cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 260 Documents
Analisis Penyebab Kesulitan Guru Dalam Melaksanakan Penilaian Hasil Belajar Siswa SD Affandi, Lalu Hamdian; Husniati, H.; Nurhasanah, N.; Nisa, Khairun
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.27717

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka menempatkan penilaian sebagai bagian integral sistem pembelajaran. Oleh sebab itu, guru perlu memiliki kemampuan melaksanakan penilaian yang baik. Namun demikian, terdapat indikasi yang menunjukkan guru mengalami kesulitan untuk melakukan penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek pembelajaran yang sulit dinilai oleh guru beserta faktor penyebabnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan angket terbuka dari 93 orang guru sekolah dasar (SD) di Kota Mataram. Data kemudian dianalisis dengan melakukan kategorisasi jawaban guru. Selanjutnya, setiap kategori dihitung dan diprosentasekan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 29% guru mengaku kesulitan menilai aspek pengetahuan, 18% guru kesulitan menilai aspek sikap, 18% guru kesulitan menilai aspek keterampilan, dan hanya 7.5% guru yang mengaku tidak mengalami kesulitan. Terkait penyebab kesulitan, guru menganggap keterbatasan waktu (23.6%), keragaman karakteristik siswa (17.2%), kemampuan mengembangkan instrumen (10.7%), serta keterbatasan sarana pendukung dan faktor fokus kurikulum (6.4%) sebagai penyebab kesulitan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan guru dalam melakukan penilaian berkaitan dengan hampir semua aspek tujuan pembelajaran. Sebagian besar kesulitan disebabkan oleh faktor eksternal, terutama berkaitan dengan kebijakan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya perubahan kebijakan sebagai alternatif untuk mengatasi kesulitan guru dalam melakukan penilaian.
Pengaruh Penggunaan Make Belief Comix Terhadap Literasi Digital Siswa Kelas V SD Negeri 35 Palembang mimamhidayatulla; Murjainah; Aan Suriadi
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28106

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan make belief comix terhadap literasi digital siswa kelas V SD Negeri 35 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi-Eksperimen atau Eksperimen Semu dengan desain Post-test Only, Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 35 Palembang dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas V.A sebagai kelas Eksperimen dan V.B sebagai kelas Kontrol. Berdasarkan hasil posttes yang telah dilakukan bahwa nilai rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda dengan rata-rata nilai kelas eksperimen yaitu 80,00 dan kelas Kontrol yaitu 65,00 dengan perbedaan 15% sehingga dapat dikatakan nilai posttest kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontol. Jika dilihat dari hasil uji normalitas dengan taraf sig. ≥ 0,05 maka dapat yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 0,200 ≥ 0,05 dan kelas kontrol 0,200 ≥ 0,05. Sedangkan berdasarkan hasil uji Independent Sample T-test diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,003 < 0,05 atau diperoleh nilai Thitung = 31,188 ≥ 2.019 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi demikian, bahwa penggunaan Make Belief Comix berpengaruh Terhadap Literasi Digital Siswa Kelas V SD Negeri 35 Palembang.
Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Wordwall Terhadap Motivasi Belajar IPA Siswa Kelas V Di SD Negeri 137 Palembang kadekwarti; Endie Riyoko; David Budi Irawan
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28247

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi motivasi siswa dalam belajar di SD Negeri 137 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif wordwall terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 137 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian True Experimental Design. Desain dalam penelitian adalah Posttest-only control design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 14 Palembang. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas V.A yang berjumlah 15 siswa dan V.B berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket dan dokumentasi. Teknik uji coba isntrumen penelitian menggunakan validitas, reliabilitas. Berdasarkan hasil angket motivasi belajar dengan menggunakan media interaktif wordwall dapat diketahui bahwa hasil angket motivasi belajar siswa kelas eksperimen dengan rata-rata yang didapatkan siswa nilai posttest yaitu 88,0%. Sedangkan hasil angket motivasi belajar siswa kelas kontrol dengan rata-rata yang didapatkan siswa nilai posttest yaitu 62% . Teknik analisis data dalam penelitian diolah menggunakan uji normalitas diperoleh nilai sig 0,119 > 0,05 untuk kelas eksperimen, dan 0,200 > 0,05 untuk hasil nilai kelas kontrol. Selanjutnya uji homogenitas yaitu nilai sig0,459 > 0,05, dan uji Independen Sample T-Test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima, berarti terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media interaktif wordwall terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V di S
Analisis Pembelajaran IPA di SD Dengan Model PBL Dalam Melatih Berpikir Kritis Siswa Nugroho, Rifqi
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28447

Abstract

Perkembangan abad ke-21 membawa berbagai tantangan dalam bidang pendidikan. Kemunculan kecerdasan buatan (AI) menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Untuk menghadapi perkembangan global, siswa perlu dibekali keterampilan 4C, salah satunya adalah kemampuan critical thinking. Penerapan model (PBL) memiliki potensi bersar dalam peningkatan critical thinking pada siswa, khususnya dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji literatur terkait pemanfaatan model PBL untuk meningkatkan critical thinking pada siswa. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan objek berupa 25 artikel ilmiah berbahasa Indonesia yang telah terakreditasi SINTA. Berdasarkan analisis, model PBL terbukti efektif terhadap peningkatan keterampilan bernalar kritis, prestasi belajar, dan keikutsertaan siswa selama pembelajaran berlangsung.
Pengaruh Metode Gasing Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Kelas 4 SD Berdasarkan Gender Munawaroh, Amma Azizah; Nurtamam, Mohammad Edy
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh metode GASING dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi pembagian bilangan cacah sampai 100 di kelas IV UPTD SDN Kesek 1. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental design dengan jenis nonequivalent control grup design. Penelitian yang menggunakan sampel 30 siswa dari 20 siswa kelas ekspreimen dan 10 siswa kelas control. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t dependent. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan menggunakan metode GASING terhadap pemahaman konsep siswa. Berdasalkan hasil uji t dengan kaidah pengujian yaitu thitung>ttabel, 5.371>2,062 yang artinya Ho ditolak maka ada perbedaan signifikan metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) terhadap pemahaman konsep matematis pada materi pembagian bilangan cacah sampai 100 di kelas IV UPTD SDN KESEK 1 Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Tahapan Polya NOVITASARI, IRMA APRILIA; Nurtamam, Mohammad Edy
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan tahapan Polya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dan melibatkan siswa kelas IV UPTD SD Negeri Kesek 1. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, yang dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis statistik, di mana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (-23,005 > 2,110) dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05. Implementasi model TGT membantu siswa memahami langkah-langkah penyelesaian soal berdasarkan tahapan Polya, meliputi memahami masalah, merencanakan solusi, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Kesimpulannya, model pembelajaran TGT efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam soal cerita matematika. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model TGT secara lebih luas, tidak hanya dalam pembelajaran matematika, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang memerlukan kolaborasi dan pemecahan masalah.
Analisis Dampak Penggunaan Gadjet Terhadap Sikap Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri 5 Selong Ahmad Yudi Saputra; Muhammad Sururuddin; Husni, Muhammad
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kecanduan penggunaan gadget atau handphone terhadap perilaku sikap anak berkebutuhan khusus di SD Negeri 5 Selong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikannya, lalu menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar umumnya digunakan untuk bermain game seperti Free Fire dan Roblox, serta menonton konten di TikTok dan YouTube. Penggunaan gadget yang berlebihan ini berdampak pada perilaku sosial siswa berkebutuhan khusus. Beberapa perubahan yang diamati antara lain menurunnya kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya, gangguan pola tidur, menjadi lebih tertutup, hingga menunjukkan perilaku negatif atau menjadi pribadi yang "toxic". Hal ini terjadi karena siswa terlalu larut dalam penggunaan gadget sehingga mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata. Kata kunci: Dampak, gadjet, sikap sosial, anak berkebutuhan khusus
Pengembangan Media Papan Kata IPA (PAKAPA) di Kelas IV SD debora, septi; Nopriyanti, Tika Dwi; Puji Ayurachmawati
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.29060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar media papan kata IPA ( PAKAPA ) pada materi tumbuhan sumber kehidupan di bumi kelas IV SD yang valid, praktis dan efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian dilakukan di SD Negeri 13 Palembang. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SD dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil dari ketiga validator ahli pada penelitian ini didapatkan skor rata-rata 82% dengan kriteria sangat valid. Hasil ahli materi,bahasa dan media dengan nilai rata-rata 82%. Hasil praktis dari angket respon guru,one to one dan small group dengan nilai rata-rata 87%. Hasil efekif dari soal tes berada pada kriteria sangat praktis dengan nilai rata-rata 84%. Maka dapat dikatakan produk yang telah dikembangkan. Dari hasil didapatkan bahwa pengembangan media papan kata IPA (PAKAPA) di kelas IV SD yang valid, praktis dan efektif belajar terhadap siswa kelas IV untuk digunakan dalam proses pebelajaran sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan membantu guru maupun siswa dalam tercapainya tujuan pembelajaran.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Di SD Negeri 2 Tebaban Rodiyah, Hadiatul; Kudsiah, Musabbihatul; Zohriah, Zohriah; Fadilah, Dina; Alwi, Mijahamuddin
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.29115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Tebaban. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Tebaban, sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, pengajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengimplementasian kurikulum merdeka, sekolah telah melaksanakan peningkatan kompetensi guru melalui beberapa kegiatan pelatihan, diantaranya Bimbingan Teknis (BIMTEK), pelatihan ditingkat kabupaten, webinar, pelatihan di gugus, pelatihan di Plat Form Merdeka Mengajar (PMM) dan Kelompok Kerja Guru (KKG). Kesiapan guru dalam menyiapkan perangkat ajar. Guru sudah menyiapkan perangkat ajar, guru juga melakukan asessmen formatif dan sumatif selain itu guru melakukan asesmen diagnostik awal kepada siswa. Pada kegiatan kokurikuler yaitu pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sekolah telah melaksanakannya. Dalam pelaksanaannya guru sudah memiliki modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta sudah memiliki rubrik penilaian sebagai pedoman dalam pelaksanaannya. Pengimplementasian kurikulum merdeka disekolah tersebut belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Adapun kesulitan yang dialami yaitu kurangnya pemahaman guru, keterbatasan waktu, serta kurangnya sarana dan prasarana.
Kurikulum Merdeka Dalam Persfektif Filsafat Pendidikan Esensialisme Rodiyah, Hadiatul; Amin, M. Syahruddin; Marhaeni, Marhaeni; Nisa, Saufiatun; Aulia, Tasya
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.29135

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang diberlakukan dalam sisem pendidikan Indonesia untuk mengatasi learning loss akibat wabah pandemi Covid-19, dan mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia dari negara lain. Filsafat pendidikan esensialisme memberikan bingkai bahwa pendidikan hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia sesuai dengan esensiya dan esensi keberadaannya sebagai manusia melalui pelestarian dan pengajaran nilai-nilai kebaikan lama yang jelas, ajeg, dan terbukti pada generasi saat ini dan masa depan. Studi ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan (library reseach). Materi esensial yang diajarkan dalam kurikulum merdeka sejalan dengan pemikiran dalam filsafat esensialisme yaitu membacam, menulis, berhitung, dan berbicara/berkomunikasi. Namun demikian konsep merdeka belajar yang diberikan kepada siswa menurut pandangan filsafat esensialisme tidak terlalu tepat karena siswa adalah individu yang belum matang secara psikologi (IQ/EQ/SQ), yang harus dibantu untuk menemukan potensi dirinya, mengetahui yang diinginkan, dibutuhkan dan bermanfaat untuk kebaikannya dimasa depan.