cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
TINGKAT PENERAPAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS Suatu Studi Kasus di SMA Dian Harapan Jakarta Zendrato, Juniriang
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.103 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p58-73

Abstract

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  merupakan panduan mengajar yang disusun guru dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Namun, sebagian besar guru belum menyadari arti pentingnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kualitas penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas, dan tingkat penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan studi kasus dan dilakukan di kelas 10 dan 11 SMA Dian Harapan Jakarta. Data dikumpulkan dengan empat macam teknik: (1) angket yang diberikan kepada guru dan siswa, (2) wawancara dengan guru dan kepala sekolah, (3) telaah dokumen RPP, dan (4) observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah karakteristik siswa, tujuan belajar, kegiatan belajar mengajar dan materi pelajaran. Tiga kualitas penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas: (1) pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan dengan lancar, (2) kegiatan yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tidak diterapkan di kelas, dan kegiatan yang tidak tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terjadi di kelas. Tingkat penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di dalam kelas tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persentase kegiatan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang diterapkan di kelas adalah sebesar (81%). Oleh karena itu, pihak guru perlu terus membuka diri terhadap peningkatan kompetensi profesional guru.
ANALISIS LEARNING CONTINUUM TINGKAT SD SAMPAI SMP PADA TEMA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Situmorang, Risya Pramana
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.161 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p1-13

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).
IMPLEMENTASI TQM MELALUI PELATIHAN MODEL IN HOUSE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD Giarti, Sri; Astuti, Suhandi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.496 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p80-91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD melalui pelatihan in House Training. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas diagnosis, action planning, action taking dan action evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas. Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa: 1) instrument pengembangan media pembelajaran, 2) instrument penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran dan menyusun perencanaan pembelajaran,. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa IHT  dapat meningkatkan a) kemampuan guru SD Negeri di Salatiga, Kota Salatiga dalam mengembangkan media pembelajaran sebesar 13,4%. b) meningkakan kemampuan guru SD Negeri di Salatiga dalam menyusun rencana pembelajaran  sebesar 31,7%.
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMAN KABUPATEN KULON PROGO DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL TGT BERBANTUAN ALAT PERAGA DITINJAU DARI KECERDASAN SPASIAL Prihatnani, Erlina
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.725 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p29-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga 2D atau 3D, (2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah, (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri kelas X di Kabupaten Kulon Progo dengan teknik pengambilan sampel Stratified Cluster Random Sampling diperoleh 133 sampel. Penelitian eksperimen semu ini dilaksanakan dalam pembelajaran matematika pada materi dimensi tiga dengan desain the randomize control group pretest-posttest design. Uji normalitas dengan metode Kolmogorov-smirnov, uji homogenitas dengan metode Levene, uji keseimbangan kemampuan awal menggunakan Independent Sample T-Test dan uji hipotesis dengan menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama (2x3 faktorial). Keseluruhan uji menggunakan SPSS dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan (1) prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga 3D lebih baik daripada yang menggunakan alat peraga 2D, (2) prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi lebih baik daripada sedang maupun rendah dan prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang sama dengan rendah, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar siswa.
PRESERVICE TEACHERS ON TEACHING WITH AND ABOUT ICT: AN INDONESIAN STUDY Relmasira, Stefanus Christian; Thrupp, Rose-Marie
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.252 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p163-172

Abstract

Teaching about and with digital technologies continues to challenge teachers. Aligned with the permeation of Information Communication Technologies (ICT) in our daily lives is the challenge of ICT in the classroom. Curriculum writers strive to identify declarative and procedural knowledge needed by future citizens. Teachers strive to design ICT-enabled learning that engages contemporary learners.  The identity of a teacher of ICT and using ICT for learning challenges preservice teachers as they create their own identity in the classroom.  These challenges cross borders, both geographical and cultural. Using a research approach developed by Hunt (2015), preservice teachers in a teacher education program in Central Java, Indonesia were asked to draw what teachers and ICT look like, sound like, and feel like. This study builds upon the ideas of Goodenough (1926) and Chambers (1983) to examine the views of teachers and ICT held by preservice teachers. These findings can inform the design of teacher education programs in supporting preservice teachers to build their self-efficacy as teachers teaching with and about ICT in their classroom and contribute to the construction of professional learning post-graduation.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SD NEGERI KUTOWINANGUN 11 KOTA SALATIGA Winanto, Adi; Makahube, Darma
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.084 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p119-138

