cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
PENGARUH MODULUS GESER TANAH TERHADAP KESTABILAN PONDASI MESIN JENIS BLOK STUDI KASUS: MESIN ID FAN PLTU 2 AMURANG SULUT Lolo, Almey; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.; Mandagi, Agnes T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin ID Fan merupakan salah satu mesin penunjang untuk mesin penghasil listrik. Mesin ini menghasilkan beban statis berupa berat mesin itu sendiri dan beban dinamis berupa getaran ketika mesin tersebut beroperasi. Untuk itu, diperlukan analisis statis dan analisis dinamissebagai indikator dalam menentukan kestabilan pondasi mesin dan mengaitkan pengaruh modulus geser tanah terhadap kestabilan pondasi mesin. Analisis statis yang memperhitungkan penurunan tanah dan daya dukung tanah dengan menggunakan Metode Terzaghi dan Metode Meyerhof, sedangkan untuk analisis dinamis memperhitungkan frekuensi, redaman, dan amplitudo getaran yang terjadi pada getaran vertikal, getaran horizontal, getaran rocking dan getaran torsi dengan menggunakan Metode Lumped Parameter. Pada analisis statis, untuk Metode Terzaghi hasil yang diperoleh yaitu daya dukung tanah ultimate (qu) = 447,20 t/m2 dan daya dukung izin (qall) = 149,07 t/m2 sedangkan untuk Metode Meyerhof hasil yang diperoleh yaitu daya dukung tanah ultimate (qu) = 472,95 t/m dan daya dukung izin (qall)= 157,65 t/m2. Nilai beban pondasi untuk pondasi blok massive (σ) =6,24 t/m2  dan pondasi blok rangka (σstatis) = 2,19 t/m2. Hal ini menunjukkan bahwa nilai beban dari pondasi lebih kecil dari daya dukung tanah yang diizinkan sehingga daya dukung tanah aman mendukung beban struktur. Sedangkan hasil yang diperoleh pada penurunan tanah  untuk pondasi blok massive akibat beban statis 137,68  ton yaitu 0,0196 cm dan pondasi blok rangka akibat beban statis 48,38 ton yaitu 0,0069 cm.   Pada analisis dinamis, hasil yang diperoleh dari perhitunganmenunjukkan bahwa pondasi blok massive dan pondasi blok rangka tetap stabil pada semua ragam getaran dengan nilai modulus geser tanah 528 t/m2. Selain itu, pondasi blok rangka juga tetap stabil pada getaran vertikal dan getaran horizontal dengan nilai modulus geser tanah 6274 t/m. Sedangkan, untuk hasil variasi nilai modulus geser tanah pada masing-masing ragam getaran didapat bahwa penambahan nilai modulus geser tanah berbanding lurus dengan frekuensi sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya resonansi. Namun untuk redaman, nilai yang dihasilkan tetap konstan dan untuk amplitudo getaran, nilai yang dihasilkan cenderung meningkat sebelum terjadi resonansi tetapi akan cenderung berkurang setelah terjadi resonansi. Hal ini berlaku untuk pondasi blok massive dan pondasi blok rangka.   Kata kunci : beban dinamis, pondasi mesin, pondasi massive, pondasi rangka, modulus geser
PENGARUH CAMPURAN KAPUR DAN SERBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA UNTUK MENINGKATKAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG Sumampow, Roland Billy; Ticoh, Jack H.; Rondonuwu, Steeva G.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan tanah memiliki peran penting dalam memikul beban guna menunjang kestabilan struktur bangunan dimana tanah sebagai dasar kekuatan yang harus memiliki kapasitas dukung dan kuat geser yang tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan dengan serangkaian pengujian di laboratorium untuk mendapatkan sifat fisik tanah asli dan dilakukan pengujian triaksial dengan metode Unconsolidated Undranied (UU test/quick test) untuk mengukur kuat geser dengan kombinasi kapur 5% dan variasi arang tempurung kelapa 1% sampai 4%.Hasil pengujian karakterisitik tanah yang diperoleh berdasarkan klasifikasi USCS yaitu jenis tanah pasir berlempung dan untuk hasil kuat geser terbesar pada variasi kapur 5% tambah serbuk arang tempurung kelapa 2% yaitu sebesar 5.561 kg/cm2. Dari hasil di atas menunjukkan bahwa nilai parameter kuat geser naik setelah menggunakan campuran kapur dan serbuk arang kelapa. Dan untuk hasil analisis statistik pengaruh campuran kapur dan serbuk arang kelapa terhadap tanah asli memiliki hasil yang bersifat tidak signifikan terhadap kohesi, sudut geser tanah, dan kuat geser. Hal ini dibuktikan dengan harga F empiris yang ada lebih kecil dari F teoritis.Kata Kunci: Kapur, Serbuk Arang Tempurung Kelapa, Triaksial, F empiris, F teoritis.
