cover
Contact Name
Arif Widiyatmoko
Contact Email
usej@mail.unnes.ac.id
Phone
+6281325660100
Journal Mail Official
usej@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung D5 Lantai 1 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Science Education Journal
ISSN : 22526617     EISSN : 25026232     DOI : https://doi.org/10.15294/usej
Core Subject : Education,
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles 609 Documents
PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES PADA TEMA ENERGI DAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Wijayanti, Frieda; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4987

Abstract

Proses pembelajaran IPA ditingkat SMP dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan (integrative science), sehingga setiap guru IPA harus memiliki kompetensi dalam membelajarkan IPA secara terpadu. Keterpaduan ini meliputi integrasi dalam bidang IPA dapat ditunjukan melalui LKS. Berdasarkan observasi di SMP Negeri 1 Batangan, LKS yang digunakan belum dapat mengoptimalkan kecerdasan siswa serta belum menunjukan keterpaduan konsep IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan dan keefektifan LKS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Desain penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa LKS ini dikembangkan berdasarkan lima kecerdasan dominan siswa, yakni kecerdasan logis-matematis, jasmaniah-kinestetik, visual-spasial, interpersonal dan eksistensial-spiritual. Pengembangan LKS IPA berbasis multiple intelligences ini dinyatakan layak sesuai instrumen BSNP dengan rata-rata skor validasi komponen isi 3,70, komponen kebahasaan 3,87, dan komponen penyajian 3,67. Penerapan LKS IPA berbasis multiple intelligences diukur melalui uji N-gain dengan nilai peningkatan sebesar 0,71 berkriteria tinggi. Sementara itu, sikap kreatif siswa diukur dengan lembar observasi dan mengalami peningkatan dengan rata-rata skor ≥62% pada setiap pertemuannya. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada penerapan LKS IPA berbasis multiple intelligences, sehingga LKS ini dinyatakan efektif. The process of science learning for the junior high in 2013 implemented based integerated science curiculum, so every science teacher should have competence to teach it. This integration can be shown by student worksheets. Based on the observation in SMP Negeri 1 Batangan, it was that use student worksheet for science activity. It is not yet optimalization for student multiple intelligences and creativity, also unknown integrated science concept about it. This research aims to determine characteristics, the feasibility and effectiveness of multiple intelligences-science worksheet. This research used of Research and Development (R&D) design. The result is it develope based on five multiple intelligences for students. They are logic-matematic, kinestethic, visual-spacial, interpersonal and exsistensial-spiritual intelligences. Based on the results of the study it was found on that the feasibility of multiple-intelligences student worksheet showed eligible criteria based on BSNP with average score of content validation is 3.70, then average score of linguistic validation is 3.87 and average score of presentation validation is 3.67. Based on implementation, it was that multiple intelligences-science worksheet found the results indicate that the increase creative thinking skill in learning outcomes with N-gain was 0.71 with a high criteria. Then, creative attitude of student is increase for every meeting with average score ≥62%. This shows an increase in students' creative thinking skillfor the application of science-based multiple intelligences-worksheets, so this worksheet  declared effective.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PERFORMANCE ASSESSMENT BERPENDEKATAN SCIENTIFIC PADA TEMA KALOR DAN PERPINDAHANNYA Sujarwanto, Sujarwanto; Rusilowati, Ani
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4998

