cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Analisis Kandungan Formalin Dan Boraks Pada Ikan Asin Dan Tahu Dari Pasar Pinasungkulan Manado Dan Pasar Beriman Tomohon Ma’ruf, Hasna; Sangi, Meiske S.; Wuntu, Audy D.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17073

Abstract

Ikan asin dan tahu merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, mudah diperoleh, dan harganya murah. Bahan pangan ini, cepat mengalami proses pembusukan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme, oleh sebab itu produsen ikan asin dan tahu sering menggunakan bahan pengawet agar produk ini tidak cepat rusak, terutama bahan pengawet yang tidak diizinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara kualitatif keberadan formalin dan boraks pada ikan asin dan tahu serta menentukan secara kuantitatif jika produk pangan tersebut positif mengandung formalin dan boraks. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan asin dan tahu yang diperoleh dari pasar Pinasungkulan Manado dan pasar Beriman Tomohon. Untuk analisis kualitatif formalin digunakan kit pengujian dan pereaksi Schiff sedangkan untuk analisis secara kuantitatif formalin digunakan spektrofotometer UV-Vis. Untuk analisis kualitatif boraks digunakan kertas tumerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan asin yang dijual di pasar Pinasungkulan Manado dan Pasar Berimam Tomohon tidak mengandung boraks tetapi positif mengandung formalin dengan kadar rata-rata 0,099-0,289 ppm sedangkan tahu yang dijual di pasar Pinasungkulan Manado dan pasar Berimam Tomohon tidak terdeteksi mengandung formalin dan boraksSalted fish and tofu are sources of proteinconsumed by most people in Indonesia for their price and availability. These products, however, are easily deteriorated by microorganism activity and the producers tend to use preservatives to avoid the product degradation. In fact, some producers use chemicals which are prohibited for preservation because of their effects on human health. This research was aimed to qualitatively test the presence of formaldehyde and borax and to quantitatively examine the concentration of these chemicals in salted fish and tofu when the qualitative test showed positive result. Samples used in this research were salted fish and tofu obtained from traditional markets Pinasungkulan Manado and BerimanTomohon. Test kit and Schiff solution were used in qualitative test and spectrophotometer UV-Vis was used in quantitativetest of formaldehyde. Tumeric paper, on the other hand, was used qualitative analysis of borax. The results showed that salted fish obtained from Pinasungkulan Manado and Beriman Tomohondid not contain borax, but containedformaldehyde at the level of 0,099-0,289 ppm. On the other hand, tofu obtained from the traditional markets did not find to contain
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Tumbuhan Paku diantum capillus-veneris dan Asplenium nidus Terhadap Bakteri Gram Negatif Escherichia coli Dengan Metode Difusi Agar Kandou, Febby E.F; Pandiangan, Dingse
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol tumbuhan paku Adiantum capillus-veneris dan Asplenium nidus terhadap pertumbuhan bakteri Gram negatif Escherichia coli. Pengujian aktivitas ekstrak menggunakan Metode Difusi Agar (tes Kirby Bauer), yaitu metode difusi dengan kertas cakram untuk menentukan aktivitas antimikroba. Hasil penelitian diperoleh ekstrak metanol Adiantum capillus-veneris memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli pada konsentrasi ekstrak 30%, 60% dan 90% dengan diameter zona hambat berturut-turut 0.00 mm, 0,00 mm dan 6,80 mm. Ekstrak Asplenium nidus menghambat pertumbuhan Escherichia coli pada konsentrasi 30%, 60% dan 90% dengan diameter zona hambat berturut-turut 3,60 mm, 7,20 mm dan 12,50 mm.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak Adiantum capillus-veneris pada konsentrasi 90% menghambat Escherichia coli pada kategori sedang. Ekstrak Asplenium nidus tergolong dalam kategori sedang dan kuat dalam menghambat bakteri Gram negatif Escherichia coli sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan dasar antibakteri.The aim of this research to test the methanol extract activity of Adiantum capillus-veneris and Asplenium nidus on the growth of Gram negative bacteria Escherichia coli. Testing activity of the extracts to bacterial using the Kirby-Bauer method, is the paper disk diffusion method. The results are Adiantum capillus-veneris extract inhibit the growth of E. coliat concentrations of extract 30%, 60% and 90% with inhibition zone diameter respectively 0.00 mm, 0.00. mm and 6.80 mm; and Asplenium nidus extract inhibit the growth of E. coli with inhibition zone diameter respectively 3.60 mm, 7.20 mm and 12.50 mm. Based on the results obtained that the extract of Adiantum capillus-veneris classified in medium category and Asplenium nidus extract in medium and strong category activity toward Gram negative bacteria Escherichia coli, so that has potential as a base material antibacterial.
Pengujian Dua Pasang Primer Universal Untuk Amplifikasi Gen Cytochrome Oxidase I Copepoda Sumampow, Thalita C. P.
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6912

Abstract

Copepoda merupakan zooplankton kaya manfaat dengan diversitas yang sangat tinggi dan terdiri dari banyak spesies kriptik. Identifikasi cepat, akurat, dan hemat dapat dilakukan dengan menggunakan teknik DNA Barcoding. Kesuksesan teknik tersebut sangat dipengaruhi oleh penggunaan primer yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan dua pasang primer universal, yakni LCO1490-HCO2198 dan FF2d-FR1d, mengamplifikasi gen COI Copepoda. Dalam penelitian ini, pasangan primer LCO1490-HCO2198 tidak berhasil mengamplifikasi gen target. Sekuens-sekuens hasil amplifikasi menggunakan pasangan primer FF2d-FR1d diidentifikasi melalui BLAST. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sekuens-sekuens tersebut memiliki persentase kemiripan sebesar 92% dengan bakteri Pandoraea pnomenusa. Melalui hasil yang didapatkan disimpulkan bahwa kedua pasangan primer universal LCO1490-HCO2198 dan FF2d-FR1d tidak cukup spesifik untuk amplifikasi gen cytochrome oxidase I Copepoda.Copepoda is a very beneficial and highly diverse zooplankton with many cryptic species. A fast, reliable, and affordable identification can be done through DNA Barcoding. The success of this technique is affected by the usage of correct primers. The aim of this research was to test the ability of two universal primer pairs, which were LCO1490-HCO2198 and FF2d-FR1d, amplifying COI gene of Copepoda. In this research, LCO1490-HCO2198 primer pairs weren’t able to amplify COI gene of Copepoda. Sequences which were successfully amplified using FF2d-FR1d primer pairs were identified through BLAST. The result shows that the sequences are 92% similar to bacteria named Pandoraea pnomenusa. It can be concluded that both primer pairs are not specific enough to amplify cytochrome oxidase I gene of Copepoda.
Kajian Eksperimen Pengaruh Lingkungan Panas Terhadap Suhu Kulit Manusia Menggunakan Fast Response Temperature Probe PS-2135 dan Temperature Array PS-2157 Kolibu, Hesky Stevy; Suoth, Verna Albert
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24252

Abstract

Fisika  merupakan  ilmu  alam  yang  saling  berkaitan  dengan  ilmu  lainnya. Salah  satu keterkaitannya  mempelajari  sistem  adaptasi  tubuh  manusia  terhadap  perubahan  suhu. Suhu kulit adalah faktor mendasar dalam pertukaran panas antara tubuh dan lingkungannya. Tingkat suhu kulit secara langsung mempengaruhi transfer energi oleh konveksi dan radiasi dan juga memengaruhi kehilangan panas dari penguapan keringat. Dalam studi eksperimental ini, nilai perubahan suhu kulit dikumpulkan menggunakan Fast Response Temperature Probe PS-2135 dan Temperature Array PS-2157. Tujuan dari studi ini adalah untuk menyelidiki efek dari lingkungan panas pada respon fisiologis suhu kulit tubuhPhysics is a natural science that is interrelated with other sciences. One connection is studying the human body's adaptation system to temperature changes. Skin  temperature  is  a  fundamental  factor  in  heat exchanges  between  the  body  and  its  environment. The level  of  skin  temperature  directly  affects  the energy  transfer  by  convection  and  radiation  and also  influences  heat  losses  from  sweat  evaporation. In this experimental study, the skin temperature changes values are collected using Fast Response Temperature Probe PS-2135 and Temperature Array PS-2157. The purpose of this study was to investigate the effects of warm environmental on physiological responses of body skin temperaturePhysics is a natural science that is interrelated with other sciences. One connection is studying the human body's adaptation system to temperature changes. Skin  temperature  is  a  fundamental  factor  in  heat exchanges  between  the  body  and  its  environment. The level  of  skin  temperature  directly  affects  the energy  transfer  by  convection  and  radiation  and also  influences  heat  losses  from  sweat  evaporation. In this experimental study, the skin temperature changes values are collected using Fast Response Temperature Probe PS-2135 and Temperature Array PS-2157. The purpose of this study was to investigate the effects of warm environmental on physiological responses of body skin temperature
Penentuan Kandungan Tanin dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Malangngi, Liberty; Sangi, Meiske; Paendong, Jessy
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan tanin serta menguji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat segar dan kering. Penentuan kandungan total tanin dilakukan dengan metode Folin Ciocalteau, sedangkan penentuan tanin terkondensasi dilakukan dengan metode Vanilin-HCl dan aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh menunjukkan kandungan total tanin biji alpukat biasa kering, biji alpukat mentega kering, biji alpukat biasa segar, biji alpukat mentega segar berturut-turut yaitu 117 mg/kg, 112 mg/kg , 41,3335 mg/kg dan 41 mg/kg. Kandungan tanin terkondensasi biji alpukat biasa kering, biji alpukat mentega kering, biji alpukat biasa segar, biji alpukat mentega segar berturut-turut yaitu 20,855 mg/kg, 16,966 mg/kg, 5,411 mg/kg dan 4,411 mg/kg. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak biji alpukat biasa kering (93,045%), diikuti dengan biji alpukat mentega kering (92,970%), biji alpukat biasa segar (85,870%) dan biji alpukat mentega segar (67,645%). Biji alpukat memiliki persen aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu sumber antioksidan alami.
Uji Fitokimia dan Antioksidan dari Daun Yantan (Blumea chinensis DC) Rambi, Griffin A. D.; Kamu, Vanda S.; Runtuwene, Max R. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11409

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan fitokimia dan aktifitas antioksidan dari ekstrak etanol daun yantan (Blumea chinensis DC). Kandungan fitokimia yang diuji adalah total fenolik dan total flavonoid. Total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu  (Yadaf dan Agarwala, 2010), lalu untuk mengetahui total flavonoid menggunakan aluminium klorida (Sultana et al., 2011), dan pengujian aktifitas antioksidan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) (Subedi et al., 2011). Hasil penelitian menunjukan kandungan fenolik total sebesar 26,75 mg/L dan kandungan flavonoidnya sebesar 12,56 mg/L,untuk pengujian aktifitas antioksidan didapatkan nilai IC50 sebesar 240,19 mg/L.Research have been done to determining the phytochemical compound and antioxidant activity of yantan (Blumea chinensis DC) leaves. The phytochemical compound which tested is phenolic total and flavonoid total. Phenolic total using Folin-Ciocalteu  method (Yadaf dan Agarwala, 2010), then to determining the total flavonoid using aluminium chloride (Sultana et al., 2011), and test of the antioxidant activity using 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil DPPH (Subedi et al., 2011).The result of the total phenolic content was showed 26,75 mg/L and the total flavonoid content is 12,56 mg/L, for antioxidant activity test obtained the value IC50 is 240,19 mg/L.
Survei Populasi Nyamuk dalam Kandang Babi di Kelurahan Walian Kota Tomohon Sulawesi Utara Podung, Albert J.
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26203

Abstract

Nyamuk adalah salah satu jenis ektoparasit yang sering dijumpai dan dapat menyebabkan kerusakan kulit, penurunan produktivitas, dan penularan media penyakit. Studi nyamuk di kandang babi Kota Tomohon dilakukan dengan tujuan untuk menentukan keragaman dan kepadatan populasi dan waktu aktivitas nyamuk (Culicidae) di kandang babi. Metode pengamatan dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan nyamuk setiap 2 (dua) jam dengan menggunakan Light Trap yang ditempatkan di setiap kandang mulai pukul 18.00-06.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman nyamuk ditemukan dalam 3 genera, yaitu Culex, Anopheles, dan Armigeres. Kepadatan populasi nyamuk berhasil tertangkap 546 individu nyamuk yang terdiri dari Culex 356, Anopheles 182, dan Armigeres 8. Penelitian ini juga mendapatkan bahwa Culex memiliki kelimpahan genus nyamuk tertinggi. Ditemukan bahwa kelimpahan tertinggi 225 (63%) dari Culex pada jam 22.00-24.00. Waktu aktivitas nyamuk tertinggi diperoleh dari data jumlah tangkapan nyamuk terbanyakMosquitoes are one type of ectoparasites that are often encountered and can cause skin damage, decreased productivity, and transmission of disease media. The study of mosquitoes in the pig barns of Tomohon City was carried out with the aim to determine the diversity and population density and the time of mosquito activity (Culicidae) in the pig barns.  The observation method by collecting mosquito   every 2 (two) hours at the Light Trap placed in each cage starting at 18.00-06.00 is used in this study. The results of the study showed that the mosquitoe diversity were found in 3 genera, namely Culex, Anopheles, and Armigeres. The population density of mosquito barn was found 546 individuals of mosquitoes consisting of Culex 356, Anopheles 182, and Armigeres 8.  This research also indicates that Culex have highest abundance of mosquitoes genera.  It was found that the highest abundance 225 (63%) of Culex at 22.00-24.00. The highest activity time of mosquitoes obtained from the data of the highest number of mosquito catches
Aktivitas Antioksidan dari Tepung Pisang Goroho Yang Direndam Dengan Lemon Kalamansi Togolo, Etni; Suryanto, Edi; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.2998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan dari pisang goroho yang direndam dengan lemon kalamansi. Pisang goroho segar mula-mula direndam dengan lemon kalamansi dengan kadar 25, 50, 75 dan 100%. Selanjutnya pisang goroho dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50-60 oC kemudian digiling dan diayak dengan ayakan 65 mesh. Ekstraksi tepung pisang menggunakan metode maserasi selama 24 jam. Analisis kandungan total fenolik dan penentuan aktivitas penangkal radikal bebas menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak tepung pisang dengan perendaman lemon kalamansi 75% memiliki kandungan total fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tepung pisang yang direndam dengan lemon kalamansi 100, 50, 25 dan 0%. Kandungan total fenolik berturut-turut adalah 74,80; 58,18; 45,82; 34,90 dan 20,70 µg/mL. Ekstrak tepung pisang yang direndam dengan lemon kalamansi 100% memiliki aktivitas antioksidan yang tidak berbeda nyata dengan perendaman 50 dan 75% (p>0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa pisang goroho yang direndam dengan lemon kalamansi memiliki kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan.This research was aimed to determine the total phenolic content and antioxidant activity of banana goroho marinated in lemon kalamansi. Fresh banana Goroho was first marinated in 25, 50, 75, and 100 % lemon kalamansi. The product was dried in an oven at 50-60 °C and then was milled and sieved to 65 mesh. Banana flour extraction was conducted through maceration for 24 hours. The total phenolic content was analyzed and the free radical scavengers activity was determined using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil). The results of this study showed that extracts of banana flour obtained by soaking in 75% lemon kalamansi had total phenolic content higher than that in 100, 50, 25, and 0% lemon kalamansi. Total phenolic content were 74.80, 58.18, 45.82, 34.90, and 20.70 mg/mL respectively. Extract of banana flour obtained by soaking in 100% lemon kalamansi have antioxidant activity which is not significantly different from that in 50 and 75% (p> 0,05). The research obtained that banana goroho soaked in lemon kalamansi had phenolic compounds and antioxidant activity.
Prediksi Harga Tutup Saham PT. Garuda Indonesia,Tbk Menggunakan Metode ARIMA Lusikooy, Johanes; Nainggolan, Nelson; Titaley, Julia
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16174

