cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 436 Documents
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DAN MAKE A MATCH DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS 4 SD GUGUS MAWAR - SURUH Utama, Mawardi; Sari, Desty Lusia
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.888 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p82-99

Abstract

Pembelajaran IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa di alam dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan agar siswa mempunyai pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah yaitu penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan. Model pembelajaran Picture and Picture dan Make a Match adalah model pembelajaran yang menjadi solusi permasalahan pembelajaran IPA yang masih bersifat hafalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan keefektifan yang signifikan antara model pembelajaran Picture and Picture dan Make a Match ditinjau dari hasil belajar IPA kelas 4 SD gugus Mawar Suruh. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen jenis quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil uji kesetaraan pada kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan adanya kesamaan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah gugus Mawar Suruh dan sampelnya siswa kelas 4 SDN Plumbon 01, SDN Plumbon 04, dan SDN Kebowan 02. Teknik analisis data yang dipakai untuk menguji skor hasil belajar siswa adalah uji t dengan teknik Independent Sample t- Test. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran Picture and Picture dan Make a Match ditinjau dari hasil belajar IPA pada SD gugus Mawar Suruh. Hal tersebut dapat dibuktikan setelah dilakukan uji t posttest yang menunjukkan bahwa nilai t hitung dan t tabel adalah 0,538 dan 1,994 dengan sig. (2-tailed) adalah 0,592.
IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.85 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p47-58

Abstract

Dalam tahap Penelitian Tindakan Kelas (PTK), langkah merencanakan merupakan langkah pertama. Tanpa rencana, kegiatan yang kita lakukan tidak akan terarah. Rencana akan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Melakukan tindakan sebagai langkah yang kedua. Tanpa tindakan, rencana hanya merupakan angan-angan yang tidak pernah menjadi kenyataan. Dalam implementasi PTK tahap merencanakan dan melakukan tindakan terdiri dari langkah utama yaitu: mengiden-tifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, merencanakan tindakan kelas, melaksanakan tindakan kelas (membuat perencanaan, melaksanakan, observasi, analisis dan refleksi), mengumpulkan data dan menganalisis data tentang proses dan hasil beserta tindak-lanjutnya; terakhir adalah menulis laporan. Langkah-langkah ini merupakan langkah yang berurutan; artinya langkah pertama harus dikerjakan lebih dahulu sebelum langkah kedua dilaksanakan, demikian seterusnya.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERLARI MELALUI MODEL PERMAINAN PERLOMBAAN PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI BANDUNG WONOSEGORO BOYOLALI Samudi, Samudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.77 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p83-96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berlari pada siswa kelas 3 SD Negeri Bandung Wonosegoro  Boyolali tahun pelajaran 2014/2015.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK),yang dilakukan dua siklus dengan prosedur penelitian adalah perencanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tehnik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model Permainan dan Perlombaan  dapat: 1).Meningkatkan motivasi belajar Penjasorkes materi Pola gerak Lokomotor berlatih lari pada siswa kelas 3 SD Negeri Bandung Wonosegoro Boyolali. Persentase kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 3,15 (16.44%) untuk siklus 1 dan2.73 ( 10.62%) untuk siklus 2, 2) Meningkatkan kemampuan siswa dalamberlari, siswa berusaha menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memenangkan perlombaan. Persentase kenaikan kemampuan belajar siswa sebesar10.69% untuk siklus 1 dan13.15% untuk siklus 2.  3) Meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) berikut: pada kondisi awal, persentase pencapaian KKM sebesar25.00% (8 siswa), pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 55.56% ( 20 siswa), dan siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 84.37% (27siswa)
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK DAN NUMBERED-HEADS TOGETHER (NHT) DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS 4 SDN GUGUS MAHESA JENAR AMBARAWA Prakoso, Galuh Adi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.299 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p100-119

Abstract

Pembelajaran IPS adalah pembelajaran bersifat hafalan dan hubungan interaksi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran Pair Check  dan Numbered-Heads Together (NHT) adalah model pembelajaran yang tepat menjadi solusi permasalahan pembelajaran IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan dalam pembelajaran menggunakan  model Pair Check  dan  model  Numbered-Heads Together (NHT) pada siswa kelas IV SDN  gugus Mahesa Jenar  Ambarawa. Penelitian eksperimen jenis quasi experiment dengan design Nonequivalent Control Group Design. Teknik analisis data menggunakan tes dan observasi. Populasi penelitian adalah gugus Mahesa Jenar Ambarawa dan sampelnya siswa kelas IV SDN Sudirman, SDN Lodoyong 02 dan SDN Tambakboyo 01. Teknik analisis data untuk menguji skor hasil belajar siswa adalah uji t dengan teknik Independent Sample T Test. Hasil post test  siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji t (uji beda rata-rata) menunjukkan signifikansi 0,001 karena signifikan < 0,05 maka ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Pair Check dan Numbered-Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar IPS pada SDN gugus Mahesa Jenar Ambarawa. Berdasarkan hasil uji beda t maka disarankan guru untuk menggunakan model pembelajaran Numbered-Heads Together (NHT) karena ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dalam pembelajaran IPS Kelas IV SDN gugus Mahesa Jenar Ambarawa.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS DAN KOMITMEN KARIER GURU Ariani, Dwi Setya
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.905 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p75-81

Abstract

The purpose of this research is to verify the correlation between Psychological Empowerment and Career Commitment.  There are two scales used in this research, i.e. Psychological Empowerment Scales by Spreitzer (1995) and Career Commitment Scale by Carson & Bedeian (1994). The participants of this research are 60 teachers of private high-school in Salatiga, Indonesia. Data analysis uses SPSS 16 Program. Statistic’s method to be used is pearson product moment correlation test. The result of statistic test shows that there is significant correlation between Psychological Empowerment and Career Commitment.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 5 SD Wahyudi, Wahyudi; Siswanti, Mia Christy
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.482 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p23-36

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran matematika yang masih menekankan pada konsep hafalan sehingga siswa hanya berpusat pada angka dan rumus. Pemerintah menyajikan solusi yang menarik melalui kurikulum 2013 yang tertulis dalam Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014. Sebelum pendekatan beserta model pembelajaran dalam kurikulum 2013 dibuktikan keberhasilnya, pemerintah telah menetapkan berhentinya kurikulum 2013 (Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik melalui model discovery learning dengan permainan terhadap hasil belajar siswa kelas 5 semester II SD kristen 03 Eben Haezer Salatiga tahun pelajaran 2014/2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan metode Quasi Eksperimen Research. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dan teknik pengambilan sampel sampling jenuh. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V paralel SD Kristen 03 Eben Haezer Salatiga. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh penerapan pendekatan saintifik melalui model discovery learning dengan permainan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 5 semester II SD Kristen 03 Eben Haezer Salatiga Tahun Pelajaran 2014/2015. Rata-rata kelas eksperimen 80,84 sedangkan kelas kontrol 71,75. Hal ini juga didukung dari nilai t hitung > t tabel, yaitu (4,905>2.018) dan signifikan 0,000<0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak H1 diterima.
EKSPERIMENTASI PROBLEM BASED LEARNING DAN CIRC DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS 5 SD Maarif, Hanafi; Wahyudi, Wahyudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.999 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p97-115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan Problem Based Learning lebih baik daripada CIRC bagi siswa kelas 5 SD Negeri 1 Sedayu Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Variabel yang dipilih adalah Problem Based Learning dan CIRC sebagai variabel bebas dan kemampuan menyelesaikan soal cerita sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD Negeri pararel di Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data, kelas eksperimen I nilai rata-ratanya 79,09 sedangkan kelas eksperimen II 75,38. Hasil pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji t ekor kanan, data dianalisis menggunakan analisis independent sample t-test dengan bantuan SPSS for windows version 21.0. Hasil analisis menunjukkan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,067, dengan  taraf signifikansi 𝛼 = 5% diperoleh 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1,6698. Ini artinya 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔> 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan Problem Based Learning lebih baik daripada CIRC bagi siswa kelas 5 SD Negeri 1 Sedayu Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2014/2015.
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MENGAJAR GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK INDIVIDUAL DI SD NEGERI CANDIREJO 01 TAHUN 2014 - 2015 Arifah, Kunthi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.544 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p116-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan mengajar guru dalam melaksanakan tugas yang bertujuan untuk meningkatkan  kualitas hasil pembelajaran. Strategi yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah  yang dilakukan dalam  2 siklus, yang setiap siklusnya meliputi kegiatan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi, serta analisis dan   refleksi. Waktu penelitian 4 bulan dimulai dari bulan Januari 2015 sampai dengan  bulan April 2015. Adapun subyek penelitian adalah guru  SD Negeri Candirejo 01, sedang obyeknya adalah penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan data kondsi awal dibandingkan data siklus I dan juga dibandingkan dengan data yang diperoleh pada siklus II setelah dilakukan deskriptif komparatif dilanjutkan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual dapat meningkatkan kedisiplinan mengajar guru SD Negeri Candirejo 01 yang meliputi kedisiplinan dalam menyusun  perencanaan pembelajaran, kedisiplinan melaksanakan kegiatan pembelajaran, kedisiplinan melaksanakan evaluasi di akhir pembelajaran.
PEMBERLAKUAN KURIKULUM SD/MI TAHUN 2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA MEMPERBAIKI PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PTK Mawardi, Mawardi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.328 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p107-121

