cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2023)" : 10 Documents clear
Analisis Habitat Gastropoda pada Ekosistem Lamun di Perairan Bintan Kecamatan Gunung Kijang Kurniawan Ramadhan Lubis; Ita Karlina; Risandi Dwirama Putra
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.1-11

Abstract

Ekosistem lamun memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan gastropoda. Dimana, kondisi lamun sangat berpengaruh terhadap besarnya jumlah gastropoda. Kondisi lingkungan yang berbeda di Perairan Bintan Kecamatan Gunung Kijang di duga dapat berpengaruh terhadap nilai keanekragaman gastropoda pada ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keankaragaman gastropoda pada ekosistem lamun dengan karakteristik lingkungan yang berbeda di beberapa daerah pesisir Perairan Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2021 di 3 stasiun yakni perairan Desa Kawal, Desa Teluk Bakau, dan Desa Malang Rapat Bintan Kecamatan Gunung Kijang. Metode yang digunakan adalah metode sampling dengan transek kuadran yang membentang 3 buah transek garis sepanjang 100 m kearah laut. Analisis data yang digunakan meliputi tutupan lamun, kepadatan relatif gastropoda, kepadatan jenis gastropoda, keanekaragaman gastropoda, keseragaman gastropoda, dan dominansi gastropoda. Hasil penelitian di temukan 23 spesies gastropoda pada 7 jenis lamun yang tersebar di 3 lokasi penelitian. Didapatkan nilai keanekaragaman gastropoda berkisar antara 1,51 – 1,82 dengan kategori sedang. Adapun gastropoda yang memiliki nilai kepadatan tertinggi dari ke 3 stasiun pengamatan yaitu Batillaria Zonalis, sedangkan gastropoda dengan jenis yang paling banyak di temui pada lamun yaitu Columbella Versicolor. Tutupan lamun tertinggi berada di perairan Malang Rapat dengan nilai sebesar 74%.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Penataan Ruang di Pulau Tidung Besar Kepulauan Seribu Kasman , Kasman
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.59-66

Abstract

Pulau Tidung Besar memiliki keindahan pantai dan keanekaragaman flora dan fauna laut yang menjadikan pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Seperti umumnya sebuah pulau, Pulau Tidung Besar memiliki luas wilayah yang kecil, sehingga dalam pengembangan pariwisata harus memperhatikan aspek penataan ruang agar dapat optimal dan berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan konsep  pengembangan pariwisata di Pulau Tidung Besar, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta melalui analisis amenitas wisata, atraksi wisata, analisis faktor yang mempengaruhi kunjungan wisatawan dan analisis daya dukung kawasan wisata, dengan pendekatan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian kegiatan pemanfaatan ruang sebesar 7% (4,2 ha) pada area sempadan pantai, eksistensi bangunan melebihi nilai batas intensitas bangunan yang ditetapkan (KDB 36%) dan area akomodasi wisata telah melebihi kebutuhan wisatawan (3.640 m2). Kondisi ini disebabkan ketidakpahaman masyarakat terhadap penataan ruang dan lemahnya perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang. Kondisi tata ruang Pulau Tidung Besar sudah tidak sesuai dengan kondisi perkembangan pulau, sehingga diperlukan peninjauan kembali terhadap RDTR yang berorientasi pada peningkatan pengendalian tata ruang untuk pengembangan pariwisata yang lebih baik. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan pariwisata di pulau kecil dengan mengatur pola pemanfaatan ruang yang terbatas.
Study of Suitability and Carriying Capacity on Ecotourism of Turtle Conservation in The Tikus Island Bengkulu City Dede Hartono; Zamdial Zamdial; Musriyadi Nabiu; Ari Anggoro; Ridka Rizki Novanda; Dwi Bulan Dari Julian Futri
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.51-58

Abstract

Tikus Island is the only small island located very close to Bengkulu City. Tikus island has long been known by the Bengkulu people as a turtle nesting area. The types of turtles found were hawksbill and green turtles. In recent years, research has shown that the turtle population has decreased, which is thought to be caused by the degradation of environmental conditions. Recently, environmentalists have plans to revitalize Tikus Island. Tikus Island has a very vital economic function and environmental function for the people of Bengkulu City. The Marine Edu-park development plan is one of the efforts to revitalize Tikus Island with an integrated development concept. Integration between environmental and economic sectors, as well as regional development integration between Tikus Island and the surrounding tourism locations in Panjang Beach, Bengkulu City. In this study, the plan for the development of turtle conservation ecotourism on Tikus Island, will be analyzed based on the environmental conditions of the island and in the surrounding Water Conservation Area (KKPD P Tikus). The purpose of this study was to determine the suitability value and carrying capacity of turtle ecotourism in the Tikus Island area, Bengkulu City. This study uses a survey method to data collection with using observation and interviews. The types of data used are primary data and secondary data. Suitability analysis is the determination of the value of Tikus island that is suitable for ecotourism activities. Carrying capacity functions as a limitation of activities carried out by humans in an environment. The results of this study indicate that the Turtle Ecotourism Conformity Index (IKEP) of Tikus island is in the very appropriate category (S1). The carrying capacity is 60 people/day with 5 visits every day. Key words : suitability, carrying capacity , ecotourism, turtles.
Biodiversitas Rumput Laut Alami di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu Mukti Dono Wilopo; Nurlaila Ervina Herliany; Maya Anggraini Fajar Utami; Delvi Saputri
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.12-17

Abstract

  ABSTRAK                                                                                                                         Pantai Teluk Sepang mempunyai potensi rumput laut namun belum diketahui identifikasi jenis dan persen tutupannya.Penelitian ini dilakukan sebagai informasi pendukung dalam pemanfaatan rumput laut secara berkelanjutan oleh masyarakat wilayah pesisir di Kota Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2021 di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis–jenis rumput laut dan untuk menganalisa struktur komunitas rumput laut di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi, kerapatan serta tutupan persentase. Metode yang digunakan adalah metode survei, dan pengambilan data menggunakan transek kuadrat ukuran 50 x 50 cm. Jenis rumput laut yang ditemukan sebanyak 20 spesies yang termasuk ke dalam 3 kelas yang berbeda, yaitu kelas Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Jumlah jenis rumput laut yang terbanyak berasal dari kelas Chlorophyta sebanyak 10 spesies, diikuti Rhodophyta sebanyak 7 spesies, dan Phaeophyta sebanyak 3 spesies. Persentase tutupan jenis rumput laut pada stasiun 1 berkisar antara 0,15 – 6,50%, pada stasiun 2 berkisaran antara 0,24 – 16,58%, pada stasiun 3 berkisar antara 0,13 – 15,99%, dan pada stasiun 4 berkisar antara 0,56 – 10,77%. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan bahwa secara keseluruhan perairan Pantai Teluk Sepang masih berada pada kisaran yang layak untuk mendukung pertumbuhan rumput laut.   Kata kunci : Rumput laut, identifikasi, persen tutupan, pantai teluk sepang   ABSTRACT   Teluk Sepang Beach has the potential for seaweed, but the identification of its types and percentage of coverage are currently unknown. This research was conducted to provide supporting information for the sustainable use of seaweed by coastal communities in the city of Bengkulu. The research was carried out in October 2021 in the waters of Teluk Sepang Beach, Bengkulu. The objectives of this study were to identify the types of seaweed and analyze the community structure of seaweed in the waters of Teluk Sepang Beach, Bengkulu, including diversity index, uniformity, dominance, density, and percentage coverage. The method used was a survey method, and data collection was done using quadrat transects with a size of 50 x 50 cm. A total of 20 species of seaweed were found, which were classified into three different classes, namely Chlorophyta, Phaeophyta, and Rhodophyta. The highest number of seaweed species was from the Chlorophyta class with 10 species, followed by Rhodophyta with 7 species, and Phaeophyta with 3 species. The percentage coverage of seaweed species at station 1 ranged from 0.15 - 6.50%, at station 2 it ranged from 0.24 - 16.58%, at station 3 it ranged from 0.13 - 15.99%, and at station 4 it ranged from 0.56 - 10.77%. The results of water quality parameter measurements showed that overall, the waters of Teluk Sepang Beach were still within the suitable range to support the growth of seaweed.   Keywords: identification, percentage cover, seaweeds, teluk sepang beach
Fertility Level Waters Based On Abundance Plankton, Nutrients And Water Quality In The Water Merauke Sea Papua Province Nurjaya, Wayan
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.75-83

Abstract

The abundance of plankton holds very important role in determine fertility waters as primary producers in water. The abundance of plankton in a waters generally related with content nutrients that are in waters that. Study this aim for analyze level fertility waters sea merauke based on abundance of plankton and conditions physique chemistry in the water Merauke Sea. Example water is drawn at 25 station with use water sample. Results show abundance plankton in the water Merauke Sea belongs to high. Abundance phytoplankton varied range between 4,047,547 – 1,053,078 ind /m 3 / station. Dominating group is Bacilliophyceae, index diversity (H ') low <1, uniformity almost 0, index dominant low, while zooplankton is also classified as tall with weakness range between 5,500 – 460,281 ind /m3/ station. Condition physical and chemical seawater as temperature including homogeneous that is between 25.95 0 – 27.58 0 C, brightness low 0 – 2 m, turbidity high 2.89 – 730 NTU, pH including homogeneous between 7.06 – 8.11, very high DO between 8.00 – 9.55 mg/L. while nutrients are phosphate enough high.
Strategi Pemilihan Desain dan Material Alternatif Sarana Budidaya Ikan Pesisir Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan di Pulau Madura Menggunakan Metode SWOT-AHP Nely Handayani Kusuma Hadi; Anauta Lungiding Angga R; Tristiandinda Permata
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.67-74

Abstract

Madura daerah dikelilingi oleh perairan sehingga, memiliki potensi perikanana melimpah. Pada tahun 2014 hingga 2017 Madura mengalami penurunan hasil tangkap ikan sebesar 15%. Kondisi tersebut dipengaruhi daerah budidaya yang minim serta pengoperasian alat yang rumit. Sebagai daerah yang mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan maka, hasil tangkap ikan sangat bepengaruh pada perekonomian. Dari hasil survei yang dilakuakan terdapat beberapa jenis ikan yang berpotensi untuk dilakukan budidaya yaitu ikan bawal putih, kerapu dan kakap, karena tingkat kebutuhan dan harga jual sangat tinggi. Melihat kondisi pantai Madura yang menunjang, potensi perikanan dapat dijadikan sebuah peluang usaha bagi nelayan.Yaitu budidaya ikan di laut menggunakan keramba atau bagan. Selain digunakan untuk budidaya ikan nantinya, sarana tersebut dapat dijadikan sebagai obyek wisata. Namun, saat ini nelayan masih menggunakan metode konvensional yaitu memancing dimana hasil tangkap tidak dapat diperkirakan dan menggunakan bagan bambu yang biaya operasional tinggi. Maka perlu adanya inovasi sarana penunjang untuk meningkatkan hasil tangkap dan pengembangan ekowisata berupa desain Bagan Jaring Apung (BJA) yang sesuai dengan kondisi pesisir Madura. Sehingga untuk menunjang alternatif keputusan dipelukan strategi pemilihan baik dari desain yang digunakan dan alternatif material yang sesuai dengan fungsi utama dari desain Bagan Jaring Apung (BJA) yaitu dapat meningkatakan hasil tangkap serta menunjang ekowisata Madura menggunakan metode SWOT-AHP. Metode ini dilakukan untuk pemilihan alternatif sebagai cara pemecahan masalah dengan kreteria (S)= Kekuatan, (W)= Kelemahan, (0)=Peluang dan (T)= Ancaman.
Analisis Molekuler dan Status Populasi Hiu yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Aceh Barat Samsul Bahri; Hafinuddin Hafinuddin; Nur Hikmah
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.37-44

Abstract

Perairan kabupaten Aceh Barat memiliki sumberdaya jenis ikan yang beragam salah satunya adalah jenis perikanan hiu dan pari. Hiu di Aceh Barat masih banyak diekspolitasi karena nilai ekonomi sirip yang masih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan kekerabatan dan status populasi berbagai jenis hiu yang ditemukan di Pelabuhan Perikanan Aceh Barat. Pengambilan sampel dilakukan di pelabuhan perikanan dan dilanjutkan dengan analisis molekular terhadap 16 sampel yang ditemukan. Data sekuen kromatogram hasil analisis laboratorium yang diperoleh kemudian disejajarkan menggunakan program Mega X untuk ditranslasikan menjadi data visual basa nukleotida. Hasil identifikasi molekuler pada masing-masing individu memiliki tingkat kemiripan berkisar pada 97%-100%. Hasil analisis rekontruksi filogenetik membentuk lima kelompok dimana kelompok satu terdiri dari individu yang berasal dari jenis Carcharhinus brevipinna, Carcharhinus falciformis, Carcharhinus amboinensis dan Carcharhinus sorrah masing-masing satu individu, kelompok dua terdiri dari individu yang berasal dari jenis Sphyrna lewini sebanyak tiga individu, Sphyrna lewini, kelompok tiga terdiri dari individu yang berasal dari jenis Hemigaleus microstoma sebanyak tiga individu, kelompok empat terdiri dari individu yang berasal dari jenis Alopias pelagicus sebanyak dua individu dan kelompok lima terdiri dari individu yang berasal dari jenis Rhynchobatus australiae sebanyak dua individu yang berasal dari perairan Aceh Barat dan dua individu berasal dari perairan Aceh Jaya. Status populasi delapan spesies yang ditemukan termasuk dalam kategori near threatened (hampir terancam), vulnerable (rentan), endangered (terancam bahaya), critically endangered (terancam punah), extinct in the wild (punah di alam liar) serta extinct (punah) berdasarkan tingkatan status daftar merah yang terdapat pada regulasi IUCN.
Karakteristik Habitat Bentik Perairan Dangkal Di Pesisir Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Ana Ariasari; Miftakhul Munir; Nur Lina Maratana Nabiu Nabiu; Ayub Sugara; Ari Anggoro; Deddy Bakhtiar
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.18-26

Abstract

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi pariwisata dunia yang memiliki keindahan alam pesisir dan laut, salah satunya habitat bentik sebagai habitat dasar pesisir perairan dangkal. Pembangunan pesisir Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata akan memberikan dampak pada kualitas lingkungan pesisir sehingga dapat mengancam keberlanjutan habitat bentik dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi karakteristik habitat bentik yang ditemukan di sepanjang pesisir Labuan Bajo. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan pada Bulan April-Mei 2019 di seluruh pesisir Labuan Bajo. Sampel habitat bentik dikoleksi menggunakan metode Underwater Photo Transect yang diambil di atas tutupan habitat bentik berdasarkan variasi tutupan habitat bentik. Sebanyak 258 foto dianalisis menggunakan software CPCe untuk menurunkan kelas makro habitat bentik, yaitu terumbu karang, padang lamun, makroalga, dan substrat. Jenis terumbu karang yang ditemukan di Labuan Bajo terdiri dari branching, tabular, massive, staghorn, soft coral, pillar, foliage, digitate, encrusting, dead coral. Tipe padang lamun terdiri dari Enhalus acaroides, Thalasia hemprichii, Thalasodendron ciliatum, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halophila ovalis, dan Syringodium isoetifolium. Tipe makroalga yang ditemukan terdiri dari Padina sp. and Turbinaria sp. Tipe substrat Labuan Bajo terdiri dari pasir dan pecahan karang. Tutupan makroalga paling jarang dijumpai di pesisir Labuan Bajo. Tutupan padang lamun dan substrat mendominasi tutupan habitat bentik dengan persentase 35,96% dan 32,54%. Jenis habitat bentik lain seperti tutupan terumbu karang dan makroalga masing-masing hanya sebesar 24,32% dan 7,13%.
Analisis Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup Untuk Pengelolaan Kawasan Permukiman Pesisir Kabupaten Tojo Una-Una Akbar Abdurrahman Mahfudz; Basyar Ihsan Arijuddin; Raden Roro Anna Dyah Retno Manuhoro; Yar Johan; Nella Tri Agustini
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.27-36

Abstract

Pembangunan kawasan permukiman di wilayah pesisir yang semakin meningkat memiliki konsekuensi terhadap penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan hidup. Analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup perlu dilakukan untuk mendukung pengelolaan pembangunan kawasan permukiman wilayah pesisir yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup pada kawasan permukiman pesisir di Kabupaten Tojo Una-Una. Metode penelitian menggunakan analisis spasial melalui sistem informasi geografis (SIG). Analisis daya dukung daya tampung lingkungan hidup berbasis jasa ekosistem menggunakan penjumlahan berbobot (simple additive weigthing) dengan 3 parameter utama yakni ekoregion bentanglahan, komunitas vegetasi alami, serta penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir di Kabupaten Tojo Una-una memiliki daya dukung dan daya tampung yang cukup bervariasi untuk mendukung kawasan permukiman. Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup melingkupi jasa ekosistem fungsi penyediaan, jasa ekosistem fungsi pengaturan, jasa ekosistem fungsi budaya dan jasa ekosistem pendukung dengan klasifikasi kelas sangat tinggi hingga sangat rendah. Kawasan permukiman pesisir di Kabupaten Tojo Una-Una yang berada pada kelas jasa ekosistem sangat tinggi pada jasa ekosistem tertentu, mengindikasikan bahwa fungsi jasa ekosistem tersebut dapat berpotensi terganggu dan berkurang fungsinya sehingga memerlukan pengelolaan lingkungan dalam mempertahankan daya dukung lingkungannya. Kesimpulan penelitian adalah analisis daya dukung daya tampung lingkungan hidup berbasis jasa ekosistem dapat memberikan basis data baik secara spasial maupun non-spasial dalam mendukung pengelolaan kawasan permukiman pesisir di Kabupaten Tojo Una-Una yang berkelanjutan. Kata kunci: sistem informasi geografis, kawasan permukiman, jasa ekosistem, lingkungan hidup
Sebaran Daerah Penangkapan Ikan oleh Kapal Penangkap Ikan Yang Mendarat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Merauke Tahun 2021 Sajriawati Sajriawati; Marius Agustinus Welliken
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.45-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kapal penangkap ikan yang mendarat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Merauke sepanjang tahun 2021 dan besaran frekuensi sebaran daerah penangkapan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April 2022, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Satuan Pengawasan SDKP Kabupaten Merauke. Data penelitian diolah menggunakan analisis kuantitatif yang digambarkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kapal penangkap ikan yang mendarat Pelabuhan Perikanan Merauke sepanjang tahun 2021 adalah 592 unit kapal. Besaran frekuensi sebaran daerah penangkapan dikategorikan menjadi 5 wilayah daerah penangkapan yaitu Kategori 1 meliputi Laut Arafura dan Laut Aru (67,74 %), Kategori 2 meliputi Laut Arafura, Laut Seram dan Laut Aru (0,84 %), kategori 3 meliputi Laut Arafura, Laut Aru dan Laut Timor (20,44 %), kategori 4 meliputi Laut Arafura, Laut Aru dan Laut Banda (0,17 %), dan kategori 5 meliputi WPP NRI 718 yaitu ZEEI, Laut Arafura, Laut Timor Bagian Timur (10,81%).

Page 1 of 1 | Total Record : 10