cover
Contact Name
Arif Widiyatmoko
Contact Email
usej@mail.unnes.ac.id
Phone
+6281325660100
Journal Mail Official
usej@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung D5 Lantai 1 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Science Education Journal
ISSN : 22526617     EISSN : 25026232     DOI : https://doi.org/10.15294/usej
Core Subject : Education,
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016): February 2016" : 34 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL SUSAN LOUCKS-HORSLEY TERHADAP COMMUNICATION AND COLLABORATION PESERTA DIDIK SMP Muiz, Abdul; Wilujeng, Insih; Jumadi, Jumadi; Senam, Senam
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9565

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Seiring perkembangan zaman, kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan terus mengalami perubahan. Faktor globalisasi, perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, kompetisi internasional, masalah lingkungan dan perubahan politik merupakan beberapa faktor yang menyebabkan pentingnya mengembangkan kemampuan dan pengetahuan untuk sukses di abad ke XXI. Dalam pendidikan, peserta didik perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar dapat berkompetisi dalam menghadapi abad XXI. Peserta didik harus dibekali dengan kompetensi foundational knowledge (to know), humanistic knowledge (to value) dan metaknowledge (to act). Salah satu aspek yang penting dikembangkan yaitu communication and collaboration. Aspek ini merupakan bagian dari kompetensi metaknowledge. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait implementasi pembelajaran IPA melalui penerapan model Susan Loucks-Horsley untuk meningkatkan communication and collaboration peserta didik. Dalam artikel ini akan dikaji beberapa hal diantaranya pembelajaran IPA, Model Susan Loucks-Horsley serta keterampilan abad XXI yaitu communication and collaboration. Setelah memahami uraian mengenai pembelajaran IPA berbasis model Susan Loucks-Horsley diharapkan guru dan calon guru IPA memiliki ide baru dan tambahan wawasan dalam mengimplementasikan pembelajaran IPA. Abstract ___________________________________________________________________ Along with the times, the needs and demands of society will continue to change. Factors of globalization, technological development, economic growth, international competition, environmental issues and political changes are some of the factors that led to the importance of developing the skills and knowledge to succeed in the XXI century. In education, students need to be equipped with knowledge and skills necessary to compete in the face of the XXI century. Learners must be equipped with the competence foundational knowledge (to know), humanistic knowledge (to value) and metaknowledge (to act). One important aspect is communication and collaboration developed. This aspect is part of competence metaknowledge. This study aims to provide an overview regarding the implementation of learning science through the application of models Susan Loucks-Horsley to improve communication and collaboration of learners. In this article will be reviewed several things including learning science, Model Susan Loucks-Horsley and XXI century skills ie communication and collaboration. After understanding the description of the model-based science learning Susan Loucks-Horsley expected of teachers and prospective science teachers have new ideas and additional insights in implementing learning science.    
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DENGAN MEMANFAATKAN EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SMA Kartuti, Kartuti; Ngabekti, Sri; Retnoningsih, Amin
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9567

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan; (1) menganalisis karakteristik perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati dengan memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar, (2) menghasilkan perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati dengan memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar yang valid, (3) menguji keefektivan perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati dengan memanfaatkan ekosistem mangrove terhadap soft skill dan hasil belajar siswa, dan (4) menganalisis keterterapan perangkat pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang terdiri atas 3 tahapan yaitu (1) pendifisian, (2) perancangan;  (3) pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati memiliki karakteristik ekosistem mangrove sebagai sumber belajar yang mengkaitkan materi keanekaragaman hayati ekosistem mangrove dengan pendekatan pembelajaran kontekstual yang berpusat pada siswa serta menggunakan metode pembelajaran cooperatif learning. (2) hasil validasi perangkat pembelajaran meliputi: (a) katagori valid yaitu bahan ajar dan penilaian instrumen soft skill, (b) katagori sangat valid yaitu