cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Tingkat Pencemaran Logam Berat Pada Contoh Tanah dari Pulau Selayar, Kabupaten Lingga Ronaldo Irzon
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3238.709 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.204

Abstract

Perekonomian suatu wilayah dapat meningkat dengan keterdapatan logam berat. Namun demikian, kelimpahan logam berat juga mempengaruhi karakter indeks pencemaran sebagai pertimbangan pengembangan daerah. Pulau Selayar merupakan daerah penelitian yang terletak di Kabupaten Lingga dan dari sisi geologi hanya dibangun oleh Granit Muncung dan Kompleks Malihan Persing. Meski belum diketahui keterdapatan timah dalam jumlah massif, Pulau Selayar diketahui memiliki potensi bauksit. Karakterisasi kadar dan indeks pencemaran logam berat di Pulau Selayar untuk dalam beberapa jenis tanah terkait prospeksi sebagai daerah tempat tinggal menjadi tujuan penelitian ini. Indeks pencemaran yang dipadukan dengan aspek geohazard, daya dukung lahan, dan sosio-ekonomis dapat dijadikan pijakan mengenai pengembangan suatu wilayah. Enam contoh tanah dengan karakter berbeda telah diambil dan diperiksa kadar logam beratnya menggunakan ICP-MS di Laboratorium Pusat Survei Geologi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Mn, V, dan As merupakan logam berat paling melimpah. Tiga pola kelimpahan logam berat contoh tanah terdeteksi yang juga menunjukkan kesamaan sumber, yaitu: pelapukan granit, tambang bauksit yang telah lama ditinggalkan, dan tambang bauksit yang masih berproduksi. Kandungan sangat rendah pada tanah pelapukan granit menunjukkan bahwa batuan induk tidak pernah mengalami alterasi hidrotermal dengan pengayaan As. Tingginya kadar As pada empat contoh lain disebabkan oleh faktor antropogenis. Kadar Mn dan V yang tinggi menjadi pembeda antara tanah pada lokasi penambangan bauksit aktif terhadap yang telah lama diabaikan. Polusi tertinggi pada wilayah penelitian ditunjukkan oleh arsenik sehingga perlu diatasi bila lokasi studi kelak dikembangkan sebagai wilayah pemukiman. Secara khusus, wilayah penambangan bauksit di Sembuang terindikasi tercemar vanadium pada tingkat rendah.
EVALUASI VEGETASI MANGROVE SEBELUM DAN SESUADAH REBOISASI BERDASARKAN DATA POLEN DI KAWASAN GEOPARK CILETUH-PELABUHAN RATU winantris - winantris
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6364.221 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i2.142

Abstract

Fungsi geopark  salah stunya adalah  konservasi bentang alam di suatu kawasan meliputi konservasi sumber genetik.  Hutan mangrove yang berada disekitar Pantai Cikadal sebelum mengalami kerusakan merupakan kawasan hutan dengan tingkat heterogenitas tinggi (data BKSDA). Tumbuhan  mangrove mengalami kerusakan parah akibat penebangan berlebihan oleh masyarakat sekitar. Tujuan penelitian untuk menganalisis struktur tumbuhan mangrove sebelum mengalami kerusakan berdasarkan data polen. Sampel daimbil pada lima titik di lahan mangrove pada kedalaman 50 cm. Preparasi sampel menggunakan metode standar asam hiroflorid. Kegiatan reboisasi mangrove di mulai tahun 2012 yang melibatkan masyarakat pecinta lingkungan (POKMASI, Kelompok Masyarakat Konservasi).  Reboisasi masih sangat terbatas dikarenakan  ketersediaan bibit dari perhutani. Spesies yang ditanam adalah  Rhizhopora mucronata dan Rhizophora apiculata. Program reboisasi perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yanng optimal. Hasil penelitian polen dari kedalaman 50 cm yang diambil dari  kawasan mangrove menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan dalam struktur jenis tumbuhan mangrove. Ditemukan  delapan belas jenis tumbuhan mangrove yang pernah tumbuh di kawasan tesebut, duabelas jenis diantaranya punah. Avicennia yang pada saat ini eksistensinya terancam dan sangat sulit ditemukan, pernah menjadi tumbuhan utama pembentuk mangrove sebelum mengalami kerusakan. Sedikitnya ada lima jenis Avicennia dan dua jenis  Rhizophora yang merupakan dua genus dominan pada saat itu.
Analisis Hasil Pengukuran Terrestrial Laser Scanner untuk Deteksi Rekahan dalam kaitannya dengan Analisis Struktur Geologi (Studi Kasus: Tebing Citatah 125, Jawa Barat) Gusti Ayu Jessy Kartini; Irwan Gumilar; Budi Brahmantyo; Brian Bramanto; Nia Haerani
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2636.821 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.177

Abstract

Scanline adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk mengobservasi dan mengukur rekahan pada suatu bidang permukaan, namun metode ini memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah sulitnya melakukan sampling pada area ekstrim sehingga dapat membahayakan operator. Mengacu pada keterbatasan tersebut, terrestrial laser scanner menjadi salah satu metode yang potensial untuk menutupi keterbatasan tersebut. TLS dapat merekam jutaan point cloud yang dapat merepresentasikan permukaan tanpa harus mengukurnya secara langsung, yang kemudian dapat menjadi metode pendukung dalam akuisisi data rekahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rekahan menggunakan TLS yang kemudian dibandingkan dan divalidasi dengan metode scanline (studi kasus: Tebing Citatah 125, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat). Penelitian ini dimulai dengan akuisisi data rekahan dengan menggunakan metode scanline dan TLS yang hasilnya kemudian dianalisis dengan diagram rose. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa TLS memiliki potensi sebagai metode pendukung untuk akuisisi data rekahan. Hal tersebut dibuktikan dengan kemiripan hasil orientasi rekahan pada Tebing Citatah 125 menggunakan TLS terhadap hasil metode scanline pada orientasi rekahan arah timur laut-barat daya dengan kemiringan relatif tegak 30o-90o.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI PENYEBAB RUNTUHNYA MASA BATUAN DI PANTAI SADRANAN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DIY Hanang Samodra; Sam Permanadewi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2599.691 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.209

Abstract

ABSTRAKKejadian runtuhnya masa batugamping di lokasi wisata Pantai Sadranan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta pada 17 Juni 2015 menyebabkan meninggalnya 4 wisatawan lokal. Peristiwa geologi ini dipicu oleh sistem retakan batuan (kekar) berarah timurtimurlaut-baratbaratdaya, yang meskipun bukan arah utama retakan tetapi mempunyai kerapatan cukup tinggi (3-4 kekar/meter). Kehadiran ceruk abrasi yang membentuk rongga memanjang, yang tidak kuat menahan bobot masa batuan di atasnya sehingga daya dukung batuan terlewati ikut bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Upaya nyata mitigasi bencana geologi dari segala aspek sudah harus dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, yaitu dalam rangka menciptakan harmoni antara kehidupan masyarakat dengan lingkungan geologi di mana mereka tinggal.Kata kunci: retakan batuan, cerukABSTRACTRock fall of limestones mass at tourist destination of Sadranan Beach, Gunungkidul Regency, Yogyakarta on June 17, 2015 led to the death of 4 local tourists. These geological events triggered by NNE-SSW rock fractures system, which despite not the main direction of fractures but has a fairly high density (3-4 fractures/meter). The presence of sea-level notches forming elongated curvatures that can not hold weight of the top of limestones mass takes responsibility for this incident.Real geological disaster mitigation efforts of all aspects has to be initiated by the government of Gunungkidul Regency, in order to create harmony between the life of community with the geological environment where they live.Key words: rock-fractures, sea-level notches. 
RELOKASI HIPOSENTER DAERAH SEKITAR PACITAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULATED ANNEALING Indriati Retno Palupi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.366 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.191

Abstract

Zona subduksi merupakan salah satu sumber gempa yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan pola penyebaran gunungapi, diketahui zona subduksi di Pulau Jawa semakin curam dari barat ke timur, terutama di Kabupaten Pacitan. Adanya perbedaan sudut zona subduksi ditengarai dapat menjadi penyebab munculnya gempa besar di sekitar Pacitan sehingga diperlukan gambaran pola sebaran sumber gempa bumi (hiposenter). Relokasi hiposenter menjadi penting untuk menempatkan hiposenter mendekati dengan arah pola zona subduksi. Dengan metode simulated annealing, hiposenter terpetakan lebih mendekati dengan pola zona subduksi.
PEMBUATAN PROTOTIPE DAN PEMODELAN NUMERIK TIANG KOLOM BETON PADA LERENG TANAH RESIDUAL VULKANIK DAERAH KUBULIKUJAYA, LAMPUNG BARAT Prahara Iqbal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2324.996 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.195

Abstract

Pembuatan prototipe tiang kolom beton dan pemodelan kestabilan lereng dengan perkuatan tiang kolom beton telah dilakukan. Lereng yang dijadikan model adalah lereng tanah residual vulkanik daerah Kubulikujaya, Lampung Barat. Prototipe kolom beton dibuat melalui pencanpuran antara semen, pasir, abu terbang, abu sekam padi, dan air dengan konsentrasi tiap material yang berbeda. Kolom beton dibuat dengan menggunakan tiga formula pencampuran, masing-masing formula dibuat 30 prototipe. Kemudian prototipe diuji kuat tekan, diuji kuat geser, dan dimodelkan kestabilan lerengnya menggunakan kolom beton. Hasil analisis dan pemodelan menggambarkan bahwa faktor keamanan lereng (SF) dapat meningkat akibat pemasangan tiang kolom beton, yaitu dari SF=1,481 ke SF=1,598. Kolom beton yang dapat meningkatkan kuat geser adalah kolom beton formula 3. Konfigurasi tiang kolom beton yang dibutuhkan untuk menaikkan nilai faktor keamanan lereng yang memiliki geometri PxT 36x30 m adalah: tiang per 3 meter horizontal, panjang tiang 10-27 meter, dan dipasang pada bagian atas, tengah, serta bawah lereng.
Sistem Imbuhan Air Tanah Karst Pada Sub-sistem Hidrogeologi Wonosari – Baron, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Berdasarkan Analisis Isotop 18O dan 2H Taat Setiawan, ST. MT.; Soeharti Isnaini; Novi M.A Asghaf; Idham Effendi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1801.003 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v9i3.235

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sistem imbuhan air tanah karst Kab. Gunungkidul, khusunya sub-sistem Wonosari Baron, berdasarkan analisis isotop stabil air tanah (18O dan 2H). Hasil penelitian menunjukkan beberapa karakter sistem imbuhan air tanah. Air tanah pada dataran Wonosari menunjukkan keterkaitan dengan imbuhan yang bersifat lokal hingga menengah. Air tanah pada mata air permanen dan sistem sungai bawah tanah Bribin – Seropan menunjukkan keterkaitan dengan sistem imbuhan yang bersifat regional. Air tanah pada kompleks mata air Baron dan Ngobaran menunjukkan keterkaitan dengan imbuhan yang bersifat lokal hingga regional.Kata kunci : isotop 18O dan 2H, air tanah karst, Gunungkidul.AbstractThis research was conducted to identify karst groundwater recharge of Gunungkidul Regency, especially the Wonosari Baron sub-system, based on stable isotope analysis of groundwater (18O and 2H). The results show some character of groundwater recharge system. Groundwater on the Wonosari plain shows a correlation with local to medium-recharge system. Groundwater in permanent springs and the Bribin - Seropan underground river system show a linkage to the regional recharge system. Groundwater in the Baron and Ngobaran springs complex is associated with local to regional recharge system.Keywords : isotope of 18O and 2H, karstic groundwater, Gunungkidul.
Deformasi PulauLombok Berdasarkan Data GPS Cecep Sulaeman; Pandu Adi Minarno
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2236.416 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.182

Abstract

Hasil survei secara periodik di Pulau Lombok menunjukkan pergeseran horizontal titik ukur GPS ke timur laut dengan kecepatan 6,65 mm/th hingga 22,76 mm/th. Sementara secara vertikal umumnya naik dengan kecepatan 2,40 mm/th hingga 559,86 mm/th. Pulau Lombok bagian tengah hingga selatan mengalami dilatasi luas negatif, sementara di bagian utara bernilai positif. Pulau Lombok juga mengalami regangan geser yang umumnya bernilai negatif. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa deformasi tersebut disebabkan oleh interaksi beberapa sumber gempa bumi yaitu subduksi lempeng Indo-Australia, sesar belakang Flores Barat, sesar belakang Flores Timur, Selat Lombok, serta sesar lokal di pantai timur Bali. Potensi momen magnitudo gempa bumi yang dihasilkan oleh subduksi, sesar belakang Flores Barat, sesar belakang Flores Timur, sesar Selat Lombok, serta sesar lokal di pantai timur Bali masing-masing Mw 7,1; Mw 6,6; Mw 6,8; Mw 5,8; dan Mw 5,2.
ANALISIS LONGSOR DI SUNGAI CIPUNAGARA SUBANG DAN DESAIN PENANGANNYA Rochmat Hidayat; Moh. Dedy Munir
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7029.703 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.170

Abstract

ABSTRAKSPada hari Jumat 18 desember 2015 telah terjadi longsoran pada tebing sungai Cipunagara Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Subang. Longsor menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan membendung sungai sehingga banyak ikan di kolam mati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab longsor dan menentukan metode penanganannya. Lokasi longsor mempunyai karakteristik material tanah berupa material lepas. Longsoran terjadi pada tebing sungai dengan kemiringan lereng 1:1. Pemicu longsoran diindikasikan karena daerah tersebut merupakan zona infiltrasi air dari saluran irigasi, hujan, genangan sawah, dan juga karena erosi pada tebing sungai. Berdasarkan faktor penyebab longsor maka untuk menjaga agar diperoleh lereng yang stabil, disampaikan 5 (lima) rekomendasi yaitu membuat saluran irigasi kedap air, membuat area pertanian kering, membuat struktur penguat tebing/pengarah aliran sungai (krib), membuat subsurface drainase. Pada lokasi longsor perlu dibuat terasering. Perlu dilakukan usaha mencegah longsor pada lokasi lain yang berpotensi longsor dengan mencegah terjadinya infiltrasi air permukaan ke dalam tanah. Dari analisis stabilitas lereng, nilai FS = 0,306 dan apabila dilakukan penguatan tebing maka nilai FS= 1,022Kata kunci: Longsoran, Infiltrasi, Stabilitas Lereng, Subsurface Drainase ABSTRACTOn Friday, December 18th 2015, a landslide occurred in the Cipunagara River in the Pesanggrahan Village, Kasomalang District, Subang Regency. Landslides cause damage on agricultural land and dammed the river causing plenty of fishes in the pond dead. The aim of this study is to analyze the causes of landslides and determine mitigations methods that need to be applied. The landslide in the area is contained and formed by loose materials as its characteristics. Landslide occurred on the river bank having 1:1 slope. The triggers of the landslide are excessive water as it infiltrate the area through flowing water from irrigation canals. The second cause was rainfall, a puddle of paddy fields, and also the erosion in the river banks cutting the lower part of the hill. Based on the causing factors, to increase slope stability, there is five (5) recommendations which are to create the impermeable for irrigation channels, make the dry farming area, construct gabion to slope strengthness, arrange directional flow of the river (crib), and create a subsurface drainage. At the location of landslide, it is needed also to make some terraces. Also, to prevent landslides in other locations, we need to prevent water infiltration into the soil. Furthermore, from the slope stability analysis before the occurrence, we have the value of FS = 0.306 and after making the slope stronger by (gabion), the value of FS becoming = 1.022Keywords: Landslide, Infiltration, Slope Stability, Subsurface Drainage
PEMODELAN GROUND PENETRATING RADAR MENGGUNAKAN SPLIT STEP DAN FREQUENCY DOMAIN TIME DOMAIN (FDTD) MODELLING PADA SALURAN AIR SUNGAI CIKAPAYANG Willy Hermawan; Acep Ruchimat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.859 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.231

Abstract

Pemodelan kedepan Ground Penetrating Radar (GPR) diperlukan untuk membantu saat interpretasi data dari profil GPR. Pemodelan ini bertujuan untuk melihat respon GPR dan penjalaran gelombang medan listrik ketika menjalar pada saluran air dan melihat pengaruh keberadaan air dan tidak ada air dari saluran air. Pemodelan ini menggunakan software MATGPR buatan Tzanis dengan berbasis matlab. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan berdasarkan algoritma metode split step modelling (Bitri dan Grandjean, 1998) dan Frequency Domain Time Domain (FDTD) modelling. (Irving dan knight, 2006). Pemodelan kedepan menggunakan 2 model kasus yaitu saluran air berisi air dan saluran air tidak berisi air. Pengukuran data dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2014. Lokasi pengukuran dilakukan di bagian barat komplek gedung perkantoran Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan (PAG) - Badan Geologi, Bandung Jawa Barat. Pada lokasi tersebut tersingkap saluran air sungai Cikapayang yang tersingkap akibat amblesan tanah. Dari hasil pemodelan dengan menggunakan algoritma split step modelling dapat memperlihatkan pola refleksi hiperbola dari batas atas dan batas bawah saluran air masing – masing pada waktu   t= 20 ns dan t = 50 ns dan keberadaan air ditunjukan dengan perlambatan waktu sebesar 5 ns sedangkan pada pemodelan algoritma FDTD dari Irving dan Knight dapat memperlihatkan batas-batas saluran air dari medan listrik Ey yang menjalar di dalam saluran air. Selain itu keberadaan air dapat dibedakan dengan melihat penurunan amplitudo medan listrik.