cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan
ISSN : 24423009     EISSN : 25983172     DOI : -
Core Subject : Education,
Inovatif: Jurnal ilmiah terbit setahun dua kali di bidang Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Islam. Inovatif diterbitkan oleh Pusat P This journal should cover a wide range of disciplines, containing studies of religious education and culture based on multiculturalism, local wisdom, transformation in Islamic societies, Islam and social, political, political and economic change.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017" : 9 Documents clear
Peningkatan Motifasi Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Melalui Card and Board di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Kediri Bachrudin, Moch
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.189 KB)

Abstract

Pemerintah mulai menerapkan Kurikulum 2013 di lembaga-lembaga pendidikan termasuk madrasah. Semua guru harus memahami dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum yang baru. Namun, dalam kenyataannya belum semua guru termotivasi untuk melaksanakan tugas tersebut. terutama guru Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Kediri yang menjadi obyek penelitian. Melalui pendekatan card and board dapat meningkatkan motivasi guru untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 baik dalam pengembangan model pembelajaran maupun pengembangan penilaian otentik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar (96,4%) % guru mengembangkan model pembelajaran, dan (97,1%) telah mengembangkan penilaian.
Metode Pemahaman Hadist Nabi Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Surahmad, Surahmad
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.985 KB)

Abstract

Hadith as one of the sources of law (read; Istimbat Ahka@m Syar'iyyah) have a complex problem, both in terms of authenticity and in terms of interpretation. Islamic teachings in the Qur'an is a universal global nature, a lot of detailed explanations in the hadith of the Prophet, but their meanings; the interpretation of the hadith which is not comprehensive, so the impact on the traditions that are not used by some groups. Yusuf Qaradawi (manhaj contemporary scholars of Ahlus Sunnah, born in Egypt, experts in various disciplines, including jurisprudence and Hadith) understand tradition as a Hadith Nabawi membumikan effort by several methods such as by combining tradition with the Koran, test the validity of a traditions with authentic traditions topic, closer to the principal and sole discretion shari'ah or general purpose.Hadis sebagai salah satu sumber hukum (baca; Istimbat Ahka>m Syar’iyyah) memiliki permasalahan yang kompleks, baik dari segi keotentikan maupun dari segi interpretasi. Ajaran Islam dalam al Qur'an adalah bersifat universal yang global, banyak penjelasan yang diperinci dalam hadis Nabi, akan tetapi adanya pemaknaan;interpretasi hadis yang tidak komprehensif, sehingga berdampak pada hadis-hadis yang tidak digunakan oleh sebagian kelompok. Yusuf Qaradhawi (ulama kontemporer yang bermanhaj Ahlus Sunnah, lahir di Mesir, ahli dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk diantaranya fiqih dan hadis) memahami hadis sebagai upaya membumikan hadis Nabawi dengan beberapa metode diantaranya dengan memadukan hadis dengan al-Qur’an, menguji kesahihan suatu hadis dengan hadis-hadis sahih yang setema, lebih mendekati pokok dan lebih sesuai dengan kebijaksaan syari’ah atau tujuan umum syari’ah.
Epistimologi Pendidikan Islam Menuju Perspektif Gender Badriah, Laila
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.208 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sarana yang strategis dalam mentrasformasikan budaya yang berkembang dalam masyarakat. Diskursus tentang gender menjadi hal menarik, baik secara historis maupun realita modern saat ini. Epistimologi pendidikan islam memberikan ruang terhadap perempuan sebagai “mitra sejajar” dengan laki-laki, sebagaimana al-quran memposisikan hak dan kewajiban bagi kedua anatomi yang berbeda tersebut. Islam mengedepankan konsep keadilan bagi siapapun dan untuk siapa pun tanpa melihat jenis kelamin mereka.
Pandangan Azyumardi Azra terhadap Modernisasi Pesantren Kirana, Zuyyina Candra
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.836 KB)

Abstract

Lembaga pendidikan Islam/Pesantren memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuan maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi identitas dan fungsi pokok pesantren. Upaya re-formulasi kelembagaan, kurikulum, dan metodologi pesantren dalam pandangan Azyumardi Azra akan bermanfaat dalam sistem pengembangan, pembangunan dan peningkatan khazanah ilmiah dalam dimensi pendidikan Islam.
Dialektika Fundasional Perkembangan Pesantren (Perspektif Pendidikan Islam) Yaqin, Ainul
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.457 KB)

Abstract

Pesantren[1] merupakan pelembagaan pendidikan yang bercorak Islam tertua, dari sini pesantren sebenarnya merupakan rintisan awal dari perkembangan selanjutnya untuk model pendidikan pesantren saat ini, bahkan pesantren dalam model pengertianya yang paling konvensional telah hadir bersama penyebaran Islam oleh pendahulu-pendahulu (da’i) awal yang melakukan Islamisasi di nusantara (baca: Jawa). Pesantren dengan gaya pendidikan yang adaptatif terhadap lokalitas ini, kemudian menjadi eksis dan berkembang seiring dengan perkembangan Islam, yang di masa-masa awal memiliki hubungan kekerabatan yang kuat antara satu pesantren dengan pesantren lainya, baik melalui jalur kekerabatan keluarga, maupun hubungan personal guru dan murit antar pemilik pesantren[2], sedangkan disisi lain sebagian pemangku pesantren kebanyakan merupan kearbat keratin (atau kerturunan bangsawan Jawa), yang bias jadi mewariti tradisi dimasa lalunya untuk menyepi dan mendirikan padepokan (pesantren) dan disana mengapdikan diri pada pendidikan sebagai brahmana resi (kyai/ulama). Dari sinilah dialektika modernisasi pendididkan yang dibawa oleh penjajah, bertemu dan menentukan wajah baru perkembangan, pengayaan dan konsistensi pesantren, dalam memaknai kuntinuitas yang bagaimana dan perubahan apa saja yang terpenting bagi pesantren. Makalah ini menjelaskan bagaimana dialektika ini terjadi dalam bingkai sejarah pertumbuhanya,lantas ditinjauan melalui kacamata Filsafat pendidikan Islam untuk menemukan bentuk tipologi filsalat pendidikannya sebagai pembacaan fundasional. [1] Pesantren pada awalnya merupakan lembaga pendidikan yang hanya meperkenalkan agam dan mencetak ulama bandingkan dengan , Dr. H Muhaimin, Arah baru pengembangan pendidikan Islam, Nuansa: 2003, bandung. 14 [2] Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiyai, LP3ES: 1982, Jakarta. 88
Peranan Pemberdayaan Zakat dalam Meningkatkan Pendidikan di Desa Kuwik Kecamatan Kunjang Muchasan, Ali
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.028 KB)

Abstract

Kuwik village sub-district communities Kunjang is a very viscous environment with Islamic values, because there is a majority religion is Islam. With this condition, of course, and a duty for Muslims to carry out Shari'a Muslims who form the pillars of Islam, one of which is the payment of zakat, especially zakat Mal lately often forgotten by Muslims. The role of the empowerment of zakat in improving education in the village Kuwik District of Kunjang have a very important role where the empowerment of zakat education in the village Kuwik increasingly be enhanced and in a success, the role of the empowerment of zakat in improving education in the village Kuwik subdistrict Kunjang be successful as far as to help smooth a good education of teachers and facilities. Hope the author hopefully empowering zakat can be improved further its role, and hopefully the improvement of the zakat is increasing. May God bless, Ameen!
Korelasi Filsafat Ilmu Terhadap agama dalam Perspektif Al-Qur'an Rumina, Rumina
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu, filsafat dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan reflektif dengan manusia. Dikatakan terkait karena ketiganya tidak dapat bergerak dan berkembang apabila tidak adaa alat dan tenaga utama manusia, tiga alat daan tenaga utama manusia itu adalah : akal fikir, rasa dan keyakinan, sehingga dengan ketiga hal tersebut manusia dapat mencapai kebahagiaan dirinya. Dalam kehidupan manusia ada tiga pendekatan untuk menghampiri dan menemukan kebenaran. Ketiga pendekatan itu adalah filsafat, ilmu, dan agama. Terdapat hubungan yang erat antara ketiga sumber kebenaran ini, walaupun masing-masing berbeda dalam metodologinya (nilai epistemology), hakikatnya (nilai ontology) dan manfaat serta kegunaannya (nilai aksiologi). Filsafat merupakan hasil dari pemikiran manusia yang radikal, tajam, dan menukik terhadap setiap persoalan. Dalam mencari kebenaran pun hanya menggunakan akal semata, sehingga kebenarannya merupakan kebenaran rasionalitas yang tentunya bersifat relatif atau nisbi. Ilmu merupakan hasil dari penelitian yang dibuktikan dengan kegiatan ilmiah melalui tahap pengujian, pembuktian, dan penyesuaian degan fakta yang terjadi. Kebenarannya diperoleh melalui pandangan manusia terhadap realita, sehingga kebenarannya bersifat empiris dan masih relative atau nisbi. Sedangkan agama merupakan kebenaran yang diperoleh melalui wahyu (agama samawi) yang bersifat intuisi serta rohani. Permasalahan akan muncul jika antara perkembangan filsafat, ilmu, dan agama terdapat kesenjangan dan ketimpangan dalam praktek kehidupan manusia. Di bawah ini penulis akan mencoba mengurai akibat yang akan terjadi bila antara filsafat, ilmu, dan agama tidak berjalan seirama dan seimbang: Kontradiksi dengan sebelumnya dan ini merupakan nilai ideal yang harus dimiliki oleh manusia. Jika ketiganya kuat, maka kondisi suatu bangsa akan mencapai puncak kesejahteraan. Dengan agama manusia bisa menjadi muttaqin dan berbudi pekerti luhur, dengan filsafat manusia akan selalu mencari pemecahan masalah-masalah dan menyediakan inovasi-inovasi, sedangkan dengan ilmu manusia jadi semakin mudah dalam menghadapi perkembangan zaman ini.
Transformasi Uang Model Karl Marx Perspektif Konsep Uang dalam Ekonomi Islam Hasan, Soleh
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.326 KB)

