cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mirai Management
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Mirai Management adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan Program Pascasrajan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar terbit perdana sejak tahun 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 1,663 Documents
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR 39 TAHUN 2017 TENTANG PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL DI KESYAHBANDARAAN DAN OTORITAS PELABUHAN (KSOP) KELAS I (SATU) BITUNG Tenda, Meilientje; S Tangkau, Charles Henry; Bogar, Wilson
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/mirai.v5i1.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan menganalisis, dan menginterpretasikan Implementasi Peraturan Menteri Perhubungan nomor 39 tahun 2017 tentang Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal di Kesyahbandaraan dan otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I (satu) Bitung. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, karena dengan penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses pencarian makna, pengungkapan makna, dibalik fenomena yang muncul dalam penelitian, dengan tujuan agar masalah yang akan dikaji lebih bersifat komprehensif, mendalam, alamiah dan apa adanya serta tanpa banyak campur tangan dari peneliti terhadap fakta yang muncul. ada beberapa kapal yang berulang-ulang pengurus pas besar sementara secara regulasi atau aturan tidak dibenarkan untuk memperpanjang pas besar secara berulang-ulang, namun hal tersebut dilakukan disebabkan bertolak pada aspek dampak sosial dan ekonomi yang jika tidak dilakukan akan berakibat pada tertundanya keberangkatan kapal karena tidak dapat diberikan SPB jika kapal tersebut tidak memiliki Pas Besar baik sementara maupun Permanent. Hal ini tentunya membuat kerugian bagi pemilik kapal dan akan berdampak sosial pada semua orang yang terlibat dikapal tersebut, misalnya kepada Anak Buah Kapal (ABK). Untuk itulah diberikan perpanjangan pas besar sementara dengan berbagai pertimbangan lain juga baik secara administrasi maupun teknis, sekaligus juga memberikan saran dan masukkan kepada pemilik kapal agar segera melengkapi kekurangan dokumen yang harus dipenuhi untuk mengurus Pas Besar Permanen. Kata Kunci : Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan, Pas Besar
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN SULUUN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Novia Tumilantouw; Marthinus Mandagi; Wilson Bogar
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan, dan menginterpretasikan Optimalisasi Pelayanan Publik dan faktor-faktornya determinannya di Kantor Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik (kualitatif). Informan yang dijadikan sumber data ditetapkan secara secara purposive (purposive sampling) dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yaitu analisis kualitatif secara interaktif dengan aktivitas analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclution drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Optimalisasi pelayanan publik di Kantot camat Suluun Tareran terhadap prosedur pelayanan sehingga lebih mudah dan sederhana, yaitu dengaan menyusun SOP setiap kegiatan atau urusan yang berisi alurnya (mulai hingga selesai, syarat yang diperlukan, waktu penyelesaian) secara tertulis dan dengan mudah dapat dibaca oleh masyarakat yang dilayani. Terhadap kejelasan dan kedisiplinan petugas pelayanan, dilakukan dengan memberikan secara jelas tugas dan fungsi pegawai sesuai jabatannya berdasarkan uraian tugasnya secara tertulis, setiap pejabat dan pegawai pelaksana diwajibkan menggunakan tanda pengenal serta menggunakan pakaian seragam sesuai waktu/hari yang ditetapkan. Terhadap pelayanan publik agar sesesuai dengan target waktu, biaya dan kualitas yang ditetapkan, dilakukan dengan mengikuti dan mematuhi SOP yang ditetapkan dan mematuhi ketentuan mengenai ada-tidaknya kebijakan pengenaan biaya atas layanan yang diberikan, sedangkan terhadap pelayanan agar dipersepsi adil , ramah, sopan dan nyaman oleh masyarakat, dilakukan dengan menunjukkan sikap bersahabat, menyediakan ruang tunggu, tempat duduk/kursi untuk masyarakat, bahkan toilet , (2) Faktor-faktor determinannya adalah kompetensi petugas pelayanan, motivasi kerja, etos dan budaya kerja. Kata-kata Kunci: Optimalisasi, pelayanan publik, SOP
Perbandingan hasil belajar menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning ,Cooperative Script dan Problem solving pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Kristen 1 Tomohon Mita Regina; Tamboto Tamboto; Joseph P. Kambey
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning, cooperative script dan problem solving pada mata pelajaran ekonomi di SMA Kristen 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design, dengan nonequivalent control group design dan struktur desain matching pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII-A, XII-B dan kelas XII-C jurusan IPS yang terdiri dari kelas XII-A, kelas XII-B dan kelas XII-C. instrument pengumpulan data menggunakan Tes yang terbagi dua yaitu pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan Uji kesamaan dua rata-rata atau uji t. hasil penelitian yaitu dengan melaksanakan dua pengujian, secara Pair dan secara independen dengan memiliki hasil thitung (27.051) > ttabel (1,69) artinya tolak H0 dan terima H1, dengan simpulan terdapat perbedaan hasil belajar antara nilai post-test dengan model pembelajaran contekstual teaching and learning, thitung (217) > ttabel (1,69) artinya tolak H0 dan terima H1, dengan simpulan terdapat perbedaan hasil belajar antara nilai post-test dengan model pembelajaran Cooperative Script dan untuk kelas XII-C yang diberikan treatment menunjukan hasil yang sama yaitu ada perubahan dan kenaikan hasil belajar hal ini ditunjukkan dalam nilai post-test thitung (11.05) > ttabel (1,69) yang artinya tolak H0 dan terima H1.
PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KOMPETENSI MANAJERIAL PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT JENDERAL DAN BADAN KEAHLIAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Shanty Irma Idrus
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.581

