan Rel, Trip Distibution, Multiple Regression Model, Microsoft office exel.
RENCANA PENGEMBANGAN BANDAR UDARA NAHA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA Kiding Allo, Agatha Desiwanty; Sendow, Theo K.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kabupaten ini adalah pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Wilayah Kepulauan Sangihe memiliki produksi domestik dari perikanan laut, pertanian dan perkebunan yang sangat meningkat dan juga memiliki destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Untuk itu pemerintah setempat terus berupaya meningkatkan investasi dari segala aspek. Bandar Udara Naha saat ini tergolong sebagai bandara perintis dengan jenis pesawat yang beroperasi ATR72-600. Guna mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata ini diharapkan juga diikuti dengan pertumbuhan dan perbaikan infrastuktur yang ada, salah satunya adalah bandara.Perencanaan ini dilakukan menggunakan data sekunder dan data ramalan selama 20 tahun kedepan dengan menggunakan 3 metode, yaitu trend linier, logaritma, dan eksponensial. Data yang diperlukan antara lain data Klimatologi, Data Penumpang, Data Bagasi. Selanjutnya menghitung ukuran runway, taxiway, dan apron dengan menggunakan data ramalan yang ada dan data pesawat rencana yaitu B737-900ER. Perencanaanya mengacu pada standar ICAO, Perencanaan ini meliputi perencanaan Runway, Taxiway, dan Apron. Untuk bagian sisi darat seperti terminal penumpang, gudang, dan parkir kendaraan hanya akan dihitung luasannya.Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar yang dikeluarkan International Civil Aviation Organitation (ICAO), maka dibutuhkan ukuran runway 2.724 x 60 meter, taxiway 168 x 25 meter, dan apron 93 x 98 meter, luas gedung terminal 17000m2, luas gudang 43m2, dan luas pelataran parkir adalah 2000m2. Kata kunci: Bandar Udara Naha, Rencana Pengembangan Bandar Udara, Runway, Taxiway, Apron, Terminal Penumpang.
PERILAKU MEKANIS BETON SERAT DENGAN KOMBINASI KAWAT BENDRAT DAN DRAMIX 3D Prijantoro, Johanes P. E.; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan konstruksi. Tetapi beton memiliki kelemahan pada sifat yang getas dan kuat tarik yang rendah. Salah satu alternatif bahan tambah yang digunakan yang bersifat fisik adalah serat baja (steel fiber). Serat baja memiliki sifat yang baik dalam hal kuat tariknya. Dalam penelitian ini digunakan kawat bendrat dan dramix 3D. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi kawat bendrat dan dramix 3D terhadap perilaku mekanis beton yaitu, kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Variasi penambahan serat 0% bendrat 1% dramix 3D , 1% bendrat 0% dramix 3D, 0.25% bendrat 0.75% dramix 3D, 0.75% bendrat 0.25% dramix 3D,  0.5% bendrat 0.5% dramix 3D dari berat agregat kasar .Dari hasil penelitian diperoleh Presentase tertinggi kuat tarik beton serat terhadap beton non serat terdapat pada kombinasi campuran 0.75% bendrat dan 0.25% dramix 3D (BSIV) dengan presentase peningkatan sebesar 10.17% dengan nilai kuat tarik belah Fsp = 3.15 MPa. Presentase tertinggi kuat tekan beton serat terhadap beton non serat terdapat pada kombinasi campuran 0.5% bendrat dan 0.5% dramix 3D (BSV) dengan presentase peningkatan sebesar 14.59% dengan nilai kuat tekan fc = 28.52 MPa. Kata Kunci: Beton Serat, Kawat Bendrat, Dramix 3D, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah
OPTIMASI PENJADWALAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA PADA PROYEK REHABILITASI PUSKESMAS MINANGA Sugeha, Ilham Hidayat; Inkiriwang, Revo L.; Pratasis, Pingkan A. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap perencanaan dan penjadwalan merupakan tahapan yang paling menentukan keberhasilan suatu proyek. Hal ini dikarenakan penjadwalan adalah tahap ketergantungan antar aktivitas yang membangun proyek secara keseluruhan. Pemecahan masalah penjadwalan yang baik dari suatu proyek merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan proyek untuk selesai tepat pada waktunya. Tugas akhir  ini menerapkan algoritma genetika untuk memecahkan masalah optimasi dalam penjadwalan proyek. Algoritma genetika merepresentasikan kandidat solusi  penjadwalan kedalam  kromosom-kromosom secara  acak,  lalu  dievaluasi  menggunakan fungsi fitness dan seterusnya dilakukan seleksi. Metode seleksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode seleksi roda roulette, kemudian dilakukan pindah silang dan mutasi. Pada setiap generasi, kromosom dievaluasi berdasarkan nilai fungsi fitness. Setelah beberapa generasi maka algoritma genetika akan menghasilkan kromosom terbaik, yang merupakan solusi optimal. Hasil dari sistem penjadwalan proyek menggunakan algoritma genetika adalah jadwal kegiatan-kegiatan dalam sebuah proyek  yang dapat menjadi alternatif keputusan bagi kontraktor dalam pelaksanaan proyek. Dan berdasarkan hasil pengujian performansi yang dilakukan sebanyak 10 kali dapat disimpulkan bahwa algoritma genetika membutuhkan waktu yang lama jika nilai iterasinya besar, karena dalam algoritma ini terdapat proses penggenerasian. Kata kunci: Algoritma Genetika, Fungsi Fitness, Optimasi, Penjadwalan Proyek, Pindah Silang, Mutasi.
RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN SOFT FIRST STORY DAN PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT TERHADAP BEBAN GEMPA Nelwan, Intan Tiara; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat yang dibebani gempa akan mengalami simpangan lateral. Semakin tinggi struktur maka semakin besar simpangan lateral yang terjadi, apalagi jika struktur tersebut memiliki kekakuan kolom tingkat dasar yang lebih kecil (soft first story). Simpangan lateral tersebut dapat mengakibatkan momen guling struktur bangunan menjadi besar sehingga menyebabkan keruntuhan struktur. Untuk mencegah kondisi tersebut, maka kekakuan lateral struktur perlu diperbesar. Salah satu cara untuk memperbesar kekakuan lateral struktur adalah dengan menggunakan Braced Frames Element (Elemen Pengaku Portal).Pemodelan struktur yaitu berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang dengan denah 18 m x 18 m, struktur 25 tingkat, dengan tinggi 8 meter untuk lantai dasar, dan 3 meter untuk tiap lantai diatasnya. Struktur dimodelkan tanpa penambahan bracing dan dengan penambahan variasi tipe bracing (Diagonal bracing, X-bracing, dan Inverted V bracing) yang ditempatkan pada bentang tengah vertikal di sisi luar bangunan. Analisa simpangan lateral struktur tanpa dan dengan Braced Frames Element akan menggunakan analisa gempa dinamis yaitu Spektrum Respon (Response Spectrum). Analisa dinamis yang dilakukan dengan bantuan software ETABS, menunjukan bahwa nilai simpangan horisontal maksimum akibat beban gempa statis dan beban gempa dinamis, adalah sebagai berikut: Model A 71,7 mm dan 68,7 mm, Model B 56,6 mm dan 61,1 mm, Model C 55,8 mm dan 60,3 mm, Model D 55,8 mm dan 60,3 mm, Model E 70,4 mm dan 60,6 mm, Model F 70,5 mm dan 60,6 mm. Penggunaan Braced Frames Element pada struktur dapat mengurangi respon (simpangan lateral) dari struktur tanpa harus memperbesar dimensi dari kolom, dimana simpangan lateral maksimum yang dihasilkan akan menjadi lebih kecil.Kata kunci: bangunan bertingkat, beton bertulang, beban gempa, bracing, simpangan, soft story, ETABS.
METODE KERJA PEMASANGAN TIANG PANCANG PADA JEMBATAN (STUDY KASUS: JEMBATAN JAMBU SARANG BOLAANG MONGONDOW UTARA) Mawira, Marcelino Kenvin; Mangare, Jantje B.; Tjakra, Jermias
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, banyak ditemukan jenis-jenis konstruksi dengan berbagai spesifikasi dan fungsi serta pemanfaatannya, seperti bangunan-banguan bertingkat, jalan layang (fly over), jembatan, bendungan dan konstruksi lainnya dengan fungsi dan metode kerja yang berbeda-beda, dengan menggunakan tiang pancang sebagai penopang utama. Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang adalah kayu, baja (steel) dan beton.Penelitian metode kerja pemasangan tiang pancang dilakukan pada Jembatan Jambu Sarang Desa Jambu Sarang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pemasangan tiang pancang pada Jembatan Jambu Sarang yaitu: Penyelidikan tanah; Penentuan alat pancang yang digunakan; Penentuan hammer yang digunakan; Penentuan titik-titik yang akan dipancang; Mobilisasi tiang pancang; Mobilisasi alat pancang; Settingan alat pancang; dan Pemancangan. Kata kunci: Desa Jambu Sarang, Pemasangan, Pondasi, Tiang Pancang, Metode Kerja
DESAIN SISTEM JARINGAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS DESA WAREMBUNGAN) Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus; Jansen, Tommy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Warembungan dikenal memiliki banyak sumber air bersih, namun ketersediaan air bersih ini belum terdistribusi merata ke seluruh wilayah desa, sehingga diperlukan suatu penelitian untuk mendesain sistem jaringan dan distribusi untuk menjamin ketersediaan air bersih di desa tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi potensi air bersih yang ada, kemudian melakukan analisis untuk memprediksi kebutuhan air bersih sampai 20 tahun kedepan. Setelah itu dilakukan desain sistem penyediaan air bersih yang handal. Berangkat dari proyeksi pertumbuhan penduduk desa Warembungan sampai tahun rencana yaitu tahun 2036  maka diperoleh prediksi besaran kebutuhan air bersih total mencapai 6,23 liter/det, sedangkan kebutuhan harian maksimum mencapai 6,86 liter/det. Debit sesaat yang tersedia di mata air Kumahukur adalah sebesar 10 liter/det.   Kata kunci: air bersih, system jaringan, kebutuhan air, debit

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue