cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Identifikasi Morfologi Ikan Kerapu (Serranidae: Epinephelinae) yang didaratkan Di Waisai Raja Ampat Aradea Bujana Kusuma; Tresia Sonya Tururaja; Ricardo Ferdinand Tapilatu
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.37-46

Abstract

ABSTRAK Identifikasi morfologi ikan kerapu sangat penting dilakukan untuk memantaukeanekaragaman spesies ikan kerapu sehingga dapat membantu dalam merumuskan suatu pengelolaan perikanan berkelanjutan di Raja Ampat.Oleh karena itu penelitian tentang deskripsi ikan kerapu anggota Serranidae: Epinephelinaeyang ditemukan ditempat pendaratan ikan di Waisai, Raja Ampat akan membantu pemerintah daerah untuk dapat membuat database tentang hasil tangkapan nelayan didaerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi anggota Serranidae: Epinephelinae yang didaratkan di Raja Ampatsehingga bisa menjadibasis data dalam mengontrol keberadaan keanekaragaman hasil perikanan tangkap oleh nelayan di perairan Raja Ampat. Metode yang digunakan adalah metode survei. Ikan kerapu dikumpulkan dari pasar tradisional dan juga tempat pelelangan ikan. Sebanyak 8 spesies ikan kerapu anggota (Serranidae: Epinephelinae)ditemukan di Waisai Raja Ampat, yaitu  Epinephelus areolatus, Epinephelus fasciatus, Epinephelus ongus, Cephalopholis sexmaculata, Cephalopholis miniata, Cephalopholis Urodeta, Cephalopholis sonnerati, Variola albimarginata Kata kunci: Kerapu, Morfologi, Raja Ampat, Serranidae
LAJU INFEKSI PENYAKIT WHITE PLAGUE DAN WHITE BAND DISEASE DI PERAIRAN PULAU TIKUS, KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Aradea Bujana Kusuma; Bertoka F. S. P Negara; Person Pesona Renta; Mulstory Wander Simarmata; Alvianto Simanjorang
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.219-232

Abstract

Penyakit karang adalah gangguan terhadap kesehatan karang yang menyebabkan gangguan secara fisiologis bagi biota karang. Penyakit karang dapat memberikan dampak buruk terhadap proses pertumbuhan karang hingga dapat menyebabkan kematian karang disuatu perairan. Dampak dari penyakit karang terhadap ekosistem terumbu karang sangat besar, selain mengakibatkan kematian karang dalam skala yang luas, penyakit karang juga berdampak pada berkurangnya tingkat keanekaragaman sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis laju infeksi penyakit White Plague dan White Band Disease di perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019 di Perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengamatan dan pengukuran langsung di Lapangan. Hasil Penelitian ini didapatkan bentuk pertumbuhan yang terinfeksi penyakit White Plague di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu adalah bentuk pertumbuhan karang Massive dan penyakit White Band Disease pada karang Acropora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan.Laju infeksi penyakit White Plague di perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu adalah 0,009 - 0,023 cm/hari. Laju infeksi penyakit White Plague mengalami kenaikan setiap minggu dengan rata rata laju infeksi 0,015 cm/hari dan nilai laju infeksi penyakit White Band Disease yang terdapat pada karang Acropora di Perairan Pulau Tikus, Bengkulu yaitu 0,013 cm/hari – 0,030 cm/hari. Rata – rata yang diperoleh yaitu 0,024 cm/hari. Nilai laju infeksi karang menandakan bahwa sebagian besar kerusakan terumbu karang diakibatkan oleh penyakit karang.THE RATE OF WHITE PLAGUE AND WHITE BAND DISEASE IN TIKUS ISLAND, BENGKULU CITY. Coral disease is a disorder of coral health that causes physiological disruption to coral biota. The coral disease can adversely affect the coral growth process until it can lead to coral death in a waterway. The impact of coral disease on coral ecosystems is very large. In addition to resulting in coral death on a wide scale, a coral disease also affects natural resources' reduced diversity. This research aimed to determine and analyze the White Plague and White Band Disease's infection rate in Tikus Island, Bengkulu City. The research was conducted in September-October 2019, located in Tikus Island Water, Bengkulu City. The methods used in this study are direct survey, observation, and measurement methods in the Field. This study obtained a form of growth infected with White Plague disease in the Waters of Tikus Island Bengkulu City. The infection rate of White Plague Disease in Tikus Island was 0.009-0.023 cm/day. The quality of the condition of White Plague disease increased every week with an average infection rate of 0.015 cm/day, and the rate of infection rate of White Band Disease found in Acropora coral in the Waters of Tikus Island, Bengkulu which was 0.013 cm/day – 0.030 cm/day. The average obtained 0.024 cm/day. The coral infection rate indicates that most of the damage to coral reefs was caused by coral disease.
KEANEKARAGAMAN JENIS KARANG PADA KEDALAMAN 1-5 METER DIPERAIRAN PULAU TIKUS, KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Aradea Bujana Kusuma; Bertoka FSP Negara; Person Pesona Renta; Bona Loberto Pakpahan
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.529-547

Abstract

Terumbu karang adalah suatu habitat untuk berbagai interaksi antar organisme dalam ekosistem yang ada diperairan. terumbu karang juga  mempunyai berbagai fungsi yang antara lain sebagai gudang keanekaragaman hayati biota-biota laut, tempat tinggal sementara atau tetap, tempat mencari makan , memijah, daerah asuhan dan tempat berlindung bagi hewan laut lainnya.Identifikasi jenis karang di kawasan Perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu belum pernah dilakukan, oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan mengingat fungsi dan manfaat terumbu karang yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis karang yang ada di perairan pulau Tikus, Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan metode survey. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling. Identifikasi karang menggunakan metode morfometrik. Hasil penelitian ditemukan 8 genus dan 12 spesies yaitu : genus Acropora (Acropora Intermedia, Acropora Pulchra) genus Hydnopora (Hydnopora Pilosa) genus Pocillopora (Pocillopora Damicornis) genus Porites (Porites Cylindrica, Porites Lobata, Porites Synarea rus) genus Pavona (Pavona Clavus) genus Montipora (Montipora Foliosa, Montipora Samarensis) genus Ctenactis (Ctenactis Echinata) genus Palauastrea (PalauastreaRamosa)Coral reef is a habitat for various interactions between organisms in aquatic ecosystems. Coral reefs also have various functions, including as a place  for biodiversity of marine biota, temporary or permanent shelter, foraging, spawning, nursery and shelter for other marine animals. Identification of coral species in Pulau Tikus waters, Kota Bengkulu has never been conducted, therefore research is important to do considering the very important functions and benefits of coral reefs. This study aims to determine the types of corals in the waters of Tikus Island, Bengkulu City. The research method used was the survey method. The sampling method used was purposive sampling method. Coral identification using the morphometric method. The results found 8 genera and 12 species, namely: genus Acropora (Acropora intermedia, Acropora pulchra) genus Hydnopora (Hydnopora pilosa) genus Pocillopora (Pocillopora damicornis) genus Porites (Porites cylindrica, Porites lobata, Porites synarea rus) genus Pavona (Pavona clavus) genus Montipora (Montipora foliosa, Montipora samarensis) genus Ctenactis (Ctenactis echinata) genus Palauastrea (Palauastrea ramosa).
SANITASI DAN HYGIENE PADA PENGOLAHAN TUNA LOIN BEKU DI PT. HARTA SAMUDRA KABUPATEN PULAU MOROTAI Titien Sofiati; Iswandi Wahab; Siti Nurbaya Deto
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.113-121

Abstract

Salah satu produk olahan tuna di Kabupaten Pulau Morotai yang telah mencapai pasar internasional adalah tuna loin beku yang diproduksi oleh PT. Harta Samudra. Kondisi sanitasi dan hygiene pada proses produksi menjadi penentu keamanan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji penerapan sanitasi dan hygiene pada pengolahan tuna loin beku di PT. Harta Samudra. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai bulan Desember 2019. Pengambilan data di lapangan terbagi dalam dua tahap yaitu survey dan pengambilan data primer yang terdiri dari wawancara, pengisian kuesioner, dan ikut dalam proses produksi serta data sekunder berupa SSOP PT. Harta Samudra. Data dianalisis secara deskriptif dan studi literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek sanitasi dan hygiene yang diamati antara lain: personal hygiene pekerja, sanitasi dan hygiene bahan baku, sanitasi dan hygiene air dan es, sanitasi dan hygiene perlengkapan dan peralatan, sanitasi dan hygiene ruang pengolahan, sanitasi dan hygiene produk akhir, serta sanitasi dan hygiene limbah. Hasil kajian menunjukan bahwa pengolahan tuna loin beku di PT. Harta Samudra sangat memperatian sanitasi dan hygiene berdasarkan standar yang telah ditetapkan dalam SSOP.SANITATION AND HYGIENE FOR FREEZED LOIN TUNA PROCESSING AT PT. HARTA SAMUDRA, MOROTAI ISLAND DISTRICT. One of the refined Tuna product in Morotai Island Regency that have reached International Markets is freezing loin tuna was producing by PT. Harta Samudra.  The sanitary and hygienist of the producing process become the determinant of product’s safety. The purpose of this research is to study the sanitary and hygiene application on the Processing at PT. Harta Samudra. The research has done from November to December 2019. The collecting data is filed divide into two steps, which is survey and collecting the primary data from interview, filling questionnaires, and following the production process, also the SSOP of PT. Harta Samudra as the secondary data. The data analysis in descriptive and literature study ways. The research results shows that the sanitary and hygiene aspects that observed , there are: personal hygiene worker, sanitary and hygiene of materials, sanity and hygiene of water and ice, sanitary & hygiene of the tools, sanitary and hygiene of processing room, sanity and hygiene final product, also sanitary and hygiene of waste. The final study showed that the processing of freezing loin tuna at PT. Harta Samudra is really taking care of the sanitary and hygiene based on the SSOP standard.
STUDI PRODUKTIVITAS IKAN HASIL TANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE DI PPN SIBOLGA Bastian Putrayadi Silalahi; Irwan Limbong; Fitri Ariani; Mustika Nauli; Fani Fani
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.416-423

Abstract

Produktivitas alat tangkap telah menjadi hal penting bagi pengelolaan perikanan tangkap yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk Menghitung nilai produktivitas hasil tangkapan purse seine yang ada di wilayah perairan Sibolga mencakup pada analisis data produktivitas per trip yang diperoleh dari volume produksi dan jumlah per trip dalam satu tahun. Penelitian ini dimulai pada bulan November 2019 hingga April 2020 dengan lokasi penelitian di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan metode observasi. Data sekunder diambil dari instansi terkait yaitu PPN Sibolga. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui penyajian tabel dan grafik. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah trip dan volume produksi (kg) tertinggi terjadi pada bulan Mei yaitu sebanyak 18.439 trip dengan volume produksi sebesar 3.317.070 kg/ trip. Pendataan kapal yang menggunakan alat tangkap purse seine dan menghitung nilai produksi dari ikan hasil tangkapan yang dihasilkan. Produktivitas trip perikanan pada data 2019 tercatat bahwa produktivitas data tahun 2019,produktivitas mengalami peningkatan pada bulan April dengan volume produksi 190,6965 kg/ trip dan mengalami penurunan pada bulan Juni yaitu sebesar 127,9559 kg/ trip.Fishing gear productivity has become important for responsible and sustainable management of fisheries. The aim of this study to calculate the productivity value of purse seine catches in the Sibolga waters area includes the analysis of productivity data per trip obtained from volume production and number of trip per year. This research began from November 2019 until April 2020 with a research location in the Sibolga Archipelago Fisheries Port. The method used in this research is the observation method. Secondary data were taken from PPN Sibolga. The analysis method using descriptively qualitatively through the presentation of tables and graphs. The results of data analysis showed that the highest number of trips and production volume (kg) in May, with 18,439 trips with a volume production amount 3,317,070 kg/ trip. The data collection of ships using purse seine boat  and calculates the production value of the catch fish produced. Fishery trip productivity in the 2019 data noted that the productivity data in 2019, productivity increased in April with a production volume of 190.6965 kg/ trip and decreased in June which amounted to 127.9559 kg / trip.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PULAU BAAI KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Yar Johan; Mukti Dono Wilopo; Person Pesona Renta; Jojor Marito Sinaga; Jesica Marta Yosefa; Helen Marlina M; Amelia Suryanita; Hence Mahyarany Pasaribu; Kiki Median
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.110-124

Abstract

Mikroplastik merupakan sampah plastik kecil yang berukuran <5 mm, sebagian besar berasal dari penguraian plastik-plastik berukuran besar yang dikelompokkan dalam 2 jenis mikroplastik yaitu sekunder dan primer. Mikroplastik primer merupakan produksi plastik dalam bentuk mikro, seperti manik-manik pada produk perawatan kulit, sedangkan mikroplastik sekunder merupakan bagian, pecahan, dari suatu hasil fragmentasi plastik yang lebih besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi jenis dan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan  Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Desember 2020. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor yang berukuran antara 26,4-54,5 cm dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Analisis mikroplastik dilakukan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Hasil penelitian ditemukan 4 tipe mikroplastik, yaitu Fragmen, Granual, Film dan Fiber dengan total kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) yaitu sebesar 52,7 partikel/ind, dengan Rata-rata 10,5±7,2 partikel/ind. Persentase kelimpahan mikroplastik tertinggi yaitu tipe fiber/filament dan fragmen masing-masing sebesar 41%.
PENGUKURAN AKUSTIK TARGET STRENGTH IKAN SELAR BENTONG (Selar boops) SECARA TERKONTROL DI PERAIRAN PULAU TIKUS KOTA BENGKULU Deddy Bakhtiar; Lovita Nadia; Zamdial Zamdial; Ari Anggoro
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.290-301

Abstract

Metode akustik dapat digunakan dalam memperkirakan kelimpahan ikan. Metode ini membutuhkan informasi Target Strength (TS) untuk setiap spesies target. TS merupakan parameter penting sebagai faktor skala dalam pendugaan stok secara akustik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik TS ikan selar bentong (Selar boops) dan mencari rumusan hubungan panjang baku dan panjang gelembung renang ikan selar bentong (Selar boops) terhadap nilai TS pada frekuensi transmisi 38 kHz. Pengukuran dilakukan secara terkontrol dimana ikan ditempatkan di bawah transduser dengan metode tethered menggunakan echosounder Simrad EK-60 pada frekeuensi 38 kHz. Hasil penelitian diperoleh nilai TS ikan selar bentong (Selar boops) berukuran panjang baku 16 cm sampai 20 cm menyebar pada kisaran –51,62 dB sampai dengan -39,03 dB, dengan nilai rata – rata -46,67 dB. Model hubungan TS terhadap panjang baku ikan selar bentong yaitu TS = 30,1 Log SL -84,49. Model hubungan TS terhadap panjang gelembung renang yaitu TS = 20,32 Log SB -62,34.ACOUSTIC CONTROLLED MEASUREMENT OF TARGET STRENGTH OF SELAR BENTONG FISH (SELAR BOOPS) IN TIKUS ISLAND WATER, BENGKULU CITY. Acoustic methods can be used to estimate fish abundance. This method requires Target Strength (TS) information for each target species. TS is an important parameter as a scale factor in acoustic estimation of stock. This study aims to analyze the TS characteristics of Selar bentong fish (Selar boops) and look for the formulation of the relationship between the standard length and length of the swim bladder in Selar bentong fish (Selar boops) to the TS value at the transmission frequency of 38 kHz. Measurements were carried out in a controlled manner where the fish were placed under the transducer with a tethered method using the Simrad EK-60 echosounder at a frequency of 38 kHz. The results showed that the TS value of Selar bentong (Selar boops) with a standard length of 16 cm to 20 cm spread over the range of -51.62 dB to -39.03 dB, with an average value of -46.67 dB. The relationship model of TS to the standard length of Selar bentong fish was TS = 30.1 Log SL -84.49. The relationship model of TS to swim bladder length was TS = 20.32 Log SB -62.34.  
KONSTRUKSI ALAT TANGKAP JARING RAJUNGAN (Portunus pelagicus, Spp) DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG Rasidi Burhan; Ira Patriani; La Baharudin
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.%p

Abstract

Beberapa alat tangkap dapat digunakan dalam melakukan penangkapan rajungan, antara lain; alat tangkap bubu, jaring gillnet, jaring arad, pukat garuk, cantrang dll. Jaring arad, pukat garuk dan cantrang masuk kedalam kelompok pukat dasar berkantong yang telah dilarang, sedangkan di kalimantan barat umumnya penangkapan rajungan menggunakan 2 alat tangkap saja, yaitu bubu dan gillnet. Alat tangkap jaring gillnet dapat mencapai 150- 200 kg (dalam 3-4 hari operasi), sihingga di pesisir Kalimantan Barat alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan didominasi oleh jaring gillnet, operasi penangkapan rajungan yang dilakukan sepanjang tahun dan penggunaan alat tangkap (gillnet) yang konstruksi berbeda-beda dapat menyebabkan kegiatan penangkapan tidak terkendali. Rajungan (Portunus pelagicus, Spp) merupakan kepiting laut yang banyak terdapat di Perairan Indonesia. Hal ini sesuai dengan kebijakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dengan PERMEN KP No.1 Tahun 2015 tentang penangkapan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, dimana dalam PerMen ini untuk menjaga populasi Khususnya Rajungan terdapat pelarangan untuk menangkap Rajungan dalam kondisi bertelur dan ukuran lebar kerapas lebih kecil dari 10 cm dengan berat 55gram. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat tangkap jaring gillnet rajungan yang selektif sesuai dengan PerMen KP No.1 Tahun 2015. Berdasarakan hasil pengamatan dan pengukuran di lapangan ukuran mata jarring yang digunakan adalah 5 – 7 inchi, nilai shorthening berkisar 50-70%, pada trip 1 pada model no 25 s/d 30 mendapatkan hasil yang terbanyak yaitu 26 ekor rajungan dimana ukuran kerapas <10cm = 0,34% dan >10cm = 0,66%, sedangkan pada trip 2 dengan model yang sama mendapatkan 19 ekor rajungan dimana ukuran kerapas <10cm = 0,26% dan >10cm = 0,74%. Pada model 25 s/d model 30 ini kontruksi alat tangkap adalah ; Ukuran mata (MS) = 6” dan Nilai Shorthening = 40%.Several fishing gears can be used in catching small crabs, among others; traps, gillnet nets, arad nets, scratching nets, cantrangs etc. Arad nets, pukat scratches and cantrang are included in the banned pukat bottom trawling group, while in West Kalimantan, generally catching small crabs uses only 2 fishing gears, namely bubu and gillnet. The gillnet net fishing gear can reach 150-200 kg (in 3-4 days of operation), so that on the coast of West Kalimantan the fishing gear used to catch small crabs is dominated by gillnet nets, crab fishing operations are carried out throughout the year and the use of fishing gear (gillnet) whose constructions vary can lead to uncontrolled fishing activities. The crab (Portunus pelagicus, Spp) is a sea crab that is widely found in Indonesian waters. Based on the results of observations and measurements in the field, the size of the meshes used is 5 - 7 inches, the shorthening value ranges from 50-70%, on trip 1 on models no.25 to 30 get the most results, namely 26 crabs where the kerapas size <10cm = 0.34% and> 10cm = 0.66%, while on trip 2 with the same model, 19 crabs were obtained where the size of the crabs <10cm = 0.26% and> 10cm = 0.74%. In model 25 to model 30, the construction of fishing gear is; Eye size (MS) = 6 ”and Shorthening Value = 40%. 
ISOLASI DAN SELEKSI BAKTERI PENGHASIL ENZIM EKSTRASELULER PADA TANAH MANGROVE DI PANTAI NOELBAKI Ermi Sustika Remijawa; Anggreni D. N. Rupidara; James Ngginak; Ocky Karna Radjasa
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.164-180

Abstract

Bakteri yang hidup pada tanah mangrove bersifat halofilik yaitu mampu hidup pada lingkungan dengan kondisi kadar garam yang tinggi. Bakteri yang hidup pada zona yang ekstrim memerlukan protein yang tinggi untuk mempertahankan hidup dan dapat melakukan metabolisme, salah satunya dengan membentuk enzim terutama enzim ekstra seluler (enzim amilase, protease, selulase dan lipase). Tujuannya yaitu untuk mengisolasi dan menyeleksi bakteri penghasil enzim ekstraseluler. Metode yang digunakan adalah survey dan eksperimental terhadap isolasi bakteri dari tanah mangrove yang dikarakterisasi berdasarkan morfologi, pewarnaan gram, dan uji aktivitas enzim amilase dengan media amilum, protease dengan media skim milk, selulase dengan media Carboxy Methyl Cellulosed an lipase dengan media tween 80. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Terdapat tiga parameter yang diukur yaitu suhu, salinitas dan pH. Berdasarkan data penelitian ditemukan bahwa tanah mangrove yang ada di pantai Noelbaki menghasilkan 70 isolat bakteri penghasil enzim ekstra seluler. 33 isolat bakteri memiliki aktifitas enzim amilase, 20 isolat memiliki aktifitas enzim proteolitik, 56 isolat memiliki aktifitas selulolitik,10 isolat memiliki aktifitas lipolitik, sehingga total isolat yang memproduksi enzim ekstraseluler adalah 119 isolat, hal ini menjelaskan bahwa beberapa isolat memiliki kemampuan menghasilkan enzim multi-aktifitas atau mampu menghasilkan beberapa enzim.ISOLATION AND SELECTION OF BACTERIA PRODUCING EXTRACELLULAR ENZYMES ON MANGROVE LAND OF NOELBAKI BEACH. Bacteria living in the halofilic mangrove land are able to live in environments that are high salinity. Bacteria that live in the extreme zone require high proteins to sustain life and can metabolize, one by forming enzymes especially extra-cellular enzymes (amilase, protease, selulase and lipase). The aim was to isolate and select extra-cellular enzyme bacteria. This method was a survey and experimental against the insulation of mangrove land controlled by morphology, dyeing grams, and testing for amilase enzyme activity for amilum media, protease with skim milk, selulase with medium carboxy methyl cellulose and lipase in tween media. Quantitative descriptive analysis of data. Three parameters, measured temperature, salinity and ph. Based on research data, were found that mangrove soils located on the coast of noelbaki produced 70 insulations of extreme enzyme yielding bacteria. 33 bacterial isolates have activity in amilase enzyme, 20 isolates have protein activity, 56 isolates had activity cellulase enzyme, 10 isolates had activities lipase enzyme, that include 119 isolates which produced extra-cellular enzymes, which made it clear that some isolates had the ability to create a multi-activity enzyme.
ASPEK PERTUMBUHAN IKAN SELAR BENTONG (Selar crumenophthalmus) YANG DIDARATKAN DI PPN SIBOLGA Dian Fitria M; Rosmasita Rosmasita; Noni Ummu Salama Sibuea; Tengku Muhammad Ghazali
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.473-482

Abstract

Ikan selar bentong (Selar crumenophthalmus) merupakan salah satu ikan ekonomis penting yang berada di PPN Sibolga, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek pertumbuhan berupa distribusi ukuran, hubungan panjang berat dan nilai kemontokan ikan (faktor kondisi) S. crumenophthalmus. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi dengan jumlah sampel S. crumenophthalmus yang sebanyak 115 ekor. Sebaran ukuran panjang S. crumenophthalmus yang diperoleh 155 – 255 mm. Berdasarkan hasil analisis korelasi antara panjang dan berat S. crumenophthalmus seluruhnya positif dan sangat kuat, S. crumenophthalmus memiliki nilai koefisien korelasi 0,85697 dengan koefisien determinasi (R2) 0,7344. Hal ini berarti terdapat hubungan yang erat antara berat dan panjang tubuh dari S. crumenophthalmus. Hasil uji regresi antara panjang dan berat S. crumenophthalmus adalah W = 0,0000027982L4,4609, dilanjutkan dengan uji nilai b (nilai koefisien regresi) diperoleh b>3 yang berarti pola pertumbuhan dari S. crumenophthalmus bersifat allometrik positif. Artinya bahwa pertambahan berat lebih cepat dibandingkan pertambahan panjang totalnya. Berdasarkan nilai faktor kondisi relatif (nilai kemontokan) S. crumenophthalmus tergolong ikan dengan tubuh yang kurang pipih/montok.Bigeye scad (Selar crumenophthalmus) is one of the important economical fish in the Fish Auction in Sibolga, North Sumatra. This study aimed to determine aspects of growth in the form of size distribution, length and weight relationship value of fish plaque (condition factor) S. crumenophthalmus. The method was used a descriptive method with observation techniques with a number of samples of S. crumenophthalmus as many as 115 individuals. Distribution of the length of S. crumenophthalmus was obtained 155 - 255 mm. Based on the results of the correlation analysis between the length and weight of S. crumenophthalmus were all positive and very strong, S. crumenophthalmus had a correlation coefficient of 0.85697 with a coefficient of determination (R2) of 0.7344. This means that there was a close relationship between body weight and length of S. crumenophthalmus. The result of regression test results between length and weight of S. crumenophthalmus were W = 0.0000027982L4.4609, followed by a test of value b (regression coefficient value) obtained b > 3, which means the growth of fish pattern shown allometric positive. This means that the weight gain is faster than total length increase. Based on the value of the relative condition factor S. crumenophthalmus classified as fish with a body that is less flat or plump.

Page 10 of 21 | Total Record : 201