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menguji dan menganalisis secara utuh mengenai: (1) pengaruh pelatihan terhadap kompetensi manajerial; (2) pengaruh motivasi terhadap kompetensi manajerial, dan (3) pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kompetensi manajerial PNS Setjen dan BK DPR RI. Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan November dan Desember 2019. Dengan jumlah sample sebanyak 48 pengawai. Teknik pengambilan data adalah dengan membagikan kuisioner, dimana data dianalisis dengan menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pelatihan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi manajerial; (2) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi manajerial, dan (3) pengaruh pelatihan dan motivasi secara besama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi manajerial PNS Setjen dan BK DPR RI. Berdasarkan hal tersebut maka upaya peningkatan kuantitas dan kualitas pelatihan merupakan hal mutlak yang harus selalu dilakukan oleh Pusdiklat Setjen dan BK DPR RI dalam upaya meningkatkan kompetensi manajerial pegawai sehingga dapat menjalankan amanah sebagai supporting system yang tangguh bagi lembaga. Untuk meningkatkan kompetensi manajerial PNS Setjen dan BK DPR RI tidak dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan pelatihan saja, namun perlu adanya motivasi yang tinggi agar mencapai kompetensi manajerial sehingga kinerja pegawai dan organisasi dapat terwujud. Kata kunci : Pelatihan, motivasi dan kompetensi manajerial
OPTIMALISASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN OLEH PANGKALAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI KELAS II BITUNG Eddy Sutomo; Charles Henry S Tangkau; Wilson Bogar
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan menganalisis, dan menginterpretasikan Optimalisasi Kewenangan Institusi Kesatuan Penjagaan Laut Dan Pantai Dalam Penegakan Hukum Di Laut Oleh Pangkalan Penjagaan Laut Dan Pantai Kelas II Bitung. Penelitian yang dibimbing oleh paradigma kualitatif. dapat dikatakan bahwa feedback atau timbal balik dari pelaksana kebijakan belum ada. Hal ini dapat dilihat dari dalam proses penegakan hukum dilaut masih banyak mentolerir atau membuat kebijaksanaan sendiri. Padahal dalam pelaksanaan kebijakan, kebijaksanaan hanya digunakan dalam keadaan genting saja. Selain itu, setiap kebijakan dapat berjalan dengan baik ketika dijalankan sesuai dengan kebijakan yang sudah ada. Hasil penelitian terkait Optimalisasi Kewenangan Institusi Kesatuan Penjagaan Laut Dan Pantai Dalam Penegakan Hukum Di Laut Oleh Pangkalan Penjagaan Laut Dan Pantai Kelas II Bitung belum berjalan dengan maksimal. Dimana berdasarkan temuan yang ada belum memenuhi setiap indikator yang ada yakni Agenda setting, keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan kebijakan, implementasi, evaluasi program dan analisis dampak dan Feedback. Adapun yang menjadi temuan-temuan dalam fokus ini yaitu petugas belum memahami Tupoksi yang ada, adanya tumpang tindih aturan yang berlaku, koordinasi antara instansi terkait pengawasan belum maksimal, masih adanya toleransi pelanggaran yang dilakukan dalam pelayaran (kebijaksanaan), belum adanya ketegasan dalam pemberian sanksi, kelalaian petugas, dalam hal ini keterlambatan dalam pengisian bahan bakar, kurangnya koordinasi dengan pimpinan, hal ini diungkapkan oleh DM selaku nahkoda kapal kelas V, serta belum adanya solusi terkait dengan kebijaksanaan yang diambil dalam penegakan dan pengawasan hukum di laut Kata Kunci : Kebijakan Publik, Optimalisasi, Kewenangan KPLP
PERBEDAAN PERILAKU ETIS AUDITOR DAN KUALITAS AUDIT DALAM ETIKA PROFESI (Studi Terhadap Peran Faktor-Faktor Individual: Lama Pengalaman Kerja, Gender, Jenis Profesi Akuntan) ST. RAMLAH; SYAMSU ALAM; RATNA AYU DAMAYANTI; GRACE T. PONTOH
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.498 KB) | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.613

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris apakah terdapat perbedaan perilaku etis dan kualitas audit faktor-faktor individualnya yaitu Perilaku etis antara auditor senior dan auditor yunior, antara auditor pria dengan auditor wanita dan antara akuntan public, akuntan pendidik dan akuntan pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana pendekatan yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada studi komparatif dengan perumusan hipotesis yang bersifat komparasi antara dua sampel yang independen,yakni terkait perbedaan perilaku etis dan perbedaan kualitas audit dari lamanya bekerja, gender dan profesi, Hasil penelitian menunjukkan variable perilaku etis menyimpulkan pada aspek pengalaman bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku etis antara auditor junior maupun auditor senior, begitupula dilihat dari persfektif gender tidak ada perbedaan perilaku etis antara laki-laki dan perempuan, maupun dilihat dari aspek profesi akuntan, tidak ada perbedaan perilaku etis antara akuntan public, akuntan pendidik dan akuntan pemerintah. Begitu pula pada variable kualitas audit dari segi pengalaman memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas audit antara junior dan senior, dari sudut pandang gender juga tidak terdapat pebedaan kualitas audit antara laki-laki dan perempuan, begitupun jika dilihat dari aspek profesi akuntansi juga tidak terdapat perbedaan kualitas audit antara akuntan public, akuntan pendidik dan akuntan pemerintah. Kata Kunci: Perilaku etis auditor, kualitas audit, pengalaman kerja, gender dan profesi akuntan
DAMPAK INDUSTRI NIKEL TERHADAP PENINGKATAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PAPANLOE, KECAMATAN PA’JUKUKANG, KABUPATEN BANTAENG Wisda Zulaeha Suwardi
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.335 KB) | DOI: 10.37531/mirai.v5i2.640