silabus, RPP, LDS dan penilaian instrument soal evaluasi. (3) hasil uji efektivitas menunjukkan perangkat pembelajaran keanekaragaman hayati dengan memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar efektif terhadap soft skill dan hasil belajar. Peningkatan soft skill dapat dilihat pada pertemuan kedua dan ketiga dengan nilai uji N-gain sebesar 0,327 dengan kriteria sedang, ketuntasan hasil belajar siswa 86,20%  dengan KKM disekolah 80%, hasil uji N-gain menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan katagori sedang (0,57). Korelasi keseluruan aspek soft skill dengan hasil belajar nilai koefesiensi determinasi rtotal 53,4% dengan kriteria “sedang”. (4) hasil analisis respon siswa positif. Abstract ___________________________________________________________________ The aim of this study were to (1) analyze the characteristics of the learning device of biodiversity by utilizing the mangrove ecosystem as a source of learning, (2) produce a learning device biodiversity by utilizing the mangrove ecosystem as a learning resource that is valid, (3) test the effectiveness of the learning device of biodiversity by utilizing the mangrove ecosystem to soft skills and student learning outcomes, and (4) analyzing keterterapan learning device. The method used is the development of research which consists of three stages: (1) pendifisian, (2) design; (3) development. The results showed that (1) the study of biodiversity has the characteristics of mangrove ecosystems as a source of learning the material linking biodiversity mangrove ecosystem approach contextual learning and student-centered teaching methods for cooperative learning. (2) the results of the validation study include: (a) category valid ie teaching materials and soft skills assessment instruments, (b) the category of very valid that the syllabus, lesson plans, LDS and instrument ratings evaluation questions. (3) The test results demonstrate the effectiveness of the learning device of biodiversity by utilizing the mangrove ecosystem as a learning resource is effective against soft skills and learning outcomes. Improvement of soft skills can be seen in the second and third meetings with N-test value gain of 0.327 with the criteria of being, completeness student learning outcomes in schools KKM 86.20% to 80%, N-gain test results show there is a learning outcome with moderate category ( 0.57). Correlation keseluruan aspects of soft skills learning outcomes koefesiensi value determination rtotal 53.4% ​​with the criteria of "being". (4) the results of the analysis of the positive student response.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN EKOLOGI SMA DENGAN STRATEGI OUTDOOR LEARNING Susilawati, Evi; Rahayuningsih, Margareta; Ridlo, Saiful
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9568

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Menelaah Kompetensi dasar materi ekologi yang terdapat pada silabus kurikulum 2013 ternyata sangat representative dilakukan proses pembelajaran dengan strategi outdoor learning. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas, kepraktisan  dan keefektifan perangkat pembelajaran ekologi SMA dengan strategi outdoor learning. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: Rata-rata nilai untuk perangkat pembelajaran ekologi SMA dengan strategi outdoor learning 3,69 dengan kategori sangat baik. Penerapan pembelajaran ekologi SMA dengan strategi outdoor learning dapat meningkatkan nilai kognitif peserta didik dari 69,12 menjadi 79,75. Sebanyak 73,435 % peserta didik memperolah nilai baik pada aspek afektif dan 26,565% memperoleh nilai baik sekali. Sebanyak 100% nilai baik pada aspek psikomotor. Proses belajar mengajar sebagaimana dirancang dalam perangkat pembelajaran yang dikembangkan  mendapat respon positif dari 78,12% peserta didik dan penilaian observer pada keterlaksanaan pembelajaran mendapat rata-rata nilai 3,53 yang termasuk kategori sangat baik. Abstract ___________________________________________________________________ Realizing that the basic competence of ecological material in the syllabus of curriculum 2013 can be best carried out by outdoor learning strategy. The results show following matters: The average of learning outcomes in learning ecology by learning outdoor strategyis 3,69 with very good category. The implementation of ecological learning in high school by outdoor learning strategies able to increase students cognitive value from 69,12 into 79,75, 73,435% students obtained good score on affective aspects and 26,565% obtained excellent score. 100% student obtained good score on psychomotor aspects. Teaching and learning process as designed in the learning device developed got a positive response from the 78,12% of learners and observation of the observer revealed that the feasibility of the learning process got the average value 3,53 which is included a very good category.  
