cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 454 Documents
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN POWER POINT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Risalah, Dewi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.223 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.696

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, yang terdiri 2 variabel bebas yaitu model pembelajaran dan gaya kognitif siswa, dan 1 variabel terikat yaitu hasil prestasi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui kajian dokumen sekolah, angket gaya kognitif dan tes pilihan ganda. Analisis butir soal pada tes prestasi dan angket gaya kognitif terdiri dari analisis daya beda, tingkat kesukaran dan konsistensi internal. Analisis instrumen yang dilakukan pada tes yaitu validitas isi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu: uji keseimbangan, uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji homogenitas), uji hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Dari data analisis disimpulkan: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kontekstual power point menghasilkan prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD power point; (2) prestasi siswa yang memiliki gaya kognitif FD lebih baik dibanding dengan siswa yang memiliki gaya kognitif; (3) pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar gaya kognitif FD lebih baik daripada gaya kognitif FI; (4) pada masing-masing gaya kognitif, model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kontekstual power pointlebih baik dibanding dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa kontekstual power point. Kata Kunci : STAD, Kontekstual,  power point  dan Gaya Kognitif
KONTRIBUSI KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA Sari, Ira Nofita; Azwar, Idham; Riska, Riska
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.062 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.651

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi keterampilan proses sains siswa terhadap hasil belajar siswa pada materi wujud zat dan perubahannya di kelas VII SMP Negeri 2 Sayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sayan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat kontribusi keterampilan proses sains siswa terhadap hasil belajar pada materi wujud zat dan perubahannya tergolong sangat tinggi. Kata Kunci:  keterampilan, proses sains, hasil belajar.
KOMPARASI TPS, NHT, DAN TGT MATERI RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMP Karsiyo, Karsiyo
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.94 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.644

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manakah yang memberikan hasil belajar lebih baik: siswa dengan model pembelajaran think pair share, number head together atau team games tournament serta manakah hasil belajar yang lebih baik, siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang atau rendah. Bentuk penelitian yang digunakan adalah  factorial design dengan desain faktorial 3×3. Hasil penelitian adalah: (1) Hasil belajar yang memperoleh model pembelajaran team games tournament sama baiknya dengan model pembelajaran number head together, model pembelajaran team games tournament lebih baik dari model pembelajaran think pair share, serta model pembelajaran number head together lebih baik daripada model pembelajaran think pair share, pada materi relasi dan fungsi; dan (2) Siswa dengan kemampuan awal tinggi memiliki hasil belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan awal sedang dan rendah, siswa yang memiliki kemampuan awal sedang memiliki hasil belajar lebih baik daripada yang memiliki kemampuan awal rendah, pada materi relasi dan fungsi. Kata Kunci: komparasi, TPS, NHT, TGT, kemampuan awal.
PENGEMBANGAN MODUL BERWAWASAN KONSTRUKTIVIS PADA MATA KULIAH FISIKA KUANTUM Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.121 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan modul berwawasan konstruktivis dengan model pemecahan masalah pada mata kuliah fisika kuantum, 2) mengetahui kualitas modul berwawasan konstruktivis dengan model pemecahan masalah pada mata kuliah fisika kuantum menurut ahli materi dan ahli media. Penelitian ini merupakan penelitian R & D dengan model prosedural yang mengadaptasi prosedur pengembangan perangkat model 4-D yakni define, design, develop dan disseminate. Instrumen penelitian berupa skala penilaian kualitas modul menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checlist. Subjek penilaian kualitas modul adalah dua orang ahli materi dan dua orang ahli media. Data kualitas modul yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dikonversikan menurut skala persentase kualitas produk. Hasil penelitian ini antara lain: 1) telah dihasilkan modul fisika berbasis konstruktivis dengan pemecahan masalah pada mata kuliah fisika kuantum; dan 2) kualitas modul fisika berbasis konstruktivis dengan pemecahan masalah pada mata kuliah fisika kuantum berdasarkan ahli materi adalah sangat baik (B) dengan persentase 76,13% dan berdasarkan ahli media dengan persentase 78,38%.Kata Kunci: modul fisika kuantum, R & D, konstruktivis.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Mastuang, Mastuang; Erliana, Elfa; Misbah, Misbah; Miriam, Sarah
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.485 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.639

