cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Analisa Intrusi Air Laut pada Sistem Akuifer Tertekan Atas Cekungan Air Tanah Jakarta berdasarkan data hidrogeokimia dan hidroisotop Abdillah, Faizal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.519

Abstract

Isu intrusi air laut pada daerah pesisir sering dikaitkan dengan penggunaan air tanah yang berlebihan. Hal ini juga terjadi di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta yang berbatasan langsung dengan Teluk Jakarta di bagian utara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan intrusi air laut di pesisir CAT Jakarta dengan data terbaru berupa data hidrogeokimia dan hidroisotop. Berdasarkan hasil analisa hasil 35 sampel yang diuji anion kation dan isotop 18O dan 2H dari sumur akuifer tertekan (40-140 mbmt) pada akuifer tertekan atas terdapat air tanah yang bersifat asin dan terindikasi intrusi air laut (TDS>1000 mg/L, rasio Na/Cl < 1, dan rasio Cl/HCO3 > 0,55) berada pada sumur pengamatan jarak terjauh kurang lebih 4,5 km sedangkan pada akuifer tertekan tengah berjarak 1 km dari garis pantai. Untuk perhitungan besar nilai pencampuran air tanah dengan air asin menggunakan analisa nilai isotop didapatkan hasil pencampuran sebesar 5,55 – 51,94%.Kata Kunci : intrusi air laut, cekungan air tanah Jakarta, hidrokimia, hidroisotop
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Siklus Kejadian Siklon Tropis di Pasifik Selatan dan Utara Maulida, Putri; Anwar, Samsul; Siregar, Latifah Rahayu; Mahdi, Saiful
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.431

Abstract

ABSTRAKBadai siklon tropis merupakan salah satu bencana alam berbahaya yang memengaruhi kehidupan, harta benda dan lingkungan. Meskipun Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun keberadaan siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia akan memengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh perubahan iklim sebelum dan sesudah tahun 1950 terhadap siklus kejadian siklon tropis dan membandingkan perubahan siklus kejadian siklon tropis yang terjadi di wilayah Pasifik Selatan dan Pasifik Utara. Sebanyak 2.709 data siklus hidup siklon tropis dianalisis dengan menggunakan analisis survival model regresi Cox Proportional Hazard (Cox PH) dan Kaplan Meier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap kejadian siklon tropis. Kejadian siklon tropis sesudah terjadinya perubahan iklim tahun 1950 cenderung berlangsung lebih lama dibandingkan sebelum perubahan iklim tahun 1950 (hazard rasio 1,489). Lebih rinci, siklon tropis yang terjadi di wilayah Pasifik Selatan sesudah adanya perubahan iklim tahun 1950 juga berlangsung lebih lama (hazard rasio 1,463) dan memiliki kecepatan pergerakan yang lebih besar (hazard rasio 1,052) jika dibandingan dengan siklon tropis yang terjadi sebelum tahun 1950 di wilayah tersebut. Selain itu, analisis deskriptif juga menunjukkan adanya peningkatan intensitas, durasi waktu, kecepatan dan jarak tempuh siklon tropis yang terjadi sesudah tahun 1950. Kata kunci: Cox proportional hazard, pasifik selatan dan utara, perubahan iklim, siklon tropis. ABSTRACTTropical cyclone (TC) is one of the most dangerous natural disasters that affect life, property and the environment. Although Indonesia is not a TC track, but the presence of TCs in the vicinity of Indonesia will affect the formation of weather patterns in Indonesia. This study aims to identify the effects of climate change before and after 1950 on the cycle of TC events and to compare changes in the cyclone of TCs that occur in the South and North Pacific regions. A total of 2,709 life cycle data for TCs were analyzed using the survival analysis regression model Cox Proportional Hazard (Cox PH) and Kaplan Meier. The results showed that climate change had a significant effect on the event of TCs. The occurrence of TCs after climate change in 1950 tends to last longer than before the climate change in 1950 (hazard ratio 1.489). In more detail, TCs that occurred in the South Pacific region after the climate change in 1950 also lasted longer (hazard ratio 1.463) and has a greater speed of movement (hazard ratio1.052) when compared to TCs that occurred before 1950 in the region. In addition, descriptive analysis also shows an increase in the intensity, duration, speed and distance traveled by TCs that occurred after 1950. Keywords: Cox proportional hazard, south and north pacific, climate change, tropical cyclone.
Kajian Teknis Sistem Penyaliran Pada Penambangan Batu Granit Di PT. Hansindo Mineral Persada Sutrisno, Hendri; Meilasari, Fitriana; Ichwanudin, Rachmat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.501

Abstract

Mining at PT. Hansindo Mineral Persada uses the quarry method. This type of mining will produce a basin at the mining site. The basin formed is used as a sump or water reservoir. The sump functions as a reservoir for water entering the mine. If the incoming water exceeds the maximum sump due to high rainfall, it will have an impact on the mining site. The increased discharge of runoff entering the sump will potentially cause inundation or flooding on the mining ground floor. Based on these problems, it is necessary to analyze the drainage system to overcome water problems at PT. Hansindo Mineral Persada. The purpose of this study is to determine the amount of incoming runoff discharge, the shape and dimensions of the channel according to the needs of the company. The method used in this study is a quantitative method with an empirical approach. The method used to calculate the planned rainfall is the Gumbel method and the method for determining the area of the catchment area is the polygon method. The data used are rainfall data for the last 10 years to determine planned rainfall and topography data to obtain catchment areas, as well as water flow patterns in mining areas to obtain runoff discharge. The obtained runoff discharge is used to design open channel shapes. Based on the analysis that has been carried out, it is obtained that the runoff discharge entering the sump is 0.4916m3/s. The larger the area of the catchment area, the greater the runoff discharge that enters the sump, so that the recommended cross-section of the open channel is in the form of a trapezoid with dimensions (yn = 0.612m), (b = 0.7m), (α = 60°), and (s = 0.25%).
MODEL ALIRAN BAHAN ROMBAKAN MENGGUNAKAN RAMMS PADA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA BATU NOVEMBER 2021 Kristiawan, Yohandi; Heriwaseso, Anjar; Firmansyah, M. Nizar; Sumaryono, Sumaryono; Muslim, Dicky; Zakaria, Zufialdi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.497

Abstract

Kejadian aliran bahan rombakan di Kota Batu, Jawa Timur melanda 3 (tiga) kecamatan di wilayah Kota Batu pada hari Kamis, 4 November 2021. Kejadian tersebut berada pada aliran anak Sungai Brantas di lereng selatan Kompleks Gunungapi Arjuno Welirang. Bencana aliran bahan rombakan yang melanda wilayah Kota Batu dikontrol oleh luapan air akibat peningkatan volume air saat curah hujan tinggi dan adanya pembendungan di bagian hulu dari material bahan rombakan berupa kayu, bongkah batu dan material longsoran. Penyelidikan lapangan dan pemodelan numerik menjadi pendekatan yang signifikan dalam studi aliran bahan rombakan. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS). Input data RAMMS meliputi data Digital Elevation Model (DEM), volume, daerah inisiasi, densitas, kohesi, serta parameter gesekan μ (Mu) dan ξ (xi). Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis RAMMS menunjukkan bahwa parameter gesekan dan resolusi DEM sangat berpengaruh. Hasil model aliran bahan rombakan untuk μ : 0.04 dan xi : 500 secara umum mendekati dengan landaan aliran bahan rombakan 2021 dengan panjang landaan 4.85 km dan luas 238622.83 m2. Nilai parameter gesekan hasil pemodelan dapat dimanfaatkan untuk simulasi aliran bahan rombakan lain di kawasan selatan G. Arjuno Welirang untuk mengetahui potensi ancaman bahaya aliran bahan rombakan khususnya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur.Kata kunci: aliran bahan rombakan, Kota Batu, pemodelan, RAMMSABSTRACTThe debris flow disaster in Batu City, East Java hit 3 (three) sub-districts in the Batu City area on Thursday, November 4th, 2021. The debris flow occurred in a tributary of the Brantas River on the southern slope of the Arjuno Welirang Volcano Complex. The debris flow was controlled by water overflow due to increased water volume during high rainfall and dams upstream of the debris material consisting of wood, boulders, and landslide material. Field investigations and numerical modeling have become significant approaches in debris flow studies. Modeling was carried out using Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS) software. RAMMS data input includes Digital Elevation Model (DEM) data, volume, initiation area, density, cohesion, as well as friction parameters μ (Mu) and ξ (xi). The results of RAMMS modeling and analysis, show that the friction parameters and DEM resolution are very influential. The results of the debris flow model for μ: 0.04 and xi: 500 are generally close to the 2021 debris flow with a maximum distance of 4.85 km and an area of 238622.83 m2. The friction parameter values resulting from modeling can be used to simulate the flow of other debris in the southern area of Mt. Arjuno Welirang to determine the potential threat of debris flow, especially in the Batu City area, East Jawa in the future.Keywords: debris flow, Kota Batu, modeling, RAMMS
THE CONTRIBUTION OF MORPHOLOGY TO THE QUANTITATIVE POTENTIAL OF NICKEL LATERITE DEPOSITS HIGHLY WEATHERED ULTRAMAFIC ROCKS IN THE SOUTHEAST ARM REGION OF SULAWESI ISLAND, INDONESIA Pachri, Hendra; Imran, A M; Hizbullah, Izza
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.523

Abstract

ABSTRACTThe research locations include Pomalaa in Kolaka Regency, Southeast Sulawesi, and Sorowako in East Luwu Regency, South Sulawesi. This study primarily aims to examine the comparative impact of morphology on the distribution of nickel ore enrichment zones and nickel ore thickness within laterite deposits in Southeast Sulawesi, specifically contrasting Pomalaa and Sorowako. The research was conducted in multiple phases: preparation (including planning for costs, timelines, and permits), data collection (which covers both field and laboratory analyses for material properties and geological information), data analysis (which involves laboratory tests utilizing XRF, petrographic studies, slope morphology evaluations, and profiles of lateritic nickel deposits), representation of morphology features in graphical format, and finally, compiling a scientific report based on the data analyses and interpretations. The relationship between characteristics of laterite profiles and morphology indicates that the steepness of slopes impacts water drainage and the lateralization process, with certain morphologies displaying superior thickness than others. Moreover, the thickness observed at some boreholes is affected not only by morphology but also by structural aspects, as indicated by favorable Rock Quality Designation (RQD) values. This study has mainly highlighted the effects of morphology and zone thickness on the nickel concentration found in laterite deposits. Therefore, it is suggested that further research should investigate additional factors, such as the structural properties of nickel laterite deposits.Kata kunci: Bedrock, Morphology, Nickel Laterite, Rock Quality Designation (RQD)ABSTRAKLokasi penelitian meliputi Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan Sorowako di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perbandingan morfologi terhadap sebaran zona pengayaan bijih nikel dan ketebalan bijih nikel dalam endapan laterit di Sulawesi Tenggara, khususnya membandingkan Pomalaa dan Sorowako. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap: persiapan (termasuk perencanaan biaya, jadwal, dan izin), pengumpulan data (yang mencakup analisis lapangan dan laboratorium untuk sifat material dan informasi geologi), analisis data (yang melibatkan uji laboratorium menggunakan XRF, studi petrografi, evaluasi morfologi lereng, dan profil endapan nikel laterit), representasi fitur morfologi dalam format grafis, dan akhirnya, menyusun laporan ilmiah berdasarkan analisis dan interpretasi data. Hubungan antara karakteristik profil laterit dan morfologi menunjukkan bahwa kecuraman lereng memengaruhi drainase air dan proses lateralisasi, dengan morfologi tertentu menunjukkan ketebalan yang lebih unggul daripada yang lain. Selain itu, ketebalan yang diamati di beberapa lubang bor tidak hanya dipengaruhi oleh morfologi tetapi juga oleh aspek struktural, seperti yang ditunjukkan oleh nilai Rock Quality Designation (RQD) yang baik. Studi ini terutama menyoroti efek morfologi dan ketebalan zona pada konsentrasi nikel yang ditemukan dalam endapan laterit. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian lebih lanjut menyelidiki faktor-faktor tambahan, seperti sifat struktural endapan laterit nikel.Keywords: Batuan dasar, Morfologi, Laterit Nikel, Rock Quality Designation (RQD)
PERHITUNGAN STOK KARBON INORGANIK BATUGAMPING DAN FLUKS KARBON DI KAWASAN BENTANG ALAM KARST (KBAK) TASIKMALAYA, JAWA BARAT Fahrialam, Aldian; Sinabang, Paul Vito Parluhutan; Giwangkara, Atifa Maritza; Gussyak, Selasian; Hidayat, Tantan; Anggara, Ferian; Petrus, Himawan Tri Bayu; Amijaya, Hendra
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.514

Abstract

ABSTRAKKawasan Bentang Alam Karst (KBAK) merupakan kawasan yang dilindungi dan perlu adanya upaya konservasi untuk mencegah terjadinya pengerukan dan pembukaan lahan secara ilegal. Tercatat, konsentrasi karbondioksida secara global per tahun 2018 mengalami peningkatan hingga 50% dari mulainya revolusi industri dengan konsentrasi sebesar 421 ppm. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perhitungan terhadap karbon yang tersimpan di KBAK Tasikmalaya sebagai upaya konservasi terhadap KBAK Tasikmalaya. Perhitungan stok karbon dibagi menjadi dua area. Area utara yang terdiri dari Anggota Sukaraja memiliki stok karbon sebesar 418.528,05 ton dan area selatan yang tersusun atas Formasi Kalipucang memiliki stok karbon sebesar 13 x 106 ton. Besaran nilai dari stok karbon dipengaruhi oleh kadar CaO dalam batugamping serta volume batugamping. Total fluks karbon yang dihasilkan di daerah penelitian mencapai 4,98x1010 mg/hari hingga 9,78x1013 mg/hari dengan rata - rata nilai per sampel 3,16x1011 hingga 2,58x13 mg/hari. Besaran nilai fluks karbon dipengaruhi oleh kadar ion bikarbonat dan nilai debit.Kata kunci: batugamping, fluks karbon, karbon, kars, stok karbonABSTRACTThe Karst Landscape Conservation Area (KBAK) is a protected area that requires conservation efforts to prevent illegal excavation and land clearing. It is noted that the global concentration of carbon dioxide in 2018 increased by up to 50% since the beginning of the industrial revolution, with a concentration of 421 ppm. The purpose of this research is to calculate the carbon stored in KBAK Tasikmalaya as a conservation effort for KBAK Tasikmalaya. Carbon stock calculations are divided into two areas. The northern area, consisting of the Sukaraja Member, has a carbon stock of 418,528.05 tons, and the southern area, consits of the Kalipucang Formation, has a carbon stock of 13 x 106 tons. The magnitude of the carbon stock value is influenced by the CaO content in limestone and the volume of limestone. The total carbon flux generated in the research area ranges from 4,98x10 10 mg/day until 9,78x1013 mg/day , with an average of each sample value ranging from 3,16x1011 to 2,58x13 mg/day. The value of carbon flux is influenced by the bicarbonate ion content and the water discharge value.Keywords: Cox proportional hazard, south and north pacific, climate change, tropical cyclone
ANALISIS RESPON STATIK DAN DINAMIK PADA BAGIAN BENDUNGAN URUGAN DARI BENDUNGAN MELATI Ramadhan, Gumilar; Kartiko, Rendy Dwi; Taufiq, Ahmad; Irawan, Dasapta Erwin
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.502

Abstract

ABSTRAKDalam pembangunan dan operasionalnya, bendungan dapat mengalami kerusakan. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan pada bendungan yaitu gempa bumi. Kerusakan tersebut jika tidak diantisipasi dapat mengakibatkan kegagalan dan bencana yang dapat berakibat kerugian materil dan jiwa. Untuk menghindari bencana maka diperlukan perencanaan yang baik sebelum pembangunan. Respon bendungan, baik kondisi statik dan dinamik, perlu diketahui untuk mengevaluasi keamanan dari desain bendungan. Bendungan Melati direncanakan merupakan bendungan komposit dengan jenis bendungan urugan zonasi pada sisi kiri dan bendungan roller-compacted concrete (RCC) pada sisi kanan. Analisis menggunakan metode finite element dilakukan terhadap bagian bendungan urugan. Analisis respon statik secara sequential menggunakan 23 lift didapatkan adanya settlement berbentuk oval pada tengah core dengan settlement terbesar 34 cm dan displacement horizontal sebesar 8 cm menuju sisi downstream di akhir konstruksi. Pada penelitian ini digunakan rekaman akselerasi berdasarkan deaggregrasi analisis seeismic hazard untuk tiga mekanisme gempa berbeda yang kemudian dilakukan spectral acceleration amplification terhadap PGA. Berdasarkan parameter controlling earthquake digunakan gempa Tohoku dengan amplifikasi 0.8 untuk mekanisme megathrust, gempa Iwate dengan amplifikasi 2.5 untuk mekanisme patahan, dan gempa Patea dengan amplifikasi 4.3 untuk mekanisme shallow crustal. Deformasi permanen berdasarkan analisis stress redistribution pada akhir gempa didapatkan deformasi terbesar yaitu 22 cm untuk gempa Tohoku, 29 cm untuk gempa Iwate, dan 19.9 cm untuk gempa Patea. Berdasarkan analisis keamanan lereng bendungan memiliki keamanan yang sangat baik pada kondisi statik dan cukup pada kondisi dinamik. Walau demikian, faktor keamanan di sisi upstream mendekati 1 pada akhir gempa Tohoku dan Iwate dan diasumsikan tidak aman.Kata kunci: analisis numerik, analisis respon statik, analisis respon dinamik, analisis stabilitas, BendunganABSTRACTDuring construction and operation, dams can experience damage. One factor that can cause damage to a dam is an earthquake. If this damage is not anticipated, it can result in failure and disaster which can result in material and life losses. To avoid such disasters, good planning is needed before construction. The response of the dam, both static and dynamic conditions, needs to be known to evaluate the safety of the dam design. The Melati dam is planned to be a composite dam with a zoned fill dam on the left side and a roller-compacted concrete (RCC) dam on the right side. Analysis using the finite element method was carried out on the embankment dam section. Sequential static response analysis using 23 lifts showed that there was an oval-shaped settlement in the middle of the core with the largest settlement of 34 cm and a horizontal displacement of 8 cm towards the downstream side at the end of construction. In this study, acceleration recordings were used based on deaggregation of seismic hazard analysis for three different earthquake mechanisms and then spectral acceleration amplification was carried out based on the obtained PGA. Based on the controlling earthquake parameters, the Tohoku earthquake was used with an amplification of 0.8 for the megathrust mechanism, the Iwate earthquake with an amplification of 2.5 for the fault mechanism, and the Patea earthquake with an amplification of 4.3 for the shallow crustal mechanism. Permanent deformation based on stress redistribution analysis showed that the largest deformation was 22 cm for the Tohoku earthquake, 29 cm for the Iwate earthquake, and 19.9 cm for the Patea earthquake. Based on the safety analysis, the dam slopes have very good safety factors in static condition and sufficient in dynamic conditions. However, factor of safety on the upstream side are close to 1 at the end of Tohoku and Iwate earthquakes which was assumed to be not safe.Keywords: numerical analysis, static response analysis, dynamic response analysis, stability analysis, Dam
PENILAIAN KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRASTIC DI DAERAH LEPASAN CEKUNGAN AIR TANAH JAKARTA Salsabila, Sumaya; Siswoyo, Hari; Setiawan, Taat; Abdillah, Faizal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.496

Abstract

ABSTRAKPesatnya pertumbuhan penduduk di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta meningkatkan produksi limbah rumah tangga dan industri, yang dapat mencemari airtanah dan mengancam ketersediaan air bersih. Studi ini memiliki tujuan untuk memberi penilaian kerentanan airtanah terhadap pencemaran. Penilaian kerentanan airtanah dapat diketahui melalui penggunaan metode DRASTIC. Metode DRASTIC mencakup 7 parameter, yakni kedalaman muka air tanah (D), curah hujan (R), media akuifer (A), tekstur tanah (S), topografi (T), pengaruh zona tak jenuh (I), serta konduktivitas hidraulik (C). Berdasarkan hasil analisis dari 28 lokasi titik sumur di daerah lepasan CAT Jakarta, nilai DRASTIC berkisar antara 97–149. Hasil ini diklasifikasikan menjadi dua tingkat kerentanan: rendah sebesar 25,93% dan sedang sebesar 74,07%. Faktor utama yang mempengaruhi kerentanan adalah kedalaman muka airtanah yang dangkal (rata-rata 5–10 m) dan zona tak jenuh dengan permeabilitas tinggi. Kedalaman muka air tanah yang dangkal mempermudah polutan mencapai lapisan jenuh, sementara zona tak jenuh dengan permeabilitas tinggi memiliki kemampuan filtrasi yang rendah, sehingga meningkatkan risiko pencemaran. Studi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kerentanan sedang berisiko tinggi terhadap pencemaran, sehingga diperlukan pengelolaan yang ketat dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan air tanah guna menjaga keberlanjutan sumber daya air.Kata kunci: air tanah, CAT Jakarta, DRASTIC, kerentanan, pencemaranABSTRACTThe rapid population growth in the Jakarta Groundwater Basin (CAT) has led to an increase in household and industrial waste production, which may contaminate groundwater and threaten clean water availability. This study aims to assess groundwater vulnerability to pollution. Groundwater vulnerability assessment can be conducted using the DRASTIC method, which consists of seven parameters: Depth to Water Table (D), Recharge (R), Aquifer Media (A), Soil Texture (S), Topography (T), Impact of the Vadose Zone (I), and Hydraulic Conductivity (C). Based on an analysis of 28 well locations in groundwater basin release areas in Jakarta, DRASTIC index values range from 97 to 149. These values are classified into two vulnerability levels: low (25.93%) and moderate (74.07%). The primary factors influencing vulnerability are the shallow water table depth (averaging 5–10 meters) and the vadose zone with high permeability. The shallow water table facilitates the migration of pollutants to the saturated zone, while the high-permeability vadose zone has a low filtration capacity, thereby increasing contamination risks. This study indicates that areas with moderate vulnerability are at high risk of contamination, highlighting the need for strict management in spatial planning and groundwater resource management to ensure water resource sustainability.Keywords: CAT Jakarta, DRASTIC, groundwater, pollution, vulnerability