Abstract

Hasil observasi awal di SMP Negeri 2 Kendal menunjukkan bahwa penilaian kompetensi psikomotorik belum sepenuhnya dikembangkan guru dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, kepraktisan, dan hasil kinerja siswa setelah menggunakan instrumen performance assessment berpendekatan scientific yang dikembangkan pada tema Kalor dan Perpindahannya. Penelitian ini menggunakan Metode Research and Development (R&D). Prosedur penelitian meliputi identifikasi potensi dan masalah, perencanaan, desain instrumen penilaian, validasi desain, revisi desain, uji coba skala terbatas, revisi instrumen penilaian 1, uji coba pemakaian, revisi instrumen penilaian 2, dan produk final. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen performance assessment yang dikembangkan bercirikan kegiatan ilmiah (scientific), yang terdiri atas kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Instrumen performance assessment berpendekatan scientific dinyatakan sangat layak dengan rerata persentase skor oleh validator substansi sebesar 95,19% dan validator bahasa sebesar 91,23%. Kepraktisan penggunaan instrumen performance assessment berpendekatan scientific pada tema Kalor dan Perpindahannya diperoleh hasil persentase skor sebesar 96,88% dengan kriteria sangat baik. Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa instrumen performance assessment yang dikembangkan sudah reliabel, dengan koefisien reliabilitas rata-rata rating dari tiga orang rater sebesar 0,837 dan koefisien reliabilitas rata-rata rating bagi setiap raternya sebesar 0,659. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 81,25% siswa sangat terampil dalam kegiatan praktikum, sedangkan 18,75% sisanya dalam kriteria terampil. The  result of initial observation  on SMPN 2 Kendal shows that assessment on  psychomotor competence have not been fully developed by the teacher in the Natural Science learning process. This researches to find out the characteristics, feasibility, practicability and also students performance after using performance assessment instrument using scientific approach that is developed on the Heat and its Movements theme. This research used Research and Development (R&D) method. The procedures include problems and potential identification, planning, designing instrument for assessment, design validation, design revision, limited-scale trial, revisions of assessment instrument 1, application trial, revision of assessment instrument 2, and the final product. Result of the research shows that performance assessment instrument developed has characteristics as scientific activity that consists of observing activity, questioning, experimenting, associating, and communicating. Performance assessment instrument using scientific approach is stated very decent with the mean percentage substance validator score of 95.19% and language validator of 91.23%. Practicability of using this instrument, performance assessment instrument using scientific approach on the Heat and Its Movements theme, obtained the result percentage score of 96.88% with very well criteria. The data analysis results indicate that performance assessment instrument developed is already reliable, with coefficient of reliability in average rating of the three raters of 0.837 and coefficient of reliability in average rating for each rater of 0.659. The research results also indicate that 81.25% of students is highly skilled in lab work activity, while the rest, 18.75%, is included in skilled criteria. 
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA TERPADU TEMA MIKROSKOP UNTUK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Huda, Nurul; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pengembangan dan keefektifan video pada pembelajaran IPA terpadu tema mikroskop untuk siswa MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Ada dua tahapan dalam penelitian ini, yaitu tahap proses pengembangan video pembelajaran dan uji efektivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian validator terhadap video pembelajaran sangat layak. Pada  uji coba produk siswa dan guru memberikan penilaian rata-rata sangat layak video pembelajaran. Dalam penelitian ini efektivitas diukur dari signifikansi pengaruh keterampilan siswa menggunakan mikroskop yang mencapai 91% dan signifikansi pengaruh pemahaman siswa yang mencapai nilai 77,5. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa video efektif dan layak digunakan pada pembelajaran IPA terpadu tema mikroskop untuk siswa MTs peneliti nyatakan layak dipakai pada pembelajaran mikroskop kelas VII MTs asy-Syarifiyah Sarirejo. This study aims to assess the effectiveness of the development process and the video on the theme of integrated science teaching microscopes for students MTs . This study uses the approach of Research and Development ( R & D ) . There are two stages in this study , the stage of the development process and test the effectiveness of instructional videos . The results of this study indicate that the assessment validator to the video is well worth learning . In product testing gives students and teachers the average valuation is well worth learning videos . In this study measured the effectiveness of the significance of the influence of students' skills using a microscope reached 91 % and the significance of understanding the influence of students who achieve a score of 77.5 . Based on the results of the study showed that the effective and appropriate use of video on the theme of integrated science teaching microscopes for students declared unfit junior researchers on learning class VII MTs microscope asy- Syarifiyah Sarirejo .
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HABITS OF MIND PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PROYEK TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SISWA SMP Lestari, Dwi; Sudarmin, Sudarmin; Haryani, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5013

