cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 272 Documents
Menari Dalam Sunyi: Eksplorasi Pembelajaran Tari ‘Wonderland’ Bagi Siswa Tunarungu Okti Patia Sari; Alwan Hafiz; Sapriadi; Muh. Ridwan Markarma
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembelajaran tari Wonderland bagi siswa tunarungu di SLB Negeri 1 Lombok Timur. Siswa tunarungu memiliki keterbatasan dalam menerima informasi secara lisan sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhannya. Tari Wonderland dipilih karna memiliki karakteristik gerak yang relatif sederhana serta berpotensi menjadi sarana komunikasi, ekspresi diri dan pengembangan kemampuan motorik, sosial, emosional, serta krativitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran tari Wonderland memerlukan strategi khusus yang menekankan pada pemanfaatan kemampuan visual, sensorik, dan latihan gerak secara berulang. Meskipun siswa menghadapi berbagai hambatan, seperti kurang percaya diri, lemahnya daya tangkap, kurangnya kekompakan gerak, serta kondisi emosional yang tidak stabil, akan tetapi proses pembelajaran dapat berlangsung efektif melalui pendekatan yang berpusat pada karakteristik siswa. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pendidikan seni tari bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya dalam penerapan strategi pembelajaran berbasis visual dan sensorik yang sesuai bagi siswa tunarungu.
Pendidikan Inklusif Peran Orang Tua Dan Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (Disleksia) di SDN 3 Masbagik Utara: Peran Orang Tua Dan Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (Disleksia) di SDN 3 Masbagik Utara Ahmad Yudi Saputra Yudi; Muhammad Sururuddin; Muhammad Husni
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dan guru, mengidentifikasi hambatan, serta mendeskripsikan solusi dalam meningkatkan minat belajar anak berkebutuhan khusus (disleksia) di SDN 3 Masbagik Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas 1 guru kelas IV, 7 siswa disleksia, dan 7 orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan dalam memberikan motivasi, dukungan emosional, pendampingan belajar, serta menjalin komunikasi dengan guru. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator melalui penggunaan media visual, pendekatan individual, serta metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak disleksia. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu orang tua, rendahnya pemahaman mengenai disleksia, keterbatasan media pembelajaran, dan kurang optimalnya komunikasi antara sekolah dan keluarga. Solusi yang diterapkan meliputi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik, penguatan komunikasi antara guru dan orang tua, serta pelibatan anggota keluarga dalam pendampingan belajar di rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara orang tua dan guru merupakan faktor utama dalam meningkatkan minat belajar anak disleksia. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi sekolah untuk memperkuat kemitraan dengan keluarga dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif. Kata Kunci: peran orang tua, peran guru, minat belajar, disleksia, pendidikan inklusif.