cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2024): MARCH" : 10 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) pada Larutan Hoagland terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Hijau (Lactuca sativa L.) Dengan Hidroponik Sistem Wick Dewanti, Parawita; Alfian, Firdha Narulita; Firdausi, Intan
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.479

Abstract

Selada hijau merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai ekspor tanaman selada setiap tahunnya berfluktuasi dan cenderung menurun, bahkan pada tahun 2019 terdapat impor tanaman selada di Indonesia. Adanya impor dan menurunnya ekspor tanaman selada menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan dalam budidaya tanaman selada di Indonesia agar produktivitasnya meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan cara mengubah teknik budidaya dari konvensional menjadi modern (hidroponik). Permasalahan yang terdapat pada budidaya selada hidroponik yaitu kurangnya kecukupan nutrisi sehingga tanaman mengalami gejala seperti batang dan daun tanaman yang lemah dan mudah rebah, serta mengalami klorosis. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian unsur kalium dan nitrogen dalam bentuk KNO3. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi KNO3 yang terdiri dari 606 ppm, 808 ppm, 1.010 ppm, dan 1.212 ppm serta diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati yaitu berat basah tajuk tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, nisbah akar tajuk, laju pertumbuhan tanaman, uji organoleptik, dan serapan K tanaman. Penelitian dilakukan di Greenhouse Agrotechnopark Universitas Jember pada Bulan Desember – Februari. Analisis data menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DMRT 5%. Konsentrasi KNO3 memberikan hasil yang berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, kandungan klorofil, luas daun, berat basah tajuk, laju pertumbuhan tanaman, nisbah akar tajuk, dan serapan kalium tanaman. Konsentrasi kalium nitrat sebesar 1.010 ppm memberikan hasil terbaik dengan meningkatkan pertumbuhan jumlah daun tanaman sebesar 25.88% dan meningkatkan hasil berat basah tajuk tanaman sebesar 64,89% dari konsentrasi kalium nitrat sebesar 606 ppm.
Efektivitas dan Efisiensi Drone Sprayer untuk Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi (Oryza sativa L) Syarief, Mochamad; Rahmawati, Dwi; Mujiono; Fittryah, Lia Dina
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.523

Abstract

Sawi Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) ialah tanaman sayuran yang memiliki nilai Drone sprayer merupakan inovasi yang digunakan untuk aplikasi pestisida. Penelitian tentang efektivitas dan efisiensinya untuk pengendalian gulma masih terbatas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efektivitas dan efisiensi Drone sprayer dan knapsack sprayer menggunakan herbisida berbahan aktif 2,4-D dimetil amina;, konsentrasi 2 ml/liter, dosis 400 liter/ha. terhadap keanekaragaman gulma, kerapatan absolut, Summed Dominance Ratio (SDR), hasil panen, indeks ekologis dan waktu kerja alat semprot. Analisis data keefektifan menggunakan uji Mann-Whitney. Efisiensi alat semprot menggunakan persamaan waktu kerja menurut Andremico. Hasil penelitian: keanekaragaman gulma perlakuan drone Sprayer terdiri atas 2 ordo, 2 famili, 5 spesies, didominasi oleh Leptochloa chinensis gulma golongan rerumputan, knapsack Sprayer 4 ordo, 4 famili, 6 spesies, didominasi oleh Ipomoea aquatica gulma berdaun lebar. Kerapatan Mutlak drone sprayer (2,20±1,30) individu per m2, lebih rendah dibanding Knapsack sprayer (18,6±8,55) individu per m2. Hasil panen drone sprayer (58,72±17,14) gram per rumpun berbeda tidak nyata dibanding knapsack sprayer (58,22±13,50) gram per rumpun. Indeks Shannon-Wiener (H’) Drone sprayer 1,47, Knapsack Sprayer 1,15. Indeks kesamakan Sorensen (ISS) 25%. Waktu kerja drone sprayer 0.17 jam/ha; lebih efisien dibanding knapsack sprayer yaitu 11.57 jam/ha.
Perbedaan Warna Cahaya Lampu LED dan Unsur Molibdenum terhadap Kandungan Antosianin Selada Merah (Lactuca Sativa Var. Crispa) Handoyo, Tri; Pratiwi, Helti Anggiana; Munandar, Denna Eriani
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.526

