cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : 24075302     DOI : -
Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian hasil pemikiran ataupun hasil penelitian Pendidikan Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
BIMBINGAN KELOMPOK ROLE PLAYING UNTUK MENGEMBANGKAN RASA HORMAT MAHASISWA KEPADA DOSEN Tri Mega Ralasari; Eli Trisnowati
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v8i1.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui kondisi rasa hormat yang dimiliki oleh mahasiswa terhadap dosen, dan mengetahui efektifitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk meningkatkan rasa hormat mahasiswa terhadap dosen. Adapun variabel yang menjadi aspek dalam penelitian untuk mengetahui sejauhmana pengaruhnya terhadap keterlaksanaan layanan bimbingan kelompok terdiri dari perasaan, pengetahuan, dan tindakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terbuti bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif mengembangkan rasa hormat mahasiswa terhadap dosen.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP NASIONALISME DENGAN KESADARAN SEJARAH MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH IKIP PGRI PONTIANAK) Agus Dediansyah; Sahid Hidayat
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v8i1.2263

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui, Hubungan Sikap Nasionalisme dengan Kesadaran Sejarah mahasiswa IKIP PGRI Pontianak Program Studi Pendidikan Sejarah semester V. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi hubungan. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu: (1) Rata-rata/mean sikap nasionalisme pada mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Pontianak adalah 65,93 atau dalam kategori Baik. (2) Rata-rata/mean kesadaran sejarah pada mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Pontianak adalah 62,21 atau dalam kategori Baik. (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap nasionalisme dan kesadaran sejarah pada mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Pontianak. Hal ini ditunjukkan dari besarnya nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,9410,3673) dan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti kurang dari 0,05 (0,0000,05), koofisien regresi adalah 0,794 dengan konstanta 9,870 Jadi dapt disimpulkan korelasi antara sikap nasionalisme dan kesadaran sejarah teruji kebenarannya.
PELAJARAN SEJARAH ISLAMISASI MELALUI METODE RESITASI DENGAN OBJEK “KERATON KADRIAH PONTIANAK” Emusti Rivasintha
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.47

Abstract

Pembelajaran Sejarah Islamisasi melalui Metode Resitasi dengan Objek “Keraton Kadriah Pontianak” Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pemahaman guru terhadap Keraton Kadriah kaitannya dengan proses Islamisasi, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan metode resitasi dalam pembelajaran sejarah Islamisasi di Keraton Kadriah. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP-PGRI Pontianak dengan bentuk deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah (cuplikan sampling) purposive sampling. Guna memperoleh validitas data digunakan triangulasi data/sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa interaktif dengan komponen utama, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:Pertama, Dosen sejarah telah memahami Keraton Kadriah sebagai sumber pembelajaran sejarah di Indonesia dengan mengemukakan alasan pemanfaatan, kriteria dan persyaratan, prosedur dan langkah-langkah pelaksanaan serta administrasi pembelajaran yang disiapkan yang meliputi : silabus, SK, KD, RPP, Indikator, instrumen penugasan, evaluasi dan Analisis Mata Pelajaran (AMP) serta memahami visi dan misi Program studi. Kedua, implementasi metode resitasi dalam pembelajaran sejarah Islamisasi dengan objek Keraton Kadriah dilaksanakan secara bertahap mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut, pembelajaran sejarah Islamisasi dengan memanfaatkan Keraton Kadriah sebagai sumber sejarah dapat terwujud sehingga tujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran sejarah dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Kata Kunci: Pelajaran Sejarah Islami, Metode Resitasi, dan Kraton Kadriah.
VISUALISASI BENDA CAGAR BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL (Studi Kasus di IKIP-PGRI Pontianak Tahun 2012-2013) Karel Juniardi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Perencanaan media pembelajaran benda cagar budaya dalam pembelajaran sejarah lokal; (2) Penggunaan media pembelajaran benda cagar budaya dalam proses belajar mengajar; (3) Pemahaman sejarah lokal mahasiswa setelah dosen menggunakan media benda cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus tunggal terpancang. Penelitian ini dilakukan di IKIP-PGRI Pontianak, yaitu di Program Studi Pendidikan Sejarah. Sumber data terdiri atas informan (dosen pengampu matakuliah Sejarah Lokal dan mahasiswa), dokumen (silabus dan RPP) serta tempat dan peristiwa (kelas dan kegiatan pembelajaran). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian penyimpulkan bahwa: (1) Perencanaan media pembelajaran benda cagar budaya sudah optimal karena dosen merencanakannya melalui silabus dan RPP, serta perlengkapan dan peralatan yang akan digunakan sudah tersedia baik yang dimiliki oleh dosen pribadi maupun inventaris milik kampus ; (2) Penggunaan media pembelajaran benda cagar budaya dalam proses belajar mengajar cukup optimal karena dalam pelaksanaannya mahasiswa sangat antusias dan dosen maupun mahasiswa merasakan manfaatnya. Namun ada sedikit kendala yaitu kondisi jendela kelas yang tidak ada tirai penutupnya sehingga agak mengganggu gambar yang dihasilkan oleh infokus; (3) Pemahaman sejarah lokal mahasiswa setelah dosen menggunakan media benda cagar budaya meningkat karena berdasarkan tes yang dilakukan dosen kepada mahasiswa, baik dengan tes lisan maupun tes pilihan ganda hasilnya cukup memuaskan bagi dosen. Kata Kunci:  Visualisasi benda cagar budaya, pembelajaran sejarah lokal, Perguruan Tinggi.
POTENSI EMOSI REMAJA DAN PENGEMBANGANNYA Nurul Azmi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.50

Abstract

Remaja adalah masa dimana anak mengalami perkembangan yang cukup pesat, emosi yang selalu bergejolak saat remaja merupakan potensi sekaligus permasalahan yang harus mendapat perhatian serius baik oleh orangtua maupun tenaga pendidik.  Emosi positif seperti rasa senang, suka, cinta dan bahagia adalah potensi positif yang dapat membawa remaja pada perilaku positif pula. Sebaliknya emosi negative seperti marah, kecewa, takut, cemas, benci merupakan emosi yang dapat memicu munculnya berbagai permasalahan remaja. Memahami remaja dan perkembangan emosinya menjadi sangat penting untuk dapat membantu mengembangkan potensi yang dimiliki remaja, sekaligus mencari pemecahan masalah yang dihadapinya. Kata Kunci : Emosi, Remaja, Potensi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM) TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI IKIP PGRI PONTIANAK Pitalis Mawardi B
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Pembelajaran Paikem terhadap Hasil belajar mahasiswa dan Perbedaan yang signifikan antara Mahasiswa kelas A sore dan B sore Pada Mata Kuliah Geografi Sumber Daya Alam  Program Studi Geografi IKIP – PGRI Pontianak Tahun Akademik 2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen. Subjek penelitian  adalah   mahasiswa semester IV program studi pendidikan geogerafi IKIP PGRI Pontianak. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tehnik komunikasi lansung dan tehnik komunikasi tidak lansung, teknik observasi langsung serta teknik pengukuran dan Teknik dokumenter sebagai objek pendukung dalam pengumpulan data.Berdasarkan pengujian hipotesis penelitian, maka dapat di simpulkan rata-rata nilai test akhir pada kelas A Sore adalah 76,85 dan standar deviasi sebesar 2,71. dan pada kelas B Sore diperoleh rata-rata sebesar 76,84 dan standar deviasi sebesar 2,69. Berdasarkan hasil kedua hal tersebut bahwasanya mahasiswa 100% lulus.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Mahasiswa kelas A sore dan B sore Pada Mata Kuliah Geografi Sumber Daya Alam Pada Program Studi Geografi IKIP – PGRI Pontianak Tahun Akademik 2014, atau dengan kata lain kemampuan mahasiswa sama baiknya. Kata Kunci: Pembelajaran Paikem, Pembelajaran Geografi.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN PEMAHAMAN KONSEP SEJARAH TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH PADA MAHASISWA FIPPS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH IKIP-PGRI PONTIANAK Pujo Sukino
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.52

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh metode pembelajaran dan pemahaman konsep  sejarah terhadap hasil belajar sejarah mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di Pontianak IKIP PGRI. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan treatmen oleh tingkat 2 x 2. Pengumpulan data penelitian ini dari observasi,tes hasil belajar dan kuisioner. dengan ukuran sampel 44 mahasiswa dipilih secara acak.  Analisis data mengungkapkan empat temuan, 1). Hasil belajar sejarah mahasiswa  yang diberikan metode pembelajaran inkuiri lebih tinggi dari pada hasil belajar sejarah  mahasiswa yang diberikan metode pembelajaran konvensional, 2). Terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan pemahaman konsep sejarah terhadap hasil belajar sejarah  3). Hasil belajar sejarah mahasiswa yang diberikan metode pembelajaran inkuiri dengan memiliki pemahaman konsep  tinggi lebih tinggi dari mahasiswa yang diberikan metode pembelajaran konvensional dengan memiliki pemahaman konsep tinggi 4). Hasil belajar sejarah mahasiswa yang diberikan metode pembelajaran inkuiri dengan memiliki pemahaman konsep rendah  lebih rendah dari mahasiswa yang diberikan metode pembelajaran konvensional dengan memiliki pemahaman konsep rendah. Kata Kunci: Pemahaman Konsep. Metode Pembelajaran. Hasil Belajar              .
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Rudiono Rudiono
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.53