PREDIKSI BANJIR DI SUNGAI RANOMEA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Kopalit, Theo Nugraha; Supit, Cindy J.; Dundu, Ariestides K. T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ranomea terletak di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu desa yang dilewati oleh sungai Ranomea adalah desa Ranomea Kecamatan Amurang Timur. Sungai Ranomea memiliki DAS sebesar 14 Km2. Pada tahun 2000 terjadi peningkatan intensitas curah hujan, yang menyebabkan banjir akibat meluapnya sungai Ranomea. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir  dan tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan MRG ARR Pentu-Pinaling. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2018. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service dan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi yang > 0,6 dianggap sudah bisa memenuhi untuk tingkat kemiripan. Hasil kalibrasi didapat 0,767 (memenuhi). Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.Hasil simulasi pada titik kontrol 170 m menunjukkan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+0 sampai sta 0+100 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Untuk hasil simulasi pada titik kontrol 988 m menunjukkan penampang melintang sta 0+0 hanya bisa menampung debit banjir pada kala ulang 5 tahun, sedangkan penampang pada sta 0+50 tidak bisa menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata Kunci: Sungai Ranomea, Prediksi Banjir, Debit Banjir, Tinggi Muka Air
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KULIAH 5 LANTAI Liando, Frinsilia Jaglien; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat banyak rawan terhadap gaya lateral, terutama akibat beban gempa. Perencanaan struktur gedung bertingkat di daerah dengan potensi kegempaan yang tinggi perlu dilakukan dengan memperhitungkan beban lateral akibat gempa tersebut. Kota Manado termasuk daerah dengan potensi kegempaan yang cukup tinggi.  Oleh karena itu perencanaan Gedung Kuliah Fakultas Teknik Unsrat Manado yang berlantai 5 akan dilakukan dengan memperhitungkan aspek kegempaan tersebut agar struktur bangunan tahan terhadap gempa.Perencanaan meliputi komponen struktur gedung beton bertulang menggunakan metode sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), serta mengacu pada peraturan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019. Pemodelan, analisis, dan desain struktur menggunakan bantuan program ETABS 2017.Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang dilakukan pada bangunan gedung ruang kuliah 5 lantai Fakultas Teknik Unsrat Manado, dimensi elemen-elemen struktur yang direncanakan (balok 350 x 650 mm, 300 x 400 mm, 200 x 350 mm dan kolom 500 x 500 mm, 400 x 400 mm) telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), yaitu Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syarat–syarat pendetailan untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Kata kunci: struktur, beban gempa, SRPMK, daktail, gaya lateral, ETABS
ANALISA KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA MANADO (STUDI KASUS : TRAYEK PUSAT KOTA 45 – MALALAYANG) Warouw, Samuel A. R.; Sendow, Theo K.; Longdong, Jefferson; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAngkutan Umum adalah salah satu moda transportasi yang menghubungkan kawasan yang satu dengan yang lain. Manado sebagai salah satu kota yang sedang giat-giatnya membangun, membutuhkan pelayanan angkutan umum yang terkoordinasi dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati jasa angkutan umum yang murah, cepat, aman dan nyaman. Atas dasar tersebut penelitian tentang Angkutan Kota di Kota Manado perlu untuk dilaksanakan.Dalam Penelitian ini yang ditinjau adalah trayek Pusat Kota 45 - Malalayang. Trayek ini melewati Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario dan Kecamatan Wenang dengan jumlah penduduk sebanyak 124,584 jiwa. Trayek ini melewati kawasan Boulevard on Bussiness sehingga berperan penting dalam Kegiatan Ekonomi. Tarif Angkutan Umum dalam Kota yang berlaku adalah Rp. 2,000 untuk umum dan Rp. 1,700 untuk pelajar. Akan dianalisa kelayakan tarif dengan Metode FSTPT dan DLLAJ.Dalam melakukan penelitian ini disusun suatu lingkup perencanaan yang meliputi studi literatur, pengumpulan data sekunder dan data primer, kemudian dilakukan proses analisa dengan memperhatikan data–data yang ada sehingga didapatkan kesimpulan. Hasil analisa tarif Metode FSTPT menempatkan Operator Kendaraan berada pada posisi untung sedangkan analisa tarif Metode DLLAJ menempatkan Operator Kendaraan pada posisi rugi.Kata kunci: tarif, biaya operasi kendaraan, produksi penumpang, jarak tempuh
ANALISIS CASH FLOW OPTIMAL PADA KONTRAKTOR PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN Tolangi, Martho F.; Rantung, Johan P.; Langi, Juno E. Ch.; Sibi, Mochtar
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan  pemukiman  dari  waktu  ke  waktu  semakin  meningkat.  Hal  ini  seiring  dengan perkembangan proyek perumahan dengan  tujuan guna untuk memenuhi  kebutuhan masyarakat akan  hunian  yang  asri  dan  nyaman.  Namun  dalam  pelaksanaannya  investor  atau  pihak pengembang perlu mengetahui kepastian akan  investasi yang ditanamkan menyangkut sejumlah besar  dana,  dengan  demikian  dapat memperoleh  gambaran  sebagai  acuan  bagi  para  investor dalam pengembangannya pada tahap berikutnya. Resiko  waktu  dan  resiko  biaya  pada  proyek  konstruksi  bagi Kontraktor  pada  akhirnya  akan mengakibatkan  berkurangnya  keuntungan  Kontraktor,  sedangkan  tujuan  utama  Kontraktor dalam mengerjakan  suatu  proyek  konstruksi  adalah mendapatkan  keuntungan  optimal.  Salah satu cara pengendalian biaya pada proyek konstruksi adalah dengan merencanakan cash  flow proyek secara optimal sehingga dengan dana yang ada akan dicapai keuntungan yang optimal. Untuk mengetahui perencanaan cash  flow yang optimal, akan dianalisa perencanaan cash  flow berdasarkan Uang Muka 10%  dan 15% dengan pembayaran bulanan dilakukan selama 5 tahun, 10  tahun,  15  tahun. Dari  hasil  analisa  perencanaan  cash  flow Kontraktor  disimpulkan  bahwa perencanaan  cash  flow  optimal  adalah  perencanaan  cash  flow  dengan  sistem  pembayaran selama 5 tahun dengan uang muka 15%, karena pembayaran yang diterima lebih besar sehingga besar overdraft positif lebih kecil. Kata Kunci : perumahan, cash flow, overdraft.
KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN ABU TERBANG (FLY ASH) ASAL PLTU AMURANG SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Wenno, Rudolvo; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar merupakan campuran yang digunakan dalam pekerjaan bangunan non structural. Semen digunakan sebagai bahan ikat utama dalam pembuatan mortar. Pada proporsi tertentu nilai kuat tekan mortar justru menunjukkan penurunan kuat tekan. Salah satu cara memperbaiki kekuatan tekan mortar adalah dengan mensubstitusikan suatu bahan ke dalam semen. Dalam penelitian ini digunakan abu terbang (fly ash) sebagai bahan substitusi parsial semen pada mortar. Metodologi penelitian menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pemeriksaan kuat tekan adalah kubus 5cm x 5cm x 5cm dengan proporsi campuran 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps dan 1Pc:5Ps. Dari proporsi campuran ini masing-masing benda uji disubstitusikan abu terbang (fly ash) sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% sebagai parsial semen, dan proporsi campuran 1Pc:8Ps benda uji disubstitusikan abu terbang (fly ash) pada kadar optimum dari ketiga proporsi campuran sebelumnya. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur perawatan mortar 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan optimum proporsi 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps dan 1Pc:5Ps berturut-turut sebesar 27,71 MPa, 21,98 MPa dan 14,91 MPa, didapat dari campuran dengan substitusi parsial semen menggunakan abu terbang (fly ash) sebanyak 15%, 5% dan 15%. Pada proporsi 1Pc:8Ps didapat kuat tekan optimum dari campuran dengan substitusi parsial semen dengan abu terbang (fly ash) sebanyak 15%. Kuat tekan mortar yang menggunakan abu terbang (fly ash) sebagai substitusi parsial semen diperoleh f’c optimum = 6,18 MPa dibandingkan dengan yang tidak menggunakan abu terbang (fly ash) f’c minimum = 4,6 MPa. Kuat tekan kondisi optimum mengalami kenaikan sebesar 25,57% dari kuat tekan tanpa menggunakan abu terbang (fly ash) sebagai substitusi parsial semen. Kata kunci: mortar, kuat tekan, abu terbang (fly ash), substitusi parsial.
