cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 173 Documents
Evaluasi Ketahanan Beberapa Varietas Padi terhadap Penyakit Busuk Pelepah Akibat Infeksi Fusarium longipes Verrel Santosa; Ruth Meike Jayanti; Maria Marina Herawati; Andree Wijaya Setiawan
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i1.805

Abstract

Penyakit busuk pelepah merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang dilaporkan semakin meluas dan berdampak signifikan terhadap penurunan hasil. Selain Sarocladium oryzae, beberapa spesies Fusarium, termasuk Fusarium longipes, diketahui berasosiasi dengan penyakit ini dan berpotensi memperparah kerusakan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketahanan beberapa varietas padi terhadap penyakit busuk pelepah akibat infeksi F. longipes berdasarkan keparahan penyakit dan parameter epidemiologi. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca menggunakan sepuluh varietas padi, yaitu Ciherang, Sunggal, Inpari 32, Inpari 42, Inpari 43, Memberamo, Situ Bagendit, IR64, Padjadjaran, dan SRP08, yang disusun dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Inokulasi dilakukan pada umur 60 hari setelah tanam menggunakan bulir beras yang telah dikoloni F. longipes. Pengamatan keparahan penyakit dilakukan pada 3, 6, 9, 12, dan 15 hari setelah inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keparahan penyakit meningkat seiring waktu pengamatan dan berbeda antarvarietas. Pada akhir pengamatan, seluruh varietas menunjukkan keparahan penyakit yang tinggi dan diklasifikasikan sebagai sangat rentan berdasarkan kriteria IRRI. Nilai laju infeksi dan Area Under Disease Progress Curve (AUDPC) menunjukkan adanya perbedaan dinamika perkembangan penyakit antarvarietas, meskipun tidak ditemukan varietas dengan tingkat ketahanan efektif terhadap infeksi F. longipes. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi ketahanan varietas sebagai dasar pengelolaan penyakit busuk pelepah dan pengembangan varietas padi yang lebih adaptif.
Produksi dan Kualitas Benih Paria (Momordica charantia L.) Bersari bebas dengan Aplikasi Pupuk Boron dan Pupuk KNO₃ Maria Azizah; Bella Putri Aryani
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i1.822

Abstract

Permasalahan utama dalam produksi benih tanaman paria (Momordica charantia L.) adalah rendahnya persentase penyerbukan dan kurang optimalnya pembentukan biji yang berdampak pada produksi dan mutu benih yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan produksi benih melalui penambahan unsur mikro Boron dan unsur makro K yang berfungsi dalam peningkatan produksi dan mutu benih. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian dosis pupuk Boron dan konsentrasi pupuk KNO3 terhadap hasil produksi dan kualitas benih paria bersari bebas. Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2025 di Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor pertama berupa aplikasi dosis pupuk Boron (B): 0 kg/ha (B0), 1 kg/ha (B1), dan 2 kg/ha (B2). Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi pupuk KNO3 (K): 5 g/liter (K1), 10 g/liter (K2), dan 15 g/liter (K3). Data yang didapatkan diolah menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis pupuk Boron 2 kg/ha dan konsentrasi pupuk KNO3 15 g/liter (B2K3) memberikan pengaruh paling baik terhadap parameter Jumlah benih perbuah yaitu 31,52 butir, jumlah benih bernas yaitu  30,11 butir, potensi produksi per Ha yaitu 429,81 kg. Aplikasi pupuk Boron dan KNO₃ memberikan pengaruh positif terhadap produksi benih paria bersari bebas, terutama melalui peningkatan jumlah benih per buah yang selanjutnya berkontribusi terhadap peningkatan produksi benih per hektar.
Pengaruh Mutagen Kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) terhadap Pertumbuhan Tanaman Krisan Secara In Vivo Netty Ermawati; Dery Ramdhani Darmawan; Abi Bakri
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i1.824

Abstract

Krisan merupakan tanaman hias yang banyak diminati karena keragaman warna dan bentuk bunganya; namun, ketersediaan benih berkualitas tinggi masih menjadi kendala utama dalam budidaya. Pemuliaan mutasi menggunakan mutagen kimia seperti ethyl methane sulfonate (EMS) menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk menghasilkan kultivar unggul dengan sifat yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi EMS dan intensitas penetesan terhadap pertumbuhan serta karakteristik morfologi tanaman krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: konsentrasi EMS (0, 50, 150, dan 250 ppm) dan intensitas penetesan (1×, 2×, dan 3× aplikasi). Data dianalisis menggunakan ANOVA, dan Uji DMRT pada taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi EMS dan intensitas penetesan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Konsentrasi EMS secara tunggal berpengaruh nyata terhadap terbentuknya jumlah tunas dan warna daun. Peningkatan konsentrasi EMS dan intensitas penetesan cenderung menekan pertumbuhan tanaman, namun meningkatkan intensitas warna daun sehingga menghasilkan daun yang lebih gelap. Hasil ini menunjukkan bahwa mutagenesis yang diinduksi oleh EMS dapat secara efektif memengaruhi pertumbuhan dan morfologi krisan, sehingga berpotensi untuk pengembangan kultivar unggul baru.