cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 312 Documents
Identifikasi Potensi Air Tanah Di Desa Tempang Menggunakan Metode IP Konfigurasi Wenner-Schlumberger Tongkukut, Seni Herlina Juita; Suoth, Verna A.; As'ari; Kalangit, Meylien
Jurnal MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): Cover
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v15i1.64617

Abstract

Seiring pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, identifikasi air tanah bawah permukaan sangat penting untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama yang terkait dengan sektor pariwisata dan  pertanian di Desa Tempang, Minahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan sebaran air tanah di Desa Tempang, Penelitian ini menggunakan metode geolistrik Induced Polarization (IP) dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode IP mengukur chargeability bawah permukaan dengan cara mengalirkan arus listrik ke dalam tanah. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil 4 lintasan pengukuran, dengan spasi 10 m dan panjang lintasan 480 m di setiap lintasan. Hasil pengukuran diolah menggunakan Software RES2DINV. Metode ini terbukti cukup efektif dalam mendeteksi keberadaan akuifer di bawah permukaan tanah, yang ditandai dengan nilai chargeability rendah hingga mendekati nol. Hasil penelitian menunjukkan adanya sebaran akuifer yang signifikan di wilayah penelitian dengan Lintasan 4 secara khusus menunjukkan keberadaan akuifer pada kedalaman yang relatif lebih dalam (24–58 m), yang berpotensi menjadi cadangan air tanah jangka panjang. Temuan ini memberikan informasi dasar yang penting bagi pemerintah desa dan instansi terkait dalam merencanakan eksplorasi, konservasi, serta pengelolaan sumber daya air tanah secara berkelanjutan. With the continuous growth of the population, the identification of groundwater is very important to support the needs of the community, especially those related to the tourism and agriculture sectors in Tempang Village, Minahasa. This study aims to identify the potential and distribution of groundwater in Tempang Village. This study employs the geophysical method of Induced Polarization (IP) with a Wenner-Schlumberger configuration. The IP method measures subsurface chargeability by injecting electric current into the ground. Data collection was conducted using four measurement lines, each spaced 10 m apart, with a line length of 480 m. The data were processed using the RES2DINV software. This method proved to be effective in detecting the presence of aquifers beneath the ground surface, characterized by low chargeability values approaching zero. The study results indicate the presence of a significant aquifer distribution in the study area, with Survey Line 4 specifically showing aquifer presence at relatively deeper depths (24–58 m), which has the potential to become a long-term groundwater reserve. This finding provides important baseline information for village governments and relevant agencies in planning exploration, conservation, and sustainable management of groundwater resources.
Seagrass, Talaud, Lobbo Identifikasi Jenis Lamun (Seagrass) dan Faktor Lingkungan di Pesisir Desa Lobbo Maabuat, pience Veralyn; kolondam, Beivy Jonathan; Langoy, Marnix Direns; Suoth, Verna Albert; Butarbutar, Regina Rosita
Jurnal MIPA Vol. 15 No. 2 (2026): Cover
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v15i2.66812

Abstract

Desa Lobbo Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan salah satu daerah yang  memiliki potensi ekosistem pesisir yang belum banyak terdokumentasi, khususnya ekosistem lamun. Ekosistem lamun memberikan kontribusi yang besar secara ekologis di pesisir, selain sebagai habitat biota dapat juga berperan dalam menjaga kestabilan substrat dan arus perairan. Lamun sebagai satu-satunya tumbuhan berbunga yang tumbuh di laut, menjadi salah satu produsen yang berperan dalam rantai makanan sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian. Pesisir sebagai salah satu lokasi yang erat dengan berbagai aktivitas manusia, terutama nelayan dalam mencari ikan atau sebagai tempat tambatan perahu, jalur transportasi laut, tentunya ikut mempengaruhi keberadaan dari lamun itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis lamun dengan menggunakan metode line transek dengan Teknik  jelajah pada area yang telah ditentukan  tempat tumbuhnya lamun yaitu dibelakang pemukiman penduduk yang menjadi tempat tambatan perahu nelayan dan sarana transportasi air yang berada di bagian tengah desa Lobbo.  Pengambilan data dan pengukuran faktor fisik kimia lingkungan dilakukan bersamaan dengan pengambilan data jenis lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis lamun dari 1 famili Cymodoceaceae yaitu  Halodule uninervis dan Halodule pinifolia yang tersebar secara berkelompok pada area tertentu. Hasil pengukuran Suhu, Salinitas, pH dan kecepatan arus mendukung keberadaan lamun Lobbo Village, North Beo District, Talaud Islands Regency is one of the areas that has potential coastal ecosystems that have not been widely documented, especially seagrass ecosystems. Seagrass ecosystems make a significant ecological contribution to the coastline. In addition to providing a habitat for biota, they also play a role in maintaining substrate stability and water currents. Seagrass, as the only flowering plant that grows in the sea, is one of the producers that plays a role in the food chain, so its existence needs attention. The coast, as a location closely related to various human activities, especially fishermen in search of fish or as a place to moor boats and a sea transportation route, certainly affects the existence of seagrass itself. This study aims to identify seagrass species using a Line transec method with explore in a predetermined area where seagrass grows, namely behind residential areas that serve as mooring places for fishermen's boats and water transportation facilities. Data collection and measurement of physical and chemical environmental factors were carried out simultaneously with the collection of seagrass species data. The results of the study show that there are two types of seagrass from the Cymodoceaceae family, namely Halodule uninervis and Halodule pinifolia, which are scattered in groups in certain areas. The results of measurements of temperature, salinity, pH and current velocity support the existence of seagrass