cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON" : 20 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine americana) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Grafland Langkay; Herny Simbala; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41724

Abstract

ABSTRAKBawang Hutan (Eleutherine americana) digunakan oleh masyarakat setempat terutama bagian umbinya untuk mengobati penyakit kanker. Pinang Yaki (Areca vestiaria) digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional, biasanya untuk menyembuhkan penyakit seperti diare dan diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran makroskopis kombinasi ekstrak bawang hutan (E. americana) dan pinang yaki (A. vestiaria) terhadap organ hati dan perubahan berat badan yang terjadi pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 15 ekor, ekstrasi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%, perlakuan dilakukan selama 14 hari, kemudian dilakukan pembedahan.Gambaran makroskopis dari organ hati tikus putih berwarna merah kecoklatan, pada berat badan ditimbang sebelum dan sesudah perlakuan.Peneltian menunjukan bahwa dengan pemberian kombinasi ekstrak bawang hutan dan pinang yaki tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap gambaran makroskopis organ hati dan mengalami penurunan berat badan pada tikus putih.Kata Kunci: Bawang Hutan (Eleutherine americana), Pinang Yaki (Areca vestiaria), makroskopis hati, tikus putih (Rattus norvegicus)ABSTRACTForest Onion (Eleutherine americana) is used by local people especially the tuber to treat cancer. Crownshaft Palm Nut (Areca vestiaria) is used by the community as an ingredient in traditional medicine, usually to cure diseases such as diarrhea and diabetes. The purpose of this study was to determine the macroscopic description of the combination of extract of onion forest (E. americana) and Crownshaft Palm Nut (A. vestiaria) on the liver and change in body weight that occurred in male white rats wistar strain (Rattus norvegicus). This research was conducted using 15 white rats, extraction was carried out by maceration using 70% ethanol, treatment was carried out for 14 days, then surgery. Macroscopic Image of the liver of white rats brownish red, the body weight was weighed before and after treatment. Research shows that the combination of forest onion and crownshaft palm nut extracts did not give a significant change to the macroscopic appearance of the liver and decreased body weight in white rats.Keyword: Forest Onion (Eleutherine americana), Crownshaft Palm Nut (Areca vestiaria), macroscopic liver, white rat (Rattus norvegicus)
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN ALTERNATIF, TINUTUAN INSTAN SOLUSI STUNTING DAN PEMASTIAN MUTU KADAR GIZINYA Ath Thariq Fadhli Adhimul Ghanny; Shalsa Shafira Firdaus; Dewi Ekatanti Wulan Fitri; Dita Wulan Cahyani Susanto; Aulia Shafannisa Maswonggo; Surya Sumantri Abdullah
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41725

Abstract

ABSTRACTTinutuan or Manado porridge is a typical food from Manado, North Sulawesi made from various kinds of vegetables. Generally, Manado tinutuan or porridge is served immediately after cooking, but in this study it was made in an instant form so that it was easy and practical. The purpose of the study was to find out how to make instant tinutuan and analyze the nutritional levels contained in instant tinutuan in an effort to overcome the problem of stunting. The method of making instant tinutuan using the extraction method. In this study, carbohydrates, fats, and proteins were tested. The results showed that tinutuan contained carbohydrates, fat, and protein with samples of rice, garlic, spinach, basil, onion, pumpkin, cassava, and corn. Carbohydrate test results obtained per 100 grams, 0.570; 0.828; 0.160; 0.779; 0.800; 4,335; 0.524; 5,253. Fat test results obtained per 100 grams of sample, 27.7%; 5.6%; 5.8%; 21.4%; 4.9%; 3.8%; 7.4%; 17.6%. The results of protein testing of samples obtained per gram of sample, 4.3%; 3.8%; 47.1%; 10%; 7.4%; 17.1%; 7%; 8.5%. Based on the results of the study, tinutuan contains high levels of nutrients (carbohydrates, fat, and protein) and can be recommended to overcome the problem of stunting. Keywords: Instant Tinutuan, Stunting, Nutritional Levels ABSTRAKTinutuan atau bubur Manado adalah makanan khas Manado, Sulawesi Utara yang terbuat dari berbagai macam sayuran. Umumnya tinutuan atau bubur Manado langsung disajikan setelah dimasak, tetapi pada penelitian ini dibuat dalam bentuk instan sehingga mudah dan praktis. Tujuan penelitian ialah mengetahui cara pembuatan tinutuan instan dan menganalisis kadar gizi yang terkandung dalam tinutuan instan sebagai upaya dalam mengatasi masalah stunting. Metode pembuatan tinutuan instan menggunakan metode ekstraksi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian karbohidrat, lemak, dan protein. Hasil penelitian menunujukkan bahwa tinutuan mengandung karbohidrat, lemak, dan protein dengan sampel beras, bawang putih, bayam, kemangi, bawang merah, labu, singkong, dan jagung. Hasil pengujian karbohidrat yang didapat per 100 gram, 0,570; 0,828; 0,160; 0,779; 0,800; 4,335; 0,524; 5,253. Hasil pengujian lemak yang didapat per 100 gram sampel, 27,7%; 5,6%; 5,8%; 21,4%; 4,9%; 3,8%; 7,4%; 17,6%. Hasil pengujian protein sampel yang didapat per gram sampel, 4,3%; 3,8%; 47,1%; 10%; 7,4%; 17,1%; 7%; 8,5%. Berdasarkan hasil penelitian, tinutuan mengandung kadar gizi (karbohidrat, lemak, dan protein) dan dapat disarankan untuk mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Tinutuan Instan, Stunting, Kadar Gizi
PENENTUAN SKRINING FITOKIMIA, PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK UMBI BAWANG HUTAN (Eleutherine americana Merr) Yulien C. Sambode; Herny Simbala; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41726

Abstract

ABSTRAKBawang Hutan (Eleutherine americana Merr) digunakan oleh masyarakat sangihe sebagai obat untuk mengobati kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skrining fitokimia, parameter spesifik dan non spesifik ekstrak umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr) yang mencakup penetapan parameter spesifik (uji identifikasi ekstrak, uji organoleptik dan senyawa yang larut dalam alkohol), parameter non spesifik (Susut pengeringan, Kadar air dan kadar abu). Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Awalnya sampel umbi bawang hutan diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 95% kemudian dievaporasi hingga didapatkan ekstrak kental. Hasil ekstrak umbi bawang hutan menghasilkan kandungan kimia flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin, tanin, dan triterpenoid, ekstrak etanol umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr) berbentuk kental, berwarna merah pekat, bau seperti gula aren, kadar senyawa larut etanol 40,7%, Penetapan susut pengeringan 0,79%, kadar air yang diperoleh 0,616%, kadar abu yang diperoleh 0,684%. Kata kunci: Umbi bawang hutan, skrining fitokimia, parameter spesifik dan non spesifik.  ABSTRACTForest onion (Eleutherine americana Merr) used by society of sangihe as a medicine for cancer. This research aimed to determined phytochemical screening, determination of specific and non-specific parameters forest onion extract that encompass determination of specific parameter (extract identificafion test, organoleptic test and compound that dissolve in alcohol test), non-specific parameters (drying shrinkage, concentration of water and ash content). This research methods is experimental laboratorium. Initially, the sample of forest onion bulbs was extracted by maceration with 95% ethanol solvent and then evaporated to obtain a thick extract. The results of the extract of forest onion bulbs produce chemical content of flavonoids, alkaloids, glycosides, saponins, tannins, and triterpenoids, ethanol extract of forest onion bulbs (Eleutherine americana Merr) is thick, dark red in color, smells like palm sugar, the content of ethanol soluble compounds is 40.7%, the determination of drying shrinkage is 0.79%, the water content obtained is 0.616%, and the ash content obtained is 0.684%. Keywords: Forest onion, phytochemical screening, specific and non-specific parameters
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI DI RSUD DR. JOHN PIET WANANE KABUPATEN SORONG DENGAN METODE SERVQUAL Melanie Jenifer Togas; Widya Astuty Lolo; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41727

Abstract

ABSTRACTThe level of patient satisfaction is closely related to pharmaceutical services in hospitals, where patients will feel satisfied if there are similarities in health services between expectations and reality. Weaknesses and shortcomings that exist in hospital services need to be known to make a new standard in service. This study aims to determine the level of satisfaction of outpatients with pharmaceutical installation services at RSUD Dr. John Piet Wanane, Sorong Regency. This type of research is descriptive quantitative by distributing questionnaires to 270 respondents obtained by purposive sampling technique. Based on the research results, the average patient satisfaction is (-0.64), so it can be concluded that the level of satisfaction is in the negative range, which means that the patient is not satisfied with the services provided. Keywords: Patient Satisfaction, Hospital, Outpatient   ABSTRAKTingkat kepuasan pasien berkaitan erat dengan pelayanan kefarmasian di rumah sakit, dimana pasien akan merasa puas apabila adanya persamaan pelayanan kesehatan antara harapan dan kenyataan. Kelemahan dan kekurangan yang ada pada pelayanan rumah sakit perlu diketahui untuk menjadikan suatu standar baru dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi di RSUD Dr. John Piet Wanane Kabupaten Sorong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 270 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata kepuasan pasien sebesar (-0,64), sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan berada pada rentang negatif yang artinya pasien tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Kata kunci: Kepuasan Pasien, Rumah Sakit, Rawat Jalan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS Stylissa carteri YANG DIKOLEKSI DARI TELUK MANADO Christo Togelang; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41728

Abstract

ABSTRACTSea sponges have enormous bioactive potential. The research was to identify the antioxidant and ethanol sponge ethanol Stylissa carteri collected from the mando bay. The study is an experimental laboratory that will test the antioxidant activity of collected Stylissa carteri sponge extract from manado bay. The findings suggest the antioxidant activity of the Stylissa carteri sponge obtained from manado bay has antioxidant activity and the higher the concentration of it increases. The most high antioxidant activity found on the Stylissa carteri spong with a concentration of 25 ppm. Keywords: Antioxidant, DPPH, Stylissa carteri, Manado Bay  ABSTRAKSpons laut memliki potensi bioaktif yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ektrak etanol spons Stylissa carteri yang dikoleksi dari Teluk Mando. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium yang akan menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak spons Stylissa carteri yang dikoleksi dari teluk Manado. Hasil penelitian ini menunjukan aktivitas antioksidan dari spons Stylissa carteri yang diperoleh dari Teluk Manado memiliki aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada Spons Stylissa carteri dengan konsentrasi 25 ppm. Kata Kunci : Antioksidan, DPPH, Stylissa carteri, Teluk Manado
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PINANG YAKI (Areca vestiaria) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Pristian Sibua; Herny Simbala; Olvie Syenni Datu
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41729

Abstract

ABSTRACTAreca yaki leaves (Areca vestiaria) are a source of antioxidants that can prevent free radicals that can damage body cells. Areca yaki leaves contain secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, and tannins with anticancer, antitumor, antibacterial, and anticancer effects as an anti-fertilizer. This study analyzed the antioxidant activity of areca yaki (Areca vestiaria) leaves obtained from village kinilow . On this research with the maceration method and using the DPPH method (1,1- diphenyl-2- picrylhydrazyl) with concentrations of 5, 10, 15, 20, 25 mg/L to analyze antioxidant activity by spectrophotometer. The results of this study showed that the levels of antioxidants in areca yaki (Areca vestiaria) leaves have antioxidant activity. It also means that the higher the concentration, the higher the levels of antioxidants produced. High levels of antioxidants were obtained at a concentration of 25 with a value of 85.30%. Therefore, the obtained inhibition value is calculated using IC50. The obtained value is 7,8, this matter conclude the antioxidant levels in areca yaki leaves are very strong.Keywords: Areca Yaki Leaves (Areca vestiaria), Antioxidant, DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl)  ABSTRAKDaun pinang yaki (Areca vestiaria) merupakan sumber antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh, daun pinang yaki memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan tanin yang memiliki efek sebagai antikanker, antitumor, antibakteri, dan juga sebagai antifertilisasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari daun pinang yaki (Areca vestiaria) yang di peroleh dari desa kinilow. Penelitian ini di lakukan dengan metode maserasi dan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi) dengan konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25 mg/L untuk menganalisa aktivitas antioksidan dengan spektrofotometer . Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan pada daun pinang yaki (Areca vestiaria) memiliki aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Kadar antioksidan yang besar di dapatkan pada konsentrasi 25 dengan nilai 85,30%. Pada penelitian ini nilai inhibisi yang telah di dapatkan kemudian di hitung dengan menggunakan IC50 dan nilai yang di dapatkan adalah 7,8, hal ini dapat di simpulkan kadar antioksidan pada daun pinang yaki sangat kuat. Kata kunci: Daun Pinang Yaki (Areca vestiaria),Antioksidan, DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
POTENSI SENYAWA BIOAKTIF DARI GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot) SEBAGAI INHIBITOR TERHADAP BAKTERI RESISTEN ANTIBIOTIK Sergio Christiano Mandagi Jr; Jonathan Christofel Rumangkang; Ciptanti Putri Prakarsa; Santika Angela Van Gobel; Arsianita Ester Wawo; Marko Jeremia Kalalo; Hosea Jaya Edy
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41730