Abstract

Selada merah merupakan sayuran berdaun merah, mengandung antosianin sebagai sumber antioksidan serta bermanfaat bagi kesehatan. Selada merah kaya antosianin menjadi sayur yang menyehatkan, dimana kandungannya dapat ditingkatkan melalui cekaman abiotik, sehingga akumulasi antosianin pada daun lebih tinggi. Penelitian ini memodifikasi kualitas cahaya dengan memberikan warna cahaya lampu LED (merah, kuning, hijau dan biru) dan variasi konsentrasi media dengan penambahan molybdenum (0; 0,01; 0,02; 0,03 mg/L). Hasil penelitan menunjukkan bahwa paparan warna lampu LED biru dan merah menyebabkan meningkatnya kandungan antosianin dan klorofil pada semua media tanaman yang mengandung molibdnum (Mo)., dan sebaliknya dengan peberian paparan warna kuning dan hijau. Kombinasi paparan cahaya lampu LED warna biru dan 0,03 mg/L Mo mampu meningkatkan kandungan antosianin pada daun selada merah mencapai 676,22 µg/g berat segar daun, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan kualitas selada merah dengan pemilihan warna cahaya dan media tanaman yang optimal.
Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma terhadap Hasil dan Pertumbuhan Cabai Merah (Capsicum annuum) Fahrudin, Danil Eka; Slameto
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.539

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pangan yang memberikan rasa pedas khas dan memberi warna pada makanan. Menurunnya penggunaan varietas local cabai merah dalam jangka panjang dapat menyebabkan keberadaan plasma nutfah lokal semakin menurun hingga terancam punah, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu varietas lokal agar varietas lokal kembali diminati oleh masyarakat. petani. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman cabai mentah varietas lokal adalah dengan mutasi genetik menggunakan sinar gamma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah varietas Tanjung-2. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah varietas Tanjung-2. Berdasarkan pengamatan, tumbuhan kode 50.12 merupakan tumbuhan mutan tertinggi dengan tinggi 56,5 cm. Selain itu dari segi hasil, kode 150.2 mempunyai jumlah buah dan berat buah terbanyak dibandingkan seluruh tanaman sampel. Selain itu tanaman dengan perlakuan 350 Gy dapat menghasilkan cabai merah yang memiliki kadar capsaicin lebih tinggi dibandingkan tanaman tanpa perlakuan sinar gamma (0 Gy).
Invigorasi Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Kadaluarsa Melalui Teknik Hydropriming Menggunakan Air Kelapa Muda Septirosya, Tiara; Zulmi , Dessy Ramadhani; Zulaiha , Siti
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.543

Abstract

Benih kadaluarsa mengalami deteriorasi yang menyebabkan benih ini sulit untuk berkecambah. Invigorasi menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang berasal dari air kelapa merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan benih yang sudah kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara perlakuan konsentrasi air kelapa dan lama perendaman berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2023 di rumah kasa, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yaitu perendaman dengan air kelapa muda pada konsentrasi yang berbeda (tanpa air kelapa, 15, 30, 45, dan 60%) dan lama perendaman (2, 4, dan 6 jam). Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, tinggi bibit, dan panjang akar. Perendaman benih pada air kelapa dengan konsentrasi 60% dan lama perendaman 6 jam merupakan interaksi yang terbaik terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, tinggi bibit, dan panjang akar. Hal ini menunjukan bahwa air kelapa mampu menginvigorasi benih cabai yang sudah kadaluarsa, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tanam.
Respon Perlakuan Asam Jasmonat, Asam Salisilat dan Kitosan terhadap Produksi Metabolit Sekunder pada Kalus Padi Daun Berpigmen Khofifa, Rendryana Aulia Nur; Ubaidillah, Mohammad
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.599