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MENGGUNAKAN PERMAINAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA Dewi, Novi Ratna; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9569

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Pendidikan multikultur memiliki lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu :(1). Content integration; (2). The Knowledge Construction Process; (3) An Equity Paedagogy; (4) Prejudice Reduction; (5) Exercise. Games dapat dibuat untuk mengeksplor ide-ide IPA tertentu ke permukaan sedangkan anak-anak dari segala usia suka bermain game. (Muslimin, 2012). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran awal tentang siswa dan lingkungan yang meliputi macam-macam nilai budaya yang ada pada siswa, metode pembelajaran, bahan ajar serta media yang digunakan dalam proses belajaran mengajar. Metode pengumpulan dan analisis data yang digunakan ialah metode dokumentasi untuk mendapatkan data perangkat sebelum dikembangkan, observasi untuk memperoleh data macam-macam nilai budaya yang ada pada siswa sebelum pengembangan perangkat, dan angket untuk mendapatkan data tentang metode pembelajaran, bahan ajar serta media yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Seluruh data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter yang cukup mencolok antara siswa yang berasal dari daerah pegunungan dan daerah perkotaan. Perangkat pembelajaran yang ada kurang mendukung usaha guru untuk mengaplikasikan nilai budaya yang ada di sekitar siswa dalam pembelajaran. Selain itu, pembelajaran IPA yang sudah identik dengan keseriusan membuat guru jarang untuk menerapkan strategi permainan dalam pembelajaran, selain itu metode yang digunakan lebih banyak pembelajaran konvensional, bahan ajar yang digunakan kebanyakan menggunakan buku BSE dan LKS dari penerbit komersil, serta media yang digunakan mayoritas powerpoint. Abstract ___________________________________________________________________ Multicultural education has five interrelated dimensions, namely: (1). Content integration; (2). The Construction Knowledge Process; (3) An Equity Paedagogy; (4) Prejudice Reduction; (5) Exercise. Games can be created to explore ideas of certain IPA to a surface while kids of all ages love to play games. (Muslim, 2012). The goal of this research was to get an initial picture of the student and the environment that includes a variety of cultural values in students, teaching methods, teaching materials and media used in the teaching learning process. Methods of data collection and analysis was using the documentation to get device data before it was developed, observations to obtain data on a variety of cultural values that exist in the students before the development of the device, and a questionnaire to obtain data on teaching methods, teaching materials and media used in teaching and learning process. All data were analyzed descriptively. The results showed that there were differences between the characters are quite striking students from mountainous areas and urban areas. Learning device that was less support teachers' efforts to apply the cultural values that were around students in learning. In addition, learning science that has been synonymous with the seriousness of making teachers rarely to implement the strategy games in learning, in addition to the method used more conventional learning, teaching materials used were mostly books BSE and LKS of the publisher of commercial, as well as the majority media used was powerpoint.  
PENERAPAN PENDEKATAN JAS (JELAJAH ALAM SEKITAR) PADA MATA KULIAH KONSERVASI DAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENANAMKAN SOFTSKILL KONSERVASI PADA MAHASISWA IPA UNNES Savitri, Erna Noor; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9570

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengembangkan  model dan perangkat pembelajaran berpendekatan  JAS (Jelajah Alam Sekitar)  terintegrasi mata kuliah konservasi dan kearifan lokal di prodi IPA. Penelitian ini merupakan  jenis penelitian  dan pengembangan (R&D)  pendidikan  yang dilaksanakan secara kolaborasi  dengan  team dosen mata kuliah konservasi dan kearifan lokal.  Uji efektivitas dan kepraktisan  produk  penelitian    R&D dilakukan melalui penelitian eksperimen, dengan desain  Pretest-Postest Experiment Design.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah  mahasiswa prodi Pendidikan  IPA FMIPA yang mengambil mata kuliah Konservasi dan Kearifan lokal pada semester genap 2014/2015 yang berjumlah  45  mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa observasi dan tes. Lembar observasi untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran berpendekatan  JAS (Jelajah Alam Sekitar) yang dikembangkan.  Tes  digunakan untuk menentukan efektivitas model pembelajaran berpendekatan JAS (Jelajah Alam Sekitar) dalam meningkatkan  soft skills  konservasi terintegrasi dalam mata  kuliah Konservasi dan  Kearifan  Lokal. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dihasilkan produk berupa perangkat pembelajaran berbasis kompetensi dan berciri konservasi, serta dihasilkan produk dari mahasiswa berupa video pembelajaran, poster dan stiker sebagai penerapan pembelajaran yang berciri konservasi. Selain hal tersebut, penilaian berupa tes menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan prestasi yang lebih baik apabila dilihat dari hasil pretest dan posttest yang dilaksanakan. Pretest yang dilakukan sebelum diberikan penugasan menunjukkan hasil rata-rata 83,25, sedangkan posttest 86,20. Hasil angket menunjukkan softskills peduli lingkungan, cinta lingkungan, kreatif, tanggungjawab, objektif, dan kerja keras.   Abstract ___________________________________________________________________ This study aimed  to develop a model and a learning tool  with an approach of  JAS  (Exploration Nature Neighbourhood) integrated course in conservation and local wisdom  of Prodi IPA. This study was a research and development (R & D) study conducted in collaboration with a team lecturer in conservation and local wisdom. Test effectiveness and practicality of the product R & D research was conducted through experimental research, design Pretest-Posttest Design Experiment.  The method used in this study was a qualitative method. The subjects were students of department of Educational Science Faculty who take courses in conservation and local wisdom in the second semester of 2014/2015 totaling 45 students. Data collection techniques used in the form of observational studies and tests. Observation sheet to determine the suitability of the implementation of learning by learning model with an approach of JAS (Roaming Neighborhood Nature) developed. The test was used to determine the effectiveness of the learning model with an approach of JAS (Natural Roaming Neighborhood) in improving the soft skills of conservation  in the course of Conservation and Local Wisdom. Data analysis was qualitative descriptive analysis. From the results of this research produced the product in the form of a competency-based learning tool and is characterized by conservation, as well as the resulting product in the form of student learning videos, posters and stickers as application of learning characterized by conservation. Besides this, in the form of assessment tests show that students showed a better performance when seen from the results of pretest and posttest was implemented. Pretest conducted before given the assignment showed an average yield of 83.25, while the posttest 86.20. The questionnaire results showed soft skills care for the environment, love the environment, creative, responsible, objective, and hard work.Abstrak___________________________________________________________________Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengembangkan  model dan perangkat pembelajaran berpendekatan  JAS (Jelajah AlamSekitar)  terintegrasi mata kuliah konservasi dan kearifan lokal di prodi IPA. Penelitian ini merupakan  jenis penelitian  danpengembangan (R&D)  pendidikan  yang dilaksanakan secara kolaborasi  dengan  team dosen mata kuliah konservasi dankearifan lokal.  Uji efektivitas dan kepraktisan  produk  penelitian    R&D dilakukan melalui penelitian eksperimen, dengandesain  Pretest-Postest Experiment Design.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode kualitatif. Subjekpenelitian ini adalah  mahasiswa prodi Pendidikan  IPA FMIPA yang mengambil mata kuliah Konservasi dan Kearifan lokalpada semester genap 2014/2015 yang berjumlah  45  mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitianberupa observasi dan tes. Lembar observasi untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan modelpembelajaran berpendekatan  JAS (Jelajah Alam Sekitar) yang dikembangkan.  Tes  digunakan untuk menentukan efektivitasmodel pembelajaran berpendekatan JAS (Jelajah Alam Sekitar) dalam meningkatkan  soft skills  konservasi terintegrasi dalammata  kuliah Konservasi dan  Kearifan  Lokal. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasilpenelitian ini dihasilkan produk berupa perangkat pembelajaran berbasis kompetensi dan berciri konservasi, serta dihasilkanproduk dari mahasiswa berupa video pembelajaran, poster dan stiker sebagai penerapan pembelajaran yang berciri konservasi.Selain hal tersebut, penilaian berupa tes menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan prestasi yang lebih baik apabila dilihatdari hasil pretest dan posttest yang dilaksanakan. Pretest yang dilakukan sebelum diberikan penugasan menunjukkan hasilrata-rata 83,25, sedangkan posttest 86,20. Hasil angket menunjukkan softskills peduli lingkungan, cinta lingkungan, kreatif,tanggungjawab, objektif, dan kerja keras.Abstract___________________________________________________________________This study aimed  to develop a model and a learning tool  with an approach of  JAS  (Exploration Nature Neighbourhood) integratedcourse in conservation and local wisdom  of Prodi IPA. This study  was a research and development (R & D) study conducted incollaboration with a team lecturer in conservation and local wisdom. Test effectiveness and  practicality of the product R & D researchwas  conducted through experimental research, design Pretest-Posttest Design Experiment.  The method used in this study  was aqualitative method. The subjects were students of department of Educational Science Faculty who take courses in conservation andlocal wisdom in the second semester of 2014/2015 totaling 45 students. Data collection techniques used in the form of observa tionalstudies and tests. Observation sheet to determine the suitability of the implementation  of learning by learning model with an approachof  JAS (Roaming Neighborhood Nature) developed. The test  was  used to determine the effectiveness of the learning model  with anapproach of  JAS (Natural Roaming Neighborhood) in improving the soft skills of conservation  in the course of Conservation andLocal Wisdom. Data analysis was qualitative descriptive analysis. From the results of this research produced the product in the formof a competency-based learning tool  and is characterized by conservation, as well as the resulting product in the form of studentlearning videos, posters and stickers as application of learning characterized by conservation. Besides this, in the form of  assessmenttests show that students showed a better performance when seen from  the results of pretest and  posttest was  implemented. Pretestconducted before  given the assignment showed an average yield of 83.25, while the posttest 86.20. The questionnaire results showedsoftskills care for the environment, love the environment, creative, responsible, objective, and hard work.
PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE PADA PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILL KONSERVASI PADA MAHASISWA IPA UNNES Amalia, Andin Vita; Bintari, Siti Harnina
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9644

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif picture and picture terintegrasi dengan mata kuliah bioteknologi di prodi IPA. Metode penelitian ini adalah research and de-velopment (R&D). Hasil penelitian menunjukkan persentase soft skill konsevasi mahasiswa minimal baik menunjukkan sebesar 100%. Ketuntasan belajar ranah kognitif meningkat setelah penerapan pembelajaran menggunakan metode picture and picture yaitu dengan frekuensi relatif ketuntasan nilai posttest sebesar 80.65% dan nilai LKM sebesar 100%. LKM yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran bioteknologi. Selain itu, persentase skor yang diperoleh dari hasil perhitungan angket tanggapan siswa sebesar 97.35%  dengan kriteria sangat puas (tanggapan positif). Oleh sebab itu, perangkat pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada matakuliah bioteknologi dan peningkatan soft skill konservasi mahasiswa. Abstract ___________________________________________________________________ This study aimed to develop cooperative learning device integrated picture and picture with the subject of biotechnology in education science program. This research method was the research and development (R & D). The results showed the percentage of students who owned the soft skills of conservation was at 100%. Mastery learning cognitive increased after the application of learning methods that picture and picture with relative frequency completeness posttest score of 80.65% and an MFI value of 100%. MFI developed a very viable for use in teaching biotechnology. In addition, the percentage score obtained from the calculation of students' questionnaire responses of 97.35% with a very satisfied criterion (positive feedback). Therefore, the learning device picture and picture could improve student understanding of concepts in the course of biotechnology and increased conservation soft skills of students.  
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL BERBASIS QUIPPER SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP N 1 TEMANGGUNG Surahmadi, Bambang
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9645

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran virtual berbasis Quipper School untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP N 1 Temanggung tahun ajaran 2014/2015. Quipper School merupakan media pembelajaran virtual berbasis internet yang di dalamnya terdapat berbagai materi pembelajaran, kuis atau pertanyaan-pertanyaan dan animasi dalam materi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP N 1 Temanggung, dimana kelas VIII D sebagai kelas kontrol dan kelas VIII G sebagai kelas eksperiman. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran virtual berbasis Quipper School, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Analisis data akhir dilakukan dengan menggunakan analisis uji manova. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan quipper school memberikan pengaruh lebih baik dari pada pembelajaran dengan metode konvensional. Hal tersebut dibuktikan dari analisis dengan menggunakan uji manova. Pada analisis dengan uji manova diperoleh pengaruh yang linear antara pembelajaran quipper school dengan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Diperoleh nilai rata-rata hasil belajar peserta didik (posttest) lebih tinggi dari pada pembelajaran metode konvensional yaitu 83 dengan taraf ketuntasan peserta didik adalah 100 %. Abstract ___________________________________________________________________ This study aimed to determine the effect of virtual learning based Quipper School to enhance learning motivation and learning outcomes of students in class VIII SMP N 1 Temanggung the academic year 2014/2015. Quipper School is an internet-based virtual learning medium in which there are a variety of learning materials, quizzes or questions and animation in the material. Subjects in this study were students of class VIII SMP N 1 Temanggung, where the class D as the control class VIII and VIII G as a class experiment. Class-based experiments using virtual learning Quipper School, while the control group using conventional learning models. Final data analysis was done by using MANOVA test analysis. Based on the results of the study showed that learning with school quipper give better effect than on learning with conventional methods. This is evidenced from the analysis using MANOVA test. In the analysis by Manova test obtained linear effect between learning quipper school with learning motivation and learning outcomes of students. Average values obtained learning outcomes of students (posttest) higher than the conventional method of learning that is 83 with a level of mastery of students was 100%.
PEMBELAJARAN SAINS MODEL SERVICE LEARNING SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN HABITS OF MIND DAN PENGUASAAN KETERAMPILAN BERPIKIR INVENTIF Rahzianta, Rahzianta; Hidayat, Muhammad Luthfi
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9646

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Pengembangan pola pikir peserta didik merupakan tuntutan yang harus dipenuhi pada era global. Partnership of 21st Century Skills mengidentifikasi bahwa peserta didik abad ke-21 harus mampu mengembangkan keterampilan kompetitif yang berfokus pada pengembangan keterampilan berfikir tingkat tinggi (Higher order thingking skills).Dibutuhkan model pembelajaran yang menunjang kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan tersebut. Service learning merupakan salah satu model pembelajaran dapat digunakan untuk menunjang pengembangan pola pikir. Service learning adalah cara belajar mengajar yang menghubungkan tindakan positif dan bermakna di masyarakat dengan pembelajaran akademik, perkembangan pribadi, dan tanggung jawab sosial sehingga peserta didik mengenal kemampuan mereka. Model ini dapat digunakan untuk pembentukan Habits of Mind terutama dalam aspek self regulation, berfikir kritis dan berfikir kreatif. Bahkan Costa dan Kallick serta Campbell mengklaim Habits of Mind sebagai karakteristik perilaku berpikir cerdas yang paling tinggi dalam memecahkan masalah dan merupakan indikator kesuksesan dalam akademik, pekerjaan dan hubungan sosial. Selain itu, service learning juga dapat membentuk kemahiran berfikir inventif yang juga menjadi salah satu komponen penting dari abad ke-21. Kemahiran ini meliputi enam elemen yaitu fleksibilitas dan kompleksitas, regulasi diri, sifat ingin tahu, kreativitas, mampu mengambil resiko dan pemikiran tahap tinggi. Kemampuan berpikir inventif yaitu berupa idea yang bersifat inovatif atau mungkin dalam bentuk kerja diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Abstract ___________________________________________________________________ Developing the mindset of learners is a demand that must be met at the global era. Partnership of 21st Century Skills learners identified that the 21st century should be able to develop competitive skills that focus on developing higher level thinking skills (Higher order thingking skills) .Dibutuhkan learning models that support the ability of learners in facing these challenges. Service learning is a learning model can be used to support the development mindset. Service learning is a teaching and learning method that connects a positive and meaningful action in the community with academic learning, personal growth, and social responsibility so that learners know their capabilities. This model can be used for the formation of Habits of Mind, especially in the aspect of self-regulation, critical thinking and creative thinking. Even Costa and Kallick and Campbell claim Habits of Mind as the behavioral characteristics of the most high smart thinking in problem solving and is an indicator of success in academic, work and social relationships. In addition, service learning can also form an inventive thinking skills are also one of the important components of the 21st century. Proficiency includes six elements of flexibility and complexity, self-regulation, curiosity, creativity, capable of taking risks and thinking high stage. Inventive thinking skills in the form of innovative ideas that are or may be in the form of work is expected to yield new innovations that benefit the wider  
DESAIN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN TOPIK TUAS PADA TUBUH MANUSIA Waluyo, Pujo Setyo; Sudjito, Debora Natalia; Pattiserlihun, Alvama
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9647

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ IPA Terpadu merupakan salah satu wujud dari model pembelajaran terpadu yang dianjurkan untuk diterapkan pada semua jenjang pendidikan, namun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang dialami guru. Penelitian ini bertujuan memberi contoh RPP IPA Terpadu “Tuas pada Tubuh Manusia” dan mengetahui hasil belajar IPA ketika diterapkan dalam pembelajaran. Responden penelitian ini adalah 24 siswa kelas VIII dengan alat pengumpulan data berupa RPP, lembar observasi, lembar kuisioner, dan tes evaluasi. Selama RPP diajarkan, lembar observasi diisi oleh seorang observer sedangkan siswa diminta mengerjakan tes evaluasi dan mengisi lembar kuisioner di akhir pembelajaran.  Selanjutnya semua data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini diperoleh hasil: sebanyak 92% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan 95% siswa mendapatkan nilai minimal 75 pada tes evaluasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa RPP IPA Terpadu tentang tuas pada tubuh manusia berhasil memadukan biologi dengan fisika, membuat siswa antusias belajar IPA, dan memahami materi yang diajarkan. Abstract ___________________________________________________________________ Integrated Sciences is one form of integrated learning model which is recommended to be applied at all levels of education, but in practice there are still many constraints experienced teachers. This study aims to give an example RPP Integrated Science "lever on the Human Body" and determine learning outcomes when applied in teaching science. The respondents of this study were 24 students of class VIII with data collection tools such as lesson plans, observation sheets, sheet questionnaires, and evaluation tests. During RPP taught, observation sheets filled out by an observer while students are asked to do the test evaluation and to complete a questionnaire at the end of the lesson. Furthermore, all data were analyzed descriptively qualitative. From this research result: as much as 92% of students actively involved in learning and 95% of students scored at least 75 on the test evaluation. So it can be concluded that the RPP Integrated Sciences of the lever on the human body successfully combines biology with physics, make students enthusiastic to learn science, and understand the material being taught.
PERAN PROGRAM ADIWIYATA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA: STUDI KASUS DI SMK NEGERI 2 SEMARANG Rakhmawati, Darning; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Ngabekti, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i1.9648

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Program Adiwiyata merupakan program pemerintah yang diciptakan akibat penurunan kualitas lingkungan. Siswa sebagai bagian dari masyarakat perlu dididik mengenai kepedulian terhadap lingkungan yang dapat ditumbuhkan melalui pendidikan. Penelitian mengenai Adiwiyata telah banyak dilakukan namun informasi peran Adiwiyata dalam mengembangkan terbentuknya karakter peduli lingkungan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Adiwiyata dalam pengembangan karakter peduli lingkungan di Sekolah Adiwiyata Mandiri SMK Negeri 2 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan empat aspek Program Adiwiyata berperan dalam menciptakan situasi dan kondisi yang mendukung pengembangan karakter peduli lingkungan. Abstract ___________________________________________________________________ Adiwiyata program is a government program that was created as a result of environmental degradation. Students as part of the community need to be educated about caring for the environment that can be cultivated through education. Research on Adiwiyata has much to do but get Adiwiyata role in developing the character formation of environmental awareness is still limited. This study aims to analyze the role Adiwiyata in the development of environmentally conscious character in Adiwiyata Independent School SMK Negeri 2 Semarang. This study used a qualitative approach case study. Subjects selected by purposive sampling technique, consisting of key informants and informant support. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Technique authenticity of data using triangulation techniques and resources. The results showed that the implementation of the four aspects of Adiwiyata role in creating conditions that support the development of environmentally conscious character.

Page 3 of 4 | Total Record : 34