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas kebutuhan akan kemampuan memecahkan masalah baik di kelas atau di tengah-tengah masyarakat, kemampuan mengatasi masalah yang dihadapinya, dan juga perlunya kemampuan mengaplikasikan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Kutowinangun 11 Salatiga dengan mengaplikasikan strategi pembelajaran inkuiri. Strategi pembelajaran inkuiri ini meliputi langkah-langkah (1) orientasi, (2) merumuskan masalah, (3) merumuskan hipotesis, (4) mengumpulkan data, (5) menguji hipotesis (6) merumuskan kesimpulan. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan nama penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.  Sebelum tindakan skor rata-rata motivasi siswa 37,4 dengan kriteria sedang, pada siklus I skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 42,2 dengan kriteria sedang dan pada sikus II rata-rata motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan kriteria tinggi (rata-rata skor 46,4). Sedangkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar, yaitu sebelum tindakan nilai rata-rata kelas sebesar 65,45; siklus I naik menjadi 72,15; dan pada siklus II naik menjadi 81,25. Pada tes pra siklus ketuntasan belajar siswa 35%, pada siklus I ketuntasan siswa meningkat menjadi 75%   sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 85%  siswa atau 17 siswa mencapai nilai di atas KKM (65).
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA BERBASIS STRATEGI PEMBELAJARAN PAKEM MELALUI PERMAINAN CINCIN DI JEMPOL TANGAN (Karya Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar) Adibatin, Ani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.609 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p1-18

Abstract

Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas, mengelola siswa, memilih strategi pembelajaran, serta kebermaknaan dalam memberikan tugas pada siswa. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penulis sebagai pengawas mengembangkan alat permainan inovatif yang bisa dipakai oleh semua guru, baik guru kelas, guru mata pelajaran, maupun guru ekstra kurikuler. Alat permainan ini bisa dipakai oleh semua siswa dari berbagai tingkatan kelas, berbagai tingkat jenjang sekolah, dan untuk pembelajaran materi yang berbeda. Alat permainan inovatif pembelajaran ini dikembangkan dengan tujuan agar peserta didik bisa belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Disamping itu, untuk membantu para guru dalam menanamkan pendidikan karakter, sehingga peserta didik menjadi anak yang berkarakter, berwatak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Uji coba alat permainan inovatif ini dilakukan di 9 SD binaan Kecamatan Tuntang. Dari hasil uji coba diperoleh temuan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara pendidikan karakter pada pembelajaran tanpa alat permainan inovatif dibandingkan dengan pembela-jaran yang menggunakan alat permainan cincin akik di jempol tangan. Nilai rata-rata pembelajaran tanpa alat inovatif 76,55 %, sedangkan nilai rata-rata dengan menggunakan alat permainan cincin akik di jempol sebesar 86,88 %. Hasil pembelajaran menggunakan alat peraga inovatif ini menunjukkan bah-wa melalui strategi pembelajaran PAKEM dengan bermain cincin akik di jempol tangan dapat membangun karakter peserta didik sampai 11,33 %.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 9B SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SMP NEGERI 2 TUNTANG - SEMARANG Muah, Tri
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.965 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p41-53

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa pada materi peluang dengan penerapan model pembelajaran PBI bagi kelas 9B Semester Gasal SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang. Hasil penelitian kondisi awal menggunakan wawancara, observasi dan analisis butir soal, siswa kelas 9B ini memiliki keaktifan belajar yang kurang, kemudian berdampak pada hasil belajar siswa rendah juga. Berdasarkan kondisi awal tersebut, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengetahui model prosedur penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart berupa model penelitian yang spiral yang pada umumnya direncanakan terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: 1) tahap pelaksanaan tindakan (planning), 2) tahap pelaksanaan tindakan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) tahap refleksi (reflecting). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 9B SMP Negeri 2 Tuntang yang terdiri dari 32 orang siswa. Data diperoleh melalui tes kognitif dan lembar observasi siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBI dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa. Hal ini ditunjukan dengan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan sebelum penelitian ini dilakukan dimana keaktifan belajar siswa secara individu 14% dan keaktifan belajar siswa secara kelompok 50% dan hasil belajar matematika siswa pada materi sebelumnya juga menunjukkan hasil belajar yang rendah dimana dari 32 siswa 6.25% siswa mendapatkan nilai tuntas dengan rata-rata 34,3. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar matematika. Lembar observasi pada siklus I menunjukkan keaktifan siswa secara individu meningkat menjadi 27.4% dan keaktifan belajar siswa secara kelompok 65% dan terus meningkat juga pada siklus II yaitu keaktifan belajar siswa secara individu menjadi 73.13% dan keaktifan belajar siswa secara kelompok 85%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 64,88 dan pada siklus II rata - rata nya kembali meningkat menjadi 81.39. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DABIN GUGUS PUTRA SERANG IV WONOSEGORO - BOYOLALI DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI DISKUSI KELOMPOK KERJA GURU Parwanto, Parwanto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.319 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p93-101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) di Dabin Gugus Putra Serang IV Kecamatan Wonosegoro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen obeservasi, instrumen penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa Diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat: a) meningkakan kemampuan guru dalam penyusunan RPP di Dabin Putra Serang IV, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 3,70% b) meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Dabin Putra Serang IV, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali meningkat sebesar 3,67%. 
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI PENILAIAN DI SD LABORATORIUM UKSW Astuti, Suhandi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.674 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p117-126

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kepala sekolah ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di SD Laboratorium Salatiga dalam menyusun administrasi penilaian melalui supervisi akademik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas.Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa Instrument penilaianadministrasi pembelajaran . Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam penilaian administrasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru-guru dalam menyusun administrasi penilaian dalam pembelajaran di SD Laboratorium Salatiga sebesar 26,2%.

Page 5 of 45 | Total Record : 446