Articles
451 Documents
PROFIL MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI ANGKATAN 2014/2015 IKIP-PGRI PONTIANAK
Rika Anggela, Paiman, Ajun Purwanto, Dony Andrasmoro,
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (991.249 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v2i2.98
Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Geografi dengan tujuan: (1) mengetahui profil mahasiswa Pendidikan Geografi IKIP-PGRI Pontianak angkatan 2014/2015; (2) memetakan profil mahasiswa Pendidikan Geografi IKIP-PGRI Pontianak angkatan 2014/2015. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif. Variabel yang digunakan adalah profil mahasiswa pendidikan geografi angkatan 2014/2015 IKIP-PGRI Pontianak. Metode penelitian ini adalah deskiriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah statistik menggunakan presentase dan analisis Sistem Informasi Geografi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) karakteristik atau profil mahasiswa adalah: Sebagian besar mahasiswa berasal dari Sambas, yang paling sedikit adalah berasal dari Singkawang, sebagian besar mahasiswa berumur 19-<21, sebagian besar agama mahasiswa adalah agama Islam, sebagian besar jenis kelamin mahasiswa adalah perempuan, sebagian besar pendidikan terakhir mahasiswa adalah Sekolah Menengah Atas jurusan IPS; (2) pemetaan profil mahasiswa sangat penting untuk lebih memperjelas distribusi atau penyebaran profil mahasiswa Pendidikan Geografi angkatan 2014/2015. Kata Kunci: Profil Mahasiswa, Program Studi, Pendidikan Geografi.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH KARTOGRAFI IKIP PGRI PONTIANAK
Eviliyanto, Eviliyanto
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.768 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v3i1.266
Tujuan penelitian mencakup tiga hal yaitu mengetahui: (1) Penerapan metode demonstrasi pada mata kuliah kartografi mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi semester V; (2) Aktivitas belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi semester VI kelas B sore melalui penerapan metode demonstrasi; (3) Peningkatan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah kartografi Prodi Pendidikan Geografi semester VI kelas B sore. Metode dalam kajian penelitian adalah classroom action research  melalui kolaborasi. Subyek penelitian adalah kelas B. Sore semester VI Prodi Pendidikan Geografi. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi melalui panduan observasi dan dokumen. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan teknik deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya: 1) Penerapan metode demonstrasi pada mata kuliah kartografi mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi semester VI yang sudah dilaksanakan termasuk kriteria baik, 2) Aktivitas belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi semester VI kelas B sore termasuk kriteria cukup aktif, 3) Terdapat peningkatan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah kartografi Prodi Pendidikan Geografi semester VI kelas B sore 13.27%. Kata Kunci: demonstrasi, aktivitas belajar.
PELESTARIAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL LUBUK LARANGAN DESA LUBUK BERINGIN KECAMATAN BATHIN III ULU
Norsidi, Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.266 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v3i2.370
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelestarian daerah aliran sungai (DAS) berbasis kearifan lokal lubuk larangan di Desa Lubuk Beringin Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif, untuk mendalami situasi sosial yang mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih dengan purposive sampling terhadap informan kunci yaitu Kepala Desa (Rio), Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Pengelola Lubuk Larangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan Lubuk Larangan memiliki aturan yang telah disepakati bersama adanya pelarangan mengambil ikan di kawasan daerah aliran sungai sepanjang pemukiman penduduk. Apabila ada lapisan masyarakat yang melanggar akan terkena sumpah dan dikenakan sangsi adat, pelanggar harus meminta maaf secara adat dan membayar denda berupa satu ekor kambing, beras 20 gantang dan kain 4 kayu. Kearifan lokal Lubuk larangan ini memiliki peran penting untuk mendukung bidang ekonomi, pembangunan dan lingkungan. Kata Kunci: pelestarian, Daerah Aliran Sungai (DAS), kearifan lokal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM) TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI IKIP PGRI PONTIANAK
Mawardi B, Pitalis
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.077 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v2i1.51
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Pembelajaran Paikem terhadap Hasil belajar mahasiswa dan Perbedaan yang signifikan antara Mahasiswa kelas A sore dan B sore Pada Mata Kuliah Geografi Sumber Daya Alam Program Studi Geografi IKIP – PGRI Pontianak Tahun Akademik 2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen. Subjek penelitian adalah  mahasiswa semester IV program studi pendidikan geogerafi IKIP PGRI Pontianak. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tehnik komunikasi lansung dan tehnik komunikasi tidak lansung, teknik observasi langsung serta teknik pengukuran dan Teknik dokumenter sebagai objek pendukung dalam pengumpulan data.Berdasarkan pengujian hipotesis penelitian, maka dapat di simpulkan rata-rata nilai test akhir pada kelas A Sore adalah 76,85 dan standar deviasi sebesar 2,71. dan pada kelas B Sore diperoleh rata-rata sebesar 76,84 dan standar deviasi sebesar 2,69. Berdasarkan hasil kedua hal tersebut bahwasanya mahasiswa 100% lulus.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Mahasiswa kelas A sore dan B sore Pada Mata Kuliah Geografi Sumber Daya Alam Pada Program Studi Geografi IKIP – PGRI Pontianak Tahun Akademik 2014, atau dengan kata lain kemampuan mahasiswa sama baiknya. Kata Kunci: Pembelajaran Paikem, Pembelajaran Geografi.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS PENDEKATAN HUMANISTIK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
Aliwanto, Aliwanto
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.459 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v1i1.143
Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan empirik yang menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Pontianak tahun pelajaran 2012/2013 tergolong rendah untuk aspek-aspek tertentu, untuk itu perlu diberikan tindakan dari model yang telah dirancang. Penelitian ini menghasilkan model bimbingan kelompok berbasis pendekatan humanistik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dari uji efektifitas yang dilakukan bahwa model bimbingan kelompok berbasis pendekatan humanistik efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hipotesis menunjukkan bahwa semua indikator motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yang berarti setelah diberikan bimbingan kelompok berbasis pendekatan humanistik.               Kata Kunci: Motivasi Belajar, Model Bimbingan, Kelompok Berbasis Pendekatan Humanistik
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG DEMOKRASI DI KALIMANTAN BARAT
Nurhadianto, Hadi Rianto, Moad,
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.248 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v2i2.102
Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa tentang demokrasi di Kalimantan Barat. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus melalui teknik pengumpulan data teknik obervasi berperanserta, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini yaitu: (1) pelaksanaan demokrasi di berbagai aspek di masyarakat Kalimantan Barat yaitu pelaksaaan aturan kebebasan sipil (civil liberty), terlaksanya hak-hak politik (political rights) bagi setiap masyarakat dan berkembangya lembaga-lembaga demokrasi (institution democracy) di pemerintahan dan masyarakat sipil; (2) kondisi kebebasan masyarakat sipil di Kalimantan Barat terlihat dari tingkat kebebasan berserikat dan berkumpul dari organisasi masyarakat sipil yang relatif tinggi, organisasi masyarakat sipil yang muncul dalam setiap struktur sosial masyarakat; (3) faktor yang mempengaruhi demokrasi di Kalimantan Barat yakni terdiri dari Faktor kesejahteraan masyarakat, Faktor Sosial dan Politik, serta Budaya Kewarganegaraan dan Akar Sejarah. Kata kunci: persepsi mahasiswa, demokrasi.Â
PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN KONSELING BAGI KONSELOR DI SMP/MTS NEGERI SE-KOTA PONTIANAK
Trisnowati, Eli
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.072 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v3i2.364
Penelitian ini merupakan studi deskriptif untuk memberikan gambaran atas keterampilan konseling yang dimiliki oleh konselor di sekolah.Tujuan penelitian adalah terumuskannya program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan konseling bagi konselor dalam pelaksanaan tugas kesehariannya. Sampel penelitian ini adalah seluruh konselor SMP/MTs Negeri se-kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan konseling pada konselor pada umumnya berada kategori sangat menguasai; (2) keterampilan konseling pada konselor berdasarkan latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling dan masa kerja 1-5 tahun pada umumnya berada pada posisi sangat menguasai; (3) keterampilan konseling pada konselor berdasarkan latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling dan masa kerja 11-15 tahun berada pada posisi sangat menguasai; (4) keterampilan konseling pada konselor berdasarkan latar belakang pendidikan non bimbingan dan konseling dengan masa kerja 1-15 tahun pada umumnya sangat menguasai; dan (5) program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan konseling pada konselor dirumuskan berdasarkan temuan hasil penelitian. Program yang dikembangkan adalah program pelatihan keterampilan konseling.Kata Kunci: program pelatihan, keterampilan konseling.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHAN DAN ALAT TANGKAP MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA SISWA KELAS I NAUTIKA PERIKANAN LAUT-SUPM NEGERI PONTIANAK
Permana, Rudi Mas
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.941 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v4i1.424
Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahan dan alat tangkap menggunakan metode tutor sebaya siswa kelas I Nautika Perikanan Laut-SUPM Negeri Pontianak. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian siswa kelas I Nautika Perikanan Laut-SUPM Negeri Pontianak yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes evaluasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahan dan alat tangkap dengan menerapkan pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I Nautika Perikanan Laut-SUPM Negeri Pontianak. Peningkatan tersebut terjadi karena siswa yang pandai membantu siswa yang kurang pandai untuk memahami pelajaran bahan dan alat tangkap. Hasil belajar bahan dan alat tangkap mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 72,22% menjadi 88,89%. Siswa yang kurang berpartisipasi dalam kelompok didekati oleh guru dan diarahkan agar bertanya kepada tutor atau menanggapi pernyataan tutor sehingga seluruh siswa bisa memahami materinya.Kata Kunci: tutor sebaya, bahan dan alat tangkap, hasil belajar.
BACK MATTER (Pedoman Penulisan)
BM, BM
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (9.16 KB)
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN SISWA DI MTS. MATHLAUL ANWAR KOTA PONTIANAK
Rubei, Muhammad Anwar
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.064 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v2i2.105
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PKn untuk mengembangkan kemandirian Siswa di MTs. Mathlaul Anwar Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian ini dengan mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran PKn di MTS. Mathlaul Anwar Pontianak melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. tahap perencanaan, guru memasukkan muatan karakter dalam silabus dan RPP. tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi dengan mengaitkan langsung dengan kehidupan nyata. guru menerapkan metode, media pembelajaran dan sumber belajar yang bervariasi untuk mendukung pembelajaran berkarakter sehingga lebih bermakna bagi siswa. tahap evaluasi, guru masih belum secara optimal melakukan evaluasi pembelajaran berkarakter, masih terfokus pada pengukuran aspek kognitif. Namun guru sudah melakukan bentuk penilaian yang mengukur sikap karakter siswa dengan melakukan penilaian proses dan hasil belajar. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Kemandirian Siswa.