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan model ARIMA dalam memprediksi harga tutup saham PT. Garuda Indonesia,Tbk. 25 Oktober 2016 sampai 7 November 2016. Penelitian ini menggunakan data harga tutup saham PT. Garuda Indonesia,Tbk. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari website perusahaan PT. Garuda Indonesia,Tbk. sejak 1 Januari 2013 sampai 24 Oktober 2016.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa data 1 Januari 2013 sampai 24 oktober 2016 dapat digunakan untuk memprediksi harga tutup saham 25 oktober 2016 sampai dengan 7 November 2016. Hasilnya model ARIMA untuk harga tutup saham adalah ARIMA (3,1,3) yang dapat digunakan untuk memprediksi data 25 oktober 2016 sampai dengan 7 November 2016muaThe purpose of this research is to applying model of ARIMA to predict stock closing price of PT.Garuda Indonesia,Tbk. in 25 October 2016 until 7 November 2016. The research use data of stock closing price daily of PT. Garuda Indonesia,Tbk. Data are used  is secondary data that taking from website of PT. Garuda Indonesia,Tbk. since 1 Januari 2013 until 24 October 2016. In this research show that data from 1 January 2013 until 24  October 2016 can be used to predict the stock closing price in 25 October 2016 to 7 November 2016. The result of ARIMA’s model for stock closing price is ARIMA (3,1,3) can use to predict the data on 25 October 2016 to 7 November 2016
Formulasi dan Uji In Vitro Nilai Sun Protecting Factor (SPF) Krim dari Cangkang Telur Ayam Ras Usman, Yusnita; Muin, Rahmatullah
Jurnal MIPA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.10.1.2021.31188

Abstract

Potensi limbah cangkang telur (CT) ayam ras di Indonesia cukup besar yakni dihasilkan + 133.703 ton per tahunnya. Penyusun utama dari cangkang tersebut adalah kalsium karbonat (CaCO3) sebesar + 98% dapat berfungsi memblok sinar ultraviolet yang akan terpapar pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dan penentuan nilai sun protecting factor (SPF) secara in vitro krim dari limbah cangkang telur ayam ras. Formula dibuat  dengan perbedaan konsentrasi cangkang telur F1(10%) dan F2 (15%).  Kemudian dilakukan evaluasi karakteristik fisik yang meliputi uji organoleptis, tipe emulsi, kriming, viskositas dan pH serta inversi fase sebelum dan setelah kondisi dipercepat selama 10 siklus. Selanjutnya ditentukan nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 290-320 nm dan hasil pengukurannya dihitung menggunakan rumus SPF. Data hasil evaluasi kestabilan fisik krim dianalisis menggunakan SPSS dengan uji T parsial dengan tingkat kepercayaan 95% dan signifikansi dianggap bermakna jika P<0,05. Sedangkan nilai SPF dianalisis berdasarkan kategori proteksi tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan F1 dan F2 memiliki stabilitas fisik yang memadai. Hasil uji nilai SPF baik CT 7500; CT 9000, F1 dan F2 menunjukkan tidak ada perbedaan kategori proteksi UV. Semua kelompok menunjukkan aktivitas uv protektif dengan kategori ekstra.The potential of chicken eggshell waste in Indonesia is quite large, which is produced + 133.703 every years. The main constituent of this shell is 98% of calcium carbonate (CaCO3) which functions to block ultraviolet light that will be exposed to the skin. This study aims to make a formula and determine the sun protecting factor (SPF) by in vitro test of cream from waste of this eggshells. The formula was made with difference concetration of  this eggshell  F1 (10%) and F2 (15%). Then the evaluation of physical characteristics includes organoleptic test, emulsion type, creaming, viscosity and pH as well as phase inversion before and after the accelerated condition for 10 cycles. Furthermore, the SPF was determined using a UV-VIS spectrophotometer at a wavelength of 290-320 nm and the measurement results were calculated using the SPF formula. The data from the evaluation of the physical stability of the cream were analyzed using SPSS with a partial T test with a confidence level of 95% and the significance was considered significant if P <0.05. Meanwhile, the SPF value was analyzed based on the sunscreen protection category. The results showed that F1 and F2 had adequate physical stability. The SPF value test results are CT 7500; CT 9000, F1 and F2 showed no difference in the UV protection category. All groups showed extra category protective UV activity.