Abstract

Konsekuensi utama pemberlakuan kurikulum 2013 untuk jenjang SD/MI diantaranya pada cara mensinergikan pendekatan, model dan standar proses pembelajaran, serta cara menyusun dan melakukan penilaian. Dua komponen utama sistem pembelajaran ini merupakan komponen yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu pembelajaran. Pendekatan, model dan standar proses pembelajaran berkaitan dengan jaminan mutu prosesnya, sedangkan komponen penilaian berkaitan dengan akurasi dan validitas pengukuran mutu pembelajaran tersebut.  Pendekatan saintifik (5M) yang meliputi keterampilan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan  perlu disinergikan dengan standar proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi (EEK). Kedua keterampilan (5M dan EK) inilah yang menjadi pemandu bagi guru untuk memilih model (dan metode) pembelajaran serta alat penilaian otentik yang sesuai. Dalam rangka membantu para guru untuk mengimplemantasikan kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan buku guru dan buku siswa. Namun demikian para guru dapat memodifikasi dan mengembangkan sendiri. Pengembangan instrumen pembelajaran  disesuaikan dengan karakteristik para siswa dan lingkungan belajar-nya, sehingga mutu proses dan hasil pembelajaran dapat ditingkatkan. Pengem-bangan mutu pembelajaran seperti ini sekaligus menjadi sarana bagi para guru untuk  mengembangkan profesinya secara berkelanjutan. Permasalahannya adalah pemberlakuan kurikulum 2013 berimplikasi pada proses pengembangan keprofesian guru, misalnya bagaimana proses pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yang selama ini telah dilakukan. Rambu-rambu pendekatan, model, sistem penilaian, buku guru dan buku siswa dalam kurikukum 2013 mestinya tidak membatasi ruang gerak guru dalam berinovasi.
PENGEMBANGAN HANDOUT PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS III Ningtyas, Retno; Yunianta, Tri Nova Hasti; Wahyudi, Wahyudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.95 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p42-53

Abstract

Bahan ajar yang sering digunakan siswa di sekolah adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) karena harganya yang ekonomis dan relatif terjangkau. Banyak sekolah yang hanya menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) saja tanpa adanya handout atau buku penunjang sebagai pegangan siswa sehingga bahan ajar yang dapat digunakan anak belajar secara mandiri kurang dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa handout pembelajaran tematik gambar seri untuk siswa sekolah dasar kelas III pada materi keliling dan luas persegi dan persegi panjang yang valid, efektif dan praktis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Research and Development). Penelitian ini mengacu pada model desain sistem pembelajaran ADDIE, yaitu: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data pembuatan dan kualitas handout, yaitu: lembar penilaian handout, lembar pendapat siswa, wawancara guru, dan pretest-postest. Keberhasilan pembuatan produk ini ditinjau dari segi valid, efekif, dan praktis. Hasil penelitian menyatakan: (1) valid yang ditunjukkan dalam dua aspek yaitu (a) aspek materi yang memperoleh persentase penilaian 78,66% menunjukkan kategori kualitatif baik (B), (b) aspek tampilan memperoleh persentase penilaian 80% menunjukkan kategori kualitatif sangat baik (SB); (2) Efektif yang dinilai berdasarkan (a) uji ketuntasan klasikal yang menunjukkan thitung = 5,148 dengan taraf  signifikan  5%  dan dk = (n-1) = 33 diperoleh nilai ttabel = 1, 697, maka thitung > ttabel sehingga dapat disimpulkan rata-rata hasil belajar siswa melampaui KKM (b) persentase ketuntasan postest  banyak siswa yang lulus KKM sekolah yaitu 79,412% siswa; (3) Praktis yang ditentukan oleh (a) penilaian observer memperoleh persentase penilaian 87% menunjukkan kategori kualitatif sangat baik (SB), (b) handout memperoleh respon positif siswa dalam penggunaannya pada pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan menggunakan produk ini menjadi lebih menyenangkan dan membuat siswa menjadi aktif. Produk ini selain berisi gambar-gambar yang sesuai dengan dan tema yang berkaitan dengan lingkungan rumah juga di dalam materi yang disajikan diberikan proses terbentuknya suatu rumus sehingga siswa dapat belajar secara runtut tentang rumus yang diperoleh.

Page 3 of 44 | Total Record : 436