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran berbasis proyek dengan tema pencemaran lingkungan. Pembelajaran IPA berbasis proyek dapat meningkatkan aktivitas siswa di kelas dan mendukung perkembangan karakteristik habits of mind siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian habits of mind yang valid dan reliabel untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA berbasis proyek pada tema pencemaran lingkungan dan mengetahui karakteristik habits of mind siswa yang tampak setelah mengikuti pembelajaran IPA berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dan dilaksanakan di SMP N 6 Temanggung pada siswa kelas VII. Bentuk instrumen penilaian habits of mind berupa lembar penilaian guru berdasarkan penugasan proyek dan penugasan individu, serta lembar penilaian diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian habits of mind untuk pembelajaran IPA berbasis proyek mendapatkan nilai sangat layak dengan persentase 91% dari pakar evaluasi dan 93,75% dari pakar bahasa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kriteria dari karakteristik habits of mind ‘berpikir dan berkomunikasi dengan jelas dan cermat’, ‘berpikir secara interdependen’, dan ‘memeriksa akurasi’ yang tampak setelah siswa mengikuti proses pembelajaran IPA berbasis proyek adalah ‘mulai berkembang’. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori perkembangan kognitif menurut Piaget tentang tahap operasional formal. Respon positif siswa terhadap penerapan instrumen penilaian habits of mind dalam pembelajaran IPA berbasis proyek mencapai 87% pada tahap uji coba skala besar dan 89,2% pada tahap uji penerapan. One of suitable learning model is project-based learning with the theme of environmental pollution. Project-based sciene learning can enhance the acitivity of student in the classroom and support the development of student’s habits of mind characteristic. The development of habits of mind necessary to get attention from the teacher because a good habits of mind can help student in solving their problem. This research aims to develop a habits of mind assessment instrument that valid and reliable to be applied in project-based science learning with environmental pollution theme and to know the student’s habits of mind characteristics after they follow project-based science learning. This study is Research and Development (R&D) and implemented to 7th grade students in SMP N 6 Temanggung. Form of habits of mind assessment instrument consist of the teacher evaluation sheet based on project assignment and individual assignment, and also student self-assessment sheet. The result showed that the habits of mind assessment instrument for project-based science learning get very decent value with 91% from the expert of evaluation and 93.75% from the expert of language. The result also show that the criteria of the habits of mind characteristics ‘thinking and communicating with clarity and precision’, ‘thinking interdependently', and ‘striving for accuracy’, which looks after the students follow a project-based science learning process is ‘start growing’ criteria. That result is appropriate with Piaget’s theory of cognitive development about concrete operational stage. Positive response of students to the implementation of habits of mind assessment instrument in project-based science learning reached 87% at the stage of large-scale trials and 89.2% in the implementation test. 
PENGEMBANGAN CONTEXTUAL PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PROYEK TEMA PENCEMARAN DAN DAMPAKNYA BAGI MAKHLUK HIDUP Warapsari, Diyah Ayu; Saptorini, Saptorini
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5014

Abstract

Puzzle adalah sebuah media permainan merangkai potongan gambar yang berantakan agar menjadi suatu gambar yang utuh. Contextual puzzle merupakan hasil modifikasi dari permainan puzzle konvensional. Contextual puzzle dilengkapi dengan gambar, pertanyaan, serta tugas proyek untuk mengasah kreatifitas siswa. Media pembelajaran yang menyenangkan dengan memadukan unsur bermain dan belajar perlu dikembangkan karena proses pembelajaran di SMP N 1 bobotsari tidak pernah menggunakan media pembelajaran yang telah dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang layak digunakan berupa contextual puzzle berbasis proyek pada tema pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup dan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media contextual puzzle berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP N 1 Bobotsari. Penelitian ini menggunakan tahap penelitian Research & Development (R&D) menurut Sugiyono (2010). Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kelayakan media contextual puzzle dan data keefektifan media contextual puzzle yang dilihat dari perhitungan n-gain berdasarkan nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh didapatkan data kelayakan media contextual puzzle dengan rata-rata persentase penilaian kelayakan media dan materi berturut-turut sebesar 87,48% dan 96,65% dengan kategori sangat layak. Hasil belajar siswa pada uji coba pelaksanaan memperoleh n-gain sebesar 0,775 dengan kriteria tinggi dan rata-rata persentase keaktifan siswa sebesar 70,05% dengan kriteria aktif. Dengan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media contextual puzzle layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa SMP/MTs. Puzzle is a game where we should arrange some pieces of picture to be a complete picture. Contextual puzzle is a modified version of the conventional puzzle game, completed with pictures, questions, and project assignments to improving the students’ creativity. Fun learning media combined with the elements of playing and learning aspect need to be developed because the learning process in SMP N 1 Bobotsari never use the modified media. This research aims to develop a feasible learning media of contextual puzzle based on project with theme of Pollution and its Impact on Living Organisms and to determine the effectiveness of contextual puzzle based on projects to increase the learning outcomes of students. The subjects in this research were students of class VII and VIII SMP N 1 Bobotsari. This research used the research phase of Research & Development (R & D) design by Sugiyono (2010). The data of this research are the feasibility of media and effectiveness of contextual puzzle, the data were obtained from n-gain calculation of the pretest and posttest score. Based on the data of contextual puzzle media’s feasibility with average percentage appraisal of media and materials respectively for 87.48% dan 96.65% with very decent category. Students’ learning outcomes in the trial implementation obtined n-gain of 0.775, it includes high criteria and the percentage of students’ activity of 70.05%, it includes active criteria. Therefore, it can be concluded that the contextual puzzle is proven to be feasible and effective to be learning media for SMP / MTs students.
PENGEMBANGAN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA TEMA OPTIK DAN PENGLIHATAN Yoanita, Pradika; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5015

Abstract

Hasil analisis perolehan nilai siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Magelang, menunjukkan bahwa pada tema optik dan penglihatan, hanya 61% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan. Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman siswa, sehingga diperlukan alat tes yang dapat mendiagnosis tingkat kemampuan siswa dalam memahami konsep yang diajarkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, yang bertujuan untuk mengembangkan e-diagnostic test berbasis web, yang layak digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep siswa pada ranah kognitif, khususnya tema optik dan penglihatan.. Validasi oleh pakar instrumen tes dan media berturut-turut ialah 95,83% dan 94,44% dan termasuk dalam kategori sangat layak. Angket tanggapan siswa pada skala kecil sebesar 78%, skala luas 87%, dan implementasi 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memenuhi kriteria kelulusan minimal hanya 6 orang, dari jumlah keseluruhan 22 siswa. Konsep yang paling rendah presentase tingkat pemahamannya ialah indikator 1 (mengetahui definisi dan sifat cahaya), dan indikator 2 (memahami syarat dan proses terjadinya pemantulan dan pembiasan cahaya). Pada pengetahuan definisi dan sifat cahaya, 36% siswa mengalami misunderstanding, dan 50% siswa mengalami instrumental understanding. Pada pemahaman syarat dan proses terjadinya pemantulan dan pembiasan cahaya, 36% siswa mengalami misunderstanding, dan 20% mengalami instrumental understanding. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-diagnostic test telah layak digunakan untuk mendiagnosis tingkat pemahaman konsep siswa. The science score analysis’ result of the 8th grade students’ in 2 Magelang Junior High School showed that there were only 61% of student who is achieved the criterion referenced. It shows the lackness of understanding by the students, so then we need a test instrument which is could diagnose their ability to understanding the concepts that have been tought. This research is aimed to develop e-diagnostic test on web-based, which is proper to be used to identifying the students’ understanding in cognitive domain, especially in optic and vision topic. Students’ capability and weakness are directly known, so then teacher could gives an appropriate feedback to each student. Validation of test instrument and media are showing the result 95,83% and 94,44%, which is included in a very appropriate category. Students’ questionnaire is showing result 78% on the small class stage, 87% on wide class, and 90% on implementation. The research result was showing that only 6 students who could pass the criterion referenced. The lowest percentage of concept understanding are the first indicator (Understanding the light’s definition and characteristics), and the second indicator (conceiving the requirements and the process of the light’s reflection and refraction). 36% students are on misunderstanding phase, and 50% are on instrumental understanding, in the ability of understanding the light’s definition and characteristics. 36% students are on misunderstanding phase, and 20% are on instrumental understanding, in the ability of conceiving the requirement and the process of the light’s reflection and refraction. This research result was showing that e-diagnostic test is able to diagnose the concept understanding of the students. 
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA TERPADU SUNDIAL FOTOTROPISME PADA TEMA GERAK UNTUK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Maftuh, Muhamad; Parmin, Parmin; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7726

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.     Integrated science learning should be supported by several things including the integrated teaching aid based integrated thematic because science is empiris knowledge learning. Reality in MTs Al Ishlah Pulokulon, are still hard to find the integrated science teaching aid which really integrated. This research was conducted by Research and Development (R & D). Research tested on 8th E class of MTs Al Ishlah Pulokulon Grobogan. Non-test data were analyzed by descriptive percentages, while the test data were analyzed using n-gain analysis. Based on the results of research obtained the mean percentage of expert validation based teaching aid and material respectively is 93.00% and 95.00% that both included in very active criteria. The mean percentage of results of students’ questionnaires of easy to use and observations in learning, respectively is 84.00% with very good criteria and 83.00% with very active criteria. Terms of achievement test results are an increase in pretest-posttest with a mean gain of students is 0,76 that entered on high criteria. Results of this research showed that the teaching aid sundial fototropisme integrated science in a motion theme for student MTs are valideffective used in learning.Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK KOMIK BERPENDEKATAN PENGEMBANGAN KONTEKSTUAL PADA TEMA BUNYI UNTUK SISWA SMP/MTs Yatno, Rohadi; Susilowati, Sri Mulyani Endang; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7727

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah media pembelajaran IPA Terpadu yang menarik yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran berupa komik. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tuntutan pelaksanaan pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di tingkat SMP/MTs. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Produk yang telah dikembangkan divalidasi oleh dua dua pakar kemudian dilakukan pengujian skala kecil dan skala besar. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data validasi produk oleh pakar, angket tanggapan guru dan siswa terhadap komik, motivasi belajar siswa serta data pemahaman konsep siswa. Untuk mengimplementasikan pembelajaran terpadu di SMPN 2 Moga terdapat beberapa permasalahan yaitu guru yang mengajar IPA pada saat ini berlatarbelakang bidang fisika, kimia dan biologi. Selain itu belum adanya media pembelajaran IPA Terpadu dan variasi bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian penilaian komik IPA Terpadu oleh pakar menunjukkan kriteria sangat layak dengan rata-rata perolehan skor sebesar 89,74% dan komik yang dikembangkan dikatakan efektif karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar pun menjadi maksimal, terbukti dengan 100% siswa tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian di SMPN 2 Moga dapat disimpulkan bahwa komik IPA Terpadu pada tema bunyi dan sistem koordinasi dan alat indra pada manusia layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran kelas VIII di SMPN 2 Moga.  This research aims to create an integrated science teaching materials that attact qualified and effective learning that is used in comics. Background of this study is that there is the demand for integrated learning in subjects floor science SMP/MTs. Research methods used are research and development (R and D). In this study, a product that has been developed is validated by two experts then perfotmed testing of small scale and large scale. The data analyzed in this study is the data product validation by experts, a survey of teachers and students perception of comics science integrated teaching materials, data, learning motivation of students and students conceptual understanding of data. Existing problems in the field to imploment integrated learning are teachers in the current science background fields of physics, chemistry and biology. Additionally because of the lack of theaching materials and variations science integrated teaching materials used in the learning process. The results showed that the evaluation of theaching materials comics science integrated by highly qualified experts suggest criteria with the average turnover of a score of 89.74% and comics said developed effective because if can increase students learning motivation to learn even be maximal yield, as evidenced by 100% of students finished. Based on the research results it can be concluded that the integrated science comic teaching materials on the theme of sound and system coordination and tool sense organ on human with qualifield and effective use in learning class VII in SMPN 2 Moga. 
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA TERPADU PADA TEMA PEMISAHAN CAMPURAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Apriliyanti, Dharis Dwi; Haryani, Sri; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan alat peraga IPA terpadu terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) pada tema pemisahan campuran. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), dengan subjek penelitian guru IPA dan siswa kelas VII SMP N 1 Kembang. Instrumen yang digunakan meliputi  tes, angket, wawancara, lembar validasi dan lembar observasi. Data yang dianalisis berupa hasil validasi pakar dan hasil penerapan dalam pembelajaran. Hasil analisis validasi pakar menunjukkan bahwa alat peraga yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian pakar materi maupun alat peraga dengan persentase rata-rata sebesar 96,25% dan 87,50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga  yang dikembangkan mampu meningkatkan KPS siswa, dengan nilai N-gain mencapai 0,71 yang termasuk dalam kriteria tinggi. Peningkatan KPS tertinggi terjadi pada indikator mengamati sedangkan terendah pada indikator berkomunikasi. Hasil belajar menggunakan alat peraga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari  0% siswa tuntas KKM pada pretest menjadi 85,19% pada posttest. Data observasi sikap ilmiah siswa menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan alat peraga dapat merangsang keaktifan siswa dengan  persentase 55,56% siswa sangat aktif dan 44,44% siswa aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan telah memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan motivasi belajar karena dihubungkan dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari. This study aims to investigate the feasibility of teaching aids for integrated natural science toward the improvement of Science Process Skills on the theme of mixture separation. Research design used in this study was research and development (R & D), with natural science teacher and seventh graders of SMP N 1 Kembang as the research subject. The instrument used in this study included test, questionnaire, interview, validation sheet, and observation sheet. The analyzed data was in form of the result of expert validation and the result of implementation in learning. The result of expert validation showed that the developed props was feasible to be used as learning media based on the evaluation from material expert and props expert with average percentage of 96.25% and 87.50%. The result of this study showed that the developed props could improve students’ Science Process Skills, with the value of N-gain reaching 0.71 that was included in high criteria. The highest improvement of Science Process Skills occurred in indicator of observing, while the lowest occurred in indicator of communicating. The learning outcome using the props showed an improvement of students’ learning outcome and 0% student who completed the Minimum Mastery Criteria in the pre-test became 85.19% in the post-test. The data of students’ scientific attitude observation showed that learning using the props could stimulate students’ activeness with percentage of 55.56% very active students and 44.44% active students in learning. The implemented learning has provided an opportunity for students to participate actively and improve learning motivation because it was connected to students’ experiences in daily life.
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SELF REGULATION SISWA PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHANNYA Rahmawati, Inna Latifa; Hartono, Hartono; Nugroho, Sunyoto Eko
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7922

Abstract

Perubahan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke kurikulum 2013 pada tujuan dan pendekatan untuk memperoleh tujuan pembelajaran IPA, menyebabkan evaluasi sebagai cara untuk mengukur ketercapaian tujuan juga mengalami perubahan. Evaluasi berfungsi untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Salah satu bentuk penilaian yang menilai proses sekaligus memberikan feedback untuk perbaikan proses belajar mengajar adalah asesmen formatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan asesmen formatif yang valid dan meningkatkan kemampuan self regulation, serta mengetahui pengaruh kemampuan self regulation terhadap hasil belajar siswa pada tema “Suhu dan Perubahannya”. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, dengan desain pengembangan yang diadaptasi dari Sugiyono. Berdasarkan penilaian pakar, asesmen formatif dinyatakan valid secara isi, konstruksi, dan bahasa dengan kriteria layak dengan sedikit revisi (rata-rata 3,64) dan reliabel berdasar uji empiris (r = 0,694). Pada uji coba skala kecil, diperoleh keterbacaan asesmen formatif sebesar 94%, beberapa item direvisi agar sesuai dengan perkembangan bahasa siswa SMP. Hasil temuan penelitian menunjukkan (1) penggunaan asesmen formatif meningkatkan kemampuan self regulation siswa (n gain = 0,303); (2) kemampuan self regulation yang meningkat dengan diterapkannya asesmen formatif dalam pembelajaran, berpengaruh kuat (r = 0,64) dan signifikan (thitung = 4,737) terhadap peningkatan prestasi akademik siswa; serta (3) kemampuan self regulation berperan 41% terhadap prestasi akademik siswa, sementara 59% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan demikian, asesmen formatif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria produk pengembangan yaitu valid, praktis, efektif, dan menunjukkan nilai tambah. The change from Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) to Kurikulum 2013 on purpose and approach to reach purpose in science education made evaluation as the way to measure achievement also changed.  Evaluation functioned to monitor the process, progression, and  remedical of learning outcome continuously. One kind of evaluation to assess process also give feedback in teaching and learning activity’s remedical is formative assessment. This research aimed to get valid formative assessment that increase self regulation ability and to know relation between self regulation ablility with academic achievement  in “Temperature and Its Changing”. This was research and development kind of research, with design adopted from Sugiyono. According to validator, design of formative assessment was valid with some revisions based on content, construct, and language (mean score = 3.64) and reliable based on empirical analysis (r = 0.694). In small experiment, design of formative assessment got 94%, some items were corrected in order to appropriate with language development of junior high school students. Result of the research showed that (1) the using of formative assessment increased students’ self regulation ability (n gain = 0.303); (2) self regulation ability that increased because of the using of formative assessment had strong affect (r = 0.64) and significant (t = 4.737) on students’ academic achievement, and (3) self regulation ability played role on students’ academic achievement (41%), whereas 59% other was influenced by another factors.Thereby, the developed formative assessment qualified as developed product, that was valid, practical, effective, and having added value.Â