cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Status Kondisi Terumbu Karang di Perairan Bengkulu dan Kepulauan Seribu, Jakarta Risnita Tri Utami; Ari Anggoro
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.%p

Abstract

Selama beberapa dekade terumbu karang di dunia terus mengalami kerusakan termasuk di Indonesia. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh faktor fisik, biologi maupun secara alami. Salah satu faktor fisik penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang adalah adanya tekanan antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang terkini di Kepulauan Seribu maupun di Bengkulu. Tutupan karang keras diambil menggunakan metode transek foto bawah air dengan transek kuadrat 0,5x0,5 m2.  Hasil pengamatan menunjukkan kondisi terumbu karang di Bengkulu termasuk ke dalam kondisi sedang hingga baik (36,27%-66,83%), sedangkan kondisi terumbu karang di Kepulauan Seribu termasuk ke dalam kondisi buruk hingga sedang (15,53%-31,80%). Kondisi perairan di Bengkulu dan di Kepulauan Seribu  masih menunjukkan kondisi yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang.
KEANEKARAGAMAN IKAN GELODOK (MUDSKIPPER) DI HUTAN MANGROVE KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK Apria Ningsih; Hari Santoso
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.367-376

Abstract

Ikan glodok (mudskipper) merupakan ikan yang hidup di daerah intertidal. Ikan ini memliki karakteristik menyerupai amphibi, yang dapat berjalan diatas lumpur dan memanjat akar mangrove. Informasi mengenai ikan glodok di Indonesia masih relative sedikit. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keanekragaman ikan glodok (mudskipper) di hutan mangrove Kecamatan Ujung Pangka Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakuakan pada bulan Februari 2019 hingga Maret 2019. Metode pengambilan data dengan purposive sampling. Terdapat tiga titik pengambilan data yaitu pantai, hutan mangrove dan sungai. Identifikasi ikan glodok mengacu pada buku Saanin,H (1968). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 4 jenis ikan glodok yaitu Baleophtalamus boddarti, Baleophtalamus pectinirostris, Periphtalamus chyrospilos, Pherithalmodon schosseri. Rata-rata keanekaragaman ikan glodok pada kondisisi air laut surut adalah 1.4 ind/m2 di daerah pantai, 1.48 ind/m2 di daerah mangrove dan 1.58 ind/m2 didaerah sungai. Rata-rata keanekaragaman ikan glodok pada kondisi air laut pasang adalah 0.98 ind/m2 di daerah sungai. Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) Periphtalamus chyrospilos mendominasi di daerah pantai. Pherithalmodon schosseri mendominasi di daerah hutan mangrove. Baleophtalamus boddarti mendominasi di daerah sungai. Keanekaragaman ikan glodok di Kawasan hutan mangrove ujung pangka termauk katagori sedang. Diperlukan pelestarian hutan mangrove untuk menjaga keaneragaman satwa pada kawasan tersebut.Glodok fish (mudskipper) is a fish that lives in intertidal areas. This fish has characteristics like amphibians, which can walk on mud and climb mangrove roots. Information about glodok fish in Indonesia is still relatively little. The purpose of this study was to determine the diversity of glodok fish (mudskipper) in the mangrove forests of Ujung Pangka District, Gresik Regency. This research was conducted from February 2019 to March 2019. The data collection method was purposive sampling. There are three data collection points, namely beaches, mangrove forests and rivers. Glodok fish identification refers to the book Saanin, H (1968). Based on the research results obtained 4 types of glodok fish, namely Baleophtalamus boddarti, Baleophtalamus pectinirostris, Periphtalamus chyrospilos, Pherithalmodon schosseri. The average diversity of glodok fish in low tide conditions is 1.4 ind / m2 in coastal areas, 1.48 ind / m2 in mangrove areas and 1.58 ind / m2 in river areas. The average diversity of glodok fish in high tide conditions is 0.98 ind / m2 in the river area. Based on Importance Value Index (INP), the periphtalamus chyrospilos dominates in coastal areas. Pherithalmodon schosseri dominates in mangrove forest areas. Baleophtalamus boddarti dominates in river areas. Glodok fish diversity in the end of pangka mangrove forest is included in the medium category. The preservation of mangrove forests is needed to maintain the diversity of animals in the area.
ANALISIS STATUS POPULASI KEPITING BAKAU (Scylla sp) YANG TERTANGKAP NELAYAN DI DESA KANDANG KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Zamdial Zamdial; Nurlaila Ervina Herliany; Ali Mugsit
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.%p

Abstract

Sepanjang wilayah pesisir Kota Bengkulu, terdapat beberapa lokasi yang ditumbuhi ekosistem mangrove, dengan berbagai potensi sumberdaya hayati yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu lokasi ekosistem mangrove di Kota Bengkulu adalah di Desa Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, yang selama ini menjadi lokasi masyarakat untuk menangkap ikan, udang dan kepiting. Kondisi ekosistem mangrove di Desa Kandang mempunyai keterkaitan yang erat dengan kondisi populasi berbagai biota yang hidup di dalamnya, termasuk kepiting bakau. Tujuan penelitian adalah menganalisis status populasi kepiting bakau di Desa Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Data jenis kelamin kepiting bakau, selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan nilai sex rasio populasi kepiting bakau di Desa Kandang. Data lebar karapas dan berat kepiting bakau dianalisis dengan rumus W = aLb. Untuk menguji  hipotesis Ho : ? = 0 versus H1 : ? ? 0,  maka dilakukan analisis varian (ANOVA). Nilai sex ratio kepiting bakau jantan dan betina di Desa Kandang adalah 1,15 : 1. Pola pertumbuhan kepiting bakau jantan adalah isometrik (b=3), dan kepiting betina allometrik (b=2,8), dengan nilai thitung < ttabel, artinya nilai b=3.  Nilai Fhitung > Ftabel, sehingga di tolak Ho dan terima H1, yang berarti terdapat hubungan yang siginifikan antara lebar karapas dengan bobot kepiting bakau jantan. Populasi kepiting bakau di Desa Kandang sudah mengalami tekanan penangkapan, dan pemanfaatannya  sudah harus memperhatikan azas kelestarian untuk keberlanjutan. 
PENGARUH KARAKTERISTIK LINGKUNGAN TERHADAP MAKROZOOBENTOS DI KAWASAN REBOISASI MANGROVE KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA Syahrial Syahrial; Rika Anggraini; Agus Putra Abdul Samad; Nur Ikhsan; Dandi Saleky; La Ode Abdul Fajar Hasidu
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.233-248

Abstract

Fauna bentik (makrozoobentos) telah dianggap sebagai salah satu kriteria untuk menilai keberhasilan program restorasi mangrove. Kajian korelasi karakteristik lingkungan terhadap makrozoobentos di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan Seribu telah dilakukan pada bulan Maret 2014. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh karakteristik lingkungan (parameter fisika kimia perairan) terhadap kepadatan makrozoobentosnya. Data biota makrozoobentos di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan seribu dikumpulkan dengan membuat transek garis dan plot yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dan tegak lurus garis pantai sampai ke daratan, dimana pengamatan dilakukan di tiga stasiun (pulau). Sebanyak 6 famili dan 6 spesies makrozoobentos telah ditemukan di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan Seribu. Komposisi dan kepadatan spesies tertingginya adalah Littoraria scabra. Karakteristik lingkungan yang diukur tidak begitu berbeda antar stasiun serta juga tidak melebihi ambang batas baku mutu. Semakin rendah konsentrasi salinitas dan DO, maka kepadatan makrozoobentosnya semakin tinggi, sedangkan semakin tinggi konsentrasi pH perairan, maka kepadatan makrozoobentosnya semakin menurun. Kemudian parameter suhu dengan kepadatan makrozoobentos tidak memiliki pengaruh.THE EFFECT OF ENVIRONMENTAL CHARACTERISTICS OF MAKROZOOBENTOS IN MANGROVE REFORESTATION AREA OF SERIBU ISLANDS, INDONESIA. Benthic fauna (macrozoobenthos) has been considered as one of the criteria for assessing the success of a mangrove restoration program. A correlation study of environmental characteristics of macrozoobenthos in the Seribu Islands mangrove reforestation area was carried out in March 2014. It aims to determine the effect caused by environmental characteristics (water physical-chemical parameters) on its macrozoobenthos density. Data of macrozoobenthos biota in the Seribu Islands mangrove reforestation area were collected by making line transects and plots drawn from the reference point (outermost mangrove stands) and perpendicular to the coastline to the mainland, where observations were made at three stations (islands). Six families and six macrozoobenthos species have been found in the Seribu Islands mangrove reforestation area. The composition and density of the highest species were Littoraria scabra. The measured environmental characteristics were not very different between stations and also did not exceed the quality standard threshold. The lower the salinity and DO concentration, the higher the density of macrozoobenthos, while the higher the concentration of water pH, the lower the density of macrozoobenthos. Then the temperature parameters with macrozoobenthos density had no effect. 
ANALISIS USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG DI SENTRA PERIKANAN TANGKAP PASAR BAWAH, MANNA, BENGKULU SELATAN Tri Anggita; Zamdial Zamdial; Nurlaila Evina Herliany
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.548-565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring insang berdasarkan segi aspek finansial di Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengklu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Data primer dil kumpulkan dengan metode obsevasi dan wawancara. Data hasil penelitian di analisis dengan metode statistik deskriptif. Jaring insang yang dioperasikan nelayan di Sentra Perikanan Pasar Bawah, Manna, memiliki panjang 3.300 meter dengan kedalaman 4 meter dan ukuran mata jaring 2 ¼ inchi. Perahu/kapal penangkapan yang digunakan adalah berupa perahu motor tempel, dengan ukuran 3,38 GT dengan kekuatan daya mesin 40 PK. Daerah penangkapan ikan sebagai lokasi operasi jaring insang berada pada  jarak 1-2 mil dari muara Sungai Manna. Jenis ikan hasil tangkapan adalah gebur (Caranx sexfasciatus), selar (Selaroides leptolepis), keling-keling (Megalaspis cordyla), layur (Trichiurus savala), tenggiri (Scomberomorus commersoni), kerong (Therapon theraps), tongkol (Auxis thazard), kape-Kape (Lactarius lactarius), manyung (Arius sp.), dan beberapa jenis ikan rucah. Berdasarkan analisis aspek finansial usaha penangkapan ikan dengan jaring insang oleh nelayan di Sentra Perikanan Tangkap Pasar Bawah, Manna diperoleh nilai NPV = Rp. 202.113.474,00 Net B/C Ratio = 1,15 , IRR = 77,86 % , dan PP = 1,2 tahun atau 1 tahun 2 bulan. Usaha penangkapan ikan dengan jaring insang di Sentra Perikanan tangkap Pasar Bawah Manna, Bengkulu Selatan dinyatakan mempunyai kelayakan berdasarkan aspek finansial.This study aims to calculate and analyze the feasibility of fishing with bottom gillnet fishing gear based on financial aspects in Pasar Bawah, Pasar Manna District, South Bengkulu Regency, Bengklu Province. This research was conducted using a survey method. Primary data were collected using observation and interview methods. The research data were analyzed using descriptive statistical methods. The gill nets that operated by fishermen at the Pasar Bawah fishing base, Manna, are 3,300 meters long with a depth of 4 meters and a mesh size of 2 ¼ inches. The fishing boat/vessel that used is an outboard motor boat, with a size of 3.38 GT with an engine power of 40 PK. The fishing area as the location for the bottom gill net operation is 1-2 miles from the mouth of the Manna River. The species of fish caught are gebur (Caranx sexfasciatus), selar (Selaroides leptolepis), keling-keling (Megalaspis cordyla), layur (Trichiurus savala), mackerel (Scomberomorus commersoni), kerong (Therapon theraps), tongkol (Auxis thazard), kape-kape (Lactarius lactarius), manyung/sea catfish (Arius sp.), and several types of trash fish. Based on the analysis of the financial aspects of the fishing activities by gill nets by fishermen at the fishing base in Pasar Bawah, Manna obtained the NPV value = Rp. 202,113,474.00, Net B / C Ratio = 1.15, IRR = 77.86%, and PP = 1.2 years or 1 year 2 months. The fishing activities with bottom gill nets in the fishing base of Pasar Bawah Manna, South Bengkulu is declared to be feasible based on the financial aspect.
PENGOLAHAN DAN UJI ORGANOLEPTIK IKAN ASIN DI DESA GALO-GALO KABUPATEN PULAU MOROTAI Nender Puni; Rinto Muhammad Nur; Asy’ari Asy’ari
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.122-131

Abstract

Pengolahan ikan secara tradisional merupakan bentuk pengolahan yang banyak dilakukan nelayan, khususnya di Desa Galo-Galo Kecamatan Morotai Selatan. Ikan asin sangat digemari oleh masyarakat bahkan dijadikan oleh-oleh khas Morotai. Ikan asin ini biasanya dijual ke pasar tradisional Pulau Morotai dan daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan uji organoleptik ikan asin di Desa Galo-Galo, Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 bertempat di Desa Galo-Galo, Morotai Selatan, Pulau Morotai. Pengamatan proses pembuatan ikan asin dan uji organoleptik menggunakan angket dan pengamatan langsung. Uji organoleptik ikan asin meliputi kenampakan, rasa, bau, tekstur, dan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan ikan asin di Desa Galo-Galo meliputi pembuangan bagian ikan yang tidak digunakan (sisik, isi perut dan insang), dicuci, dibilas, diberi garam, direndam, dicuci kembali, dan dijemur. Hasil uji organoleptik ikan asin dari Desa Galo-Galo menunjukkan bahwa ikan layak dikonsumsi karena memiliki nilai organoleptik >7.SALTED FISH PROCESSING AND ORGANOLEPTIC TESTING AT THE GALO-GALO VILLAGE OF PULAU MOROTAI REGENCY. Traditional fish processing is a form of processing that is mostly done by fisherman especially in the village of Galo-Galo South Morotai District. Salted fish is very popular with the community and even made a souvenir typical of Morotai. This salted fish is usually sold to the traditional markets of Pulau Morotai and the surrounding area. This study aims to determine the process and organoleptic of salted fish in the Galo-Galo village, Pulau Morotai regency. This research was conducted from July to August 2019 in Galo-Galo village Pulau Morotai. To observe the process of making salted fish, and organoleptic, the researcher used a questionnaire and direct observation. Here’s the process of making salted fish: first of all, clean your fish well and remove from stomach contents and gills then rinse them and rub them with plenty of salt. Finally, hang the fish in the sun. Organoleptic test of salted fish from this village was very suitable for consumption because the value of organoleptic was very good (>7).
KERAGAMAN IKAN LAUT DANGKAL PROVINSI BENGKULU Abdul Rahman; Ariefa Primair Yani; Aziza Fajri
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.424-438

Abstract

Provinsi Bengkulu dengan 14.929,54 km2 perairan laut dan 525 km garis pantai diduga akan berhubungan dengan keragaman ikan laut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis ikan laut dangkal di perairan Provinsi Bengkulu. Sampel ikan laut yang diinventarisasi terbatas pada hasil tangkapan nelayan menggunakan pukat tepi atau perahu tradisional tanpa lampu. Lokasi pengambilan sampel (sampling) pada penelitian ini adalah di kawasan Pantai Zakat dan Pulau Baai Kota Bengkulu, dan Desa Lubuk Tanjung Bengkulu Utara. Sampling dilakukan dengan metode sensus berupa koleksi terhadap semua jenis yang ditemukan, dan dihentikan jika temuan jenis baru kurang dari 10% dari jenis yang sudah didapatkan sebelumnya. Sampel dideskripsi berdasarkan struktur meristik dan morfometrik, dan diidentifikasi berdasarkan kunci identifikasi yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 37 spesies (27 famili) ikan laut dangkal yang terdapat di Provinsi Bengkulu. Famili dengan keragaman terbesar adalah Clupeidae dan Carangidae, yaitu masing-masing sebanyak empat dan tiga jenis. Jenis yang konsisten ditemukan di ketiga lokasi adalah Arius thalassinus (Gaguk), Eleutheronema tetradactylum (Senangin), Johnius borneensis (Kerong), Johnius trachycephalus (Galama), Opisthopterus tardoore (Bleberan), dan Pentaprion longimanus (Kape-kape karang). Hanya satu jenis yang termasuk dalam Chondrichthyes yaitu Taeniura lymna. Lokasi Pantai Zakat memiliki keragaman jenis tertinggi, yaitu sebanyak 17 jenis. Lokasi dengan keragaman ikan laut terendah adalah Pulau Baai yaitu hanya sebanyak delapan jenis.Province of Bengkulu with its 14.929,54 km2 sea waters and 525 km shoreline is expected to correlate with a high diversity of marine fish. This research aims to inventorize the diversity of marine fishes in the epipelagic zone Province of Bengkulu. Sample in this research was restricted only to the fishes that was caught by using traditional boat or shore trawl. The sampling stations were in Pantai Zakat and Pulau Baai at city of Bengkulu, and Lubuk Tanjung village at Bengkulu Utara. Cencus method was applied by collecting all the located species, and sampling was terminated if the new species was found less than 10% of the total identified sample. Sample was described based on the meristic and morphometric structure, and then was identified for its scientific name by using some related references. This research found 37 species (27 family) of sea fish at epipelagic zone of Bengkulu Province. Family with the highest diversity were Clupeidae and Carangidae, with four and three species respectively. There are six species that were consistently found in all sampling locations, i.e. Arius thalassinus (Gaguk), Eleutheronema tetradactylum (Senangin), Johnius borneensis (Kerong), Johnius trachycephalus (Galama), Opisthopterus tardoore (Bleberan), and Pentaprion longimanus (Kape-kape karang). Only a species, Taeniura lymna, belongs to the Chondrichthyes. Pantai Zakat has the highest diversity with 17 species, while Pulau Baai was the lowest with only eight species.
KESESUAIAN LOKASI RESTOKING SIPUT GONGGONG (Levistrombus turturella) DI BANGKA SELATAN, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Okto Supratman; Okto Supratman
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.125-137

Abstract

Siput gonggong di Pulau Bangka, khususnya di Bangka Selatan mengalami ancaman serius dampak eksploitasi berlebihan dan perusakan habitat dari aktivitas penambangan timah di laut. Kondisi tersebut terjadinya penurunan ukuran populasi siput gonggong. Mencegah dan melindungi siput gonggong perlu dilakukan upaya penambahan stok siput gonggong di alam melalui proses restoking. Akan tetapi keberhasilan kegiatan restoking perlu dilakukan analisis kesesuaian lokasi, sehingga perlunya dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian yaitu Menganalisis kesesuian lokasi untuk restoking siput gonggong di Pulau Bangka berdasarkan parameter fisika, kimia, biologi dan kondisi perairan. Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu 1) Pengambilan data di lapangan yang meliputi pengukuran vegetasi lamun, parameter lingkungan dan sampel air dan sedimen 2) Pengambilan data di Laboratorium yang meliputi pengukuran tekstur substrat dan uji klorofil-a, 3) Analisis data yang berdasarkan hasil dari lapangan dan laboratorium, untuk membuat matrik kesesuaian lokasi restoking siput gonggong. Hasil penelitian ditemukan 8 spesies lamun dengan tutupan berkisar antara 2.8 s.d 37,53 %. Berdasarkan perhitungan analisis kesesuaiaan lokasi restoking di Bangka Selatan dengan nilai berkisar 76,98 s.d 86,51 atau dapat di kategorikan dari cukup sesuai s.d sangat sesuai. Lokasi yang sangat sesuai terdapat pada Stasiun 2 dengan nilai yaitu 86,51, hasil ini menunjukkan area yang akan di jadikan kawasan restoking tidak mempunyai faktor pembatas yang sangat berarti. Sedangkan lokasi yang cukup sesuai meliputi Stasiun 1 (77,78), Stasiun 3 (77,78), Stasiun 4 (78,57), Stasiun 5 (77.78) dan Stasiun 6 (76.98) sehingga apabila di jadikan kawasan restoking lokasi ini memempunyai faktor pembatas yang berarti. Hasil analisis lokasi yang paling cocok untuk dijadikan kawasan restoking yaitu Stasiun 2 di Pulau Anak Air, Bangka Selatan. 
MERANCANG USAHA PENGOLAHAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK MENDUKUNG PESANTREN DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL : PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Ramli Ramli; Ismi Jasila
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.302-317

Abstract

Kementerian Agama telah membuat kebijakan tentang kegiatan Pesantren dalam menghadapi new normal. Salah satu kebijakannya adalah Pesantren dihimbau untuk menyediakan makanan sehat, aman dan bergizi seimbang bagi santri. Diantara produk pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik adalah produk kelautan dan perikanan. Oleh karena itu dalam upaya penyediaan makanan sehat dan bergizi, pesantren dapat merancang usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan. Rancangan usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan selain dapat memberikan manfaat dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi santri juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren karena selama ini santri membeli aneka ragam makanan diluar pesantren. Namun begitu keberlangsungan usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan di pesantren akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumberdaya manusia yang produktif, ketersediaan hasil kelautan dan perikanan sebagai bahan baku, manajemen produksi yang efisien dan produk olahan kelautan dan perikanan diterima dengan baik oleh pasar. Penelitian ini bertujuan merumuskan skenario kebijakan bagi Pesantren dalam merancang usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan untuk menghadapi new normal. Metodologi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan sistem dinamis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa Rumusan skenario kebijakan bagi Pesantren dalam merancang usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan untuk menghadapi new normal adalah 1) mempercepat waktu konversi pesanan agar pesanan secara cepat direspon menjadi sebuah permintaan definitif atau repeat order, 2) memperpanjang waktu persediaan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja agar persediaan dapat lebih cepat memenuhi target persediaan, 3) mempercepat jeda perubahan persediaan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja agar permintaan secara cepat dapat di penuhi, dan 4) meningkatkan produktivitas tenaga kerja untuk menurunkan kebutuhan tenaga kerja.Ministry of Religion has made a policy on the activities of Pesantren in the face of new normal. One of its policies is that Pesantren is encouraged to provide healthy, safe and nutritious food for santri. Among food products that have good nutritional content are marine and fishery products. Therefore, in the effort to provide healthy and nutritious food, pesantren can plan the business of marine and fisheries products processing. Planning the  business of marine and fishery products processing in addition can provide benefits in the provision of healthy and nutritious food for santri can also provide economic benefits for the pesantren because during this time santri buy a variety of food outside the pesantren. However, the sustainability of the business of marine and fishery products processing in Pesantren will be strongly influenced by the availability of productive human resources, the availability of marine and fishery results as raw materials and marine and fishery products are well received by the market. This Research aims to provide an policy alternative for Pesantren in plan the business of marine and fishery products processing. The Research methodology done on this research is to use a dynamic system approach. Based on the research that has been conducted, obtained the results that the policy alternative to Pesantren in planning the  business of marine and fishery products processing is 1) harmonize production with markets that include order-demand, inventory-inventory target and inventory-demand and 2) harmonize labour needs-availability labour
Analisis Penentuan Ukuran Utama Purse Seine Sibolga Berdasarkan SNI 8186:2015 Ratu Sari Mardiah; Shiffa Febyarandika Shalichaty; Tyas Dita Pramesthy; Yulia Estmirar Tanjov; Ali Muqsit; Ganang Dwi Prasetyo
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.%p

Abstract

Purse seine memiliki konstruksi utama yaitu jaring, terbagi atas sayap, badan dan kantong. Konstruksi utamanya sangat mempengaruhi panjang, tinggi purse seine pada saat dioperasikan dan metode pengoperasiannya. Selain itu, ukurannya juga mempengaruhi seberapa panjang tali ris atas-bawah dan  tali cincin akan dipasang pada purse seine. Penelitian ini penting dilakukan untuk memastikan ukuran konstruksi utama purse seine Sibolga telah sesuai dengan Standarisasi Nasional Indonesia nomor 8186:2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ikan target utama purse seine Sibolga, menentukan panjang purse seine terpasang dan menganalisis karakteristik bentuk purse seine menggunakan ukuran utama konstruksi purse seine Sibolga. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari-Maret 2020 di PPN Sibolga. Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentasi ikan target utama yang didapatkan adalah tongkol (58%) dan cakalang (42%). Panjang purse seine Sibolga terpasang memiliki nilai sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam SNI 8186:2015, yaitu 400 m. Karakteristik bentuk purse seine Sibolga memiliki nilai a/l 0,42; b/l 0,42; c/l 0,11; l/m 0,80; dan h/l 0,62.

Page 11 of 21 | Total Record : 201