Abstract

Padi Black Madras (Oryza sativa L.) merupakan padi hias yang selain biasa digunakan sebagai ornamen, juga dapat digunakan sebagai sumber pharmaceutical yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Namun saat ini belum banyak diketahui potensialnya menjadi sumber pharmaceutical seperti metabolit sekunder. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh padi black madras ini dapat diambil melalui kultur jaringan dengan cara elisitasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon kalus padi dan produksi metabolit sekunder pada padi Black Madras terhadap pemberian asam jasmonat, asam salisilat, dan kitosan. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian elisitor memberikan respon pada kalus padi dan produksi metabolit sekunder padi black madras terhadap pemberian asam jasmonat, asam salisilat, dan kitosan. Varietas terbaik didapatkan pada varietas IR64 sebagai kontrol daripada Black madras dengan perlakuan dengan kandungan fenolik (0,1548 mg GAE/g) dan flavonoid (0,2830 mg QE/g) terbaik ada pada media dengan pemberian Asam Jasmonat 10ppm. Sedangkan pada antosianin dengan pemberian yang terbaik adalah  Kitosan 50ppm  (PC: 2,852 CV/g FW dan PP: 0,538 CV/ test tube). Varietas Black madras lebih cenderung dalam peningkatan biomassa dengan kandungan fenolik (0,1165 mg GAE/g) dan flavonoid (0,2107 mg QE/g) pada perlakuan kontrol meskipun dalam produksi antosianin cukup tinggi dengan Kitosan 50ppm  (PC: 2,832 CV/g FW) dan Asam Salisilat 10ppm (PP: 0,440 CV/ test tube) lebih daripada perlakuan kontrol.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Interval Pemberian Air dengan Irigasi Tetes Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana B.) Pambudi , Satrio Lintang; Hartatik, Sri; Ristiyana, Suci; Saputra, Tri Wahyu; Fahrudin, Danil Eka
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.614

Abstract

Komposisi media tanam dan interval pemberian air adalah dua faktor penting dalam budidaya stevia(Stevia rebaudiana B.) dalam polybag dengan irigasi tetes. Percobaan dilakukan untuk mengkaji pengaruh komposisi media tanam dan interval pemberian air dengan irigaasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil stevia. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan di Desa Tawangargo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia, pada tahun 2021 . Faktor pertama adalah komposisi media tanam sebagai anak petak yang terdiri dari 4 taraf yaitu M0(100% Tanah), M1(90% Tanah + 10% Kompos), M2(90% Tanah + 10% Cocopeat), dan M3(90% Tanah + 5% Kompos + 5% Cocopeat). Faktor kedua sebebagai petak utama adalah Interval Pemberian Air dengan irigasi tetes yang terdiri dari 3 taraf yaitu A1(1 hari sekali), A2(2 hari sekali), A3(3 hari sekali). Pertumbuhan dan hasil stevia dinilai berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat segar daun, berat segar total, dan berat kering daun tanaman. hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kedua faktor. Komposisi media tanam M3(90% Tanah + 5% Kompos + 5% Cocopeat) memberikan hasil terbaik pada seluruh variabel pengamatan. Interval pemberian air A3(3 hari sekali) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat segar daun, berat segar total, dan berat kering daun.
Efek Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Isi Rumen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) Lehar, Laurensius; Proklamita, Tri Luchi; Sine, Heny Mathelda Cornelia
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.654

Abstract

Sawi Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) ialah tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan seringkali menjadi pilihan utama bagi petani karena pertumbuhannya yang cepat dan hasil panennya yang melimpah. Pupuk organik cair yang dihasilkan dari fermentasi isi rumen ternak menjadi alternatif yang menarik. Fermentasi isi rumen dapat menghasilkan pupuk organik cair yang kaya akan nutrisi tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan unsur hara lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) hasil fermentasi isi rumen dan mendapatkan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan tersebut mencakup berbagai konsentrasi POC, mulai dari tanpa POC, konsentrasi POC 25 mL.L-1, 50 mL.L-1, 75 mL.L-1, 100 mL.L-1, 125 mL.L-1, dan 150 mL.L-1. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi caisim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi POC sebanyak 150 mL.L-1 menghasilkan hasil terbaik, tinggi tanaman 36,65 cm, jumlah daun mencapai 15,35 helai, berat basah 135,80 g, berat kering 19,37 g dan klorofil daun 14,50 mg.g-1. Penelitian ini memberikan bukti konkret bahwa POC hasil fermentasi isi rumen memiliki potensi besar sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pertanian modern. Hasil ini mendorong penerapan lebih lanjut dari POC hasil fermentasi isi rumen sebagai alternatif pupuk organik yang efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan produksi hasil pertanian ramah lingkungan.
Identifikasi Sebaran Pangan Lokal Jenis Umbi-umbian Berbasis GIS Sebagai Pendukung Rantai Pasok UKM Pangan Lokal di Kabupaten Magelang Nur Jannah, Eka; Rahmiyah, Muzayyanah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.655

