cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 272 Documents
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SD Ashfiyatun Najjah; Muslimin Ibrahim; Muhammad Thamrin Hidayat
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di Sekolah Dasar yang berdampak pada hasil belajar siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil observasi awal, pembelajaran yang dilakukan guru masih menggunakan metode konvensional tanpa melibatkan media pembelajaran menarik, sehingga siswa cepat merasa bosan dan kurang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran IPAS menggunakan media poster, mengetahui keefektifan media poster dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, serta mengidentifikasi hambatan dan respon siswa terhadap penggunaan media tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan model One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah 21 siswa kelas IV SDN Ketintang IV/421 Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket motivasi belajar, angket hambatandan angket respon siswa. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor rata-rata observasi dan uji N-Gain untuk mengukur peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran IPAS menggunakan media poster berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata observasi sebesar 3,88 atau 100%. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,757 dengan kategori tinggi. Hambatan yang muncul berada pada kategori sedang, terutama terkait waktu pembelajaran dan kebutuhan penjelasan guru. Respon siswa terhadap penggunaan media poster sangat positif, dengan mayoritas siswa menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa poster membantu mereka belajar dengan lebih semangat. Dengan demikian, media poster terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPAS. Guru dapat memanfaatkan media poster sebagai alternatif inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi siswa.
Penggunaan Media Pembelajaran Ular Tangga Ekosistem Untuk Menuntaskan Hasil Belajar Siswa Kelas V UPT SD Negeri 263 Gresik Siti Aminatus Sholikhah; Dr. Asmaul Lutfauziah, M. Pd.; Dr. Drs. Muslimin Ibrahim, BA. M. Pd.; Dr. Muhammad Thamrin Hidayat, M. Pd.
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penggunaan media pembelajaran ular tangga ekosistem dalam menuntaskan hasil belajar siswa Kelas V SD. Penelitian dilaksanakan pada April 2025 di UPT SDN 263 Gresik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif pre eksperimen. Subjek penelitian berjumlah 13 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar (pretest dan posttest) serta kuesioner respon siswa. Hasil pretest menunjukkan bahwa seluruh siswa belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Nilai tertinggi hanya mencapai 55 dan nilai terendah 42, dengan persentase ketuntasan 0%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran belum mencapai ketuntasan dan diperlukan tindakan perbaikan. Setelah diberikan pembelajaran menggunakan media ular tangga ekosistem, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai berkisar antara 76 hingga 96 dan rata-rata 88. Seluruh siswa (100%) mencapai nilai di atas KKM, yang berarti pembelajaran telah mencapai ketuntasan. Hasil uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata sebesar 77% dalam kategori tinggi, yang memperkuat media ini dalam meningkatkan hasil belajar. Di sisi lain, hasil angket respon siswa menunjukkan skor rata-rata 94% (kategori sangat kuat), dengan indikator kepedulian lingkungan memperoleh skor tertinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ular tangga ekosistem tidak hanya efektif dalam menuntaskan hasil belajar siswa secara klasikal, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter positif.
Pelaksanaan Program Adiwiyata: Respon Siswa Dan Dampaknya Terhadap Sikap Cinta Lingkungan Menurut Persepsi Guru Tiffany Dewi Aries; Muslimin Ibrahim; M. Sukron Djazilan; Agus Wahyudi
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa di SDN Ketintang IV/421 Surabaya melalui Program Adiwiyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Adiwiyata serta mengevaluasi respon siswa dan dampaknya terhadap sikap cinta lingkungan menurut persepsi guru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode observasional. Subjek penelitian ini adalah 47 siswa dan 9 guru. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh siswa serta wawancara dengan guru. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase dan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Adiwiyata terlaksana dengan baik, dengan 100% keterlaksanaan pada semua aspek. Respon siswa menunjukkan hasil yang positif, di mana 76,60% siswa setuju untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan 63,83% siswa menyatakan suka belajar tentang lingkungan. Selain itu, persepsi guru menunjukkan bahwa 77,78% guru aktif mendukung program ini. Dengan demikian, Program Adiwiyata terbukti efektif dalam meningkatkan sikap cinta lingkungan di kalangan siswa SDN Ketintang IV/421 Surabaya, meskipun tantangan penggunaan plastik masih perlu diatasi.
BASIKAL: Media Pembelajaran Pemahaman SPOK Berbasis Kearifan Lokal Kudus Untuk Siswa SD rani setiawaty; sektiana yuliyanti; nova nina khoirina; lutfi andriyani kutsiyah
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta kepraktisan BASIKAL (Belajar Asik Menyusun Kalimat Sederhana SPOK Berbasis Kearifan Lokal Kudus) sebagai media pembelajaran digital inovatif agar siswa mampu menulis dan menyusun kalimat yang benar, menggunakan kosakata yang tepat, dan berkomunikasi secara lisan maupun tertulis dengan lebih efektif pada siswa kelas III sekolah dasar. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Uji kelayakan dilakukan oleh ahli materi dan media, sedangkan uji kepraktisan diperoleh melalui respon guru dan siswa terhadap penggunaan aplikasi. Hasil: Hasil validasi menunjukkan bahwa BASIKAL dinyatakan Sangat layak berdasarkan penilaian ahli media sebesar 83,4% dan ahli materi 79,5%. Sementara itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan kategori sangat praktis, dengan skor 86,5% dari guru dan 86,7% dari siswa. Aplikasi dinilai menarik, mudah digunakan, serta relevan dengan konteks budaya lokal Kudus. Kebaruan: BASIKAL menawarkan inovasi berupa integrasi kearifan lokal Kudus meliputi menara kudus, tari kretek, dan makanan khas ke dalam pembelajaran kalimat sederhana permulaan berbasis Android. Integrasi ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, serta mendukung penguatan karakter dan literasi budaya siswa sekolah dasar.
Analisis Efektivitas Penataan Jadwal Pelajaran Dengan Pendekatan Psikologis Terhadap Konsentrasi Dan Kelelahan Belajar Siswa Sekolah Dasar Meyvika Br Perangin-Angin; Tasya Nabilah; Balqis Mutiara Zahra; Jennifer Margaret Simatupang; Asna Istikmalatul Muktamaroh
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penataan jadwal pelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen pembelajaran di sekolah dasar yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis siswa, khususnya konsentrasi dan tingkat kelelahan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penataan jadwal pelajaran dengan pendekatan psikologis terhadap konsentrasi dan kelelahan belajar siswa sekolah dasar. Pendekatan psikologis dalam penelitian ini menekankan pada penyesuaian waktu belajar dengan kondisi biologis, tingkat energi, serta kemampuan fokus siswa pada waktu tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penataan jadwal pelajaran yang memperhatikan aspek psikologis, seperti penempatan mata pelajaran berat pada jam optimal dan pemberian jeda istirahat yang cukup, mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa serta menurunkan tingkat kelelahan. Sebaliknya, jadwal yang tidak terstruktur dengan baik cenderung menyebabkan penurunan fokus dan meningkatnya kelelahan belajar. Dengan demikian, penataan jadwal pelajaran berbasis pendekatan psikologis terbukti efektif dalam mendukung kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
OPTIMALISASI MANAJERIAL KELAS INKLUSIF UNTUK MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG RAMAH ANAK DI SDN 060858 Dina Farika Safira; Dini Aisyah Putri; Flora Anisia; Alya Fauziah; Asna Istikmalatul Muktamaroh
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kelas inklusif di SDN 060858 Durung dikelola guna mendorong pembelajaran yang ramah anak. Untuk memahami secara menyeluruh strategi pengelolaan kelas inklusif, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Guru di kelas dan anak-anak berkebutuhan khusus terutama yang mengalami gangguan penglihatan menjadi subjek penelitian. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data, sedangkan triangulasi digunakan untuk validasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas inklusif, yang ditandai dengan penerapan pembelajaran yang dibedakan, sikap guru yang adaptif, serta pengembangan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif, telah diterapkan dengan cukup berhasil dalam aspek pedagogis. Namun, karena keterbatasan infrastruktur dan fasilitas, terutama ketersediaan rute panduan yang tidak merata bagi siswa dengan gangguan penglihatan, optimalisasi penuh belum tercapai. Oleh karena itu, untuk menjamin bahwa pembelajaran yang ramah anak dapat terwujud sepenuhnya, diperlukan upaya optimalisasi holistik dengan meningkatkan kualifikasi guru, menyediakan fasilitas yang dapat diakses, mendorong kolaborasi di antara pendidik, dan menerapkan manajemen kelas yang sistematis.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Tangram Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 3 SD Linda Astriani; nabilah chairunisah
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman abad-21, kemampuan berpikir analitis termasuk salah satu keterampilan utama yang sangat dibutuhkan, namun tingkat penguasaan yang dicapai masih minim akibat metode pengajaran yang bersifat tradisional. Studi ini dibuat guna menilai peningkatan skill berpikir analitis pada siswa melalui penggunaan pendekatan PBL yang dibantu alat tangram. Riset ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental berpola pretest-posttest dengan kelompok kontrol terhadap murid kelas 3 SDN 09 Grogol Selatan di tahun pelajaran 2024/2025, dengan melibatkan sebanyak 62 siswa sebagai partisipan sampel. Alat pengukur dalam penelitian ini meliputi ujian esai yang disusun Berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis menurut Facione, yaitu: kemampuan membaca makna, mengurai informasi, menilai kebenaran, menarik kesimpulan, memberikan uraian, serta mengatur diri saat berpikir dengan jumlah 6 butir soal secara keseluruhan. Uji normalitas dan homogenitas menghasilkan data yang memenuhi syarat. Hasil pengujian uji t berpasangan menunjukkan angka signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari batas taraf signifikansi 0,05, menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan berpikir kritis pasca-penerapan model PBL dengan bantuan media tangram. Nilai rata-rata kelas eksperimen naik dari 15,61 (65,8%) menjadi 20,48 (85,32%), sementara kelas kontrol mengalami kenaikan dari 14,5 (59,95%) hingga 15,6 (65,04%). Penggunaan model PBL yang didampingi media tangram dalam penelitian ini terbukti berhasil untuk melestarikan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 3 SD.
PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Ristu Haiban Hirzi; Abdullah; Hanifa Prahastami Pembayun
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis pendekatan Open Ended yang memiliki tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang memadai dalam mengembangkan kreativitas peserta didik pada proses pemecahan masalah matematika. Metode yang digunakan merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan beberapa instrumen, yaitu lembar validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar validasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), lembar validasi Tes Hasil Belajar (THB), angket kepraktisan LKPD, lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran berbasis Open Ended beserta instrumen pendukung penelitian. Uji coba produk dilaksanakan pada peserta didik kelas XI SMAN 2 Selong pada materi turunan fungsi trigonometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kualitas yang ditetapkan. Aspek validitas tercermin dari hasil penilaian para ahli yang mengategorikan RPP sebagai sangat valid dan LKPD sebagai valid. Aspek kepraktisan ditunjukkan oleh hasil penilaian guru dan tanggapan peserta didik yang menunjukkan bahwa perangkat mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, aspek keefektifan terlihat dari peningkatan hasil belajar peserta didik yang dianalisis menggunakan skor normalized gain (N-Gain) dengan nilai sebesar 0,71 yang termasuk dalam kategori tinggi. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perangkat pembelajaran berbasis Open Ended layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mendorong kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan matematika.
Strategi Pembelajaran Rebana Qasidah Pada Ekstrakurikuler di MI NWDI Dames Syafi'atun Nufus; Alwan Hafiz; Sapriadi; Muh. Ridwan Markarma
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran qasidah pada ekstrakurikuler di MI NWDI Dames. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif,dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran langsung dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur. Pada tahap penyampaian tujuan pembelajaran, peserta didik memperoleh gambaran yang jelas mengenai kompetensi yang akan dicapai sehingga meningkatkan kesiapan belajar. Pada tahap demonstrasi keterampilan, pembina memberikan contoh langsung teknik bermain rebana yang membantu peserta didik memahami materi secara konkret. Pada tahap latihan terbimbing, peserta didik berlatih dengan bimbingan intensif dari pembina sehingga kesalahan dapat segera diperbaiki. Pada tahap latihan mandiri, peserta didik mampu memainkan rebana secara lebih mandiri dalam kelompok dengan peningkatan kemampuan dalam hal ketepatan ritme, kekompakan, dan kepercayaan diri
Strategi Pembelajaran Seni Tari Kreasi Pada Kelas VI di MI NWDI Pancor Siti Rizkiatul Ummah; Alwan Hafiz; Ashwan Kailani; Muh. Ridwan Markarma
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi pembelajaran yang dilakukan pada pembelajaran tari kreasi di MTs Mu’allimat NWDI Pancor. Metode yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisi yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan strategi pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran tari kreasi adalah strategi deep learning, yang dimana strategi ini merupakan strategi pembelajaran yang dirancang untuk mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam, kritis, reflektif, dan bermakna. Pada strategi terdapat beberapa tahapan diantaranya tahap stimulasi, tahap eksplorasi, tahap elaborasi dan kreasi dan terakhir adalah tahap refleksi.