Abstract

Salah satu teori menarik yang juga merupakan antitesis dari konsep kapitalis tentang uang adalah komentar dari Karl Marx yang sangat berguna tentang peran revolusioner tentang uang. Menurutnya kapitalis terlalu mudah untuk mulai memandang dunia secara berbeda dan lebih sempit, hanya dari sudut pandang “ mencari uang” ketimbang “memanfaatkan barang”. Marx mengklaim bahwa kapitalis telah kehilangan tujuan dasar dari aktifitas ekonomi berupa -menghasilkan dan mempertukarkan barang- dengan memfokuskan uang sebagai awal dan akhir aktivitas mereka. Pendapat Marx yang hampir senada dengan pendapat para ahli ekonomi Islam tersebutlah yang kemudian menarik minat peneliti untuk mengkaji lebih dalam teori sirkulasi uang model Marx. Dalam tulisan termasuk penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskripsi. Masalah dalam penelitian ini adalah “Konsep Sirkulasi Uang Model Karl Marx Perspektif Konsep Uang Dalam Islam”. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan konsep Karl Marx tersebut berdasarkan teori ekonomi Islam.
Peran Guru dalam Membantu Ketuntasan Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Al-Qur'an Hadist di Mts Ma'arif Daarus Sa'adah Tahun Pelajaran 2016-2017: PERAN GURU DALAM MEMBANTU KETUNTASAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN AL QUR'AN – HADIS DI MTS AL MA'ARIF DAARUS SA'ADAH TAHUN PELAJARAN 2016 – 2017 Fitriopno, Ahmad Natsir
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.171 KB)

Abstract

One of among the issues large in the education sector in indonesia is learning achievements the low average, another problem in the field of education in indonesia which talk about is that learning approach are still too dominated the role of teachers teacher centered teachers have more put students as an object and not as the subject of primary school students. Less well as provide opportunities for our education of students in a wide range of subjects, to develop the ability of holistic comfrehensif reflect, creative, objective and logical, have not use quantum learning as one of pulling in learning paradigm, and little regard for learning. The kind of research it uses the qualitative study, namely the approach of research that yields diskriptif data data in the form of written or spoken of other people and of observable behavior, namely associated in science that is run to obtain patiently factors and principles, careful and systematic manner to embody some the truth. Of the source of data in this research was the individuals concerned nature ketuntasan learn school tuition, either directly or indirectly.To get data accurate in research it is used a number of techniques data collection following; (1) the technique of observation, which as systematic observation or recording with the facts under investigation.This method applied in order to observe the facts is in a class teaching and learning during the foundation of the son of an and hadith, in this case related to ketuntasan strategy learning school tuition. The technique of the objective of the interview that is used: (a) in depth interviews, this means that group of researchers from ask you a few questions in depth from four to that deals with a focus on problems that had occurred; ( b ) interview open , of bond issuance will be the subject matter of the know understand and realize that when the two of them were interviewed and he knows what is got into the interview did. While the technique of documentation that is used to search for data that is concerned with research are now the subject of the bni share issuance namely; learners of learning achievements flyweight title on a unanimous, data on participants in primary school students who is undergoing a also held try program, syllabus and rpp the qur an easy as if they were ascending, of data concerning hal-hal pertaining to areas devastated by the may be researched pt pgn promised to supply the geographical area of, the vision and mission of, the state of teachers, the organizational structure of their discerning men will vanish or MTS al Madaaruss Sa adah, academic calendar they must, and the thing that is to another as related by the profile of the place of research.

Page 1 of 1 | Total Record : 9