Abstract

Penelitian tentang Identifikasi Sebaran Pangan Lokal Jenis Umbi-umbian Berbasis GIS sebagai Pendukung Rantai Pasok UKM Pangan Lokal di Kabupaten Magelang memiliki tujuan untuk menggambarkan (dalam bentuk peta) potensi pangan lokal jenis umbi-umbian yang terdapat di Kabupaten Magelang, serta untuk mengetahui dan menjelaskan potensi pangan lokal jenis umbi-umbian yang ada di Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah survei. Survei dilakukan dengan mendatangi lokasi-lokasi yang terdapat tanaman pangan lokal umbi-umbian, kemudian menggunakan bantuan GPS untuk menentukan titik koordinat lokasi yang terdapat tanaman pangan lokal jenis umbi- umbian. Metode pemilihan tempat di Kabupaten Magelang dengan purposive sampling, yaitu Kecamatan tegalrejo, Pakis, Grabag, dan Windusari. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Metode penyajian data dengan tabel dan peta lokasi sebaran pangan lokal jenis umbi-umbian berbasis GIS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 4 Kecamatan tersebut ada 2 Kecamatan yang memiliki titik sebaran umbi terbanyak yaitu pada Kecamatan Grabag dan Windusari. Dua Kecamatan yang lain tidak memiliki sebaran yang banyak karena pada waktu penelitian para petani sedang tidak menanam tanaman umbi- umbian karena musim kemarau dan pasokan air tidak terpenuhi.
Induksi Poliploidi Menggunakan Perlakuan Kolkisin pada Anggrek Bulan (Phalaenopsis sp.) secara In Vivo Ermawati, Netty; Sjamsijah, Nurul; Syaban, Rahmat Ali; Prasetyo, Hari; Safi'i, Mohamad
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.657

Abstract

Anggrek bulan merupakan salah satu bunga yang populer di Indonesia, karena bentuk dan warnanya yang bervariasi, sehingga permintaan akan anggrek ini baik sebagai bunga hias atau bunga potong terus meningkat. Sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap anggrek, diperlukan upaya peningkatan kualitas anggrek, khususnya melalui perlakuan induksi mutasi untuk memperoleh keanekaragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi kolkisin (senyawa mutagen) terhadap karakter morfologi dan fisiologis (khususnya organ stomata) pada Phalaenopsis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai dengan Januari 2023, menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan kolkisin yang terdiri dari 5 konsentrasi berbeda dengan 4 kali pengulangan. Kadar perlakuan meliputi 0 ppm (Kontrol), K1 (30 ppm), K2 (35 ppm), K3 (40 ppm), dan K4 (45 ppm). Data penelitian diuji menggunakan uji F ANOVA, apabila hasil menunjukkan berbeda nyata maka diuji lanjut menggunakan LSD dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin 45 ppm memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap karakter morfologi seperti umur munculnya daun baru, tinggi tanaman, dan jumlah daun, serta memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter warna daun, sedangkan Karakter anatomi mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter kepadatan stomata. Namun perlakuan konsentrasi kolkisin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tebal daun, persentase hidup tanaman, panjang stomata, dan lebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin 45 ppm mampu menginduksi poliploidi awal yang ditunjukkan oleh parameter jumlah stomata. Semakin tinggi konsentrasi colchicine mengakibatkan semakin rendahnya kepadatan stomata.

Page 1 of 1 | Total Record : 10