cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Pola Variasi Reguler Medan Magnet Bumi Di Tondano Prasetyo, Teguh; Tanauma, Adey; ., As'ari
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3903

Abstract

Data variasi medan magnet bumi komponen horisontal diambil dari komputer akuisisi yang merekam data secara real time. Dibuat grafik data magnet bumi komponen horisontal versus waktu per hari. Dipilih grafik quite days dan dibandingkan dengan quiet days di Lerwick (Inggris). Dihitung nilai rata-rata dari Quiet days yang sama perbulan untuk dijadikan pola variasi reguler bulanan, sehingga dalam satu tahun dapat dibuat dua belas pola variasi reguler medan magnet bumi. Hasilnya menunjukkan bahwa variasi reguler medan magnet bumi polanya teratur, nilai variasi tertinggi berkisar 39308,3– 39409,5 nT pada kisaran waktu 02:39–03:38 Universal Time. Pola variasi reguler medan magnet bumi digunakan sebagai acuan untuk menganalisis variasi harian medan magnet bumi. Pada tahun 2011 tercatat badai besar geomagnet sebanyak 11 kali yang nilai variasinya berkisar 71–20 nT dengan nilai K indeks sama dengan lima.Data variation of the horizontal component of the earth's magnetic field was taken from the acquisition computer which records data in real time. Graphs describing the horizontal component data versus time were created daily. Graphs of quiet days were selected and compared with quiet days in Lerwick (England). Average value the same of quiet days were calculated in order to create monthly regular variation pattern, so that in one year there were twelve regular variation patterns of the earth 's magnetic field created. The results showed that the regular variations of the earth 's magnetic field is on a regular pattern, the value of the highest variation ranged 39308.3-39409.5 nT at around 2:39 to 3:38 Universal Time. Regular variation patterns of the earth 's magnetic field were used as references for analyzing the daily variation of the earth 's magnetic field. In 2011, the large geomagnetic storms were recorded 11 times, the value of the variation range 71–20 nT with the K index value equal to five.
Identifikasi Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger di Daerah Malalayang Sulawesi Utara Pasamba, Obed Salu; Tamuntuan, Gerald H.; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17797

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksplorasi geofisika menggunakan metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger untuk mengindentifikasi lapisan tanah yang diduga terkena intrusi air laut di daerah Malalayang Sulawesi Utara. Terdapat 5 lintasan pengukuran dan pada setiap lintasan mempunyai 112 dan 167 buah data. Data setiap lintasan diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV. Dugaan intrusi air laut terjadi di daerah Malalayang I Timur sejauh ≤ 300 meter dari garis pantai dengan kedalaman ≥ 10 meter di bawah permukaan tanah dan di daerah Malalayang II sejauh 310 meter dari garis pantai dengan kedalaman ≥ 20 meter di bawah permukaan tanah.Geophysical exploration has been conducted using Geoelectric method of Wenner – Schlumberger Configuration to identify the soil layers suspected of being exposed to seawater intrusion in Malalayang of North Sulawesi. There are 5 measurement lines and each line has 112 and 167 data. The data of each line is processed using RES2DINV software. Suspected seawater intrusion is located in the East Malalayang I area as far as ≤ 300 meters from the coastline with a depth of ≥ 10 meters under ground surface and in Malalayang II area as far as 310 meters from the coastline with a depth of ≥ 20 meters under ground surface.
Pola Aktivitas Harian Tangkasi (Tarsius spectrum) Di Taman Marga Satwa Naemundung Kota Bitung Manori, Orpa Smarce Fransina; de Queljoe, Edwin; ., Saroyo; Siahaan, Parluhutan
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5988

Abstract

Tangkasi (Tarsius spectrum) adalah primata primitif dari Famili Tarsidae dan merupakan primata endemik di Sulawesi. Tangkasi memiliki tubuh kecil, mempunyai mata bulat besar, dapat melompat dan dapat membalik 180˚. Karena keunikan yang dimiliki hewan ini menjadikannya disukai banyak orang sehingga diburu, diperdagangkan secara illegal dan dijadikan sebagai hewan peliharaan. Padahal tangkasi (T. spectrum) dilindungi, termasuk kategori rentan (Vulnerable) dan tercantum dalam CITES Appendix II. Tangkasi yang telah dikandangkan akan mengalami  perubahan perilaku dibanding yang ada di alam. Penelitian aktivitas harian tangkasi yang ada di dalam kandang belum pernah dilakukan di Sulawesi Utara, oleh karena itu, maka penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian yang menganalisis aktivitas harian dan tingkah laku tangkasi (T. spectrum) di dalam kandang khususnya dilihat dari aktivitas makan, mencari makan, beristirahat, berpindah, dan aktivitas sosial. Metode pengambilan data secara Instantaneous sampling. Hasil pengamatan terhadap pola aktivitas harian di kandang yaitu : makan (1,5%), mencari makan (8,5%), berpindah (26,8%), instirahat (57,5%), dan sosial (5,5%). Aktivitas tertinggi adalah istirahat, diikuti dengan aktivitas berpindah, kemudian mencari makan, sosial dan yang terendah adalah aktivitas makan.Tangkasi (Tarsius spectrum) is a primitive primate from Family Tarsidae and a  endemic primate in Sulawesi. Tangkasi have a small body, and ayeball, they can jump and their can head flipped until 180˚. Tangkasi already caged will experience a change in behavior campared to the wild. Many  people hunt, trade illegally and use it as pet because of the uniqueness of this species.  Even though tangkasi (T. spectrum) is protected, included in vulnerable category and listed in CITES Appendix II. Research on daily activity of tangkasi in the cage has never been done in North Sulawesi, therefore, this research needs to be done. Studies analyzing daily activities and behavior tangkasi (T. spectrum) in the cage in terms of the activity of eating, foraging, resting, moving, and social activities. Data were collected by using Instantaneous sampling method. The observation of the daily activity patterns in the cage namely: eating (1.5%), foraging (8.5%), moving (26.8%), resting (57.5%), and social (5.5%) . The highest activity is resting, followed by moving activity, foraging, social and respectively the lowest is feeding activity.
Analisis Volatilitas Harga Eceran Komoditas Beberapa Pangan Utama di Kota Manado Menggunakan Model ARCH Nainggolan, Wanri; Nainggolan, Nelson; Komalig, Hanny A.H.
Jurnal MIPA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.2.2018.20617

Abstract

Konsumsi bahan pangan utama seperti cabai rawit merah dan tomat apel selalu menjadi sorotan bagi kalangan masyarakat, hal  ini disebabkan oleh harga yang tidak tetap dan selalu berfluktuasi pada setiap periode. Besaran perubahan harga yang menunjukkan fluktuasi pasar dalam satu periode waktu ( volatilitas ) merupakan gambaran seberapa besar resiko yang akan dihadapipara pelaku ekonomi pada masa yang akan datang. Volatilitas dalam penelitian ini dibangun menggunakan modelAutoregressive Conditional Heteroskedasticit (ARCH). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan volatilitas harga eceran dari beberapa komoditas pangan utama yaitu cabai rawit merah  dan tomat apel di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan data sekunder periode Januari 2013 – Desember 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model volatilitas untuk cabai rawit merah dan tomat apel adalah model ARCH (1)The main food consumption such as red pepper and apple tomato has always been the spotlight for the society, this is due to the fixed price and always fluctuate in every period. The magnitude of price changes that indicate market fluctuations in a period of time (volatility) is a picture of how much risk will be faced by economic actors in the future. Volatility in this research was built using Autoregressive Conditional Heteroskedasticit (ARCH) model. The purpose of this study is to determine the retail price volatility of some major food commodities namely red chili and apple tomatoes in Manado City. This study uses secondary data from January 2013 to December 2016. The results showed that the volatility model for red cayenne and apple tomato was ARCH (1) model
Isolasi dan Karakterisasi Barcode DNA Tanaman Nusa indah putih (Mussaenda frondosa) Berdasarkan Gen matK Damanis, Jein; Momuat, Lidya Irma; Sangi, Meiske S.; Kumaunang, Maureen
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.8527

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan urutan nukleotida dari barcode DNA tanaman Nusa indah putih berdasarkan gen matK dan mengkarakterisasi matK tanaman nusa indah putih dengan analisis in-silico. Isolasi DNA dari tanaman Nusa indah putih telah dilakukan berdasarkan manual prosedur dari InnuPrep Plant DNA kit yang dilanjutkan dengan amplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer forward matK-1RKIM-f dan primer reverse matK-3FKIM-r kemudian dielektroforesis dan disekuensing. Sekuensing tanaman  Nusa  indah  putih  menghasilkan  kromatogram  yang  berkualitas  tinggi, dengan panjang sekuens 843 bp. Hasil Analisis in-silico menunjukan matK tanaman nusa indah putih bersifat basa, stabil, dan berinteraksi baik dengan air.A study to determine the nucleotide sequence of the DNA barcode Nusa indah putih plants based on gene matK and to characterize the matK of Nusa indah putih plant using in-silico analysis had been done. Isolation of DNA from Nusa indah putih plant was conducted by manual procedures of InnuPrep Plant DNA kit, followed by amplification using Polymerase Chain Reaction (PCR) method using matK-1RKIM-f as forward primer and matK-3FKIM-r as reverse primer then electrophoresis and sequenced. Nusa indah putih plants sequencing produced a high-quality chromatogram produce, with a length of 843 bp sequences. Results of in-silico analysis showed that matK Nusa indah putih plant is a base, stable, and well-interacted with water.
Identifikasi Potentially Inappopriate Medication (PIM) Pada Resep Pasien Diabetes Melitus Usia Yang Keluar Dari 3 Rumah Sakit di Sulawesi Utara Wiyono, Weny Indayany; Lolo, Widya Astuty; Citraningtyas, Gayatri
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25777

Abstract

Latar Belakang. Penduduk lanjut usia atau geriatrik tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan. Hal tersebut mendorong pentingnya mengidentifikasi adanya ketidaktepatan peresepan bagi pasien lanjut usia khususnya pada pasien yang menderita Diabetes Mellitus (DM). Prevalensi DM di Sulawesi Utara mengalami kenaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Potentially Inapopriate Medication (PIM) pada Resep pasien DM lanjut usia yang keluar dari Tiga Rumah sakit (RS) terletak di kota dengan prevalensi DM terbanyak di Sulawesi Utara. Metode. Penelitian dilakukan pada RS A Kota Manado, RS B Bitung dan RS C Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif secara retrospektif dengan mengambil data rekam medis setiap 3 bulan per Rumah Sakit lalu membandingkan dengan Beers Criteria 2015. Hasil. Kejadian PIM pada Resep Keluar Pasien DM Lanjut Usia di RS A, RS B dan RS C sebesar 81,26 %, 40,91 % dan 37,38%  secara berturut-turut. Klasifikasi PIM terbanyak yaitu PIM dan Kelas Obat yang harus dihindari pada lanjut usia (50,00%, 66,67%, 73,91%). Golongan Obat terbanyak dalam PIM yaitu Sistem Gastrointestinal khususnya Pemblok Pompa Proton (30,47 %)Background. Elderly or geriatric population can’t be separated from health conditions. This encourages the importance to identifying the inaccuracy of prescribing for elderly patients, especially in patients with Diabetes Mellitus (DM). The prevalence of DM in North Sulawesi has increased. This study aims to identify Potentially Inapopriate Medication (PIM) in prescriptions for elderly DM patients who are discharged from the Three Hospitals (RS) located in the city with the highest prevalence of DM in North Sulawesi. Method. The study was conducted at Hospital A at Manado City, Hospital B at Bitung and Hospital C at Tomohon. This study used quantitative descriptive method retrospectively by taking medical record data every 3 months/Hospital and then comparing with the 2015 Beers Criteria. Results. The incidence of PIM in the Out Prescription for Elderly DM Patients in Hospital A, Hospital B and Hospital C was 81.26%, 40.91% and 37.38%, respectively. Most PIM classifications are PIM and Drug Class which must be avoided in the elderly (50.00%, 66.67%, 73.91%). The most drug group in PIM is Gastrointestinal System especially Proton Pump Inhibitors (30.47%)
Pemetaan Akuifer Air Tanah Di Sekitar Candi Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Sadjab, Bayu A.; ., As'ari; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.432

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memetakan keberadaan akuifer air tanah di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan resistivitas batuan bawah permukaan hasil eksplorasi geofisika dengan metode geolistrik tahanan jenis. Penelitian dilakukan terhadap 31 titik sounding yang terbagi menjadi 6 lintasan. Setiap lintasan dibuat model struktur lapisan tanah di bawah permukaan. Air tanah yang tersimpan dalam akuifer dapat dieksplorasi dengan studi geofisika menggunakan metode geolistrik. Hasil eksplorasi diolah menggunakan software IP2WIN,menghasilkan model perlapisan bawah permukaan Bumi berdasarkan nilai resistivitasnya (2D) yang kemudian dioalah dengan software Surfer 8 untuk menghasilkan gambar tiga dimensi. Berdasarkan model struktur lapisan tanah di bawah permukaan ini diperoleh: a) lapisan akuifer air tanah dangkal dengan kedalaman antara ( 1 – 5 meter ) yang tersebar di Kecamatan Prambanan : Desa Bugisan (titik sounding 7) Desa Taji (titik sounding 14, 15, 23, 24, dan 31). b) lapisan akuifer air tanah dalam dengan kedalaman ( 25 – 100 meter ) yang tersebar di Kecamatan Prambanan : Desa Bugisan (titik sounding 1, 2, 3, 4, dan 5), Desa Tlogo (titik sounding 12, 16, dan 25). Di Kecamatan Kalasan : Desa Taman Martani (titik sounding 8, 9, 10, 17, 18, 19, 20, 21, 26, 27, 28, 29, dan 30.
Konsentrasi Klorofil pada Beberapa Varietas Tanaman Puring (Codiaeum varigatum L.) Gogahu, Yelni; Nio, Song Ai; Siahaan, Parluhutan
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.12964

Abstract

Tanaman puring memiliki varietas yang sangat banyak dan terdapat sekitar 260 varietas puring yang ada di Indonesia. Puring merupakan tanaman yang memiliki warna dan bentuk daun yang beragam seperti kuning, hijau, merah dan coklat sehingga tanaman puring dimanfaatkan sebagai tanaman hias warna-warni tersebut disebabkan karena adanya bermacam-macam pigmen warna didalam daun. Dalam proses fotosintesis klorofil atau pigmen hijau daun sangat diperlukan sehingga setiap daun sangat membutuhkan klorofil. Belum ada data yang menunjukkan apakah perbedaan dominansi warna pigmen daun juga mengandung perbedaan kandungan klorofilnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh perbedaan warna daun pada 9 varietas dan perbedaan umur tanaman terhadap kandungan klorofil tanaman puring (puring cobra, puring spageti lokal, puring bor merah, puring jengkol, puring jempol, puring jet merah, puring kura-kura moncolor, puring bor cristata, puring lele) dan perbedaan umur daun tanaman terhadap kandungan klorofilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pada umur 3 bulan kandungan klorofilnya sama pada semua varietas baik kandungan konsentrasi klorofil total, klorofil a maupun  klorofil b. Pada 3 varietas (puring cobra, puring spageti lokal dan puring bor merah) daun yang telah berumur 8 bulan mengandung konsentrasi klorofil total dan klorofil a  yang berbeda antara daun muda dan daun tua sedangkan konsentrasi korofil b tidak berbeda pada semua varietas.Croton plants has so many varieties. Around 260 varieties of Croton plants are found in Indonesia. Croton plant is a plant with various color leaves such as yellow, green, red and brown which make Croton plant is used to be a house-plant. Those colors exist because of many color pigment in leaf. Every leaf needs chlorophyll or green pigment in photosynthesis process. There is no data that shows different color leaves contain different amount of chlorophyll. This research is done in order to find out the effects of difference in color leaves and plants age towards chlorophyll contents in Croton plants (puring cobra, puring spageti lokal, puring bor merah, puring jengkol, puring jempol, puring jet merah, puring kura-kura moncolor, puring bor cristata, puring lele) and different leaves age towards chlorophyll contents. The results showed that the leaf at the age of 3 months has the same chlorophyll contents whether in total chlorophyll, a chlorophyll ad b chlorophyll with the other varieties. The leaf in the age of 8 months in 3 varieties (puring cobra, puring spageti lokal dan puring bor merah) contains different consentration of total chlorophyll and a chlorophyll between young leaves and older leaves while the concentration of b chlorophyll does not differ at all varieties.
Investigasi Sebaran Lumpur Panas Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Dipol-Dipol di Desa Karumenga Sebagai Mitigasi Bencana Alam Mangensiga, Febrianti; As’ari, As’ari; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur bawah permukaan di area manifestasi lumpur panas di Desa Karumenga dan menginvestigasi sebaran lumpur panas. Akuisisi data dengan jumlah lintasan 4 yang masing-masing panjang lintasannya yaitu 240 m untuk lintasan 1 dan lintasan 3, 160 m pada lintasan 2, dan 480 m pada lintasan 4. Data lapangan diukur menggunakan resistivity and IP meter MAE-X612-EM menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol. Data pengukuran kemudian diolah menggunakan Software Res2dinv. Hasil berupa model tampang lintang 2D bawah permukaan, lumpur panas diidentifikasi dengan nilai tahanan jenis 13,9 Ωm sampai 80 Ωm. Pada lintasan 1 lumpur panas terdapat di sepanjang lintasan dengan kedalaman bervariasi antara 0 sampai 32,5 m. Lintasan 2 lumpur panas terdapat di sepanjang lintasan dengan kedalaman bervariasi antara 0 sampai 24,5 m. Lintasan 3 lumpur panas terdapat di sepanjang lintasan dengan kedalaman bervariasi antara 0 sampai 33,5 m. Pada lintasan 4 lumpur panas tersebar disepanjang lintasan dengan kedalaman  32 m. Berdasarkan hasil analisis sebaran lumpur panas, diperoleh informasi tingkat kerawanan daerah penelitian dengan menggunakan Software Surfer 11.This study aims to map subsurface structures in the area of hot mud manifestations in Karumenga Village and investigate the distribution of hot mud. Data acquisition with the number of lines 4 with a length of 240 m for line 1 and line 3, 160 m for line 2, and 480 m for line 4. Field data were measured using a resistivity and IP meter MAE-X612-EM using the dipole-dipole configuration resistivity geoelectric method. The measurement. Data is processed using Res2dinv Software. The results are in the form of 2D subsurface models, hot mud identified with resistivity values of 13.9 to 80 Ωm. Line 1, the hot mud is present along the line with depths ranging from 0 to 32.5 m. Line 2, hot mud is appear along the line with depths varying from 0 to 24.5 m. Line 3, hot mud is located along the line with depths varying from 0 to 33.5 m. Line 4, hot mud is spread along the line with a depth of    ≤ 32 m. Based on the analysis of the hot mud distribution, it is obtained information on the level of vulnerability of the study area by using Surfer 11 Software.
Analisis Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempabumi Di Wilayah Sulawesi Utara Homer, Sarah Selviana; Pasau, Guntur; ., Ferdy
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.3219

Abstract

Analisis Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempa Bumi di Wilayah Sulawesi Utara telah dilakukan. Analisis Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempa Bumi menggunakan metode maximum likelihood merupakan upaya mitigasi dalam menentukan nilai parameter gempa (nilai ɑ-b), perulangan gempa merusak, serta daerah berpotensi gempa merusak. Hasil data ANSS menunjukan bahwa pada timur (dalam arah utara-selatan) mempunyai nilai ɑ-b yang lebih rendah dibandingkan barat wilayah SULUT, dengan nilai masing-masing sekitar 7-7,8 dan 0,8-1,5. Hasil perhitungan perulangan gempa merusak (Magnitudo Mw = 7) sekitar 15-20 tahun. Daerah berpotensi gempa merusak adalah : Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro, kota Bitung (terutama kecamatan Lembah Utara dan Selatan).Analysis of Frequency-Magnitude Distribution of earthquakes in North Sulawesi region has been performed. Analysis of Frequency-Magnitude Distribution of earthquakes using the maximum likelihood method in determining the value of mitigating earthquake parameters (values ​​ɑ-b), recurrence earthquake damage, as well as the potential area of ​​earthquake damage. Data of ANSS is showed that in east (in the direction north-south) has lower than of a-b that that in the western area of ​​North Sulawesi, with each value of around 7 to 7.8 and from 0.8 to 1.5. Calculation of recurrence earthquake damage (Magnitude Mw = 7) resulted in a period of 15-20 years old. Areas with potential earhquake damage are: District Sangihe Islands, Islands District Sitaro, Bitung city (especially north and south valley districts).