cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 163 Documents
Pemanfaatan Bekatul Padi dan Beras Jagung Sebagai Media Alternatif Perbanyakan Cendawan Metarhizium anisopliae sebagai Pengendali Hama Spodoptera frugiperda Erdiansyah, Iqbal; Hasanah, Anisa Aprilia; Ali Wafa
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bekatul padi yang dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif perbanyakan cendawan M. anisopliae sebagai bioinsektisida bagi ulat tentara. Percobaan dilakukan pada bulan Juni hingga Desember 2022 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Politeknik Negeri Jember. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama yakni jenis media alternatif yang terdiri dari 3 taraf yaitu beras jagung (M1), beras jagung + bekatul padi halus (M2), dan beras jagung + bekatul padi kasar (M3). Sedangkan faktor kedua yakni konsentrasi larutan cendawan M. anisopliae dengan 5 taraf yaitu 5 mL/L (J1), 10 mL/L (J2), 15 mL/L (J3), 20 mL/L (J4), dan 25 mL/L (J5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media alternatif beras jagung dan bekatul padi kasar memberikan hasil terbaik pada kerapatan spora cendawan M. anisopliae yang diberikan konsentrasi larutan sebanyak 25 mL/L dengan kerapatan spora sebesar 23,69 x 109 spora/mL, memiliki tingkat viabilitas tertinggi sebesar 61,67%, dan memiliki tingkat toksisitas berdasarkan LC50 dan LC95 yang masing-masing sebesar 11% dan 29% sebagai bioinsektisida terhadap hama S. frugiperda. Tingginya kerapatan spora pada media campuran ini karena tingginya nutrisi sehingga pertumbuhan cendawan menjadi lebih optimal.
Invigorasi Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Kadaluarsa Melalui Teknik Hydropriming Menggunakan Air Kelapa Muda Septirosya, Tiara; Zulmi , Dessy Ramadhani; Zulaiha , Siti
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.543

Abstract

Benih kadaluarsa mengalami deteriorasi yang menyebabkan benih ini sulit untuk berkecambah. Invigorasi menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang berasal dari air kelapa merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan benih yang sudah kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara perlakuan konsentrasi air kelapa dan lama perendaman berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2023 di rumah kasa, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yaitu perendaman dengan air kelapa muda pada konsentrasi yang berbeda (tanpa air kelapa, 15, 30, 45, dan 60%) dan lama perendaman (2, 4, dan 6 jam). Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, tinggi bibit, dan panjang akar. Perendaman benih pada air kelapa dengan konsentrasi 60% dan lama perendaman 6 jam merupakan interaksi yang terbaik terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, tinggi bibit, dan panjang akar. Hal ini menunjukan bahwa air kelapa mampu menginvigorasi benih cabai yang sudah kadaluarsa, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tanam.
Respon Perlakuan Asam Jasmonat, Asam Salisilat dan Kitosan terhadap Produksi Metabolit Sekunder pada Kalus Padi Daun Berpigmen Khofifa, Rendryana Aulia Nur; Ubaidillah, Mohammad
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.599

Abstract

Padi Black Madras (Oryza sativa L.) merupakan padi hias yang selain biasa digunakan sebagai ornamen, juga dapat digunakan sebagai sumber pharmaceutical yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Namun saat ini belum banyak diketahui potensialnya menjadi sumber pharmaceutical seperti metabolit sekunder. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh padi black madras ini dapat diambil melalui kultur jaringan dengan cara elisitasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon kalus padi dan produksi metabolit sekunder pada padi Black Madras terhadap pemberian asam jasmonat, asam salisilat, dan kitosan. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian elisitor memberikan respon pada kalus padi dan produksi metabolit sekunder padi black madras terhadap pemberian asam jasmonat, asam salisilat, dan kitosan. Varietas terbaik didapatkan pada varietas IR64 sebagai kontrol daripada Black madras dengan perlakuan dengan kandungan fenolik (0,1548 mg GAE/g) dan flavonoid (0,2830 mg QE/g) terbaik ada pada media dengan pemberian Asam Jasmonat 10ppm. Sedangkan pada antosianin dengan pemberian yang terbaik adalah  Kitosan 50ppm  (PC: 2,852 CV/g FW dan PP: 0,538 CV/ test tube). Varietas Black madras lebih cenderung dalam peningkatan biomassa dengan kandungan fenolik (0,1165 mg GAE/g) dan flavonoid (0,2107 mg QE/g) pada perlakuan kontrol meskipun dalam produksi antosianin cukup tinggi dengan Kitosan 50ppm  (PC: 2,832 CV/g FW) dan Asam Salisilat 10ppm (PP: 0,440 CV/ test tube) lebih daripada perlakuan kontrol.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Interval Pemberian Air dengan Irigasi Tetes Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana B.) Pambudi , Satrio Lintang; Hartatik, Sri; Ristiyana, Suci; Saputra, Tri Wahyu; Fahrudin, Danil Eka
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.614