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI WARAT DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Sundalangi, Alfa Dipo; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bencana alam yang sering terjadi pada saat musim penghujan adalah banjir. Sungai Warat merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara yang mengalir melewati Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe. Letak Sungai Warat yang mengalir melewati kawasan perkampungan memerlukan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air. Dalam penelitian ini dilakukan perkiraan besaran debit banjir rencana di Sungai Warat dengan metode Perbandingan Luas DAS. Simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang ditinjau menggunakan program HEC-RAS versi 4.1.0. Sungai Warat memiliki luas DAS 5,454 km2. Data debit yang digunakan berasal dari tempat pengukuran debit Sungai Talawaan dengan debit terukur sepanjang 10 tahun dari tahun 2007, 2010 sampai tahun 2018. Karena data debit terukur berada di sungai utama yang sama dengan lokasi penelitian, maka debit terukur di titik penelitian Sungai Warat dapat diperkirakan dari data debit terukur Sungai Talawaan dengan menggunakan metode Perbandingan Luas DAS. Setelah mendapatkan data debit terukur di Sungai Warat, dilakukan analisis frekuensi debit menggunakan distribusi Log Pearson III untuk mendapatkan debit banjir rencana dengan kala ulang 5, 10, 50 dan 100 tahun. Debit puncak hasil perhitungan setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada penampang STA 0+75 sampai STA 0+200 pada kala ulang 5 tahun; STA 0+125 sampai STA 0+200 pada kala ulang 10 tahun; STA 0+75 sampai STA 0+200 pada kala ulang 50 tahun; dan STA 0+75 sampai STA 0+200 pada kala ulang 100 tahun terjadi luapan karena elevasi tinggi muka air melebihi tinggi tebing sungai pada penampang yang ditinjau. Kata kunci: Sungai Warat, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-RAS
ANALISA BIAYA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA MANADO AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS (Studi Kasus: Angkutan Umum Trayek Pusat Kota 45-Malalayang) Ritonga, Deddy; Timboeleng, James A.; Kaseke, Oscar H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat perkotaan khususnya yang tergolong masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam menunjang mobilitas aktifitasnya sehari-hari sangat bergantung pada angkutan kota. Angkutan kota sebagai pilihan utama masyarakat perkotaan dituntut harus dapat menjangkau setiap zona yang ada dan memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Hal ini membuat makin banyaknya angkutan kota dalam satu rute perjalanan, sehingga tidak jarang terjadi kemacetan lalu lintas dalam suatu ruas jalan yang dilewati oleh angkutan umum tersebut. Dengan terjadinya kemacetan lalu lintas dalam satu ruas jalan mengakibatkan adanya tambahan waktu perjalanan, yang juga berdampak pada kehilangan biaya transportasi dari suatu angkutan umum penumpang. Kehilangan biaya transportasi dapat dihitung berdasarkan selisih antara biaya transportasi pada saat eksisting dan biaya transportasi pada saat stabil. Beberapa variabel yang yang penting dalam perhitungan biaya operasi kendaraan adalah: biaya tetap, biaya variabel dan biaya kepemilikan aset. Dalam penelitian ini dianalisa biaya transportasi angkutan umum trayek Pusat Kota 45 – Malalayang. Diambil trayek ini sebagai objek penelitian karena ruas jalan yang dilewati trayek ini sering terjadi kemacetan lalu-lintas mengingat banyaknya tempat-tempat yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Dengan penelitian ini dapat diketahui berapa besar biaya operasi kendaraan dan biaya transportasi yang ditanggung oleh pemilik mikrolet akibat kemacetan lalu lintas. Dari hasil penelitian didapat besarnya biaya operasi kendaraan  adalah sebesar Rp. 110.260.640,66 per tahun serta tiap harinya kendaraan mikrolet trayek Pusat Kota 45 – Malalayang menanggung biaya perjalanan akibat kemacetan lalu lintas sebesar Rp. 1.418,89 per jam atau Rp. 21.283.35 per hari. Kata kunci : analisa biaya transportasi, biaya operasi kendaraan, nilai waktu
UJI LAIK FUNGSI JALAN SECARA TEKNIS PADA RUAS JALAN AIRMADIDI – KAIRAGI Tawalujan, Kevin Filindo; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis,  meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Airmadidi – Kairagi untuk STA 0+000 – STA 11+968 dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan  Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: Uji Laik Fungsi, Perbaikan, Standar Teknis, Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue