cover
Contact Name
Yahya Wijaya
Contact Email
gemateologika@staff.ukdw.ac.id
Phone
+62274563929
Journal Mail Official
gemateologika@staff.ukdw.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana Jl. Dr. Wahidin no 5-25 Yogyakarta 55225
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
GEMA TEOLOGIKA : Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
ISSN : 25027743     EISSN : 25027751     DOI : https://doi.org/10.21460/gema.2020.52.614
GEMA TEOLOGIKA receives articles and book reviews from various sub disciplines Theology, particularly contextual theology Divinity Studies in the context of socio cultural religious life Religious Studies Philosophy of Religion Received articles will be reviewed through the blind review process. The submitted article must be the writers original work and is not published in another journal or publisher in any language. Writers whose articles are accepted and have account in google scholar profile will be requested to participate as peer reviewers.
Articles 184 Documents
Peran Wunang dan Pendeta dalam Tradisi Belis di Sumba Timur Riwu Uly, Jusak; Minarni, Nani
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2026.111.1546

Abstract

AbstractThis study explores the roles of the wunang and the priest in the Belis wedding ceremony tradition in East Sumba. For the Sumbanese, Belis is an essential cultural institution that strengthens family bonds. The wunang functions as a mediator between families in reaching agreements, while the priest represents the Church, offering prayers and blessing the marriage. Using cultural anthropology and contextual theology, this research examines how both figures interact in sustaining the Belis tradition within contemporary society. The findings indicate a dialogical bridge between Marapu beliefs and Christian theology. Their collaboration reflects a symbiotic relationship that not only legitimizes marriage but also preserves local cultural values. The study recommends redefining and strengthening the roles of both the wunang and the priest to ensure that Belis remains a vital part of Sumba’s cultural heritage. AbstrakBelis bagi masyarakat Sumba merupakan bagian penting dalam sistem sosial masyarakat adat ketika akan membuat ikatan keluarga. Proses Belis harus melibatkan seorang wunang sebagai perantara antara kedua keluarga saat membuat perjanjian dan kesepatan, sementara gereja melalui kehadiran pendeta menjadi pembawa doa dan mengesahkan perkawinan yang diberkati secara gerejawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran wunang dan pendeta dalam prosesi perkawinan adat Belis. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi budaya, dan teologi kontekstual untuk mengungkap dinamika relasi antara wunang dan pendeta dalam mendukung keberlangsungan tradisi Belis sebagai sistem sosial masyarakat Sumba. Metode yangdigunakan yakni Focus Group Discussion (FGD) dan interview mendalam. Pada akhir penelitian didapati bahwa antara wunang dan pendeta terjadi simbiose peran sosial, demikian juga sebagai jembatan dialogis antara tradisi Marapu dengan pandangan teologis gereja. Rekomendasi akhir penelitian berupa re-disposisi peran wunang dan pendeta yang dapat dipertimbangkan oleh gereja, wunang dan pihak terkait Belis, terutama dalam mempertahankan warisan budaya lokal Sumba tetap berkelanjutan.
Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry Kristianto, Paulus Eko
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2026.111.1551

Abstract

Pemberdayaan atau pembangunan jemaat dan teologi praktis merupakan salah satu bidang teologi. Sejauh yang peresensi ketahui di Indonesia, kita dapat menelusuri buku bertema pemberdayaan atau pembangunan jemaat berupa Johanes Calvin: Pembangunan Jemaat Tata Gereja dan Jabatan Gerejani (Abineno 1992), Batu-Batu yang Hidup: Pengantar ke dalam Pembangunan Jemaat (Hooijdonk 1996), 6 Tempayan Air: Pokok-Pokok Pembangunan Jemaat (Kessel 1997), Paroki 2000: Bahan Studi Pembangunan Jemaat (Hartono 2000), Jemaat Vital & Menarik: Membangun Jemaat dengan Menggunakan Metode Lima Factor (Henriks 2002), Tiga Dimensi Keesaan dalam Pembangunan Jemaat (Sutanto 2008), Menggerakkan Jemaat: Pemuridan menurut Injil Markus (Firmanto 2010), Kemitraan yang Setara: Upaya untuk Menata Hubungan antara Penatua-Diaken dan Warga Jemaat dalam Rangka Pembangunan Jemaat (Hutauruk 2017), Pembangunan Jemaat Intergenerasional (Prasetya et al. 2022). Kemudian, buku bertema teologi praktis berupa Teologi Praktis: Pastoral dalam Era Modernitas-Postmodernitas (Heitink 1999), Definisi Theologi Praktis Kristen Sesuai Kerabian Yesus Dan Payung Bagi Pendidikan Kristiani (Simatupang 2015), Wacana Deradikalisasi dalam Surat Kabar dan Kajian Teologi Praktis (Wowor and Yudhita 2019). Kemudian, buku bertema integrasi pemberdayaan atau pembangunan jemaat dan teologi praktis berupa Menguak Fakta, Menata Karya Nyata: Sumbangan Teologi Praktis dalam Pencarian Model Pembangunan Jemaat Kontekstual (Kooij, Patnaningsih, and A. 2007). Dari sini, kita dapat mengetahui bahwa buku yang membahas pemberdayaan atau pembangunan jemaat dan teologi praktis sudah kaya. Namun, integrasi keduanya masih langka.
Resensi Buku: A Body of Praise: Understanding the Role of Our Physical Bodiesin Worship Shan Bhanuaji
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2026.111.1630

Abstract

This review examines A Body of Praise by W. David O. Taylor, highlighting his central argument that Christian worship must recover the role of the physical body as integral to spiritual formation. Drawing from biblical, historical, and neuroscientific perspectives, Taylor challenges disembodied approaches to liturgy and emphasizes sensory engagement in worship. The book offers a constructive vision of embodied worship that is both theologically grounded and pastorally relevant for contemporary church practice.
Nasionalisme Kristen di Amerika Serikatdan Resonansinya di Kalangan Kristen Indonesia Setio, Robert
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2026.111.1641

Abstract

Abstrak Nasionalisme Kristen di Amerika Serikat telah muncul sebagai ideologi yang berpengaruh, terutama setelah peristiwa penyerbuan Gedung Capitol (2021) dan kemenangan kedua Donald Trump sebagai presiden. Ideologi ini menggabungkan Kekristenan dengan identitas kebangsaan Amerika. Para pengusung ideologi ini meyakini bahwa AS adalah bangsa Kristen yang harus dipertahankan secara politis dan kultural. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan fenomena nasionalisme Kristen di AS, kemudian menganalisis tipologinya, dan mengidentifikasi gejala resonansinya di kalangan Kristen Indonesia. Selain itu, penulis juga akan menyampaikan kritik teologi-ideologi. Penelitian dari tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka dengan metode deskriptif-analitis. Pada bagian kritik teologi-ideologi penulis memakai pemikiran tiga teolog Indonesia: T.B. Simatupang, A.A. Yewangoe, dan E.G. Singgih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme Kristen AS memiliki akar sejarah dalam mitos "American exceptionalism" yang berpadu dengan gerakan Moral Majority, dan penyebarannya melalui media konservatif. Di Indonesia, resonansi nasionalisme Kristen tidak bersifat dominasi mayoritas, melainkan adaptasi defensif dari kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, ketidaknetralan negara, dan trauma konflik komunal. Kesimpulannya, nasionalisme Kristen, baik di AS maupun resonansinya di Indonesia, adalah penyimpangan dari iman Kristen yang sesungguhnya. Pelajarannya, gereja di Indonesia dipanggil untuk keluar ke ruang publik dengan sikap melayani, bukan mendominasi. Abstract Christian nationalism in the United States has emerged as an influential ideology, most notably witnessed in the Capitol insurrection (2021) and Donald Trump's 2024 victory. This ideology fuses Christianity with American civic identity, believing that the US is a Christian nation that must be preserved politically and culturally. This writing aims to map Christian nationalism in the US, analyze its typologies, identify its resonance among Indonesian Christians, and offer a theological-ideological critique. The research employs a qualitative library-study approach with descriptive-analytical methods and theological-ideological critique, systematically engaging the thought of three Indonesian theologians: T.B. Simatupang, A.A. Yewangoe, and E.G. Singgih. The findings show that US Christian nationalism has historical roots in American exceptionalism, the Moral Majority movement, and conservative media. In Indonesia, the resonance of Christian nationalism does not take the form of majority domination but rather a defensive adaptation of a minority group experiencing discrimination, state partiality, and trauma from communal conflicts. In conclusion, Christian nationalism—both in the US and in its resonance in Indonesia—is a deviation from authentic Christian faith. The church in Indonesia is called to enter the public sphere not to dominate but to serve.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 10 No. 2 (2025): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 10 No. 1 (2025): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 9 No. 2 (2024): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 9 No. 1 (2024): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 8 No. 2 (2023): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 8 No. 1 (2023): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 7 No. 2 (2022): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 7 No. 1 (2022): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 6 No 2 (2021): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 6 No 1 (2021): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 6 No. 1 (2021): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 5 No 2 (2020): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 5 No. 2 (2020): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 5 No 1 (2020): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 4 No 2 (2019): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 4 No 1 (2019): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 4 No. 1 (2019): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 3 No 2 (2018): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 3 No. 2 (2018): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 3 No. 1 (2018): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 3 No 1 (2018): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 2 No. 2 (2017): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 2 No. 1 (2017): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 1 No. 2 (2016): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol 1 No 2 (2016): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 1 No. 1 (2016): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian More Issue