Abstract

Komposisi media tanam dan interval pemberian air adalah dua faktor penting dalam budidaya stevia(Stevia rebaudiana B.) dalam polybag dengan irigasi tetes. Percobaan dilakukan untuk mengkaji pengaruh komposisi media tanam dan interval pemberian air dengan irigaasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil stevia. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan di Desa Tawangargo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia, pada tahun 2021 . Faktor pertama adalah komposisi media tanam sebagai anak petak yang terdiri dari 4 taraf yaitu M0(100% Tanah), M1(90% Tanah + 10% Kompos), M2(90% Tanah + 10% Cocopeat), dan M3(90% Tanah + 5% Kompos + 5% Cocopeat). Faktor kedua sebebagai petak utama adalah Interval Pemberian Air dengan irigasi tetes yang terdiri dari 3 taraf yaitu A1(1 hari sekali), A2(2 hari sekali), A3(3 hari sekali). Pertumbuhan dan hasil stevia dinilai berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat segar daun, berat segar total, dan berat kering daun tanaman. hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kedua faktor. Komposisi media tanam M3(90% Tanah + 5% Kompos + 5% Cocopeat) memberikan hasil terbaik pada seluruh variabel pengamatan. Interval pemberian air A3(3 hari sekali) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat segar daun, berat segar total, dan berat kering daun.
Efek Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Isi Rumen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) Lehar, Laurensius; Proklamita, Tri Luchi; Sine, Heny Mathelda Cornelia
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.654

Abstract

Sawi Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) ialah tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan seringkali menjadi pilihan utama bagi petani karena pertumbuhannya yang cepat dan hasil panennya yang melimpah. Pupuk organik cair yang dihasilkan dari fermentasi isi rumen ternak menjadi alternatif yang menarik. Fermentasi isi rumen dapat menghasilkan pupuk organik cair yang kaya akan nutrisi tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan unsur hara lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) hasil fermentasi isi rumen dan mendapatkan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan tersebut mencakup berbagai konsentrasi POC, mulai dari tanpa POC, konsentrasi POC 25 mL.L-1, 50 mL.L-1, 75 mL.L-1, 100 mL.L-1, 125 mL.L-1, dan 150 mL.L-1. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi caisim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi POC sebanyak 150 mL.L-1 menghasilkan hasil terbaik, tinggi tanaman 36,65 cm, jumlah daun mencapai 15,35 helai, berat basah 135,80 g, berat kering 19,37 g dan klorofil daun 14,50 mg.g-1. Penelitian ini memberikan bukti konkret bahwa POC hasil fermentasi isi rumen memiliki potensi besar sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pertanian modern. Hasil ini mendorong penerapan lebih lanjut dari POC hasil fermentasi isi rumen sebagai alternatif pupuk organik yang efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan produksi hasil pertanian ramah lingkungan.
Identifikasi Sebaran Pangan Lokal Jenis Umbi-umbian Berbasis GIS Sebagai Pendukung Rantai Pasok UKM Pangan Lokal di Kabupaten Magelang Nur Jannah, Eka; Rahmiyah, Muzayyanah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.655

Abstract

Penelitian tentang Identifikasi Sebaran Pangan Lokal Jenis Umbi-umbian Berbasis GIS sebagai Pendukung Rantai Pasok UKM Pangan Lokal di Kabupaten Magelang memiliki tujuan untuk menggambarkan (dalam bentuk peta) potensi pangan lokal jenis umbi-umbian yang terdapat di Kabupaten Magelang, serta untuk mengetahui dan menjelaskan potensi pangan lokal jenis umbi-umbian yang ada di Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah survei. Survei dilakukan dengan mendatangi lokasi-lokasi yang terdapat tanaman pangan lokal umbi-umbian, kemudian menggunakan bantuan GPS untuk menentukan titik koordinat lokasi yang terdapat tanaman pangan lokal jenis umbi- umbian. Metode pemilihan tempat di Kabupaten Magelang dengan purposive sampling, yaitu Kecamatan tegalrejo, Pakis, Grabag, dan Windusari. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Metode penyajian data dengan tabel dan peta lokasi sebaran pangan lokal jenis umbi-umbian berbasis GIS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 4 Kecamatan tersebut ada 2 Kecamatan yang memiliki titik sebaran umbi terbanyak yaitu pada Kecamatan Grabag dan Windusari. Dua Kecamatan yang lain tidak memiliki sebaran yang banyak karena pada waktu penelitian para petani sedang tidak menanam tanaman umbi- umbian karena musim kemarau dan pasokan air tidak terpenuhi.
Induksi Poliploidi Menggunakan Perlakuan Kolkisin pada Anggrek Bulan (Phalaenopsis sp.) secara In Vivo Ermawati, Netty; Sjamsijah, Nurul; Syaban, Rahmat Ali; Prasetyo, Hari; Safi'i, Mohamad
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.657

Abstract

Anggrek bulan merupakan salah satu bunga yang populer di Indonesia, karena bentuk dan warnanya yang bervariasi, sehingga permintaan akan anggrek ini baik sebagai bunga hias atau bunga potong terus meningkat. Sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap anggrek, diperlukan upaya peningkatan kualitas anggrek, khususnya melalui perlakuan induksi mutasi untuk memperoleh keanekaragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi kolkisin (senyawa mutagen) terhadap karakter morfologi dan fisiologis (khususnya organ stomata) pada Phalaenopsis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai dengan Januari 2023, menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan kolkisin yang terdiri dari 5 konsentrasi berbeda dengan 4 kali pengulangan. Kadar perlakuan meliputi 0 ppm (Kontrol), K1 (30 ppm), K2 (35 ppm), K3 (40 ppm), dan K4 (45 ppm). Data penelitian diuji menggunakan uji F ANOVA, apabila hasil menunjukkan berbeda nyata maka diuji lanjut menggunakan LSD dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin 45 ppm memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap karakter morfologi seperti umur munculnya daun baru, tinggi tanaman, dan jumlah daun, serta memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter warna daun, sedangkan Karakter anatomi mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter kepadatan stomata. Namun perlakuan konsentrasi kolkisin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tebal daun, persentase hidup tanaman, panjang stomata, dan lebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin 45 ppm mampu menginduksi poliploidi awal yang ditunjukkan oleh parameter jumlah stomata. Semakin tinggi konsentrasi colchicine mengakibatkan semakin rendahnya kepadatan stomata.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Pupuk Fosfat Parwi, Parwi; Arif Syahdani; Umi Isnatin; Use Etica
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.662

Abstract

Produktifitas jagung manis di Indonesia masih belum optimal. Produktifitas jagung sebesar 8,13 ton/ha sedangkan potensinya 14-18 ton/ha. Peningkatan produktivitas jagung manis dapat dilakukan melalui pemberian pupuk organik. Pupuk organik cair urin kelinci dapat meningkatkan hasil tanaman jagung manis. Sedikit literatur yang mengkombinasikan urin kelinci dengan keong mas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pupuk organic cair urin kelinci dan fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama ialah pupuk organik cair urin kelinci (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: K1= urin kelinci, K2= urin kelinci + keong mas, K3= urin kelinci + keong mas + daun pepaya, K4= urine kelinci + keong mas + nanas. Faktor kedua ialah pupuk fosfat (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: P1= Tanpa fosfat, P2= SP-36, P3= rock fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk organik cair urine kelinci dan fosfat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat tongkol dengan klobot, dan berat tongkol  tanpa klobot. Perlakuan yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi adalah K1P2 (urin kelinci + SP-36).
Menilik Helopeltis spp. Hama Penting Komoditas Perkebunan di Indonesia Gina Nur'aini Buchory; Iftita Fitri; Fani Fauziah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.664

Abstract

Helopeltis spp. (Hemiptera), merupakan salah satu hama utama pada beberapa tanaman buah dan komoditas perkebunan. Di Indonesia, Helopeltis diketahui menyerang tanaman teh, kakao, kina, jambu mete, lada, dan hama minor pada tanaman kehutanan. Tidak hanya di Indonesia, Helopeltis juga telah menjadi hama utama pada berbagai komoditas lintas negara. Penurunan produksi secara signifikan akibat serangan hama ini menjadi alasan penting untuk pengendalian yang lebih akurat dan tepat sasaran. Tanaman yang terserang akan menunjukkan bercak coklat kehitaman dan mengering sehingga menyebabkan kuantitas dan kualitas produk menurun. Hama ini menjadi tantangan serius dalam perdagangan domestik dan luar negeri. Untuk keputusan pengelolaan yang lebih baik, sangat penting untuk mengetahui status hama, distribusi, kisaran inang, dan lain-lain. Hal ini berarti untuk pengendalian tersebut perlu adanya pengetahuan dasar mengenai Helopeltis itu sendiri. Teknik pengendalian utama yang masih digunakan oleh petani saat ini adalah aplikasi pestisida sintetik. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang ramah lingkungan dan aman terhadap kesehatan maka diperlukan alternatif pengendalian lainnya. Kajian jurnal ini membahas lebih dalam mengenai Helopeltis spp baik dari biologi, kelimpahan, perilaku makan, nilai ekonomi, interaksi dengan organisme lain, serta upaya pengendaliannya.
Efektivitas Ekstrak Etanol dan Ekstrak Infusa Tanaman Ubi Kayu sebagai Kandidat Bioherbisida untuk Menekan Pertumbuhan Gulma Jukut Pendul Silvi Fatika Wulandari; Esna Dilli Novianto; Eka Nur Jannah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.668

Abstract

Jukut pendul merupakan gulma yang sulit diberantas dan menurunkan produktivitas tanaman padi hingga 50%. Herbisida sintetis mampu menekan pertumbuhan gulma, namun penggunaan intensif dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak infusa dan ekstrak etanol dari ubi kayu varietas karet dalam menghambat gulma jukut pendul. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari penyemprotan menggunakan ekstrak infusa dan ekstrak etanol masing-masing daun ubi, umbi, dan kulit umbi ubi kayu varietas karet serta kontrol sebagai pembanding. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji DMRT jika berbeda signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pengaruh antara ekstrak infusa dan ekstrak etanol dari bagian daun, umbi, dan kulit umbi tanaman ubi kayu varietas karet terhadap pertumbuhan gulma jukut pendul. Bagian kulit umbi ubi kayu varietas karet memiliki efek bioherbisida yang signifikan dalam menghambat pertumbuhan gulma jukut pendul berdasarkan pertambahan tinggi tajuk hari ketujuh dan persentase kesehatan tanaman. Analisis uji DMRT membuktikan bahwa metode ekstrak etanol lebih efektif menekan pertambahan tinggi tajuk pada hari ketujuh dan menurunkan persentase kesehatannya. Ekstrak etanol kulit umbi ubi kayu varietas karet dapat dijadikan kandidat bioherbisida yang terbaik karena mampu menekan pertumbuhan gulma jukut pendul dengan cara menurunkan persentase kesehatan hingga 41,67% dan menekan pertambahan tinggi tajuk hingga 1,94 cm pada hari ketujuh. Simpulan dari penelitian adalah bagian kulit umbi ubi kayu varietas karet yang diekstrak dengan metode ekstrak etanol terbukti efektif menekan pertumbuhan gulma jukut pendul.