Abstract

Rendahnya karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif akan menghambat siswa dalam mengembangkan semua potensi yang dimilikinya untuk memperoleh suatu informasi yang lebih bermakna dan membekas dalam ingatan. Oleh karenanya, dilakukan penelitian untuk meningkatkan karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 12 Banjarmasin. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan/pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan instrumen penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Rata-rata tingkat tanggung jawab siswa pada siklus I dan siklus II meningkat dari 68,78% (tinggi) menjadi 79,24% (tinggi); dan (2) Kemampuan kognitif siswa secara klasikal pada siklus I dan siklus II meningkat dari 82,61% (tuntas) menjadi 100% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif siswa. Kata Kunci: discovery learning, karakter tanggung jawab, kemampuan kognitif.
KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN POLA BELAJAR BIMBINGAN TUTOR SEBAYA SECARA KELOMPOKDAN KLASIKAL Fitriawan, Dona
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.526 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar matematika yang belajar menggunakan pola belajar bimbingan tutor sebaya secara kelompok dan klasikal; (2) hasil belajar matematika manakah yang lebih tinggi antara yang belajar menggunakan pola belajar bimbingan tutor sebaya secara kelompok dengan yang klasikal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Metro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk penelitian komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Metro. Sampel diambil secara acak dua kelas dengan kemampuan matematika yang setara. Data dianalisis secara deskriptif dan uji t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan Pola Belajar Bimbingan Tutor Sebaya secara Kelompok lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan Pola Belajar Bimbingan Tutor Sebaya secara Klasikal.Kata Kunci: Pola Belajar, Tutor Sebaya, Hasil Belajar Matematika
KELAYAKAN ANIMASI STOP MOTION PEMBUATAN CAKE PEPAYA SUBMATERI PERAN TUMBUHAN DI BIDANG EKONOMI Qamariah, Widya; Daningsih, Entin; Yokhebed, Yokhebed
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.437 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.682

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan animasi stop motion pembuatan cake pepaya submateri peran tumbuhan di bidang ekonomi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pembuatan animasi stop motion dilakukan dengan pengambilan gambar satu persatu pada setiap gerakan dan digabungkan menjadi deretan gambar yang bergerak menggunakan aplikasi Movie Maker dan Corel Video Studio.Validasi media dilakukan oleh enam validator yang terdiri dari tiga ahli materi dan ahli media.Ahli materi terdiri dari satu orang dosen pendidikan biologi dan dua orang guru biologi yang menggunakan kurikulum 2013. Ahli media terdiri dari dua orang dosen ahli media dan guru Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Validasi oleh ahli materi mendapatkan RTVTK sebesar 3,64, sedangkan validasi oleh ahli media mendapatkan RTVTK sebesar 3.75. Hasil validasi menyatakan bahwa animasi stop motion layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri peran tumbuhan di bidang ekonomi. Kata Kunci: kelayakan, Animasi Stop Motion, Cake papaya.
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Hodiyanto, Hodiyanto
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.224 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.645

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prestasi belajar; (2) Hubungan antara kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar; dan (3) Hubungan antara pemecahan masalah matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar. Metode penelitian menggunakan metode korelasional. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran sehingga alat pengumpul data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa semester I dan kelas A pagi sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian adalah berikut: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prestasi belajar; (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar; dan (3) Terdapat hubungan  positif yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar. Kata Kunci: hubungan, pemecahan masalah, koneksi, prestasi belajar.
STRATEGI SOLUSI DALAM PEMECAHAN MASALAH POLA BILANGAN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 PONTIANAK Nurmaningsih, Nurmaningsih
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.733 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi solusi siswa kelas X SMA dalam menyelesaikan masalah pola bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang bersifat survey-deskriptif dengan siswa kelas XB SMA Negeri 2 Pontianak sebagai partisipan yang dibagi ke dalam tiga kelompok kemampuan yaitu tingkat kemampuan atas, menengah dan bawah. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa dalam memecahkan masalah pola bilangan ditemukan empat macam strategi yang digunakan siswa untuk menghasilkan jawaban benar, yaitu Strategi solusi I (pola bilangan ganjil), Strategi solusi II (tabulasi), Strategi solusi III (mendaftar), dan Strategi solusi IV (pola bilangan kuadrat).Kata kunci: Pemecahan masalah, strategi solusi siswa
KRITERIA DAN BENTUK BUKU TEKS SAINS MASA DEPAN Djudin, Tomo
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.752 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v6i2.640

Abstract

Keberhasilan pendidikan sains turut ditentukan oleh pemilihan dan penggunaan buku teks dalam kelas. Pemilihan buku teks sains seharusnya didasarkan atas keriteria-kriteria yang mencakup faktor: (1) Isi dan organisasi materi ajar; (2) Pengembangan tujuan-tujuan non isi; (3) Aktivitas eksperimen, demonstrasi, dan keterampilan proses sains; (4) Ciri/tampilan mekanis; dan (5) Pengarang. Budaya textbook-centered dalam pengembangan sains harus diubah, karena pemahaman konsep-konsep sains tidak dapat dikembangkan melalui pembelajaran berpusat pada buku teks. Para ahli memberikan saran yang beragam terhadap buku teks sains masa depan. Salah satunya adalah buku teks masa depan seharusnya memakai peran sebagai alat yang penting (an esential tool) untuk pengembangan produk sains (logical plane), penerapan dan pengkaitan produk sains dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dan teknologi (evidential plane), dan pengembangan konsep sains agar mudah dipahami, masuk akal, dan berguna bagi siswa pada jenjang sekolah tertentu (psychological plane). Kata Kunci: kriteria buku teks, textbook-centered teaching, pembelajaran sains.

Page 10 of 46 | Total Record : 454


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains (In Press) Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains More Issue