Abstract

Pengembangan wilayah desa mengarah pada keberadaan faktor-faktor penunjang yang mempengaruhi taraf perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi umum wilayah Desa Pal IX dan merumuskan strategi pengembangan wilayah Desa Pal IX. Metode penelitian yang diambil yaitu penelitian wilayah yang diungkap secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Desa Pal IX Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Data yang dibutuhkan meliputi Citra Satelit Quickbird tahun 2013 dan dokumen statistik daerah. Data sekunder yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan keruangan dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi internal dan eksternal yang dimiliki Desa Pal IX cukup kuat. Strategi pengembangan wilayah yang perlu dikembangkan menurut hasil analisis SWOT kualitatif adalah: 1) Strategi SO: Peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang mampu bersaing dalam tataran  lokal hingga nasional hingga membangun sarana dan prasarana pendukung sektor pertanian. 2) Strategi ST: Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan dengan mengurangi pencemaran lingkungan. 3) Strategi WO: Membangun pusat penampungan hasil bumi dari petani sebagai tempat pemasaran. 4) Strategi WT: Memaksimalkan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya buatan yang tersedia secara maksimal dan terencana untuk mengurangi berbagai dampak negatif yang sewaktu-waktu dapat muncul. Kata Kunci: Pengembangan Wilayah, Strategi, Analisis SWOT.
PENERAPAN TEKNIK BERTANYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SEJARAH KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL KHAIRAT PONTIANAK Saiful Bahri, Emi Tipuk Lestari
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.54

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan pembelajaran Sejarah  yang dilakukan selama ini masih sangat konvensional dengan corak pembelajaran; yaitu: (1) pembelajaran masih bersifat teacher centered, kurang melibatkan siswa, (2) terbatasnya pengetahuan guru sejarah dalam   mengembangkan pendekatan dan model pembelajaran yang  berpusat pada siswa, (3) masih  kentalnya  budaya diam dalam proses pembelajaran  sejarah, (4) materi pembelajaran masih belum mampu dikaitkan dengan  realita kehidupan nyata sehingga pembelajaran masih bersifat hafalan, sehingga kurang mengembangkan keterampilan dan kemampuan berfikir siswa, (5) selama ini siswa merasa bosan dan jenuh dalam pembelajaran sejarah, (6)peserta didik lebih  diperlakukan  sebagai subjek pembelajaran  dari pada pelaku pembelajaran sehingga pembelajaran sejarah dirasakan kurang menantang dan membunuh kreativitas siswa.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kinerja guru. Penelitian ini hasilnya; (1) Penerapan  Teknik bertanya ini  proses dan hasil pembelajaran menjadi berubah, kondisi awal  pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Darul Khairat selama ini masih menggunakan Teacher centered  siswa hanya sebagai subjek pembelajaran saja. Sehingga dalam pembelajaran guru masih menggunakan metode yang konvensional. Hasil belajar sejarahpun  semakin menurun dan minat siswa untuk belajar sejarah rendah. (2) teknik bertanya yang dilakukan guru  mitra, yaitu dalam penerapan  jenis pertanyaan  dibuat melalui perencanaan yang baik, sehingga jumlah dan jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru mitra, dari jenis pertanyaan  tingkat rendah dan tingkat tinggi  dengan seimbang  dan dilakukan secara terus-menerus, (3) guru mitra sudah dapat melaksanakan pembelajaran dengan teknik bertanya dengan baik, (4) mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini dapat diketahui dengan semakin menigkatnya nilai rata-rata siswa setelah menggunakan teknik bertanya. Dengan demikian teknik bertanya dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif dalam pebelajaran sejarah  untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik baik dalam proses maupun dalam bentuk hasil akhir pembelajaran. Kata Kunci : Teknik Bertanya, Pelajaran Sejarah, Hasil Belajar.
TEKNIK ROLE PLAYING DALAM KONSELING KELOMPOK Uray Herlina
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v2i1.55

Abstract

Interaksi sosial teman sebaya terkadang mengalami permasalahan,dan hal ini  sangat besar dampaknya bagi kelangsungan masa depan remaja itu sendiri. Sehingga untuk mengatasi permasalahan remaja dengan teman sebaya dibutuhkan bantuan para pendidik terutama guru bimbingan dan konseling. Permasalahan interaksi sosial teman sebaya dalam penanganannya memerlukan suatu terapi atau teknik konseling tertentu sebagai media penyelesaian masalah tersebut, yaitu teknik role playing (bermain peran) dalam  konseling kelompok. Role playing merupakan suatu teknik konseling melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anggota kelompok/klien. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan dalam kelompok, bergantung kepada apa yang diperankan. Role playing  memungkinkan peserta didik mampu mengatasi frustasi dan merupakan suatu medium bagi ahli terapi untuk menganalisis konflik – konflik. Dengan role playing melalui konseling kelompok, individu akan mampu mengatasi permasalahan interaksi sosialnya dengan orang lain dan menyadari peran dirinya dalam kehidupan, serta mampu membantu memecahkan permasalahan serupa pada teman sebaya dalam kelompoknya. Kata Kunci: Teknik Role Playing, dan Konseling Kelompok.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial) Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 10, No 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 1 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 7, No 1 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 6, No 2 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial More Issue