Abstract

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Industri Nikel Terhadap Peningkatan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat, di Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jenis Penelitian yang digunakan Peneliti adalah deduktif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, observasi, wawancara, dan Dokumentasi, peneliti mewawancarai 7 orang, yang merupakan, kepala desa papanloe, masyarakat desa papanloe, dan masyarakat yang bekerja di Industri Nikel Bantaeng. Berdasarkan analisa dari penelitian tersebut terdapat hasil bahwa dampak industri nikel bagi masyarakat Papanloe yaitu dampak negatif lebih banyak daripada dampak positif yang ditimbulkan adanya industri nikel. Mengenai peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat, bagi masyarakat Papanloe tidak semua masyarakat merasakan kesejahteraan dengan adanya industry nikel tersebut, hanya masyarakat yang bekerja di Industri nikel yang merasakan dampak positifnya karena tidak adanya izin yang diberikan pihak perusahaan kepada masyarakat untuk membuka usaha disekitar lokasi Industri nikel. Kata Kunci :Dampak Industri, Peningkatan, Kondisi Sosial Ekonomi
PENGARUH MARKETING EXPERIENCE DAN CUSTOMER VALUE TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PELANGGAN PT. DAYA MUDA AGUNG MAKASSAR Rosnaini Daga; Frengky Pollii
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.376 KB) | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.608

Abstract

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan PT. Daya Muda Agung Makassar yang berupa Apotik-apotik, sedangkan sampel penelitian ini ditentukan dengan metode accidental sampling sehingga diperoleh 75 orang koresponden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa marketing experience berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen, customer value berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen, marketing experience dan customer value berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Kemudian hasil estimasi regresi menunjukkan kemampuan prediksi dari 2 variabel bebas tersebut terhadap kepuasan konsumen sebesar 20,4% sebagaimana ditunjukkan oleh besarnya adjusted R square sebesar 20,4% sedangkan sisanya 79,6% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel-variabel independen yang belum dimasukkan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kepuasan Konsumen, Marketing Experience”
MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS KERJA Afiah Mukhtar; Asmawiyah Asmawiyah
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.388 KB) | DOI: 10.37531/mirai.v5i2.635

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja. Penelitian ini di kantor Satuan Atap Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan sampel sebanyak 42 responden. Penelitian ini juga menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan motivasi yang diberikan instansi kepada pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerja dan penelitian ini menggunakan Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan menggunakan persamaan struktural yang penyelesaiannya dilakukan dengan bantuan progam SmartPLS sebagai teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas kerja. Nilai 45,883855 dan signifikan pada α = 0.05, Nilai t-statistik tersebut berada diatas nilai kritis 1.96, dengan demikian H0 diterima. Ini artinya bahwa pegawai yang bekerja di instansi (Samsat) Kab Sidrap memiliki motivasi kerja yang baik sehingga produktivitas kerja juga terwujud yang dapat ditandai dengan terwujudnya pendapatan daerah, tertib, akuntabel dan inovatif sebagai bagian dari visi instansi Kata kunci: Motivasi, Produktivitas Kerja
Implementasi Kebijakan Penggunaan Helm SNI Pengendara Speda Motor di Wilayah Kepolisian Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Romel Arthur Jeffry Pontoh; Wilson Bogar; Joubert M. Dame
Jurnal Mirai Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.93 KB) | DOI: 10.37531/mirai.v5i1.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi kebijakan penggunaan helm SNI pengendara speda motor dan faktor-faktor determinannya di wilayah kepolisian Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik (kualitatif). Informan yang dijadikan sumber data ditetapkan secara secara purposive (purposive sampling) dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yaitu analisis kualitatif secara interaktif dengan aktivitas analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclution drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penggunaan helm SNI pengendara speda motor dilihat dari aspek ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya kebijakan, karakteristik agen pelaksana, sikap/ kecenderungan (disposition) para pelaksana, komunikasi antar organisasi terkait, dan Lingkungan Ekonomi, Sosial dan Politik belum terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan. Sedangkan faktor-faktor penentunya adalah sikap polisi (implementor) dan koordinasi dengan organisasi lain. Kata-kata kunci: Implementasi, kebijakan, helm SNI

Page 12 of 167 | Total Record : 1663