Abstract

ABSTRACTThe cases of antibiotic resistance have started to emerge in Indonesia with the finding of antibiotic- resistant bacteria isolates. Green gedi (Abelmoschus manihot) is a plant that has been used by the Minahasanese as a daily diet. It has been shown to have high antibacterial activity against gram-negative and gram-positive bacteria. This study aims to find out the inhibition activity of Green gedi (A. manihot) against several proteins which are critical in the life cycle of the antibiotic-resistant bacteria Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenem-Resistant Pseudomonas Aeruginosa (CRPA), Carbapenem- Resistant Acinetobacter baumannii (CRAB), and Carbapenem-Resistant Enterobacteriaceae (CRE) using in silico approach. This study used an in silico method with a molecular docking approach to see the inhibitions of the bioactive compounds against Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) of MRSA, LasR of CRPA, 3- deoxymanno-octulosonate cytidylyltransferase (kdsB) of CRAB, and NDM-1 of CRE. The in silico test results showed that Myricetin is the compound that has the best inhibitory activity against PBP2a of MRSA, Quercitrin has the best inhibition value against LasR of CRPA and NDM-1 of CRE, while Quercetin-3-O-glucoside has the best binding energy against kdsB of CRAB. Through this in silico approach, the bioactive compounds from green gedi (A. manihot) were predicted to a have greater potential of antibacterial activity against MRSA, CRAB, CRPA, and CRE compared to the antibiotics Ampicillin and Carbapenem. Keywords: Antibiotic-Resistant Bacteria, Green gedi, Bioactive compounds, Molecular docking. ABSTRAKKasus resistensi antibiotik di Indonesia telah mulai bermunculan ditandai dengan ditemukannya beberapa isolat bakteri yang tidak sensitif terhadap antibiotik. Gedi hijau (Abelmoschus manihot) merupakan tanaman yang banyak dimaanfaatkan sebagai sayur oleh masyarakat Minahasa. Daun gedi hijau (A. manihot) memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hambatan daun gedi hijau (A. manihot) terhadap protein yang berperan penting dalam siklus hidup bakteri resisten Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenem-Resistant Pseudomonas Aeruginosa (CRPA), Carbapenem-Resistant Acinetobacter baumannii (CRAB), dan Carbapenem-Resistant Enterobacteriaceae (CRE) secara in silico. Penelitian ini menggunakan metode in silico dengan pendekatan penambatan molekuler terhadap Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) dari MRSA, LasR dari CRPA, 3- deoxy- manno-octulosonate cytidylyltransferase (kdsB) dari CRAB, dan NDM-1 dari CRE. Hasil pengujian in silico menunjukkan Myricetin merupakan senyawa yang memiliki aktivitas hambatan terbaik terhadap PBP2a dari MRSA, Quercitrin memiliki nilai inhibisi terbaik terhadap LasR dari CRPA dan NDM-1 dari CRE, sedangkan Quercetin-3-O-glucoside memiliki energi ikatan yang paling baik terhadap kdsB dari CRAB. Melalui pendekatan in silico, senyawa- senyawa bioaktif dalam gedi hijau (A. manihot) diprediksi memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap MRSA, CRAB, CRPA, dan CRE yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik Ampicillin dan Carbapenem Kata kunci: Bakteri resisten antibiotik, Gedi hijau, Senyawa bioaktif, penambatan molekuler.
IMPLEMENTASI CARA DITRIBUSI OBAT YANG BAIK PADA PEDAGANG BESAR FARMASI DI PT PARIT PADANG GLOBAL Oke Juwita Lintogareng; Widya Astuty Lolo; Gerald E. Rundengan
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41731

Abstract

ABSTRACTThe Good Distribution Practice (GDP) aims to ensure quality throughout the distributions of drugs in accordance with  the requirements and intended use. Distribution facilities must ensure that the quality of the drug or drug substance and the integrity of the distribution chain are maintained throughout the distribution process. The study aims to determine the implementation of GDP based on the Regulation of the Head of BPOM RI Number HK.03.1.34.11.12.7542 of 2012 concerning technical guidelines for GDP at PT Parit Padang Global in 2018. This study is an observational and descriptive study that gives a complete picture of how GDP is applied to Pharmaceutical Wholesalers. The results of research related to nine aspects of GDP show that PT Parit Padang implementes the Regulation of the Head of BPOM RI Number HK.03.1.34.11.12.7542 of 2012 concerning technical guidelines for GDP.Keywords: GDP, Pharmaceutical Wholesalers.ABSTRAKCara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi atau penyaluran obat sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya. Fasilitas distribusi harus memastikan bahwa mutu obat dan/atau bahan obat dan integritas rantai distribusi dipertahankan selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian cara distribusi obat yang baik berdasarkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 tahun 2012 tentang Pedoman Teknis CDOB di PT Parit Padang Global pada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dan deskriptif yaitu peneliti memberikan gambaran lengkap mengenai penerapan cara distribusi obat yang baik pada PBF. Hasil penelitian terkait sembilan aspek CDOB menunjukan bahwa PT Parit Padang telah mengimplementasikan dengan baik Peraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 tahun 2012 tentang pedoman teknis CDOB. Kata Kunci: CDOB, Pedagang Besar Farmasi.
ISOLASI DAN UJI ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN MANGROVE Soneratia alba DI PESISIR KOTA MANADO Nelsyani Pasappa; Johanis J. Pelealu; Agustina Monalisa Tangapo
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41732

Abstract

ABSTRACTSymbiosis of endophytic fungi mutualism with plant tissue is able to produce secondary metabolite compounds similar to their host. The study aimed to isolate, characterize and test the antibacterial effectiveness of endophytic fungi isolates isolated from S. alba mangroves. Methods used include planting explants in isolation and testing antibacterial effectiveness with the modified Kirby-Bauer method. The results of the study obtained five endophytic fungi isolates isolated from mangrove S. alba with characteristics of fungi isolated macroscopic both color, shape, texture and speed of growth and microscopically with the discovery of hyphae that is blocked, branched and transparent and some isolates with spreading spores. Antibacterial testing showed all five endophytic fungi isolates positively inhibited the test bacteria. The highest Sone 3 isolate inhibited E. coli growth by 26.67 mm and the Sone 9 isolate provided the highest resistance to S. aures bacteria by 32.33 mm and against P. aeruginosa by 32.33 mm. This suggests all five fungal isolates have antibacterial compounds. Keywords: Antibacterial, Endophytic fungi, Secondary metabolite, Soneratia alba.    ABSTRAK Simbiosis mutualisme jamur endofit dengan jaringan tumbuhan mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang mirip dengan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi dan menguji efektivitas antibakteri isolat jamur endofit yang diisolasi dari mangrove S. alba. Metode yang digunakan meliputi tanam eksplan dalam isolasi dan  uji efektivitas antibakteri dengan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil penelitian diperoleh lima isolat jamur endofit yang diisolasi dari mangrove S. alba dengan karakteristik isolat jamur yang berbeda secara makroskopis baik warna, bentuk, tekstur serta kecepatan pertumbuhannya dan secara mikroskopis dengan ditemukannya hifa yang bersekat, bercabang dan transparan serta beberapa isolat dengan spora yang menyebar. Pengujian antibakteri menunjukkan kelima isolat jamur endofit positif menghambat bakteri uji. Isolat Sone 3 paling tinggi menghambat pertumbuhan E.coli sebesar 26,67 mm dan isolat Sone 9 memberikan hambatan tertinggi terhadap bakteri S.aures sebesar 32,33 mm dan terhadap P. aeruginosa sebesar 32,33 mm. Hal ini menunjukkan kelima isolat jamur memiliki senyawa antibakteri.Kata kunci: Antibakteri, Jamur endofit, Metabolit sekunder, Soneratia alba.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN ARA (Ficus Carica L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aures PENYEBAB INFEKSI KULIT Putri Margaretha Glaudy Pani; Christhalia Iewanda Rumalutur; Amanda Putri Pratikto; I Dewa Ayu Accyuta Kirana; Gusti Ayu Wulandar; Elli Juliana Suoth
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41733

Abstract

ABSTRACTStaphylococcus aureus is one of the bacteria that causes infection which must be treated with antibiotics. The use of therapy that is not in accordance with the dose can cause resistance. Another alternative that can be done to deal with this resistance is to use herbal ingredients as the basis for therapy. The fig plant has been known by the public as a useful medicinal plant. Both the leaves and fruit of the fig plant contain many secondary metabolic compounds that are good for health. This study aims to find an appropriate cream formulation based on natural ingredients and to develop fig leaf extract which has been analyzed for its benefits as an antibacterial that inhibits the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the form of a cream preparation so that it is easy to use. This research is an experimental laboratory research using the modified agar diffusion method, Kirby and Baeur diffusion, by means of wells. The results of the antibacterial effectiveness test showed fig leaf extract cream (Ficus carica L.) with a concentration of 15% had a larger diameter of the inhibition zone against Staphylococcus aureus with an average diameter of 10 cm on each bacterial medium. Fig leaf extract cream (Ficus carica L.) with a concentration of 15% has a soft texture even though it is stored at room temperature, hot or cold temperatures, the pH of the preparation of fig leaf extract cream (Ficus carica L.) is in accordance with skin pH (Ph = 6 ) so that it can be applied to the skin, the dispersion of the preparation is better than the other concentrations, namely free 250 grams with a diameter of 6 cm, and good adhesion, which is 5 seconds.Keywords: Antibiotic-Resistant Bacteria, Green gedi, Bioactive compounds, Molecular docking.  ABSTRAKStaphylococcus aures merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi yang harus diterapi dengan antibiotik. Penggunaan terapi yang tidak sesuai dosis dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Adapun alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menangani reseistensi tersebut ialah dengan menggunakan bahan herbal sebagai bahan dasar terapi. Tanaman ara sudah dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang bermanfaat. Baik daun dan buah tanaman ara mengandung banyak senyawa metabolic sekunder yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu formulasi krim yang tepat berbasis bahan alam dan mengembangkan ekstrak daun ara yang telah dianalisis manfaatnya sebagai antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aures dalam bentuk sediaan krim sehingga memudahkan dalam penggunaannya. Penelitian merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode difusi agar, difusi Kirby dan baeur yang dimodifikasi, dengan cara sumuran. Hasil pengujian efektivitas antibakteri menunjukkan krim ekstrak daun ara (Ficus carica L.) dengan konsentrasi 15% memiliki diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang lebih besar dengan rata-rata diameter 10 cm pada setiap media bakteri. Krim ekstrak daun ara (Ficus carica L.) dengan konsentrasi 15% memiliki tekstur yang lembut meskipun disimpan dalam suhu ruang, suhu panas maupun suhu dingin, pH sediaan krim ekstrak daun ara (Ficus carica L.) sesuai dengan pH kulit (Ph = 6) sehingga dapat diaplikasikan untuk kulit, daya sebar sediaan lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi yang lain yaitu bebas 250 gram dengan diameter 6 cm, serta daya lekat yang baik yaitu 5 detik.Kata kunci: Staphylococcus aures, Daun ara, Efektivitas antibakteri, Krim ekstrak daun ara.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue